WANITA PELAMPIASAN 2

WANITA PELAMPIASAN 2
Tidur di Bus


__ADS_3

...🤍 Selamat Membaca 🤍...


"Tidak sekarang Mei.. Ini sudah sangat malam. besok Aku antar yaa." ujar Zaf


"Tidak.. aku bisa pulang sendiri." Sahut Mei


"Ya sudah.. sekarang tidurlah sudah sangat Malam." ucap Zaf


Mei pun segera tidur


Zaf segera keluar untuk menyembunyikan rasa sedihnya dari Mei.


Zaf belum siap melepas Mei dan bayinya. Hatinya begitu sedih.


Zaf kembali masuk ke kamar Mei. dan mendapati Mei tengah tertidur. Zaf menatap Mei tanpa kedip.


"Mei.. Tidak bisakah kita hidup bersama dengan damai?" tanya Zaf dalam hati. Zaf membelei lembut rambut Mei dan mengecup keningnya.


Lalu keluar dari kamar Mei.


Mei tau Zaf habis mengecup keningnya. dirinya tidak sepenuhnya Tidur. bagaimana bisa tidur jika hatinya tengah di kuasai rasa bahagia bisa bebas dari pria yang tak di kenal. Buat Mei, Zaf adalah pria Asing yang telah merenggeut kebahagiaanya.


...🍃...


Mentari begitu indah di pagi ini.


Mei segera bangun dan mandi. hari ini Mei akan menemui orang tuanya.


Mei sudah beepakaian Rapi dan juga sudah menata rambutnya.


"Mei.. makan dulu yaa." ujar Zaf


"Tidak.. aku akan makan di rumah." jawabnya


Lalu Mei segera melangkah keluar. Tangan Mei di cekal oleh Zaf.


"Mei.. bawa ini. untuk keperluanmu." ucap Zaf dan menyerahkan Amplop Coklat ke tangan Mei.


Mei barbalik dan memandang wajah Zaf. lalu tersenyum.


Degg.. jantung Zaf sangat bergetar melihat Senyuman Mei. sudah lama Zaf merindukan senyuman itu.


"Tidak usah repot repot. Orang tuaku masih mampu membiayaiku." ucap Mei. Lalu segera pergi.


Zaf mengikuti Mei. dirinya tidak membawa uang sepersenpun.


Mei menyetop Bus dan segera masuk. begitu juga dengan Zaf. Zaf hanya ingin memastikan Mei sampai tujuan dengan Selamat.


Di dalam bus.. kernat sedang meminta karcis setiap penumpang. "Pak ini uang pembayaran Gadis yang memakai kaos Coklat ya." ucap Zaf. yang di angguki oleh sang kernet.


Bus pun melaju dengan cepat. hingga tujuan Mei sudah sampai. namun Mei tetap masih duduk di kursinya.


"Nona.." panggil seorang kernet.

__ADS_1


Zaf mendekat dan melihat Mei tengah tertidur. "Biarkan dia tidur dulu pak. jangan di bangunkan." ucap Zaf


"Tapi saya harus kejar setoran tuan." ujar sang sopir.


Zaf memberikan sejumlah uang pada sopir agar sama sama untung.


"Ini pak.. Buat ganti hari ini." ucap Zaf.


"Ini kebanyakan tuan." ucap sang sopir


Hampir Satu jam Mei tidur di bus. Mei terbangun dan menatap dirinya.


Mei melihat bus yang sudah sepi. Mei segera turun dan kembali melanjutkan perjalanan pulangnya.


...🍃...


"Ibuu... Bapak..." panggil Mei


Safia dan suami segera keluar. "Meii.." panggil sang ibu. Merekapun saling memeluk melepas Rindu..


"kau kenapa? begitu kurus dan mata kamu." tanya Safia. Melihat keadaan Mei sang ibu menangais. kalo saja ibu tau keadaanmu akan begini. ibu tidak akan membiarkanmu pergi jauh Mei." ucap sang ibu sambil sesenggukan.


...🍃...


Satu hari sudah Mei berada di rumah.


Mei sering melamun dan kadang teriak teriak tidak jelas.


ibunya yang melihat itu jadi tambah sedih. Safia berusah selalu berada di dekat sang putri untuk memberi semangat.


Tak ada respon dari sang putri Safia pun menyentuh punggunya. "Mei.." panggilnya..


"JANGANN.. JANGANN.. JANGANN LAKUKAN LAGII.. AKU MOHONNN." teriak Mei.


"Mei.." panggil safia langsung memeluk sang putri.


