
...🤍 Selamat Membaca 🤍...
Hingga terjadilah insedent pemerkosaan pada Clara.
Zaf pernah melihat Nadira bersama Andi sedang membahas sesuatu di tempat sepi.
Namun Zaf tidak peduli. karena itu 'Bhukhan urusan saiyah' pikir Zaf.
Zaf menghampiri Clara yang sedang berada di taman. tengah Asyik membaca buku.
"Cla.." panggil Zaf
"Hai Zaf." sahut Clara
"2 bulan lagi kita ada perpisahan. bagaima jika nanti kita liburan bersama setelah acara perpisahan." ujar Zaf
"Aku tidak janji Zaf. biasany kalo libur gitu aku bantuin ibu jaga toko." balas Clara.
Clara memang selalu cerita tentang keluarganya tentang adiknya yang super jahil.
Mereka saling diam sesaat. sebelum bel masuk.
"Aku ada jadwal olah raga Zaf. aku tinggal dulu ya." pamit Clara. Zaf mengangguk.
Semenjak itu. Clara selalu menghindar dari Zaf. wajahnya yang semakin hari semakin memucat membuat Zaf curiga.
Zaf pernah memaksa Clara untuk bercerita. Selalu saja Clara menangis di kala Zaf menanyakn sesuatu yang telah terjadi.
Hingga semua itu terbuka dan menoreh luka pada Zaf. Zaf begitu kecewa pada Clara yang sudah menghianatinya.
Semenjak itu Zaf tidak percaya pada wanita yang sok suci .
...🍂Flashback on🍂...
Mei tak bisa tidur sendiri di kamarnya.
biasanya dirinya tidur di temani Zaf. namun kini dirinya sangat bergantung pada Zaf. Mei mulai merasakan jika Zaf sangat baik.
Mei baru tau yang sesungguhnya hati Zaf. ternyata Zaf adalah orang yang begitu peduli.
Tidak salah jika Mei memberi Zaf kesempatan untuk merawat dirinya dan anak yang dalam kandungan.
Ntah Sejak kapan Mei mulai nyaman berada di samping Zaf.
Mei hanya membolak balikkan badanya di atas tempat tidur.
Mei bangun dan duduk. ingin rasanya menghampiri Zaf. dan tidur di sisinya. Namun Mei tidak berani jika orang tuanya tau.
Lalu Mei mendengar suara kamar yang Zaf tempati terbuka. Mei langsung berdiri dan melihat apa yang di lakukan Zaf.
Mei melihat Zaf keluar dengan memakai jaket kulitnya. Zaf hanya menoleh sesaat lalu kembali keluar. Zaf tidak tau jika Mei tengah mengawasinya.
Zaf segera keluar dan menyalakan mobilnya.
"Zaf.." panggil Mei. Namun Zaf tidak mendengarnya.
__ADS_1
Mei teeduduk lemas di teras sambil menatap kepergian Zaf.
Mei kembali masuk dan menuju kamar Zaf.
Mei melihat baju Zaf masih di sini. Mei mengambil foto keluarga yang sudah tergeletak di atas tempat tidur.
Mei menatap foto sang kakak. dan juga kedua orang tuanya.
"Apa yang kau sembunyikan dariku Zaf?" batinya
Mei memeluk baju Zaf dan membaringkan dirinya di kamar Zaf.
...🍃...
Zaf sudah sampai di Rumah orang tuanya.
Hanya mereka berdualah yang tau akan perasaan Zaf saat ini.
"Bundaa..." panggil Zaf
Sedangkan yang di panggil tengah asyik bermesraan dengan Suaminya.
Saat Zaf ingin mengetuk pintu. terdengar suara desa*an dari dalam.
Zaf pun urung untuk melanjutkan.
"Aahh.." mendengar desa*an demi desa*an. Zaf segera meninggalkan Suara terkutuk itu.
Dirinya pergi ke ruang tengah dan menyalakan televisi dengan keras.
Di kamar Ansel
Ansel terus Mende*ah nimat. oohh babyyhh..
Ansel mengangkat tubuh istrinya dan membawanya kesofa Ansel dengan rakus menghi*ap inti sang istri. menggigit kecil klit dan memasukkan lidahnya ke dalam. Ansel memainkan jarinya di sana. Mulut Ansel pindah di dada sang istri. dan menghi*ap pu*ing dan memilinya.
Merasakan sudah basah Ansel segera memasukkan juniornya Bleess.. dalam hentakan kedua. Junior Ansel sudah menenuhi V Marlena.
