WANITA PELAMPIASAN 2

WANITA PELAMPIASAN 2
Rahasia Hati


__ADS_3

...🤍 Happy Reading🤍...


Selesei Acara menonton Zaf mengajak Mei mampir makan malam dulu.


Mereka makan dalam keadaan sama sama diam. sesekali Zaf menatap Mei. dan memperhatikan setiap gerakan Mei. Zaf akan mengingat semua yang Mei lakukan.


Setelah selesei makan Mereka kembali mrlanjutkan perjalanan pulang. Mei menyenderkan kepalanya dari sanggahan kepala di mobil.


Tidak ada obrolan apapun. Zaf mendengar nafas teratur dari Mei. Zaf meliriknya dan ternyata Mei tengah teetidur.


Mungkin karena merasa lelah. Sampai di rumah Zaf segera turun dari mobil dan membuka pintu rumahnya.


Zaf kembali ke mobil dan mengangkat Mei yang sudah berada di alam mimpinya.


Zaf membaringkan tubuh Mei di atas tempat tidur dan melepas sepatunya.


Zaf keluar dan menutup pintu utamanya.


Zaf kembali masuk ke ruang kerjanya. Zaf mengambil amplop warna Coklat. dan membukanya. "Mungkin kita memang tidak di takdirkan bersama." Gumamnya. lalu kembali memasukkanya kedalam laci.


Zaf kembali ke kamar dan Segera merebahkan tubuhnya di samping Mei. Zaf menyingkirkan rambut Mei yang menutupi wajahnya. Zaf mengambil ponsel nya dangan mengabadikan moment ini.


Zaf kembali meletakkan ponselnya. dan segera memejmkan matanya.


Namun betapa sulit mata ini untuk di pejamkan. bayangan Clara dan Mei begitu menari nari di kepalanya.


"Cla.. maafkan aku.. Aku menyesal tak mendengar penjelasanmu . Cla.. Clar.." teriak Zaf


"Zaf.. bangun, kau kenapa. Zaf" Mei berusaha membangunkan Zaf


Zaf terbangun dan menatap wajah Mei. "kau kenapa Zaf?" tanya Mei


"Aku.. aku mimpi buruk." jelasnya


Mei mengangguk. dan segera mengambil air putih untuk Zaf.


"Ternyata di hatimu masih ada wanita lain Zaf. Aku akan melepasmu. Aku akan membesarkanya sendiri." gumam Mei dalam hatinya


"Mei.. kembalilah tidur." ujar Zaf


Mei hanya mengangguk dan kembali tersenyum. Mei berusaha menyembunyikan perasaan nya pada Zaf.


Mei sadar. Jika Mei bukanlah siapa siapanya Zaf.


Merekapun kembali tidur. Zaf membelei rambut Mei. lalu mengecup nya.


Baju Mei tersingkap hingga menampakkan perut yang menonjol dan warna yang begitu putih.

__ADS_1


Zaf memberanikan dirinya untuk mengelusnya. Zaf mengelus perut mei dengan lembut. Zaf bangkit dan menatap perut yang ada janinnya di sana. Zaf mengecup berkali kali. "Maafkan papa nak. papa tidak bisa menemanimu sampai dewasa." bisik Zaf


"Zaf.." panggil Mei dengan suara beratnya


"Maaf aku mengganggu tidurmu." ucap Zaf


Mei tersenyum. "Aku hanya ingin menyapanya." terang Zaf


"Lakukanlah Zaf. Aku tau kau merindukanya." Sahut Mei


Zaf kembali Mengecup perut Mei. Dan entah kenapa tangan Mei tiba tiba mengambil tangan Zaf dan meletakkannya di wanitanya. Malu.. tapi entah dorongan dari mana Mei berani melakukan itu.


"Kau membiatku tidak nyaman Zaf." ungkap Mei


"Maaf.. aku tidak bermaksud.." ujar Zaf.


"Aku menginginkanya." sahut Mei. 'tidak apa apa lah.. mungkin ini akan menjadi yang terahir buat kami.' batin Mei


Zaf melakukan yang di minta Mei. Zaf menggerayangi wanita Mei dengan lembut. Mengelus ngelus dan sesekali menerobos ke dalam dengan jemarinya . Bibi Zaf bergerilya di dada Mei. Zaf selalu menikmati dada Mei. Zaf menautkan bibir pada bibir Mei. Mei membuka Akses bibirnya. Agar Zaf bisa menguasainya.


Ciu*an yang menuntut lebih dalam hingga tidak ada Akses udara yang masuk.


Hanya bermain bibir saja Zaf sudah sangat berna*su. Zaf kembali ke tubuh bawahnya  dan memainkan lidahnya di sana. Sesekali mengh*sap klitnya dan menggigitnya dengan lembut.


