
**Banyak Typo Bertebaran š
...š¤ Selamat Membaca š¤**...
Mei mulai berpikir.. "Apa sebaiknya aku gugurin aja ya..? Aku belum siap menghadapi ibu dan bapak. aku takut ibu akan kembali seperti 6 tahun lalu". gumamnya
Jam istirahat sudah selesei.
Mei segera kembali bekerja. Mei sadar jika dirinya tengah membawa janin dalam tubuhnya. Dirinya harus menjaga baik baik calon anaknya
"ok.. bagaimanapun juga baby ini tidak meminta untuk di ciptakan. Tuhan yang telah menciptakan untukku. aku akan menjaganya dan merawat sampai dewasa." ucapnya
Mei kembali teringat ucapan Aldrick waktu itu. jika dirinya mau menerima baby ini.
"lebih baik aku terima saja lamaran Aldrick." gumam Mei
Mei kembali bekerja. Sambil menyiapkan segala sesuatu dokter Gerald.
Mei minggu ini dapat jadwal mendampingi Dokter Gerald. dokter SP. Tulang.
"Nona.. apa dokter Gerald ada?" tanya seorang wanita
"Maaf nyonya. Dr Gerald nya sedang menangani pasien oprasi." jawab Mei
"Kira kira sampai jam berapa nona?" tanya nya lagi
"Mungkin 15 menit lagi nyonya. Silahkan di tunggu sebentar." jawab Meiri
"Terimakasih nona." Jawbnya kemudian. lalu Marlena dan Ansel pun duduk menunggu Gerald sang dokte Sp Tulang.
"Ans.. sebaiknya kau kurangi berkudanya. Aku takut Tulang ekormu itu akan kambuh lagi." ucap Marlena
"Aku tidak apa apa. hanya saja tadi aku merasa seperti ada tulang yang patah." jawabnya
"kau kan tau. jika tulang ekormu dulu pernah mengalami patah." ucap Marlena mengingatkan
"iya iya.. aku masih ingat." jawab Ansel kesal. karena dari tadi malam sang istri ngomel ngomel padanya.Ā
"Kau ini.. semakin tua semakin susah di atur saja " kesal Marlena
"kau juga.. semakin tua bibirmu itu semakin licin. susah berhenti ngomel." balasnya.
"Itu karenamu yang nggak mau mendengarku." ucap Marlena
"Telingaku bosan mendengar ocehanmu sayang. kau selalu bicara seperti Setrika. selalu di ulang ulang." balas Ansel
"Ishh.." kesal Marlena.
Merekapun kembali diam. tidak ada yang bicara lagi. Sembari Ansel menggoda goda Istrinya. "Ans.. ini di rumah sakit. jangan menggodaku." ujarnya
"Aku tidak menggodamu. aku hanya ingin kau menatapku. jangan ponsel itu." ucap Ansel
Meiri yang mendengar perdebatan pasutri itu hanya geleng geleng kepala. "pasangan Aneh." ujarnya lirih
Tak berapa lama Dokter Gerald sudah datang.
"Hai.. papa, bunda. menunggu lama ya?" tanya Gerald.
"Tidak.. Baru 10 menit yang lalu Gerald." jawab Marlena.
Gerald adalah anak asuh dari Panti asuhan yang didirikan oleh Ansel dan juga Marlena.
Banyak anak anak panti yang sudah sukses di biayai Mereka berdua. termasuk Gerald.
lalu merekapun masuk ke ruang Gerald.
__ADS_1
Begitu juga dengan Meiri. Meiri akan menyiapkan segala sesuatu selama jam praktek Dokter Gerald.
"Apa yang di rasakan papa, bunda?" tanya Geral
"Papamu.. merasakan tulang ekornya. sepertinya bermasalah lagi." jawab Marlena
"Papa berkuda lagi bunda?" tanya Gerald.
"seperti itu. papamu susah di atur.." balasnya
"Kalian kan tau. itu hobiku sekarang. Bundamu selalu mengabaikan papa. Dia jadi lebih sibuk dengan panti." ujar Ansel kesal
Merekapun kembali diam Ansel tengah di periksa oleh Gerald.
Setelah mereka selesei. mereka segera pulang. dan tak lupa nebus resep obat terlebih dahulu.
"Sebaiknya papa mulai mengurangi berkudanya. lebih baik jalan jalan saja." pesan Gerald sebelum mereka pergi.
"Hemmm." jawab Ansel singkat.
...š...
Hari sudah semakin sore .
Mei sudah beberes barangnya untuk segera pulang. dirinya merasa lelah sekali hari ini.
Mei berjalan keluar. dan sudah ada Aldrick yang menunggu.
"Al.. kau menungguku?" tanya Mei
"hehemm.. Ayo kita segera pulang." ucapnya.
Merekapun masuk ke mobil. dan Al hanya mengantar sampai depan rumahnya.
Mei hanya mengangguk.
