
...🤍Selamat Membaca 🤍...
"Sayang.. kau kenapa ?" tanya Yohana pada Nadira
"Mi.. jelaskan pada Dira. apa benar Zaf belum nikah?" tanya Nadira
"Iyaa. mami yakin itu karena papi tidak pernah dapat ubdangan pernikahan Zaf." jawabnya. Yaa memang Arnold waktu itu tidak dapat undangan di pernikahan Zaf. makanya Yohana tak tau jika Zaf sudah menikah.
"tapi mi. tadi wanita itu siapa ya mi?" tanya Nadira
"Wanita? wanita yang mana?" tanya Yohana
"Tadi kan Zaf yang Dira ke sini mi. Namun Zaf segera pergi setelah ada seorang wanita membawa baby kesini. terus Zaf ninggalin aku mi." terang Nadira
"Haaa.. Zaf yang antar kamu kesini ?itu artinya dia ada rasa sama kamu sayang . kalo tidak dia tidak akan peduli sama kamu." ujar Yohana Antusias
"Entahlah Mi. Dira tidak tau." sahutnya
"Nanti kalo kamu sudah sembuh. mami akan minta papi untuk mengundang Zaf makan malam di rumah kita." usul Mami Nadira
...🍃🍃...
"Sayang.. kenapa diam terus dari tadi?" tanya Zaf
"Tidak ada." jawab Mei
"Oohh yaa. kenapa kamu tadi tiba tiba ada di rumah sakit?" tanya Zaf
Mei diam menatap Zaf aneh. "kenapa dia seolah olah tidak teejadi sesuatu padaku. padahal tadi aku lihat dia tadi habis berduaan sama wanita lain." barin Mei sembari menatap Zaf
"Mei.. kau kenapa? pertanyaanku nggak di jawab." ucap Zaf
"Siapa wanita itu Zaf?" tanya Mei
"Wanita yang mana?" tanya Zaf
"kau ini. lupa apa benar benar lupa sih. setelah jalan berdua begitu pura pura lupa nggak jelas banget." sungut Mei
Zaf tertawa dan langsung menoel dagu Mei. "kau cemburu pada wanita itu hemm?" tanyanya.
"ishh siapa yang cemburu." cebik Mei
"Tadi kau belum jawab. kenapa kau dan Alv ada di rumah sakit?" tanya Zaf
"Apa kau lupa. jika tadi pagi aku mual mual. dan aku pun berniat memeeiksakan keadaanku." ujar Mei kesal
"Oohh Astaga Mei.. kenapa tak bilang. tau begitu tadi aku mending ngantar kamu ke rumah sakit. dari pada survey proyek yang gak jelas itu." ucap Zaf
Merekapun sampai sudah sampai Rumah. "Sekarang kita bersiap. Tadi pagi papa telpon ingin kita kesana." ujar Zaf
"Aku pingin tau siapa wanita itu Zaf?" tanya Mei
"Dia itu putri dari Arnold. pria yang tadi malam ngadain pesta " jawab Zaf
__ADS_1
"Lalu tadi kalian kemana?" tanya Mei lagi
Zaf tersenyum "Ternyata kau jika cemburu terlalu banyak bertanya. intinya Dia itu bukan siapa siapa. Dia itu nyamuk buat kita Mei." jelas Zaf lalu memeluk istrinya dan menci*m ceruk lehernya.
"ishh.. menjauhlah Zaf. lagi nggak mau berdekatan." cebik Mei
"Kenapa Mei ? masih marah? hemmm." goda Zaf.
Lalu membawa Mei ke kamarnya. "Zaf iihh.."kesal Mei.
Namun Zaf tak menghiraukan penolakan Mei. Zaf mulai mengelus Perut Mei dan berputar ke pinggang belakang.
Zaf memabalikkan tubuh Mei ke hadapanya
Lalu menci*um Bibir Mei dengab begitu Dalam. Lidah Zaf bermain dan membelit Lidah Mei.
Tak sampai di situ. Zaf menyecap Bibir bawah Mei. "Ouuhh.." Desis Mei
Zaf mulai mencium ceruk lehernya dan menciptakan tanda merah di sana . melepas Semua pakaian Mei dan Memainkan Put*ng dengan lidah menyecap dengan kuat. Memilin menggigit sedikit hingga suara Des*han Mei begitu myaring di telinga Zaf.
Mengecupi sekuruh tubuh Mei hingga di belan bawahnya
Zaf melepas Pakaian yang menutupi tubub bawahnya. mengelus dengan jarinya menyusuri belahan wanita. dan menekan nekan di sana.
