
...đ¤Happy Reading đ¤...
đđ
Keadaan Zaf kini sudah lebih membaik. Setelah 2minggu lebih dirinya Tidur karena Pingsan. Sebenarnya bukan hanya pingsan.
Namun juga karena Zaf Ingin selalu bertemu Mei dalam mimpi. Karena buat Zaf. Tidur adalah Anugerah yang paling di tunggu. Di sana dirinya bisa bercengkrama dengan Mei. hingga saat nyata pun, dirinya menganggap ini adalah mimpi.
Mei tengah sibuk Memandikan Alf. Alf berceloteh begitu sangat menggemaskan. saat di perlakukan dengan lembut.
Sedangkan Zaf hanya menatap Tingkah mereka berdua. Zaf belum sepenuhnya percaya pada kenyataan ini.
Mungkin karena Pukulan orang orang itu membuat Luka baru pada Zaf. luka dalam kepala.
"Papa sudah bangun sayang.. ajak papa jalan jalan yuk." ucap Mei pada AlfÂ
Sedangkan Zaf.. Dirinya tetap sama tanpa respon. "Zaf" Tepukan lembut Mei berhasil menyadarkan Zaf dari lamunanya.
Zaf meneloh lalu tersenyum pada Mei. Zaf menempelkan kepalany pada tubuh Mei.
Zaf sedang dalam keadaan tidak baik baik. Mei sudah berjanji intuk membantu Zaf. bukan karena hutang budi ataupun karena Zaf adalah papa Alf.
Namun yang Mei lakukan, karena Mei sangat mencintai Zaf. Mei mengelus lembut kepala Zaf.
"Ada Aku.. kita akan sama sama melewati ini semua Zaf. Aku yakin kita akan bahagia bersama." ujar Mei
Mei membawa Alf pada Zaf. "lihatlah.. dia mirip kamu bukan?" tanya Mei
"Tapi hidungnya hidung kamu Mei. dan bibirnya juga." ujar Zaf
"Dia anak kita. tapi lebih banyak miripnya sama kamu. kita besarkan Alf bersama sama Ya Zaf." ujar Mei
Zaf kembali mengangguk dan tersenyum pada Mei.
"Aku sudah masak. kita makan dulu yaa." ujar Mei
Mereka pun keluar untuk makan. Mei sudah memasak makanan kesukaan Zaf.
__ADS_1
"Zaf.. apa kau ingat saat aku pertama kali masak ini? sangat tidak enak. namun kau bilang bagwa ini enak sekali." ujar Mei.
Zaf berusaha mengingatnya. tidak ada memory indah yang Zaf ingat. Hanya Nama Mei dan Alf yang selalu ada dalam kepalanya.
"Pelan pelan kau pasti ingat." ujar Mei
Setelah selesei Makan. Mei menyiapkan Air hangat untuk mandi Zaf.
Dengan telaten Mei mengurusnya. Sama seperti dulu Zaf memperlakukan Mei.
Bedanya Mei dulu menurut karena takut.
Sedangkan Zaf. Zaf belum terbiasa dengan keadaan saat ini.
Lupa bukan karena Depresi. Namun kelupaanya karena benturan benturan di kepalanya
"Selamat pagii..." sapa seorang wanita paruh baya dan seorang pria. Dia Marlena dan juga Ansel.
kemarin mendapat kabar dari Mei. jika Zaf sudah bangun.
Marlena begitu bahagia dan dirinya minta Ansel segera menemuinya.
"Mereka berdua orang tuamu Zaf. bunda dan papa Ansel " ujar Mei
"Mei apa yang terjadi padanya?" tanya Marlena. Sedangkan Ansel menatap tidak percaya jika dirinya telah di lupakan oleh anak bontotnya.
"Mei juga belum tau bund.. Sebaiknya kita bawa Zaf ke rumah sakit." usul Mei
Mereka berdua pun setuju untuk membawa Zaf kerumah sakit. Mereka hawatir Anaknya benar benar melupakanya.
Kini mereka telah bersiap ke rumah sakit. Mei dan Alf juga ikut bersamanya. Karena Zaf hanya ingin bersama mereka berdua saja.
Mereka langsung ke ruang dokter neurologi.(dokter Saraf)
Di sana dokter menjelaskan jika Zaf mengalami Cedera pada kepala. hingga menyebabkan sebagian terlupakan Dan yang di ingat hanya Nama yang paling menempel di hati atau dalam ingatanya sebelum sesuatu itu terjadi.
"Begini.. Pak Zaf mengalama Parkinson, yakni kerusakan sel saraf secara bertahap pada otak bagian tengah yang berfungsi mengatur pergerakan tubuh. Gejala yang banyak diketahui orang dari penyakit ini adalah terjadinya tremor atau gemetaran.
Gangguan pembuluh darah (Hipertensi, stroke)
Gangguan metabolik
__ADS_1
Gangguan nutrisi
Riwayat cedera otak.
Tapi kalo dari penelitian saya Pak Zaf terkena cedera otak. Nanti kami akan lakukan pengecekan kembali setelah mendapat Keterangan dari CT scend. kami baru bisa menyimpulkan." terang Dokter
"Terimakasih Dokter. apa itu akan berlangsung lama?" tanya Ansel
"Nanti kami akan buatkan jadwal terapi agar tidak berlangsung lama." ujar dokter lagi.
Ansel menatap putranya. tatapan Zaf yang begitu kosong. Dulu Zaf telah membuat Mei depresi hingga kehilangan sebagian memorynya. tapi kini putranya juga mengalami hal yang sama. "Semoga Mereka berdua bisa melewati semuanya bersama sama." doa Ansel dalam hati.
Setelah selsei dari dokter. Mereka segera Keluar dari ruangan dokter. Mei selalu setia menautkan tangan Zaf. Sedangkan Alf di gendong oleh Marlena.
Mereka berjalan menuju parkiran. dan segera meninggalkan rumah sakit.
"kita langsung pulang saja Ans. kasian Alf dan Zaf. sepertinya mereka kelelahan " usul Marlena
Dan Ansel pun mengangguk Ansel segera melajukan mobilnya ke arah mansion Zaf.
Tak butuh waktu lama mereka telah tiba di Mansion. Mei segera membawa Zaf duduk di sofa. Sedangkan Marlena membaringkan Baby Alf ke Box nyaÂ
Marlena segera membuatkan kopi buat suaminya.
"Apa kau mau istirahat Zaf?" tanya Mei
Zaf mengangguk dan berpamitan pada Papanya.
Sampai di kamar Mei segera menyiapkan Tempat tidur untuk Zaf.
Marlena menghampiri Mei. "Meii jika kau kerepotan. Bunda carikan Asisten yaa.?" usul Marlena
"Tidak perlu bunda. Mei hanya ingin ada kami bertiga saja di rumah ini. Agar Mei bisa mengurus mereka berdua. Mei tidak apa apa. Dan Mei tidak merasa keberatan." ujar Mei
"Terimakasih sayang. bunda sangat bersyukur bisa mengenalmu."Â ujar Marlena.Marlena memeluk Mei.
Marlena serta Ansel pamit untuk pulang lebih dulu. karena Ansel masih banyak pekerjaan.
...Bersambung...
__ADS_1