Ansel memainkan tempo pelan.. "Lebih cepat Ansh." ujar Marlena
Ansel mulai mempercepat permainannya. Ruangan itu hanya ada suara desa*an dan pertemuan dua inti yang berbeda.. Aahhh... yeess desa*an panjang Ansel saat mengeluarkan air cintanya.
Ansel lalu berbaring di samping sang istri.
"Kau semakin tua semakin hots sih Ans."puji Marlena
"Kau juga sayang. Aku semakin cinta sama kamu." ucap Ansel
Mereka terdiam sesaat. "Tunggu.. apa kau tadi lupa mematikan televisinya Ans.?" tanya Merlena
"Tidak. sudah aku matiin kok." jawab Ansel
"Tapi.. itu suara Televisinya sangat keras." ujar Marlena
"tapi benar. tadi sudah aku matiin." sangkal Ansel
__ADS_1
"Coba kau tengok Ans. " ujar Marlena.
Ansel pun keluar dari kamarnya. Dan melihat putra bungsunya tengah menonton Televisi.
"Zaf.. kau di sini, sejak kapan? dan di mana Mei?" tanya Ansel
Zaf menatap papanya. "kenapa papa tidak menanyakan kabarnya. tapi malah menanyakan Mei yang jelas bukan anaknya." batin Zaf
"papa.." panggil Zaf.
"Sayang.. sejak kapan kau disini?" tanya Marlena. dan pandanganya mencari sosok lain.
"Apa yang terjadi pada kalian? di mana Mei?" tanya Marlena
Zaf pun kesal di buatnya. " pa.. bund.. yang anaknya itu Zaf kenapa menanyakan dia?" tanya Zaf
Marlena mengerutkan keningnya. "apa maksudmu? jelas bunda menanyakanya. karena dia anak orang Zaf. jika terjadi sesuatu padanya. bunda dan papa yang akan sangat merasa bersalah. karena bunda telah meminta Mei untuk memberi kesempatan untukmu." jawab Marlena
Zaf terdiam. "Bunda apa bunda tau siapa Mei?" tanya Zaf
Marlena kembali mengernyitkan keningnya. "Siapa memangnya?" tanya Marlena
"Dia adalah adik gadis yang pernah menghianati Zaf bund." jawab Zaf.
"Lalu apa hubungannya dengan Mei. jika dia adiknya. apa pantas Adiknya yang tidak tau apa apa harus mengalami hal buruk. yang tidak pernah dia lakukan?" tanya Marlena
"Dan lagi.. Apa yang salah dari gadis itu. Dan bayi yang tak berdosa harus menanggung akibatnya ." terang Marlena
"bunda.. wanita yang dulu Zaf cintai telah hamil dengan pria lain. itu yang membuat Zaf tidak bisa terima." ujar Zaf
Marlena kembali mengernyitkan keningnya. tidak tau jalan pikiran anak bontotnya.
"Sayang.. bagaimana kau tau. jika wanita yang kau cintai dulu telah mengandung anak orang lain?" Tanya Marlena
"Bunda.. ingatkan waktu Zaf dulu. perpisahan di asrama. dan mendapati gadis yang sedang berada di panggung tiba tiba pingsan? dia itu gadisnya bund. ternyata dia tengah hamil." jawab Zaf.
"Lalu gadis itu sekarang bagaimana?" tanya Marlena
"Dia sudah meninggal." jawabnya
"kenapa bisa meninggal. apa yang terjadi?" tanya Marlena. sedangkan Ansel menyimak dari tadi.
"Zaf tidak tau bund." jawabnya
"Seharusnya kau cari tau Boy. tindakanmu itu tidak benar. meninggalkan ibu dari anakmu sendiri. jangan pernah melakukan hal bodoh. jika kau tak ingin menyesal " ucap Ansel.
"Maksud papa?" tanya Zaf
"Intinya. Cari tau dulu sebelum bertindak. karena itu akan sangat merugikan mu jika salah langkah. maka kau akan menyesal seumur hidupmu." ucap Ansel. lalu pergi meninggalkan putranya dan sang istri.
Marlena kembali menasehati anak bontotnya. Sedangkan Zaf kembali mengangguk dan mendengarkanya.
"Sekarang pulanglah. kasihan Mei di tinggal sendiri." ucap Merlena
"Zaf mau tidur di sini saja bund. besok Zaf pulang." ujar Zaf
__ADS_1
"Zaf.. Mei sedang mengandung anakmu. nanti kalo terjadi sesuatu padanya bagaimana?" tanya Marlena
...Bersambung...