WANITA PELAMPIASAN 2

WANITA PELAMPIASAN 2
Wajah yang Merona


__ADS_3

...🤍 Selamat Membaca 🤍...


"Temen kamu? teman kamu siapa?" tanya Yohana. seoalah dirinya tidak tau apa yang di maksud Putrinya.


"Bener Mami tidak nglakuin apapun sama teman Dira?" tanya Dira


"percayalah sayang. Mami hanya mengikuti yang kamu bilang. membuat dia hancur dan kehilangan kepercayaan dari pria yang menyukainya." balasnya dengan seringaian.


...🍂 Flasback Of 🍂...


"Mamii.. " tangis Nadira. Yang membuat kedua orang tuanya itu panik.


"ada apa Sayang?" tanya  Yohana


"Mii.." Hikzzz..


"Ceritakan pada Mami apa yang terjadi." mohon Yohana


Nadira pun mulai menceritakan sesuatu yang membuat dirinya menangis.


Pria yang di sukai malah melindungi gacantikan Nadira. Namun karena gadis itu sangat baik. dan mau di perbudak. banya teman teman asrama yang memanfaatkanya  gadis Miskin.


Nadira menceritakan pada kedua orang tuanya. tentang kehamilan Gadis itu. Dan Gadis itu mengancam akan melspirkan pada pihak berwajib pada Andi. karena Nadira yang minta pada Andi untuk menodahinya 


Karena Andi sangat takut dengan ancaman gadis itu. Andi pun mengutarakan perihal yang Gadis itu ancam.


Bukan hanya Andi yang terancam dirinyapun sama. Karena tidak mungkin Andi akan tutup mulut.


Melihat putrinya tersakiti. Yohana sangat marah.


"Gadis tidak tau di untung. udah di biayain sekolah. kini malah merebut pria yang di sukai anaknya." gerutunya


Yohana pun segera menelpon seseorang .


"Cepat datang ke kafe. aku punya tugas untukmu." ucap Yohana. pada seseorang yang tidak di ketahui namanya.


"Kau tenang saja. Mami akan menyeleseikannya." ucap Yohana


Namun Tiba tiba Arnold langsung menarik paksa Istrinya ke ruang kerja 


"Apa yang akan kamu lakukan Hana?" tanya Arnold


"Aku akan memberi pelajaran  pada gadis kumal itu " jawab Yohana


"Hana.. jangan macam macam." bentak Arnold


"kau tak bisa melarangku. Aku peduli pada putriku." ujarnya lalu pergi meninggalkan Arnold sendiri


Yohana segera pergi ke kafe untuk menemui orang yang sudah di telpon tadi 


Beberapa jam kemudian.


Yohana sudah sampai lebih dulu. Beberapa saat kemudian. Kedua pria itu juga datang.


"habisi gadis ini." perintah Yohana dengan datar.


"Baik boss.." jawab kedua orang itu.

__ADS_1


Kedua orang itu segera pergi meninggalkan Bosnya.


...🍃 ...


"Bos Gadis itu sudah ada di kami." ucap Seorang dari balik layar handphone


"Bagus.  tunggu aku. aku segera ke situ." jawabnya


Tak butuh waktu lama. Yohana sudah berada di anta ke 4 anak buahnya.


"kita apain dia bos?" tanyanya 


"Tante Hana.. lepasin saya tante." ucap Clara


"oohh iya sayang.. tante akan lepasin kamu. dan akan antar kamu pulang." balsnya


Ada senyum bahagia di wajah Clara. Clara yaki  jika Yohana adalah wanita yang baik. buktinya Yohana dan suaminya itu telah memberi beasiswa pada Clara.


"Lepasin.. ayo kita antar pulang gadis malang ini." Titah Yohana


Mereka pun melepas Clara. Dan Clara segera memeluk Yohana. "Clara yakin.tante adalah wanita yang baik." ucap Clara dengan polosnya.


"Ceritakan apa yang terjadi padamu?" tanya Yohana


Clara pun mulai menceritakan yang terjadi padanya. Sedangkan Yohana ikut merasa sedih atas apa yang menimpa Clara.


Yohana dengan anak buahnya mengantar Clara sampai Rumah.  Yohana mendapati rumah yang sangat sepi.


Laku Yohana meminta anak buahnya untuk bertindak sekarang juga.


Yaa.. Clara menibggal bukan karena nunuh diri. melainkan telah di bunuh oleh Yohana. maminya Nadira. tidak ada yang tau kejadian itu. karena saat itu orang tua Clara tengah berada di pasar. sedangkan Mei masih berada di sekolah.