Aahhh.. Desa*an Mei mbuat Zaf semakin berg*irah. Zaf semakin mengh*sap wanita nya. Zaf membuka belahan paha Mei. Zaf tersenyum melihat wanita itu sudah bersih kembali. setelah kemarin Zaf meminta Mei untuk mencukurnya . Sebenarnya Mei malu. namun Zaf bilang tidak perlu malu karena aku sudah berhasil menilmatinya.


Zaf melepas pakaian serta boxernya. Zaf membuang Asal semua pakaianya 


Zaf Memasukkan miliknya di Wanita Mei.


Ashhh... Desa*an mereka bersamaan saat junior berhasil masuk.


Zaf memainkan temponya dengan sangat pelan. Hingga permainan itu berubah cepat saat Zaf sudah hampir mencapai puncaknya. Aaaahhhhh... Desa*an panjang Zaf menandakan permainan telah selesei.


Zaf kembali membaringkan tubuhnya di samping Mei.


"Apa kau mau membersihkanya Mei?" tanya Zaf.


Mei menggeleng. "biarkan saja." ucapnya.


...🍃🍃...


Pagi telah tiba.


Zaf sudah berkutat di dapur. Zaf sudah masak untuk sarapan mereka berdua. Hari ini Zaf akan keluar untuk memberi perhitungan pada Andi. pria yang sudah membuat kejasih Zaf Hancur.


Zaf tengah menata makananya di atas meja makan.

__ADS_1


Zaf melihat Mei yang baru keluar dari kamarnya.


"Mei.. Aku sudah selesei memasak. ayo kita sarapan." ajak Zaf


Mei melangkah dan segera duduk. "Apa suka melakukan ini semua sendiri?" tanya Mei


"Tidak.. semenjak aku memituskan untuk mengurusmu. aku melakukan ini sendiri." jawabnya


"kenapa kau lakukan ini Zaf?" tanya Mei


"Karena aku ingin menebus kesalahanku." jawabnya


Mei sadar dari bayanganya yang tidak mingkin. Zaf hanya ingin mebebus kesalahanya. Mei sudah beepikir yang salah. Mei teringat Saat Zaf mengigau memanggil nama Cla. "pasti wanita itulah pacar Zaf." batin Mei


"kenapa di saat aku mulai menyukainya  . dia sudah ada yang lain. dan kenapa waktu begitu cepat berlalu." tak terasa buliran hangat membasahi pipi mulusnya.


"Mei.. kau menangis?" tanya Zaf


"oh.. ti tidak.. aku hanya ingat saat bersama teman temanku. Waktu begitu cepat berlalu." ujarnya


Zaf memeluk Mei. "begitu juga dengan waktu yang kau berikan Mei. Tidak terasa perpisahan kita tinggal terhitung dengan jari. Ntah tinggal berapa hari lagi kita bisa bersama seperrti ini. rasanya aku tidak rela berpisah denganmu dan dengan anak kita." Batin Zaf.


"Zaf.. kau juga menangis?" tanya Mei


"Ng.. nggak. ntah kenapa ahir ahir ini aku selalu terbawa emosi." sahutnya.


"ohh iyaa Mei hari ini aku akan menemui temanku. kau di rumah yaa."


Mei mengangguk.


"Nanti kalo ada apa apa segera telpon aku." ujar Zaf


Mei kembali mengangguk. Zaf segera pergi. Zaf sudah mengantongi alamat Andi dan juga kantornya.


Zaf segera mengeluarkan mogenya dan. Mei hanya menatap sedih kepergian Zaf. Mei tak bisa menghalangi Zaf untuk pergi menemui Cla. "apalah aku. aku bukan orang yang spesial untuk Zaf. aku hanya wanita yang mengandung anaknya." gumamnya


Saat Mei memasuki Kamarnya kaki Mei menendang daun pintu. Hingga kukunya merasa sakit dan mengeluarkan darah.


Mei segera mencari obat merah yang biasa Di simpan Zaf. Namun Mei tidak menemukanya. Mei mencari di dapur dan laci kamar. Namun Mei tidak menemukanya.


Mei berjalan keruang kerja Zaf. Mei mencari P3k di Ruang kerja zaf. Namun lagi lagi Mei tidak menemukanya.


Mei membuka laci meja Zaf. bukan obat merah yang Mei temukan Namun Mei malah menemuka  Amplop yang sedikit tebal. Karena penasaran. Mei pun membukanya.. "Sudah ku duga. Semua akan kembali seperti semula." dengan tangan gemetar Mei segera mengembalikan Amplop itu. dan berjalan keluar ruang kerja Zaf


Perutnya tiba tiba merasakan Nyeri. Seperti kontraksi.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2