
"ada apa mbak.? tanya Freya
"nyonya bu.. nyonya di culik." ujar Devy
"Adduh bagamana ini. mbak.. mbak cepat hubungi nomer Suaminya. biar Alv saya gendong." ujar Freya.
Pengasuh Mei segera menekan tombol calling ke nomer tuannya
Tidak ada jawaban. Devy semakin panik. Devy kembali menekan kontak Tuannya.
Namun lagi lagi tidak di angkat.
Saat putus asa. Ponsel Devy berdering. Tertera nama 'Tuan Zaf', Devy langsung menggeser tombol hijaunya.
"Ada apa Dev?" tanya Zaf
"Tuan.. Nyonya Tuan" ucap Devy panik
"Ada apa Dengan Mei istriku?" tanya Zaf
"Nyonya di bawa beberapa orang pria tuan. nyonya di culik." Ungkapnya
"Apa msksudmu?" tanya Zaf dengan kemarahan.
"Maaf tuan.. saya tidak bisa menjaga nyonya." ucapnya dengan sedikit gemeter.
"Sekarang kalian di mana dan di mana Alv?" tanya Zaf
"Den Alv bersama saya." jawabnya.
"Kalo begitu. cepat kamu bawa pulang Alv dengan taxi. cepat." perintah Zaf.
"ba.. baik tuan" jawabnya
"Ayoo mbak. biar saya antar kalian" tawar Freya
"apa tidak merepotkan nyonya,?" tanya Devy
"tidak sama sekali.' balasnya
Ferya pun segera mengantar Devy dan juga Alv. karena Devy sangat ketakutan. sedangkan Alv. Alv tengah tertidur di gendongan Devy.
...•••••...
Lepaskann...
Mei berusaha melepas ikatan di peregelangan tangannya. dan berteriak minta di lepaskan.
Karena sangat berisik Mei pun mulutnya juga di tutup dengan kain.
Huumm...
hummm..
"Bos.. Wanita itu sudah bersama kami." ucap seorang pria yang beetubuh tinggi.
"Ok.. Bawa dia ke tempat yang dulu." perintah seseorang yang di dengar suara wanita.
Merekapun segera membawa ke gedung kosong.
Mei berusaha berontak untuk di lepaskan. Namun sia sia saja. karena Tangannya di ikat dan mulutnya di tutup kain.
"Bagaimana ? mudah kan mengintai wanita ini?" tanya wanita paruh baya. Yohana Orang tua dari Nadira
__ADS_1
"ini mau kita apain bos?" tanya seorang pria.
Disini jumlah anak buah Yohana ada 7 orang. dan dengan perawakan yang besar dan berotot.
"Aku ingin melihat dulu wanita ini. sebelum dia mati. lepaskan mulut wanita itu." perintahnya.
penyumpal mulutnya sudah di lepas.
"Kau.. kau tante Yohana? aku ingat, aku pernah melihatmu tapi di mana." ucap Mei
"Kau pernah melihatku?? di mana cantik?" tanya Yohana
Mei mencoba mengingat ingat wanita ini. Penampilanya seperti ini mengingat sesuatu.
beda jauh dari penampilan malam itu saat mengundang makan malam.
"Bagaimana apa kau sudah ingat tentangku sayang?" tanya Yohana
Mei menggelengkan kepalanya. tak percaya jika dirinya kembali bertemu dengan wanita yang sudah membunuh kakaknya dengan sangat tragis.
"Kauu.. kau yang telah membunuh kakakku." teriak Mei
...🌱 Waktu itu Mei sudah pulang dari sekolahnya. bersama beberapa temanya Mei bercanda Ria. namun candsan itu tiba tiba berhenti. karena melihat Mobil bagus terparkir rapi di halaman rumahnya....
...Mei melangkah dan ingin segera masuk. Namun melihat ada beberapa pria ada di dalam rumahnya. ...
...obrolan mereka terdengar dengan jelas di telinga Mei. ...
..."gantung dia. biar di sangkanya bunuh diri" ucap seorang wanita....
..."Jhaanghaann tante.. Clara mohon jangahhnn" teriak Clara yang tidak jelas. ...
