
...🤍Selamat Membaca 🤍...
...🍃...
Malam begitu dingin.
karena hujan turun begitu deras. Zaf tengah menemani Mei nonton TV
Mei membaringkan tubuhnya. dan kepala berada di pangkuan Zaf.
"Apa kau lapar Mei? tanya Zaf
Mei mengangguk. usia kandungan yang semakin tua ini. membuat Mei selalu merasa lapar.
"Aku buatkan omelet yaa." Ujar Zaf
Mei mengangguk dan mengikuti Zaf ke dapur. Mei mempehatikan cara Zaf bekerja.
Lalu duduk di kursi dapur Sembari memainkan pucuk Rambutnya.
Zaf paling tidak suka jika Mei melakukan kegiatan seperti itu. Makanya Zaf selalu mengikat Rambut Mei tinggi tinggui.
"Mei.. jangan lakukan hal kayak gitu Mei." ucap Zaf
"Kenapa?",tanya Mei
Lalu Zaf mendekat ke Mei dan kembali mengikat rambutnya. "Sudah jangan di lepas ikatanya" ujar Zaf
Mei mengangguk. lalu kebali mendekat ke Zaf.
"Kau duduk saja Mei. biarkan aku bekerja."
Mei menggeleng .
Setelah selesei Mei kembali duduk dan menikmati olahan Zaf . "Enak Mei?" tanya Zaf
Mei mengangguk.
"Mei besok kita ke dokter lagi ya.." ucap Zaf
Mei menatap Zaf bingung.
"kita ke psikiater jadwal cek." terang Zaf
Mei mengangguk lemas.
Lalu Zaf mendekat dan meremas tangan Mei. "tidak usah takut Mei. tidak akan terjadi sesuatu padamu." ujar Zaf lalu mengecup kening Mei.
Setelah selesei Makan Zaf membawa Mei ke kamar mandi untuk gosok gigi.
Zaf sedang mengganti Sprei Yang sudah kotor.
Mei sudah ada di belakang Zaf.
"Sudah?" tanya Zaf
Mei mengangguk.
Mei segera merebahkan dirinya di atas tempat tidur. lalu Zaf memberi selimut pada Mei. Tangan kanannya Memegang erat tangan kiri Zaf.
Zaf pun segera menyusul Mei tidur. Mei menarik tangan Zaf di atas perutnya. Zaf merasakan gerakan gerakan kecil dari dalam.
Zaf begitu gemas dengan anaknya yang begitu aktif. Zaf akan menikmati semua proses merawat Mei. sampai Mei melahirkan.
Jika teringa kembali kesepakatan mereka. ada rasa kehilangan yang begitu mengancam. Zaf menatap Mei dengan intens .
"apakah aku bisa hidup tanpa ada kalian?" batin Zaf
Zaf mengecup kening Mei. dan membawa Mei dalam pelukanya. "boleh kah aku egois Mei. memaksamu untuk selalu bersamaku?" tanya Zaf dalam hati.
__ADS_1
"4 bulan bersamamu. sungguh membuatku nyaman." gumamnya
Zaf kembali mengingat tanggal kelahiran anak nya. 3 bulan lagi.
...🍃...
Mentari pagi begitu indah.
Mei tengah duduk menunggu Zaf mencarikan baju untuknya.
"Pakai ini ya Mei?" tanya Zaf.
Lalu Mei langsung mengangguk dan melepas handuknya. untung Mei sudah memakai baju dalamnya. jadi Zaf bisa sedikit lega.
Zaf sudah mulai membiasakan Mei untuk selalu memakai baju dalamnya. karena terkadang Mei melupakan itu. Saat dirinya ingin segera mandi. selalu melepas pakaianya di sembarang tempat.
Namun Zaf sudah menasehati agar Mei selalu melepas pakaianya di dalam kamar mandi atau di kamar saja.
Seperti itu keadaan Mei. di saat ingatanya normal. dirinya bisa menjadi Mei seperti dulu.
Tapi jika ingatanya hilang. maka akan melakukan semaunya.
Tapi sekarang Mei. lebih banyak dalam mode normal nya.
"Ayo Mei. kita berangkat sekarang." ajak Zaf
Mei pun mengikuti langkah Zaf dengan tangan mereka saling bertautan.
Di dalam mobil Mei hanya diam. dan hanya menatap luar jendela. Zaf sesekali melihat Mei yang sedang bengong.
"Mei..." panggilnya lagi
"hemm.." jawab Mei
"kau dengerin musik apa ?" tanya Zaf
Mei menggeleng.
Tak butuh waktu lama mereka kini telah sampai di rumah sakit.
kini Mei lebih tenang berkunjung le sini. tidak sepeeti bulan lalu.
Mei pun di ajak masuk oleh dokter. tidak lupa tangan Mei tetap menautkan ke tangan Zaf.