Jari Zaf bermain dengan Lubang Wanita tangan satunya mere*as Pay*dara Mei. dan kembali mengulum.
"Aahh... "Desa*h Mei saat jari jari Zaf berhasil membuat Mei Org*sme.
"Jangan cemburu lagi Mei. karena aku tak akan pernah berpaling darimu." jelas Zaf.
"Tentu aku cembu. " ucapan Mei tak bisa di lanjut karena bibir Zaf meraih bibir Mei. agar tak bisa bicara lagi.
"Sudah ku bilang. jangab Cemburu" sahutnya kemudian.
Zaf mulai melepas pakaianya sendiri. Zaf mengurut kejantananya dan membawa ke mulut Mei.
"Zaf.." "lakukan Mei. aku rindu mulut hangatmu." ujarny
Mei pun mulai meng*lum dan Menyesap dengan kuat. Oouuhh.. Meiihh.. Yeess Sudah ku bilang aku rindu mulut hangatmu.
Setelah di rasa cukup Zaf mencabut dari mulut Mei. dan mulai ke bawah. Zaf mebekan wanita Mei dengan Kejantananya. Aahhh.. Desa*n Mei lolos begitu saja saat Milik Zaf memasuki Wanita Mei.
Zaf menghentikan pergerakannya. Zaf menikmati sensasi pijatan Rahim Mei Di dalam sana. Zaf mulai memaunkan temponya dengan pelan.
"Jangan lama lama Zaf. aku kebelet pi**is." ujar Mei.
bukanya mempercepat. Zaf malah menggoda Mei.
"Zaaff.. aahh.." Mei kembali or*asme . Zaf semakin memepercepat memainkan pinggulnya. Oouuhh Yyesss Aahh.. Zaf mengekuarkan air cintanya ke dalam rahim Mei.
Zaf segera memeluk tibuh Mei begitu kencang. Zaf mengecup kening Mei nerkali kali. Kembali men*um bibi Mei.
Zaf merasakan kejantanya kembali tegak. "Zaf.. kauu ini." kesal Mei. saat merasakan milik Zaf Kembali tegak di dalam.
__ADS_1
"Sekali lagi yaa Sayang." pintanya.
Mei mengerucutkan bibir nya. "terserah" jawabnya
Zaf mulai lagi permainanya.
...🍃🍃...
Sudah sore
Mei tengah mendadani Alv. Mereka tengah bersiap untuk mengunjungi Orang tua Zaf.
Setelah Selesei Mei menyerah Alv pada Zaf. Mei juga akan bersiap.
Mei meraih tasnya yang ada di samoing Zaf. saat mau ambil ponsel. Mei lupa jika Mei akan memberi kejutan untuk Zaf. Amplop itu Terjatuh dan tak di sadari oleh Mei.
Zaf segera memungut Amplop itu dan membukanya. Zaf mengernyitkan keningnya saat Melihat hasil USG dan tertera keterangan dokter Vanya
"Kenapa Mei menyembunyikan dariku?" batin Zaf.
Zaf menatap Kepergian Mei sampai punggung wanita itu tak terlihat lagi. Zaf memasukkan kembali amplop itu ke dalam tas Mei. dan pura pura tidak. Zaf hanya ingin tau Sampai kapan Mei akan merahasiakanya
Setelah selesei mereka segera berangkat. "Ayo.. sudah selesei." ujar Mei. dan langsung di sambut hangat oleh sang suami.
"Ayo Alv biar sama aku aja Zaf " ucap Mei
"Tidak usah Mei. biar Alv sama aku " jawabnya
"Kenapa?"
"Aku kan papanya. yaa gak papa Alv sama aku " sahutnya
Mereka pun Segera keluar dan Memasuki mobilnya. Zaf sesekali melirik Istrinya. dan Meraih tangan istrinya.
"Kenapa Zaf?" tanya Mei
"Tidak.. Aku tidak menyangka saja bisa punya istri sebaik dan secantik kamu." ungkap Zaf.
bukannya seneng di puji Mei malah memberi hadiah Cubitan pada Zaf.
"awwhh. sakitt Mei. cubitanmu sangat kuat."dengus Zaf
"jangan suka gombal ah.. karena aku tidak mau kau juga melakukan hal yang sama pada wanita lain." ujar Mei
"Tidak Mei. itu tidak akan mungkin." balasnya.
"Entahlah.." sungut Mei
Mereka pun telah sampai di rumah orag tuanya Zaf.
Kok Sepi. "papa.. papaa.." teriak Zaf
...Bersambung...
__ADS_1