
...🤍 Selamat Membaca 🤍...
Mei pamit pada Denna dan juga Raya. Dan Mei segera pergi meninggalkan mereka berdua.
Mei melangkah menuju Parkiran dan segera mencari mobil Rocky.
"Mei.. tungu.." teriak Jose.
Namun Mei tetap menulika telinganya . Mei hanya tidak ingin ada kesalah fahaman di antara Mei dan Zaf.
Jose berhasil mencekal pergelangan tanganya.
."Mei.. tak bisakah kau menganggap hubungan ini sebagai sahabat seperti dulu?"tanya Jose
Mei mengehentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.
"Apa maksudmu Jose?" tanya Mei
"Jika kau sudah menikah. dan aku tak bisa ada harapan lagi untuk mendapatkan hatimu kembali. Setidaknya ijinkan aku menjadi sahabat mu sama seperti dulu." ujar Jose
"Kita tidak bisa menjalin hubungan persahabatan kayak dulu lagi Jose. Dunia kita udah beda. Aku sudah menjadi ibu rumah tangga. dan bukan Mei yang masih Remaja seperti dulu." bakasnya.
"Ok.. kita jalani hanya sebagai persahabatan saja. Tidak ada unsur Lain. murni persahabatan." sahut Jose
Mei terdiam. mencerna setiap ucapan Jose.
"Ok.. kita hanya berteman saja." sahut Mei
"Terimakasihh Mei." sahut Jose. lalu ingin memeluk Mei. namun Mei menahanya.
"Tidak perlu seperti ini Jose. Aku bukan lah gadis remaja lagi. ingat aku sudah bersuami." Sahut Mei. lalu Mei pun segera pergi meninggalkan Jose sendiri.
Jose kembali pada dua wanita yang tadi bersama Mei.
Mereka kembali mengobrol. Dalam obrolanya Joseph menanyakan tentang Meiri.
Dan karena bersahabat Denna dan Raya pun menceritakan tentang kehidupan Meiri.
...🍃🍃...
Mei sudah berada di rumahnya
Mei segera membawa Alv untuk membaringkan ke tempat tidurnya
Mei mengecup pipi Alv. dan segera pergi ke kamar mandi. Mei menatap jam dinding "Sebentar lagi Zaf pulang " batinya
Mei segera ke dapur untuk menyiapkan makan siang untuk Zaf. biasanya Zaf kalo siang akan pulang untuk sekedar makan siang bersama istri dan anaknya.
Setelah selesei memasak untuk Zaf. Mei segera menyiapkan makan siangnya Alv.
terdengar suara tangisan dari kamarnya. Mei segera menghampiri putra tercintanya dan membawa ke ruang depan. "kita tunggu papa ya sayang." ujar Mei
__ADS_1
Tak butuh waktu lama. Zaf pun sudah pulang. "Hallo anak papa. halo ustriku." sapa Zaf lalu mengecup kening Mei dan menggendong Alv.
Mei segera ke meja makan untuk menyiapkan makan siang Zaf.
"Sini sayang. sama mama. papa biar makan dulu." ujar Mei. lalu mengambil kursi baby nya dan meletakkan Alv di sana. di samping Mei .
"Kau mau makan apa Zaf?" tanya Mei
"Soup sama daging kecapnya." ujar Zaf.
Lalu Mei melayaninya dan mereka hening hanya ada suara dentingan sendok da ocehan Alv.
Setelah selesei Zaf membawa Alv ke ruang depan. sedangkan Mei memberskan piring kotornya.
"Kau tidak kembali ke kantor lagi?" tanya Mei
"Tidak Mei. nanti malam ada undangan pesta dari Klient. Apa kau bisa menemaniku?" tanya Zaf
"Lalu Alv?" tanya Mei
"Di ajak." sahut Zaf
"Tidak Zaf.. kasian dia masih terlalu bayi untuk mengenal dunia pesta." sahut Mei
"Kalo begitu.." ucapan Zaf terpotong oeh Mei
"berangkat sendiri saja ya. aku di rumah menjaga Alv." sahut Mei
"maaf yaa.." ujar Mei. Zaf mengangguk dan tersenyum. lalu kembali bermain dengan Alv.
Mei segera menyiapkan baju untuk Zaf.
...🍃🍃...
Zaf sudah bersiap pergi pesta.
Mei membantu merapikan baju Zaf. "Sudah.." ujar Mei
"Makasih sayang." ucapnya lalu mengecup bibir Mei.
"kebiasan ish.." cebik Mei
"Kenapa ? aku menyukainya." jawab Zaf Lagian kita suami istri. lalu Zaf pun menatap Mei. begitu juga sebaliknya mereka tersenyum bersama.
"Iyaa. sudah berangkat sana." ujar Mei
Zaf segera berangkat ke pesta dengan di antar Om Rocky.
__ADS_1
di dalam mobil Zaf mnnyalakan laptopnya. Begitulah Zaf tidak pernah lupa membawa serta pekerkaanya disaat sendiri. Namun jika di rumah Zaf akan menghabiskan waktunya bersama Alv dan Mei.
Tak butuh waktu lama Zaf pun telah sampai.
Zaf segera turun dan melangkah dengan Gagah dan berwibawa. badan tegap dan tinggi.
Semua yang melihat menatap tak percaya
"Selamat malam tuan Zaf." sapa Seirang pria baruh baya. Arnold pemilik peeusahaan Export Import. pria yang tengah mengadakan hari Unyversari Peenikahanya yang Ke 28 tahun.
"Selamat malam juga tuan Arnold." balasny.
"Mari silahakan masuk. suatu kehormatan atas kehadiran Anda di pesta remeh ini." ujar Arnold.
Zaf hanya tersenyum . sebenarnya ini undangan untuk papa Zaf. namun karena tak bisa hadir terpaksa Zaf yang menggantinya.
"papi.." panggil seorang wanita.yang usianya mungkin sepantara Zaf
"Heii.. anak papi. kenalkan ini putra tuan Thomas. Zafindr namanya." ujar Ronald pada putrinya
"Hai tu.." wanita itu ternganga saat melihat Pria yang ada di sampingnya
"Zaf kan?" tanyanya
Zaf mengernyitkan keningnya. mencoba mengingat. Karena wanita ini dengan polesan yang amat tebal. jadi membuat Zaf tidak mengenalnya.
"Aku Nadira Zaf." ujarnya
Mendengar Nama yang di sebut Nadira. hati Zaf begitu panas. kedua tanganya mencengkram genggamanya begitu erat. Teringat kembali pada kisah Clara. Clara yang bernasib malang karena perbuatan Nadira.
"Zaf.. kau kenapa?" tanya Nedira
"Maaf aku saya harus pergi tuan Arnold." pamit Zaf lalu segera keluar.
Nadira mengejar Zaf dan berteriak memanggil nama Zaf. namun yang di panggil tidak menggubrisnya dan Segera pergi.
Nadira kembali masuk. karena pengejaranya tidak membuahkan hasil.
"Di mana tuan Zaf?" tanya Arnold
"Dia pergi pa." jawabnya
"Kenapa dia tiba tiba pergi?" tanya nya
"Dira juga tidak tau pa" jawab Nadira lalu meninggalkan sang papinya.
"Sayang.. ada apa?" tanya maminya Nadira
"Tidak tau.. tamu agungku sudah pergi. ntahlah mungkin dia punya masalah pada putri kita." jawab Ronald
...Bersambung...
__ADS_1