
...🤍 Selamat Membaca 🤍...
Mei terbangun saat merasakan perutnya sangat mual.
Mei segera berlari ke kamar mandi.
Hooeekk..
Hooeekk..
Mei berusaha mengeluarkan mualnya. numun hanya cairan kuning yang keluar.
Zaf menghampiri dengan menggendong Alv.
Zaf mengurut tengkuk leher istrinya. "Mei.. kita ke rumah sakit ya?" tanya nya
Mei mengangguk. Mei merasakam Kehamilan ini begitu berat. Beda di kehamilan pertamanya.
Dulu Mei tidak pernah merasakan Perut Mual. Namun kini Pagi pagi Mei sudah harus menguras tenaganya. hanya untuk mengeluarkan isi perutnya.
Mei berjalan sempoyongan karena tenaganya sudah sangat terkuras
Zaf segera memapah Mei ke ranjang. lagi lagi Mei harus pergi ke kamar mandi.
Kalo sudah begini, Zaf sudah tak bisa meninggalkan mereka bedua.
"Aku ambil sarapan ya mei." tawar Zaf. yang di angguki oleh Mei.
Mei melihat Alv tengah bermain dengan mainananya. "maafin mama sayang. mama jadi kurang urus kamu." ucap Mei sembari mengelus kepala anaknya lalu menciumnya.
Alv mendongak menatap sang mama lalu berdiri dan memeluk Mei minta untuk di gendong.
"nong.. nong." ucap Alv.
Walau ocehanya sudah banyak. namun yang Mei tau dari keinginan Alv. ketika meminta dan menunjuk.
"Ok mama gendong yuk." ucap Mei
lalu mengangkat tubuh Alv dalam gendonganya.
"Awa. wai.. wai..odil." Rengek Alv. yang meminta untuk membawalan mainan mobilanya.
"Iyaa. mama bawain" ujar Mei
Zaf datang dengan membawa sarapan untul Mei.
"Mei kau tak perlu menggendong Alv. kau sedang hamil." ucap Zaf
"Tidak apa apa Zaf. Alv juga anakku. tak mungkin aku tidak mengurusnya." balas Mei
"Tapi Mei.. bagaimana dengan adek Alv. apa tidak sakit?" tanya Zaf
"Zaf.. jangan pisesiv gitu lah. Kasian Alv juga." sahut Mei
"Ya sudah." balas Zaf.
Sebenarnya Zaf yang akan mengurus Alv. di saat Mei hamil gini. namu yang di kata Mei itu ada benarnya. jika Alv langsung kehilangan kasih sayang mamanya kasian.
Ting tong..
Ting tong..
"Pagi pagi gini ada tamu?" tanya Mei
"Dia Rendi. sekertarisku. Aku meminta Rendi untuk membawa pekerjaanku ke rumah." jawabnya
Zaf segera membuka pintunya dan menyuruh Rendi untuk masuk.
"ini pak. berkas berkasnya." ujar Rendi. sembari menyerahkan Berkas
"terimakasih Ren." balasnya
__ADS_1
"Oh iya Ren.. tolong kamu pergi ke yayasan penyaluran tenaga kerja. aku membutuhkan 2orang untuk mengurus rumah." ujar Zaf
"dua orang pak.? Cicit Rendi
"Iyaa dua orang. satu untuk mengurus Pekerjaan dapur. dan satunya untuk mengurus pekerjaan rumah." jawabnya
"baik pak. "
Setelah tidak ada yang akan di bicarakan. Rendi segera undur diri untuk kembali ke kantor
Sedangkan Zaf. Zaf kembali mengurus Alv kedalam.
"kok belum di makan?" tanya Zaf.
"Aku pingin makan buah saja" ujar Mei
"tidak sayang. kau harus makan ini dulu. buahnya agak siangan yaa." rayu Zaf
Mei menggeleng sembari memanyunkan bibirnya.
"kok gitu sih." protes Zaf
"aku pinginnya makan buah." rengeknya
"Ya udah.. tunggu sini. biar aku ambilkan di kulkas" ujae Zaf
"Aku maunya yang baru." ungkap Mei.
"mungkin ini yang di namakan ngidam." batin Zaf
"Ok.. aku belikan dulu." ujar Zaf
Mei mengagguk. dan Zaf pun segera pergi untuk membeli buah buahan untuk istrinya.
Mei kbali menyuapi Alv. dan berceloteh. melihat Alv makan denga lahap. membuat Mei ingin juga makan makanan yang Alv makan.
Mei menyendok dan memasukkan ke mulutnya. "hemmm.. enak sekali." ujarnya.
Ya Mei ingin makan bubur Bayi milik Alv. Mei mersakan makanan ini sangat berbeda.