...🍂 Flashback On 🍂...


Nadira pun percaya pada Maminya.


Misalka Mami yang melakukan. itu semua pasti demi dirinya.


Nadira segera pergi dari kamar maminya. dan mencium pipi maminya setelah dirinya berpamitan.


"Hemhh.. kau bodoh Zaf. kau telah membawa istrimu pada kematiannya. kau tak sadar jika yang kamu lakukan itu adalah membuat peluang untuk menghancurkan keluargamu." gumam Yohana. Yaa Yohana berpikir dengan membawa Istrinya itu ke sini. membuat


Yohana ada peluang untuk menghancurkanya.


...🍃🍃...


Di tempat yang beda


Alv masih tidur dengan nyamanya dalam gendongan papanya.


Mereka memasuki rumahnya. setelah beberapa jam dalam perjalanan. Bibir Mei sudah sering menguap karena sangat mengantuk.


Mei segera melepas sepatnya. dan segera berganti pakaiannya .


malam ini Mei memakai Lengerie warna Coksu hadiah dari Zaf.


Bagaima pria itu dengan percaya diri membeli beberapa lingerie untuk istrinya.

__ADS_1


Zaf hanya ingin melihat Mei memakainya saat dirinya di rumah.


Mei keluar dari ruang ganti. Zaf yang tengah dudu di sofa dengan kaos polos warna abu abu dan Celana pendek. sedang mengota atik laptopnya.


"Zaf.. apa kau tidak lelah?" tanya Mei


Zaf menoleh sebentar dan memberi senyuman nakal saat melihat istrinya sudah memakai pakaian yang di belikanya.


Zaf melangkah ke istrinya. "kau sangat Se*si sayang" ujar Zaf. lalu menyelipkan rambut yang mengganggu pemandangan Zaf. Zaf selalu menghujani Ci*amn pada Mei



Mei menunduk malu walau Mei membalasnya. dengan wajah yang sedikit memerah. "Buatkan aku kopi Mei. aku akan lembur." ucap Zaf


Mei mengangguk dan segera meninggalkan  Zaf  untuk membuatkan kopi.


tak butuh waktu lama. Mei kembali datang dengan membawa kopi pesanan suaminya.


"Apa kau lelah Zaf?" tanya Mei sembari memijit bahu sang suami.


Zaf mendongak dan tersenyum. "tidak sayang.. lelahku selalu terobati saat melihat keceriaan mu dan juga Alv." jawabnya


Mei memeluk Zaf dan menyenderkan dagunya di bahu Zaf. "Zaf.." panggil Mei


"hemm.." jawabnya


"Apa kau tidak ada perasaan sama Nadira?" tanyanya


"Apa kau tidak percaya pada suamimu?"


"Ishh.. bukanya di jawab malah balik tanya." cibir Mei


"Kau ada ada saja sih sayang. Aku tak mungkin akan menyukai Ulet kayak gitu. lihat dandananya aja aku jijik." ujarny


"Yaa kan Aku pingin tau Zaf ." balasnya.


Lalu Zaf meraih tangan Mei dan berbalik menghadap ke wajah Mei. Seketika wajah Mei merona. dan menunduk malu. "kau ini.. masih saja malu malu saat bertatapan wajah begini hemm." goda Zaf. lalu mendongakkan wajah Mei.


Zaf tak berkedip menatap wajah Mei. sedangkan yang di tatap semakin memerah saja.


Zaf beralih ke bibir Mei dan mendekatkanya pada bibirnya.



Cuppp.. Kecupan Zaf berhasil membuat Mei tergagap.


"Za.. Zaf." desisnya


"kenapaa.. kau selalu grogi seperti ini kalo di ci*m seperti ini." tanya Zaf


"Ti.. tidak." Jawab Mei. Mei semakin di buat tak bergerak saat lengerie itu berhasil lepas dari tubuhnya.


Zaf Selalu saja mengelabui kesadaran Mei. hingga Mei tak bisa lagi menghindar.


"I.. ingat Zaf. aku sedang hamil." ujar Mei. Sedangkan Zaf hanya tersenyum.


"Apa kau tidak taum jika aku juga bisa melakukanya dengan lembut. lihat saja Alv bisa lahir dengan selamat. Itu karena aku lebih bisa menguasai permainan nya Mei." ujar Zaf

__ADS_1


__ADS_2