
...🤍Happy Reading 🤍...
Marlena tengah sibuk di dapur. Semenjak Zaf dan Mei ada disni, Marlena juga ikut berperan.
Marlena yang bergantian menjaga Baby Alf. dan juga memasak untuk mereka.
"Mei.. kita makan dulu. Dari pagi kamu belum makan. kasian Baby tidak mendapat asupan yang bagus." ujar Marlena
Mei mengangguk dan mengikuti Merlena keluar. Mereka duduk di ruang Makan.
"Maaf jika dalam satu minggu lagi Zaf tidak bangun. kamu boleh pulang nak. Bunda tidak tega melihat Alf ikut begadang." ucap Marlena dengan wajah sendu.
"Bunda.. Mei akan di sini. sampai Zaf bangun. Mei sudah berjanji pada bunda dan papa. jadi tidak apa apa Mei akan merawat Zaf. Sebagaimana Zaf dulu juga telah merawat Mei." jawab Mei
"Terimakasih sayang. Kau memang anak yang baik."
Merekapun kembali melanjtkan makannya.
Setelah selesei Mei membantu Marlena beresin meja makan.
"Sayang.. bunda mau pulang dulu. tidak apa apa kan kamu di sini berdua sama Alf?" tanya Marlena
"Tidak apa apa bunda. di sini juga ada Zaf yang menjaga kami." jawabnya
Marlena cukup tau perasaan Mei. Mei selalu berharap Zaf bisa menjaganya seperti dulu. tapi ini beda. Zaf tengah berbaring tak berdaya. sudah 2Minggu lamanya.
Setelah Mei mengantar Marlena sampai depan. Mei kembali ke kamar Zaf dan baby Alf .
Mei kembali menunggu Zaf yang sedang tidur. tubuh Zaf begitu kurus. Wajahnya juga sangat Tirus. terlihat sekali di pipinya.
Mei ******* ***** tang Zaf. Sambil sesekali mengecupnya. "Zaf.. tidak capek kah tidur terus? kau tidak merindukan aku?" tanya Mei dengan mata yang sudah mulai berkaca kaca.
"Mmeeii..."
__ADS_1
Mei terlonjak kaget saat suara yang di rindukan kini tengah menyebut namanya.
"Zaff.. ini Aku.. aku ada bersamamu.." ucap Mei sambil memegang dan mencium tangan Zaf
"Mei.. benarkah ini kau?" tanya nya
"Ini aku Zaf.. lihat ini. ini Alf putra kita." ucap Mei dengan menggendong Alf
"Kenapa kau lari dariku Mei ? apa kau masih takut padaku?" tanyanya
"tidak Zaf. itu tidak benar." ucap Mei
Zaf kembali memejamkan matanya. Zaf belum berani membuka matanya lagi. Zaf ingin selamanya tidur agar bisa bertemu Mei dalam mimpi.
Zaf masih enggan membuka Matanya dirinya belum yakin jika Mei nyata ada di sampingnya.
Oweekk.. Oweekk.. Baby Alf kembali menangis. "kau lapar sayang?" Tanya Mei.
Lalu Mei menggendong Alf daei box dan menaruh dalam pangkuanya. dan mulai memberi Asinya.
"Meii.. benarkah aku tidak mimpi?" tanya nya
Mei tersenyum. lalu mengambil tangan Zaf. "Rasakan Zaf." ucap Mei sembari menaruh tangan di dada Mei. "kau tidak mimpi. Kau bisa rasakan. detak jantungku kan?" tanya Mei
Zaf kembali memejamkan matanya
"Maafin Aku Mei.. Aku terlalu rapuh tanpamu. teenyata Aku sangat menginginkan mu untuk selalu ada di sampingku." ucap Zaf
Mei diam. Mei ingi tau isi hati Zaf. apakah Hatinya sama dengan dirinya.
"Aku mencintaimu Mei." ucapnya lirih
Mei langsung berhambur ke peluka Zaf. "Hiikzzz... kenapa tak pernah kau katakan padaku hiikkzzz " tangis Mei
__ADS_1
"Maafkan aku Mei.. maaf."ucapnya
"Aku juga mencintaimu Zaf. Aku menunggumu untuk mengungkapkan perasaanmu." Ucap Mei
Zaf mengecup kening Mei beberapa kali. Mereka tengah hanyut dalan melepas kerinduan.
Oweekkk Oweekkk..
"Alf pasti juga merindukan papanya." ujar Mei. Lalu Mei membawa Alf pada Zaf. dan menaruhnya di dada Zaf.
"Alf. juga rindu papa?" tanya Zaf
"Zaf.. Makan dulu yaa.. aku akan buatkan makana hangat untukmu." ujar Mei
"Aku belum lapar. Aku masih ingin bersama kalian di sini." balasnya
"Kalo begitu makan puding dulu Zaf" Ucapnya
Zaf mengangguk. Dan Mei segera membantu untuk duduk.
Mei mengambil puding nya dan menyuapkan ke Zaf.
"Ini bunda yang bikin tadi " terangnya
Zaf mengangguk paham. "Terimakasih Mei." ucapnya
Mei tersenyum lalu keluar membawa Nampan yang sudah kosong. Dan meninggalkan Alf bersama Zaf di kamar.
__ADS_1
...Bersambung...