
**Banyak Typo Bertebaran ๐
...๐ค Happy Reading ๐ค**...
...๐...
Meiri tersenyum. senyuman yang sulit di artikan. dirinya menatap di cermin dan bergumam.
"Aku akan membesarkan anakku sendiri. Dan Aku akan balas perbuatan pria itu." ucapnya
Mei kembali tidur namun drinya merasa sulit untuk memejamkan matanya.
...๐๐...
Pagi ini Mei akan berangkat kerja. sebelum nya Mei akan membeli tes pack.
Setelah dirinya takut untuk mengetahuinya.
kini dirinya sudah mulai memberanikan diri untuk mengtahui hasilnya .
karena bagaimapun juga Mei harus menjaga janin yang ada di sini.
Mei segera keluar dan tidak sarapan terlebih dahulu. dirinya akan segera ke apotik.
Mei mengunci pintunya. namun saat berbalik tiba tiba pandangan Mei gelap dan Mei tak sempat untuk berpegangan apapun.
Mei kembali pingsan
Mei terbangun saat merasakan ada handuk basah ada di keningnya.
"Kau sudah bangun?" Tanya seorang pria yang baru masuk dengan membawa nampan berisi makanan.
Zef.. sejak pagi Zef menunggu Meiri di depan kontrakanya. Zef tak bisa mengabaikan Meiri menghadapi semua sendiri.
Zef akan meminta maaf pada Meiri.
Mei menatap pria itu. "apa yang kau lakukan di sini?" tanya Mei
"tadi kau pingsan. Aku hanya datang menolongmu." ujarnya
"PERGII... PERGIII.. AKU BENCI WAJAHMU.. AKU BENCI DIRIMU PERRGGIII..." Teriak Meiri
"Tenang.. ok tenang.. kau sedang hamil dan itu adalah anakku. Aku akan menjagamu." ucap pria itu sembari meletakkan bubur yang baru saja di beli.
"Pergiii.. aku tak butuh kamu. ini anakku. bukan anakmu.. cepatt pergi dari hadapanku." teriak Mei lagi sembari melemparkan semua yang ada di sampingnya.
"itu anakku juga Mei.." ucap Zaf
"ini bukan Anakmu. ini anakku bersama Aldrick. pergii kauu.. cepat pergii.." teriak Mei. Mei melempar bubur yang Zaf bawa dan mengenai tangan Zaf.
Zaf pun tak punya pilihan lain. Zaf meninggalkan Meiri sendiri. sebelum Meiri berbuat lebih brutal lagi.
Zaf mengutuk dirinya sendiri. merutuki kebodohanya. Dan Zaf segera melajukan mobilnya. .Zaf sudah sampai rumah. Zaf melempar semua yang ada di ruangan ini. "bisa bisanya Meiri tak mengakui jika itu anakku juga." Aarrggghhh terial Zaf
Meiri menangis tergugu... "Aku tak ingin kau yang menjadi ayah anak ini. aku membencimu pria jahat." racaunya.
Meiri menatap jam dindingnya. sudah jam 3 sore. itu artinya Aku pinsan selama 7jam
Meiri mulai merasakan perutnya begitu lapar. "Hamill.." lirih Mei sembari mengelus perutnya yang masih datar.
Mei menatap obat obatan dari dokter yang di bawa oleh pria itu. Mei ingin membuangnya namun bayi ini butuh.
__ADS_1
Mei segera pergi ke dapur dan hendak mencari sesuatu yang bisa di makan.
...๐๐...
Pagi telah tiba
Mei segera berangkat kerja. hari ini Aldrick sudah datang dan akan mengantar Mei sampai tempat kerjanya.
"Mei.. makan dulu yaa.. Aku tadi belum makan. dan kelihatanyaย kamu juga belum makan. kamu kelihatn pucat." ucapnya
Mei mengangguk. karena dirinya memang sangat lapar.
Mereka berhenti di salah satu Rumah makan.
Meiri dan Akdrick becanda dan ngobrol.
Dari kejauhan ada seorang pria yang tengah di landa rasa cemburu. Zaf.. Zaf menatap Mei yang begitu bahagia. melihat mereka berdua hati Zef sangat sakit.
Zaf benar benar cemburu dengan pemandangan itu.
Zaf turun dan segera menghampiri mereka berdua.
"Al.. tolongin aku Al." ucap Mei lirih
"Ada apa Mei.. kau kenapa?" tanya nya
"Lepaskan calon istri ku." ucap Zaf tiba tiba
Mei begitu takut dengan pria ini.