Setelah selesei. Mei segera memandikan Alv. Bermain air itu adalah hobi Alv.
"Seneng yaa sayang.?" tanya Mei
Alv bermain Air dengan menepuk nepukkan air itu. hingfa airnya pada keluar dan membasahi baju Mei.
"Sudah yaa.." ujar Mei. lalu membawa Alv dalam handuk yang sudah di siapkan. Mei mbungkus tuh Alv dengan kain handuk dan segera membaringkan ke tempat tidur Alv.
...🍃🍃...
Hari sudah malam
Zaf dan Mei tengah duduk di depan televisi. sedangkan Alv duduk di pangkuan Zaf.
Mei menyenderkan keoalanya di bahu kiri Zaf.
"Mei.. besok aku mempekerjakan dua wanita dalam rumah ini." ungkap Zaf
Mei mendongak. "tidak usah Zaf. aku bisa sendiri." jawabnya
"tidak Mei. kau tengah hamil. aku tidak mau kau terlalu lelah." sahut Zaf
"tapi kalo masak. aku yang harus memperhatikanya. aku tidak mau melewatkan yang satu itu." usul Mei
Zaf mengacak rambut Mei yang masih menyenderkan kepalanya di bahunya. "iyaa.. Kalo itu aku juga maunya masakan kamu." sahut Zaf
Alv sudah tidur di pangkuan Zaf. "aku membawa masuk Alv dulu ya." pamit Zaf
Mei mengangguk dan kembali nonton televisi.
Zaf kembali menghampiri istrinya. menarik tubuh Mei untuk mendekat ke dierinya.
Mei pun tiduran di pangkuan Zaf.
__ADS_1
tangan Zaf mengelus perut Mei yang masih rata. sesekali Zaf menghujani kecupan pada kening dan pipi Mei.
"Kita pindah kamar ya." ujar Zaf . yang di angguki oleh anggukan Mei.
Zaf menggendong Mei masuk ke kamarnya. "Berat ya?" tanya Mei
"nggak.. tidak ada berat beratnya sama sekali." sahut Zaf
Zaf membaringkan tubuh Mei di atas ranjang. Zaf segera mengganti cahaya lampunya dengan lampu tidur. Zaf berbaring di samping Mei dengan Memeluk pinggang Mei.
...🍃🍃...
1 bulan kemudian
Zaf memeluk Mei dari belakang. "Aku berangkat dulu Mei." pamitnya
"Iyaa.. Zaf.. hari ini aku boleh keluar?" tanyanya.
"boleh. tapi jangan capek capek ya." pesan Zaf. Mei mengangguk.
Zaf kembali ke kamar untuk mengambil ponsel. dan segera berangkat.
Hari ini Mei akan keluar untuk menemui Freya.
Mei sudah mbuat janji pada Freya.
"Bik.. aku berangkat dulu ya." Pamit Mei pada pelanyan satunya.
Sedangkan yang satu husus untuk menjaga Alv. jadi dia harus ikut kemanapun Mei pergi.
Zaf hari ini berangkat sangat pagi. karena Zaf kan meninjau proyek barunya.
Zaf sudah memutuskan untuk tidak kerjasama dengan Arnold.
Namun mereka tetap masih menjalin hubungan baik.
Mei sudah berada di tempat di mana dirinya kencan dngan Freya.
Mei celingak celinguk mencari Freya.
"Mei.." panggil Freya yang berada di kursi paling pojok.
Mei tersenyum lalu mengajak Pengasuh Alv untuk mengikutinya.
Mereka duduk dan ngobrol. kini Freya tengah mengandung 5 bulan.
Freya menanyakan tentang masalalu Mei bersama Aldrick.
Karena mereka dulu hanya sebatas pacaran. jadi tidak ada hubungan serius.
Setelah cukup lama pertemuanya. Freya mengajak Mei ke mall. namun Mei nggak bisa karena Alv sudah terlihat lelah. Mei segera pamit pada pada Freya. "lain kali saja Ya Fre. Kalo sudah Alv sudah terbiasa dengan pengasuhnya." tolak Mei halus.
"Ok deh.. lain kali jangan menolak ya." pinta Freya. Mei mengangguk.
Mei dan Pengasuhnya yang membawa Alv segera keluar. Mereka menunggu taxi karena Rocki tidak bisa harus mengantar Zaf.
Mei di tarik kedalam mobil hitam oleh beberapa pria.
Tolong..
tolong..
Teriak pengasuh Alv.
"Nyonya saya di culik." teriak Pengasuhnya yang bernama Devy.
Banyak orang yang berdatangan di tmpat termasuk Freya.
"ada apa mbak.? tanya Freya
__ADS_1
"nyonya bu.. nyonya di culik." ujar Devy