"Al.." panggil Mei
"Ada apa Mei?" tanyanya
"Apa kau benar mau menerima Anak ini.?" Tanya Meiri
"Aku bersungguh sungguh. itu kalo kamu memberi aku kesempatan Mei." jawab Aldrick
"Aku sudah pikirkan Al.. Aku mau menikah denganmu." ucap Meiri
"Apa kau yakin?" tanya Akdrick yang tak bisa menyembunyikan wajah bahagianya.
Meiri mengangguk. "Aku yakin Al. lebih baik aku menikah dengamu. darpada dengan pria yang tak ku kenal. dan telah menghancurkan masa depanku." balasnya
Lalu Akdrick pun memeluk Meiri. hatinya begitu bahagia.Ā menikah dengan wanita yang sangat dia cintai.
"Terimakasih Mei.. kau mau memberi aku kesempatan." ujarnya
Meiri pun membuka pintu mobil dan segera keluar dari mobil Aldrick. Namun Akdrick menahanya.
"Mei.. bolehkah aku memelukmu lagi?" tanya Aldrick sebelum Mei keluar dari mobil nya
Mei mengangguk. dan Aldrick segera memeluk lagi wanita itu, dan mengecup keningnya berulang kali.
"Kau masuklah dan istirahatlah. nanti malam aku kesini lagi. Kau mau di bawain apa Mei?" tanya Aldrick.
"Tidak usah Al.. melihat kau datang aku sudah sangat bahagia." ucapnya. lalu Meiri keluar dari mobil dan segera masuk ke kontrakanya.
Lalu Aldrick segera pulang meninggalkan kontrakan Meiri.
__ADS_1
Mei berjalan memasuki rumahnya. tiba tiba tangan Mei di cekal oleh tangan kekar milik Zef.
"kauu.. ?" Ujar Mei
"Ikut Aku." ucap Zef. sembari menarik tangan Mei.
"lepaskann.. aku tak mau pergi bersamamu. Lepaskaannn..." teriak Meiri
Namum Zaf tak peduli. Tadi pagiĀ Dirinya mengalah tapi kali ini dirinya akan membawa Meiri ke kediamanya.
"Lepaskan aku pria arogan, paranoid, kejemm.. aku tak mau pergi denganmu." teriaknya.
Zaf tetap melanjutkan perjalananya. tanpa mempedulikan Teriakan Mei
Mereka telah sampai di Mansion Zef. dan Meiri langsung di tarik ke dalam.
"Hentikaann.. Apa maumuu?" tanya Meiri
Zaf tetap melangkah. dan kali ini Mei langsung di gendong ala karung beras oleh Zef.
Zaf membawa Mei masuk ke kamarnya. kemudianĀ mengunci dari luar.
"Bukaa pintunyaa.. Aku mau keluaarrr..." Teriak Mei.
Namun Zaf menulikan telinganya. Zef segera memanggil dokter untuk memeriksa kandungan Meiri.
Meiri masih saja berteriak teriak minta di keluarkan dari kamar ini.
Ahirnya Mei pun kelelahan dan tidur di lantai.
Zef yang menyadari tidak ada Suara teriakan Mei jadi panik. dan segera membuka pintunya.
Zef terkejut saat melihat Mei tergelatak di lantai. Zef segera mengangkat Mei ke atas tempat tidur.
Zef menatap wajah Pucat wanitanya. Zef mengelus pipi mulusnya. dan mengecup Keningnya.
Ting tong..suara bel pintu berbunyi.
Zef segera membuka pintunya.
Dokter kandungan yang Zef telpon sudah datang.
Zef sudah menyiapakan segala Alat periksa untuk wanita hamil. Dirinya membeli sendiri dengan di bantu oleh Anak asuh panti yang di kelola oleh orang tuanya.
Zaf tidak akan membawa Meiri keluar. walau hanya untuk memeriksa kandungan. Zaf hanya nggak ingiĀ Meiri Pergi dari kehidupanya.
"Bagaimana keadaanya dokter?" tanya Zaf.
"Sepertinya ibu dan bayinya sangat kekurangan Asupan gizi tuan. Seharusnya Janin anda sudah memilik berat badanĀ 0,00364 gram (gr). namun dari layar ini. bobot bayi anda tidak mencapai segitu. saya hawatir bayi Anda akan mengalami kelainan." ujar dokter
"Terus apa yang harus saya lakukan dokter?" tanya Zef
"Anda harus memperhatikan keadaan sang ibu. dari makananya hingga keadaan nya." ujar dokter lagi
"pesan saya. jangan di bebani dengan masalah masalah berat. karena itu sanga berpengaruh pada kejiwaan sang ibu. apalagi kehamilan ini masih sangat rentan keguguran." ucap Dokter
Zaf mengangguk paham..
"Ini saya kasih resep obat untuk penguat kandunganya. dan juga vitamin. jangan lupa untuk di minumkan secara rutin" pesan Dokter
...Bersambung...
Haii.. Guyss.. jika ada kesamaan tokoh maupun alur cerita dengan yang lain. itu semua hanya kebetulan. Ini murni dari hayalan saya saja. jadi tolong bersikaplah yang baik. saya susah payah cari ide cerita ini sampai pusing pala saya.
jadi Berkomentarlah yang enak. š
__ADS_1