"apa maksumu?" tanya Aldrick
"Tidaakk.. aku bukan calon istrimu. pergi kau dari sini." ucap Mei
"Apa kau mendengar tuan. bahwa gadis ini menolak anda. sebaiknya anda segera pergi dari sini." ucap Aldrick
Zaf Bermaksud menarik tangan Meiri. namun Aldrick segera mencekal tangan pria itu.
"Jangan kasar pada wanita. jika kau tak ingin kehilangan." ucap Aldrick
Namun Zaf tak peduli Zaf tetap memaksa tangan Meiri keluar.
"Janggaannn.. akui mohhoonn jangan bawa aku pergii.. aku mohoonn.." ucap Meiri yang begitu memilukan. membuat Zef menghentikan langkahnya.
Zafย melihat raut wajah ketakutan wanitanya. Zef pun tak tega untuk memaksanya.
walau hatinya sangat sakit melihat Wanita yang di cintai di peluk pria lain. Ahirnya Zaf pasrah dan meninggalkan mereka berdua.
Zaf tetap mengikuti Mei. kemanapu Mei pergi Zaf akan mengikutinya. Zaf hawatir dengan keadaan Mei saat bersama pria.
"Mei.. apa pria itu yang telah memperkosamu?" tanya Aldrick
Mei mengangguk lalu Mei menangis di depan Aldrick.
"Mei.. jika keadaanmu seperti ini. aku mau menjadi ayah dari anak mu." ucap Aldrick
Mei menatap Aldrick tak percaya. "Apa kau yakin Al?" tanya Mei
"Aku sangat yakin Mei. aku akn menikahimu dan menjagamu dari pria itu." ujar Aldeick
"Aku akan merawat anak ini. seperti anakku sendiri." ucapnya lagi
__ADS_1
"tapi.. bagaimana dengan orang tuamu?" tanya Mei
"Yang akan menikahimu itu aku Mei. bukan orang tuaku. dan aku akan bicara baik baik pada orang tuaku. dan juga orang tuamu." terang Aldrick.
Mei terdiam. dirinya mencerna setiap ucapan Aldrick.
"Aku akan memikirkanya Al. sebaiknya aku segera berangkat kerja. sebelum terlambat." ucap Mei
Aldrick pun mengangguk. dan mereka segera keluar dari rumah makan tersebut.
...๐๐...
Kini Mei tengah berada di ruang perawat. dirinya tidak fokus dalam pekerjaanya.
"Mei.. ada apa?" tanya Freya tiba tiba
"emm.. tidak.. aku hanya sangat lelah." ucapnya
"kau sakit Mei? wajahmu sangat pucat sekali." ucapnya
"tidak.. aku hanya kurang istirahat." jawabnya
"kalo begitu.. kau istirahat saja. biar aku yang gantiin pekerjaan kamu Mei." tawar Freya
"Apa kau tidak apa apa?" tanya Mei
Freya mengangguk. lalu Mei pun segera merebahkan bobotnya di dalam ruangan perawat.
Meiri menatap langit langit ruangan ini. pikiran Mei ke mana mana. "Bagaimana dengan keadaan ibu nanti. jika tau anaknya hamil ? Apa ibu akan menerimaku. atau bahkan mengusirku?" batin Meiri
Meiri pun mencoba memejamkan matanya.
jam istirahat telahย tiba. Mei dan Freya duduk di kantin. Mei hanya mengaduk aduk gelas jusnya. sedangkan Freya makan dengan begitu lahap.
"Fre.." panggil Mei
"hemm.. " jawab Freya
"Apa yang akan kau lakukan. jika kau hamil di luar nikah?" tanya Mei
uhukk.. uhukk.. Lalu Mei menyodorkan air untuk Freya
"apa maksudmu Mei ? apa kau hamil ?" tanya Freya
Mei menggeleng lemah.
"bukan aku. tapi temanku." bohongnya
Freya terdiam melihat raut wajah sahabatnya ini.
"Mei.. jika itu terjadi padaku. aku akan minta pertanggung jawaban pria itu." jawab Freya
"Jika wanita itu membenci Pria itu ?" tanya Mei
"aku akan gugurin kandungan sialan itu Mei. apalagi jika hasil dari di paksa." jawabnya tanpa dosa
Mei menelan salivanya dengan kasar.
Mei mulai berpikir.. "Apa sebaiknya aku gugurin aja ya..? Aku belum siap menghadapi ibu dan bapak. aku takut ibu akan kembali seperti 6 tahun lalu.
......Bersambung......
__ADS_1