WANITA PELAMPIASAN 2

WANITA PELAMPIASAN 2
Kelegaan Meiriska


__ADS_3

**Banyak Typo Bertebaran 🙏


...🤍 Happy Reading 🤍**...


...🍃🍃...


Hari demi hari. minggu demi minggu.


Meiri sudah selama 3 minggu mendapat perlakuan paksa Zaf. jika Zaf marah pada Meiri dirinya akan melampiaskan nya dengan menggauli Meiri.


Pagi ini..


Zaf kembali dengan membawa nampan dan juga susu buat Mei.


Mei semakin kurus dan lingkar hitam di bawah matanya semakin nampak.


Mei sudah tak mengenal hari ataupun siang malam. dirinya semakin hari semakin lemas.


Zaf membuka pintunya.


Didapati Meiri tengah duduk di atas tempat tidurnya.


"Mei.. makanlah.." ucapnya.


kali ini Zaf akan lebih sabar menghadapi Mei. Zaf tak tega melihat Mei yang sangat memprihatinkan.


perutnya sudah nampak membuncit. Dokter bilang kehamilan Mei sudah memasuki 13 minggu.


Keterangan Dokter juga. Janin Mei sangat lambat pertumbuhanya. karena kondisi sang ibu yang tertekan


Mei menatap Zaf. dan tatapan Zaf sangat menakutkan di mata Mei..


"JANGAANN.. JANGAANNN.. JANGAANN LAKUKAN LAGIII... AKU MOHOONN JANGAANNNN...." teriak Mei histris..


"Mei tenang.. aku tidak akan melakukan lagi.. kau tenang Mei.. duduklah dan ayo kita makan." ajak Zaf.


Mei langsung mengambil semua yang ada di nakas. termasuk lampu meja yang biasa buat menerangi saat malam.


Mei melempar semua itu.. ke arah Zaf.


...🍃🍃...


Zaf terbangun dari pingsanya..


Zaf meraba keningnya yang sudah berdarah. kepalanya sedikit pusing... " Meii.." panggilnya


Zaf Berlari ke kamar mandi mencari Mei.


"Siaalll.." umpat Zaf.


"Ternyata Mei sudah pergi meninggalkanya." sesal Zaf


Zaf keluar dan mendapati kursi dan meja dan juga laptopnya Zaf sudah tak serapi tadi.


"kau benar benarvmembenciku Mei. bahkan sebelim pergi pun lau masih sempat merusak barang barangku." ujarnya. Zaf mendengar Rintiham ketakitan


Zaf mencari sumber suaranya.


"AKUIHH.. TIDAK MEMBUNUHNYAA.. AKU TIDAK MEMBUNHNYAA.. AKU TIDAK MEMBUNUHYAA.. PERGII.. PERGIII." racau Mei.


Zaf melihat Mei meringkuk di pojok ruangan dan di belakang kursi besarnya..


"Meii..."


Zaf langsung Mengangkat Mei dan mendudukkan nya di kursi..


"kau tidak membunuhnya Mei.. dia tidak mati.." ucap Zaf Sembari memeluk Meiri.


Mei langsung tak berdaya. dan Zaf segera membawa Mei ke kmar dan menelpon dokter psikiater.


Tak butuh waktu lama. dokter yang di tunggu datang.


Dokter melakukan pemeriksaan pada Mei. dan mengambil sample darahnya.

__ADS_1


"bagaimana dokter?" tanya Zaf


"Dia mengalami trauma berat tuan. saya berharap semoga tidak akan serius. saya sudah ambil sample darahnya dan nanti saya kabari lagi." ucap dokter.


"Saran saya.. ajaklah dia jalan jalan. agar tidak tertekan. Ibu hamil memang cenderung akn semakin Stress karena hormon." ucap Dokter lagi


Sepeninggal dokter. Zaf menunggu Mei tidur. dirinya ikut membaringkan di samping Meiri.


Berkali kali Zaf mengelus pipi tirus Mei.


Meiri terbangun dan menatap Zaf yang sudah di sampingnya.


Zaf tersenyum lebar pada Mei. namun Mei tidak merespon. dirinya hanya menatap tak tau apa artinya. tatapan yang begitu kosong.


Lalu Zaf membantu Mei untuk duduk. Zaf menyerahkan susu pada Mei.


Dan Mei pun menerimanya lalu minum sampai tandas.


"Sudah Mei?" tanya Zaf


Mei kembali tidur. di samping Zaf. Zaf membelai lembut rambut wanita yang sudah memporak porandakan hati nya.


Setelah Mei kembali tidur. Zaf segera keluar membuat makanan untuk Mei.


Setelah selasei Zaf segera membawa nya ke kamar. Zaf kembali membaringkan tubuhnya di samping Mei.


...🍃...


Hari sudah sore.


Mei teebangun dan langsung duduk.