...Namu mereka tidak mendengar per mohonan Clara. Dan Mei melihat dengan jelas cara mereka memperlakuka Clara.🌱...
"Kakakku yang kau bunuh dengan gantung diri." bentak Mei.
"Wahh.. wah.. wah.. ternyata kaka beradik ini. memang tuhan mengirim padaku untuk di bunuh" ujarnya mencengkram rahang Mei
"Pergii.. Tak sudi kulitku di sentuh olehmu." tolak Mei
"jangan kasar kasar cantik." ujar Yohana
"Sebenarnya apa yang kau inginkan dari kami?" tanya Mei
"Kalian berdua sudah menghalangi kebahagiaan puteu ku. aku akan merwbutnya." ucap Yohana penuh pebekanan
"Lepaskan dia. dan dorong dia ke bawah. buat seolah olah dia bunuh diri.' perintah Yohana
••••
Zaf segera melacak keberadaan Mei. untung dirinya tadi sempat menyalakan likasi terkini Istrinya.
Zaf segera menelpon papanya. untuk membantu dirinya mencari keberadaan Mei.
Dengan sigap anak buah Anael segera menjalankan perintah tuanya.
Setelah di beri lokasi teekini Mei. Mereka segera pergi. Ansel pun ikut mencari menantunya.
Zaf sudah berada di titik tmpat Mei berada.
"Mami.. kita apain wanit ini?" tanya Nadira
"kita lempar saja sayang. mau mu di apain?" tanya Yohan
__ADS_1
"emmm.. itu ide bagus mami." sahut Nadira
"LEPAASSSKAN ISTRIKU. ATAU KALIAN SEMUA AKAN MATI DI TANGANKU. " bentak Zaf.
merekapun langsung menoleh. dan melihat Zaf dengan pakaian kantor yang masih rapi.
"Zaf.. tolingin aku Zaf." teriak Mei yang sudah di giring di pinggir bangunan
"Lepaskan iatriku." teriak Zaf.
Zaf pun segera berlari ke arah sang istri.
Namu anak buah Yohana berhasil menghalau Zaf. mereka memegang Zaf dan memukulnya.
Zaf tak takut, dirinya tetap berusaha mendekati iateinya yang sudah berada di bibir bangunan.
"Zaf..."
"Mami.. lepasin mi. jangan sakiti Zaf mi. aku memcintainya. aku tidak ingin zaf kenapa napa." teriak Nadira
*kau ini.." teriak Yohana. hingga membuat mereka adu mulut.
Kesempatan ini tidak akan Zaf lewati. saat anak buahnya saling menatap bos dan anaknya. mereka tak menyadari jika Zaf sudah berhasil mendekat ke Mei
"Zaf.. dia yang sudah membunuh kakakku." ujar Mei
"Apa..
Bugh..
bugh..
pukulan mereka berhasi membuat Zaf limbung.
Dan Mei sudah di tarik paksa oleh Anak buah Yohana
"Zaaf..." teriak Mei
"Meii..." Zaf berteriak Saat melihat Mei sudah di lempar
"Meii..." Zaf Segera berlari dan melihat Mei.
Zaf melihat Mei tengah bergelantungan di besi Pipa Air yang ada di sini.
"Mei.. bertahanlah..aku akan menolong mu." ujar Zaf
Anak buah Yohana kembali menghajar Zaf.
"mamii.. Jangan sakitin Zaf mi.. Dira mohonn.." teriak Nadira lalu berlari kearah Zaf. yang sedang berusaha menolong Mei.
Karena tegang Tangan Mei mulai berkeringat.
"Zaf.. jangan lepasin Aku." pinta Mei
Sedangakan pukulan Yang Zaf teeima semakin Keras dang sangat di rasakan begitu perih. namu demi wanita yang dia cintai. Sakit dan perih pada punggungny tak bisa dia rasakan lagi.
"Mamii.. lepasin Zaf.." teriak Nadira
"Mamii.....
Aaaaaa....... teriak seorang wanita. yang terjatuh ke bawah dengan ketinggian 24 meter.
__ADS_1
...Bersambung...