
...🤍Selamat Membaca 🤍...
...🍃🍃 ...
Mentari begitu indah di pagi ini.
Mei sudah bangun dan saat ini dirinya tengah berkutat di dapur.
Mei sedang memasak. Sudah lama dirinya tidak memakai alat alat dapur. baru kali ini Mei menyibukkan dirinya di dapur.
Mei memasak Makanan kesukaan dirinya dan juga zaf.
Zaf teebangun karena hidung nya mencium aroma yang begitu lezat. sangat menusuk di hidung sehingga membuat perutnya minta segera di isi.
'Tinggu.. siapa yang memasak? bunda.. masak iya bunda pagi pagi begini dah sampai sini' batin Zaf
Zaf segera ke dapur dan mendapati Mei tengah sibuk menata makanan di meja makan.
"Pagi Zaf." sapa Mei
Zaf terdiam tidak percaya. matanya berkali kali di kucek. 'Mungkin hanya mimpi.' pikirnya
Zaf kembali ke sofa untuk melanjutkan tidurnya.
Sedangkan Mei. Mei mengernyitkan keningnya. melihat Dirinya yang sedang di dapur. seolah olah tak peduli."Apa dia marah. karena aku sudah mengobrak abrik dapurnya?" batin Mei
Zaf kembali lagi ke dapur dan menatap Mei. masih sama, Mei masih berdiri di situ. "Mei.. apa benar ini kau?" tanyanya
Mei menoleh dan tersenyum pada Zaf. "iyaa ini aku. kau sedang tidak bermimpi Zaf. Aku rindu dengan dapur. sudah lama tidak masak." ujarnya
Zaf mendekat dan mencoba memeluk Mei. dirinya masih belum percaya. Mei telah kembali seperti dulu. seperti 10 bulan yang lalu. Mei yang ceria dan banyak senyum .
"Kau sudah baikan?" tanya Zaf Ragu. hawatir Mei akan tersinggung.
"Aku sudah jauh lebih baik Zaf. sekarang cepat cuci muka. kita sarapan." ujar Mei
Zaf segera berbalik menuju kamarnya dirinya akan segera membersihkan badanya.
Zaf kembali keluar dengan wajah yang sudah sangat segar.
Mei menyiapkan piring untuk dirinya dan juga Zaf.
Zaf ragu ingin memasukkan makananya. " Ini enak Zaf. coba aja." ujar Mei
Zaf dengan yakin memasukkan makananya ke dalam mulutnya. Zaf terkejut makanan ini sungguh enak. beda dengan masakan yang biasa Zaf masak.
"Bagaimana?" tanya Mei
Zaf mengangguk. "enak." jawabnya
"Hari ini aku mau ke rumah bunda. apa kau mau mengantarnya?" tanya Mei
__ADS_1
"Tentu.. aku mau mengantarmu Mei." jawabnya
Mei mersa lega dengab jawaban Zaf. "terimakasih Zaf"
Setelah selesei makan. Zaf memberskan piring kotornya dan membersihkan meja makanya. Zaf membiarkan Mei pergi ke ruang depan. Zaf bingung dengan perubahan Mei yang begitu tiba tiba.
Setelah Selesei Zaf melihat Mei memasukkan bajunya ke dalam koper.
"Mei apa yang kau lakukan dengan baju itu?" tanya Zaf
"Aku hanya menyiapkan baju anak kita Zaf. biar besok kamu tidak kerepotan mencarinya." ujar Mei
Zaf menatap pilu Keadaan Mei. 'kenapa di saat dia baik. justru aku yang sakit. aku sakit melihat dia baik baik saja. itu artinya Mei bisa menerima segalanya." batin Zaf
"Aku sudah selesei Zaf. ayo kita segera berangkat. tadi aku sudah telpon bunda kalo aku akan datang hari ini." ujar Mei
Zaf mengangguk. Zaf tidak tau apa yang akan Mei lakukan di sana.
Mereka segera berangkat. dan Zaf sudah meminta papanya untuk menyiapkan jetnya.
Dalam perjalanan Mei banyak cerita tentang masalalunya. Dan Zaf hanya menganggapi dengan ohh dan ketawa saat Mei tertawa.
Mereka telah tiba di Mansion orang tua Zaf.
Marlena begitu bahagia melihat perubahan Mei. dirinya jauh lebih cantik dari waktu Marlena bertemu Mei.
"Sayang.. ayo masuk." ajak Marlena.
Sedangkan Zaf pamit untuk pergi sebentar.
Mei menggeleng "Dia baik bunda. karena itu aku ke sini." jawab Mei
"oohhh.." Lalu Marlena membawakan jus orange pada Mei. "minum ini sayang . ini sangat bagus untuk wanita hamil tua." ujarnya
Mei pun menerima jus dari Marlena lalu segera meneguknya.
"Seger kan sayang?" tanya Marlena
Mei mengangguk.
Mereka pun ngobrol tentang kehidupan Marlena waktu muda dan pertemuan dengan Ansel.
Mei hanya mengangguk dan sesekali tertawa saat Marlena tertawa.
...🍃🍃...
Di tempat yang beda.
Zaf tengah berada di sebuah kafe dirinya ada janji ketemu dengan Vanya.
Dari Vanyalah Zaf tau tentang Clara. Zaf akan memberi pelajaran buat Nadira dam juga Andi.
__ADS_1
Setelah Vanya bercerita panjang lebar tentang Clara. merekapun segera mengagiri obrolanya.
Dan Zaf segera pulang untuk menjemput Mei. Hari ini Zaf sudah janji memgajak Mei nonton film di bioskop. Zaf tidak ingin mengecewakan Mei.
Zat segera melajuan mobilnya dengan cepat.
Sampai di rumah orang tuanya. Zaf melihat Mei tengah bercanda dengan sang bunda.
"Bund.. Zaf pulang sekarang yaa." pamit Zaf
"Kan Meiri nya masih pingin di sini. iyakan sayang?" tanya Marlena
"Zaf sudah janji ingin mengajak Mei nonton Film di bioskop bund." ungkap Zaf
"ohh.. ya sudah . kalian hati hati yaa." ucap Marlena
Meipun bermaitan pada Marlena dan segera pergi.
Mereka tengah menuju Bandara pribadinya. Zaf segera membawa Mi masuk ke dalam jet pribadinya.
Tidak memakan banyak waktu. Mereka ahirnya sampai juga di rumah Zaf.
Mei segera menyegarkan tubuhnya. sebelum berangkat.
"Sudah? ayo kita segera berangkat." ucap Zaf
Mereka pun segera berangkat sebelum acara di mulai.
Sampai di depan gedung. Zaf segera turun dan di ikuti oleh Mei. mereka masuk dengan menautkan jari jemarinya.
"Kau tunggu di sini dulu Mei. aku beli ticket dulu." ujar Zaf
Mei pun mengangguk dan menunggu Zaf. Setelah mendapat dua tiket Zaf segera membeli pop corn dan minuman kemasan.
Merekapun masuk sudah banya anak anak dan orang tuanya yang menanti acara di dalam gedung.
Zaf memilih tempat yang paling pojok atas. biar tak banyak mendengar kegaduhan anak anak kecil.
Tak berapa lama acara pun segera di putar.
Mei duduk dengan menyenderkan kepalanya di bahu kanan Zaf.
"Mei.."
"Hemm.."
"Aku kira kau tidur " ujar Zaf
"Tidak. Sayang sekali jika di tinggal tidur." jawabnya
__ADS_1
Mereka kembali diam sambil menikmati popcorn nya.
...Bersambung...