Zaf ikut masuk. agar Mei tidak ketakutan.
kali ini dokter akan menanyakan lebih banyak pertanyaan pada Mei. agar ingatanya bisa kembali dengan sempurna.
Setelah selesei sesi wawancara dokter akan memberi obat. karena dokter merasa Mei butuh obat. Namun dengan aturan minum yang tidak rutin.
hanya di minum waktu pagi saja.
Setelah menebus obat. Zaf mengajak Mei ke mall untuk belanja bulanan.
Mei masih menggandeng tangan Zaf. Mereka berjalan ke arah kebutuhan pokok.
Mei mengambil susu hamil dan juga camilan yang banyak. Sedangkan Zaf memilih sayuran yang masih segar.
"Kau mau apa lagi Mei?" tanya Zaf
Mei menggeleng . "kita pulang?" tanya Zaf yang di angguki Mei
seteleh membayar belanjaanya. mereka kembali berjalan pulang.
"Mei.. kita makan dulu ya." ucap Zaf
Mei mengangguk. karena dirinya memang sangat lapar.
Zaf memakirkan mobilnya di depan restaurant .
__ADS_1
Mereka segera mencari tempat duduknya. "Kau mau makan apa Mei?" tanya Zaf
"Samain." jawabnya
Zaf pun memesan makanan. mereka tengah menunggu. tidak ada obrolan di antara mereka.
buat Zaf keadaan ini jauh lebih baik. asalkan Mei tidak merasa takut lagi saat berada di sisinya.
Mereka menikmati makanan mereka setelah pesananya datang. sesekali Zaf melihat Mei. "masih sama seperti dulu. Cantik alami" gumamnya
Setelah mereka selesei makan. mereka melanjutkan pulang. Mei tetap sama diam dan melihat luar jendela. tiba tiba air mata Mei mengeluarkan air matanya. "kau kenapa Mei?" tanya Zaf.
"Sakit." jawabnya
"Apanya yang sakit Mei?" tanya lagi. lalu menepikan mobilnya.
"Kakiku." jawabnya
"Oohh. tahan ya Mei sebentar lagi sampai rumah." ujar Zaf
Zaf segera melajukan mobilnya. hingga tak buth waktu lama. merekapun sampai.
Zaf segera turun dan menggendong Mei. membawa ke dalam.
Mei menolak untuk di kamar. Mei lebih memilih duduk di sofa di depan televisi.
Zaf pun mengikuti duduk di samping Mei. Zaf memijat kaki Mei. Zaf melirik Mei masih dengan pandangany di layar televisi.
Zaf mengambil tangan kiri Mei dan meremasnya.
Mei menyandarkan kepalanya di bahu Zaf .
Zaf mulai mendengar nafas teratur dari .
" Mei.. " panggil Zaf. ..tidak ada sahutan. Zaf pun mengangkat pelan kepala Mei. dan Zaf memindahkan Mei ke kamarnya dengan sangat pelan.
Setelah itu Zaf ke mobil untuk mengambil belanjaanya. dan segerah menaruh di tempat yang berbeda.
Zaf kembali sibuk di dapur. untuk membuat makan Siang.
Setelah selesei Zaf segera membersihkan berkakas yang kotor. .
Zaf segera menyiapkan masakanya di meja.
Zaf kembali di ruang depan untuk menyeleseukan pekerjaan kantornya.
Mei teebangun dari tidurnya dan segera turun. namun wajah meringis saat kedua kakinya menyentuh lantai yang sangat dingin.
Mei ke kamar mandi. dan segera melepas pakaianya. Mei mengisi air di bath up. dan mengatur air hangatnya
Mei mulai berendam. sesekali mendesis merasakan begitu nyaman dengan berendam di air hangat. begitu sangat Rileks . setelah cukup Lama Mei segera mengambil handuk dan melilitkanya.
Mei segera memilih baju yang ada di almari. pilihanya jatuh pada baju santai dengan warna biru dengan motif buah buahan
Mei keluar dan mendapati Zaf sedang menyeleseikan Pekerjaan kantornya.
"Mei..kau sudah bangu? sudah mandi juga?" tanya Zaf
Mei mengangguk. "apa kau sibuk?" tanya Mei
Lalu Zaf segera membereskan pekerjaanya. "Ada apa Mei?" tanya Zaf
"Aku Rindu ibu." jawabnya lalu menyenderkan kepalanya di bahu Zaf.
"ok.. besok kita jenguk ibu ya." ujar Zaf
Mei tersenyum bahagia. kerinduan sama ibunya akan segera terobati. Lalu Mei mengambil tangan Zaf. "Terimakasih." ucapnya.
"Aku yang seharusnya berterimakasi Mei. kau sudah mau memberi aku kesempatan untuk merawat mu." ujar Zaf
...Bersambung...
__ADS_1