"apa yang telah dia lakukan nak ? kenapa kamu bisa seperti ini." tanya safia. safia kembali teringat putri sulungnya. keadaannya yang begitu mirip dengan Mei saat ini.


"jangan tinggalin ibu Mei.. bertahanlah untuk bapak dan ibu.. ibu nggak siap jika harus kehilangan kalian berdua." tangis Safia


"Jangaann... hikkzz.." Mei kembali histeris.


Bapak Mei pulang. mendapati kedua wanitanya tengah menangis. "ada apa bu?" tanya suami


"Mei pak.. ibu belum siap Jika harus kehilangan putri kita lagi pak." ucap Safia


"tidak akan terjadi sesuatu padanya bu. kita akan membawa Mei ke RS agar segera di sembuhkan." jawab bapak Mei


"Uang dari mana pak?" tanya safia


"bapak akan usahakan bu. jangan hawatir." ujar bapak Mei. untuk membuat tenang istri.


"Ibu kalo mau kepasar nggak apa apa. biar bapak yang jaga Mei." ucap bapk Mei

__ADS_1


"Meii.. ibu ke pasar dulu yaa.. kamu di rumah sama bapak " ucap Safia


Mei mendongak. lalu tersenyum pada ibu dan bapaknya.


Melihat senyum putrinya hati kedua orang tuanya begitu teriris.


Nggak Menyangka putri yang dulu begitu ceria kini tengah terluka. luka yang amat sulit untuk di sembuhkan.


Ibu Mei segera kepasar untuk menjual ikan hasil tangkapan bapaknya..


Sedangkan Mei di rumah sama bapaknya.


"Ayo Mei kita jalan jalan." ajak sang bapak.


Mei begitu bahagia mendengar ajakan bapaknya. sudah lama Mei merindukan moment ini. di mana Bapak akan mengajak Mei ke pantai dan melihat ikan ikan para nelayan.


Dulu bpaknya begitu sangat dekat dengan putrinya. kalo Mei terlalu capek berjalan. maka Bapaknya akan menggendong di punggung bapaknya.


Dengan Semangat Mei mengikuti langkah bapaknya. bapaknya tidak pernah melepas tautan tanganya dari sang putri.


"Apa kau ingat Mei.. dulu kamu suka sekali ngerjain bapak. Kau selalu sembinyi di dalam ember bapak. agar kamu bisa ikut bapat berlayar?" tanya sang bapak. untuk memulihkan memory anaknya


Mei menatap bapaknya dan menggeleng.


Bapak Mei tersenyum. "Suatu saat kau akan mengingat semua nak." ujar sang bapak.


Mereka kembali melihat lihat dermaga yang luas. Mei bisa sedikit mengingat masa lalu di tempat ini. Mei tersenyum bahagia saat melihat kawanan burung tengah terbang di atas para nelayan yang sedang menyandarkan perahunya.


Mei langsung berlari dan teriak teriak. meluapkan kebahagiaan melihat burung burung itu.


Lalu Bapak Mei mengejar putrinya dan menangkapnya .


"kauu mau ke mana hemm?" tanya bapak Mei


Seperti 10 tahun lalu. "Mei akan mengejar pangeran Mei yang di bawa oleh burung burung itu pak." jawabnya. bpaknya merasa lega dengan jawaban sang putri. Jawaban itu mengenan Mei kecilnya.


...🍃...


Hari sudah sore.


Mei dan bapak sudah berada di rumah. Mei tengah duduk di teras depan. Sedangkan bapak Mei tengah memperbaiki jaring jaringnya.


"TIDAKK.. AKU TIDAK MEMBUNUHNYAA. BUKAN AKU PEMBUNUHNYA.. BUKAN AKUU.. TOLONG LEPASLANN AKUU.. TOLOONG.." teriak Mei sambil berlari.


Tetangga yang lagi ngrumpi di jalan utama pada menileh kearah suara tersebut.


"Itu anak safia itu kenapa? kenapa semenjak pulang dalam keadaan hamil. dirinya sering teriak teriak tidak jelas." ucap salah seorang tetangga


"Dia itu stres sekrang. karena dapat perlakuan kasar dari prianya. mungkin karena prianya tau. anak itu bukan anaknya. jadi yaa di siksa." sahut ibu yang lain


"Betull itu." tambah seorang ibu lagi


Mei terus berlari lalu Berhenti di bawah pohon. seluruh tubuhnya gemetar dan meracau tidak jelas.

__ADS_1


"Meii..." panggil seseorang


...Bersambung...


__ADS_2