"Makan Mei?" tanya Zaf


lagi lagi Mei hanya menuruti apa yang Zaf ucapkan. Mei kembali di suapi Zaf.


"Mau mandi?" tanya Zaf setelah Mei selesei Makan. dan melihat Mei seperti sedang ke gerahan


Lagi Lagi Mei tidak menolak.


Setelah Selesei Zaf segera menggantikan pakaian Mei dan memyisiri rambutnya.


"Minum obat ya Mei" titah Zaf


Mei kembali menurut. Setelah itu Mei kembali tidur.


Zaf menatap ketidak berdayaan Mei. Zaf merindukan suara Mei saat mengatai dirinya.


Merindukan umpatan umpatan Mei.


...🍃...


Malam semakin larut.


Zaf masih menemani Mei di dalam kamarnya.


Zaf Mengelus kepala Mei hingga tertidur.


Setelh Mei tidur, Zaf segera keluar. dan menyeleseikan pekerjaanya. Zaf menyesali atas semua perlakuanya terhadap Mei.


Zaf berinisiatif akan memnuruti semua keinginan Mei. jika dirinya sudah kembali ingat. Karena Zaf Yakin jika saat ini Mei telah kehilangan Memorynya


Setelah selesei Zaf segera menutup pekerjaanya dan kembali ke kamar.


Semenjak Mei kehilangan Memonya. Zaf selalu tidur di sampingnya.


Zaf membuka pintu dan segera membaringkan tubuhnya.


Zaf memeluk Mei dan sesekali mengecup keningnya.


Zaf membelai lembut rambut Mei yang wangi.


Zaf tak bisa memejamkan matanya. dirinya selalu teringat kejadian di mana dirinya dengan tega menodai wanita yang tak bersalah.

__ADS_1


...🍃...


Mentari pagi begitu indah.


Zaf sudah bangun dan segera berkutat di dapur.


Zaf membawakan susu buat Mei dan juga makananya. Zaf menatap Mei.


"kau kenapa Mei?" tanya Zaf


lagi lagi Mei tidak menjawab. dirinya hanya memakai bahasa isarat.


Mei menunjuk ke perutnya.


"Apa kau lapar?" tanya zaf


Mei menatap Zaf dan mengangguk. Zaf kembali menyuapi Mei dengan telaten. setelah itu Zaf memberi obat untuk Mei.


"Mau mandi?" tanya Zaf


Mei langsung melepas pakaianya. "Sebentar ya Mei.. aku mau beresin ini dulu." ucap Zaf.


Mei menghemtikan aktifitas melepas pakaianya. dan melihat Zaf yang sedang membereskan nampan.


"Sudah ayuk mandi." ajak Zaf


Zaf kembali menggendong Mei ke kamar mandi. dan menggosok kan gigi Mei. "bukan di telan Mei. tapi di kumur yaa. terus di buang seperti ini." ucap Zaf sembari memberi contoh.


Mei pun melakukan hal yang sama. seperti yang Zaf lakukan. Zaf tertawa kecil saat melihat pipi Mei saat berkumur.


Mei sudah selesei mandi. dan Zaf segera menggatikan bajunya dan menyisir rambutnya.


"Kau duduk di sini ya..aku mau mandi." ucap Zaf.


Mei kembali diam lalu membaringkan tubuhnya.


Selesei mandi Zaf segera keluar. dan melihat Mei tengah tertidur. Zaf memberi selimut pada Mei.


Rencananya Zaf akan membawa Mei ke taman pagi ini. namun Mei malah kembali tidur.


...🍃...


Senja sudah mulai datang.


Mei sudah bersih dan Segar setelah Zaf membersihkan badanya. dan menyepol rambut Mei.


Zaf tengah duduk di depan kamar Mei. sambil mengerjakan pekerjaan Kantornya.


Semenjak Zaf memutuskan untuk merawat Mei. Zaf mengalihkan pekerjaan yang di kantor untuk di seleseikan di rumah.


Orang kepercayaan Zaf yang selalu mengantar ke rumah.


Hiilkzzz.... ibuuu... bapaakkk... Meii kangeennnn hiikzzz...


Fokus Zaf hilang saat mendengar isakan tangis yang ada di kamar.


"Mei... kau kenapa?" tanya Zaf.


Ingatan Mei kembali normal.


"Aku hanya ibuukuu.. Keluarkan aku dari sini." Teriak Mei


"Oke Mei.. Aku akan membebaskanmu. kamu tenang yaa.. kau boleh pulang bersama Ibumu." ucap Zaf tenang.


'Sungguuhh..?" tanya Mei


"Iyaa.. aku akan membebaskanmu. Sekarang tidurlah" ujar Zaf


"kauu bohong.. Aku ingin pulang sekarang." teriak Mei


"Besok ya Mei.. ini sudah sangat malam. besok aku antar kau pulang." ujar Zaf


"Aku bisa pulang sendiri." teriak Mei

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2