WANITA PELAMPIASAN 2

WANITA PELAMPIASAN 2
Di Permalukan


__ADS_3

...🤍Selamat Membaca 🤍...


...🍃🍃...


Mentari pagi ini begitu indah. Zaf tengah menemani Mei jalan jalan di taman.


Mereka berjalan saling menautkan tanganya. Tidak saling bicara. fikiran mereka sibuk dengan 2 bulan yang akan datang.


"Zaf"


"Hemm.."


"Duduk dulu yaa.. Aku sudah lelah." pinta Mei


"Kita duduk di sana. yang agak sepi." ujarnya


Merekapun istirahat di bangku taman yang menghadap ke banya anak yang sedang bermain



.


Zaf menyerah kan air minerale pada Mei.


Saat mereka tengah duduk tiba tiba ada ibu muda dengan 2 anak balitanya mendekat.


"Tuan muda. titip sebentar yaa.. Saya mau ke toilet." ujar seorang wanita.


Mei mengangguk dan Zafpun menerima bayi yang masih berumur sekitar 7 bulan.


Mei begitu gemas dengan bayi wanita yang sangat cantik.


"kau lucu sekali sayang." ujar Mei


"Siapa namamu?" tanya Mei


Mei memegang jemari anak kecil itu. dan menaruhnya di pipi Mei. "lucu ya zaf." ucap Mei.


Zaf hanya mengangguk. Zaf tidak begitu menyukai anak kecil.


Jadi saat ada bayi di pangkuanya dirinya tidak begitu peduli. jika bukan karena Mei yang meminta. Zaf sudah menolak


Mei mengambil bayi itu dari Zaf. "Mei apa yang akan kamu lakukan?" tanya Zaf


"Menggendongnya, Aku menyukainya." ujar Zaf


"Nanti kau menyakiti anak kita Mei " ucap Zaf


Mei hanya tersebyum. "Tidak akan Zaf." ucapnya

__ADS_1


Seorang wanita lewat di depan Mei dan juga Zaf. "Apa tidak kasihan. Anak yang besar baru berusia 7 bulan. kini malah sang ibu hamil lagi." ujar wanita yang melewati depan mereka.


Mei hanya tersenyum menanggapinya  Sedangkan Zaf wajah Zaf sudah mulai memerah. "Zaf.. nggak usah di ambil hati ucapan orang. biarkan mereka dengan pemikiran mereka." ujar Mei yabg melihat reaksi Zaf.


"Terimakasih nona. sudah membantu menjaga putri kami." ucap wanita yang tadi menitipkan anaknya.


"Iyaa bu. Anaknya cantik sekali." ucap Mei. "Terimakasih" jawabnya


"Kalian pasangan yang serasi. Ini pasti anak pertama kalian yaa?" tanya wanita itu.


Mei tersenyum dan mengagguk. "Semoga bayinya sehat dan lahir dengan selamat. terimakasih sekali lagi." ucap wanita itu lalu meninggalkan Mei dan juga Zaf


"Kita pulang Zaf " ujar Mei


Merekapun berjalan menuju tempat parkiran. dan segera pulang.


...🍃...


Mei tengah bersiap siap menghadiri pernikahan Aldrick.


"Mei.. kalo tidak kuat tidak usah datang Mei." ujar Zaf


"Aku tidak apa apa Zaf. Aku masih kuat." balas Mei


Zaf hanya tak ingin Mei bersedih lagi. "Aku ikut mengantarmu ya Mei." usul Zaf


Mei mengangguk menyetujui usul Zaf. Zaf segera berganti pakaian. Zaf hanya memakai hem panjang.


Dan sebentar lagi juga akan melepas papa dari Anaknya yang masih dalam rahim. buliran air mata Mei tiba tiba membasahi pipi mulusnya. Mei mengelus perutnya. "Kau akan bahagia bersama mama nak." ucapnya Dalam hati


Zaf menoleh ke arah Mei. "Maafkan aku Mei. karena aku kau kehilangan pria yang kau cintai. setelah ini aku akan membebaskanmu." gumamnya dalam hati.


Tak butuh waktu lama. mereka telah sampai. Zaf segera menggeng tangan Mei memasuki gedung hotel di mana acara itu berlangsung.


Zaf mencari tempat duduknya  Mereka duduk jauh dari orang orang.


Mei menatap kedua mempelei dengan senyum lebarnya.


Aldrick mantan pacarnya. Sedangkan Freya adalah sahabatnya. "Zaf.. aku tidak menyangka. Mereka berdua adalah orang orang yang ada di dekatku." ujar Mei


"Tuhan selalu punya rencana indah untuk umatnya. begitu juga dengan kita." ujar Zaf


"kita?"


Zaf tersenyum. "iyaa kita.. kita di pertemukan dengan cara tuhan. bukan dengan cara kita." ujar Zaf.


Mei diam. Mei tak ingin mengingat kejadian buruk itu. Mei sudah mulai memaafkan perlakuan buruk Zaf. jadi Mei tidak suka jika Zaf masih mengungkitnya.


Zaf yang menyadari perubahan wajah Mei. segera meredamnya. "Jangan Mudah bersedih. Aku jadi tak tega untuk melepasmu." goda Zaf.

__ADS_1


"Zaf kita pulang sekarang yaa.. aku akan mengucapkan selamat untuk mereka." pamit Mei


Zaf mengangguk dan menunggu Mei duduk di kursinya.


"Oohhhh.. masih berani kau menampakkan dirimu di depanku. setelah kau menipu putraku. dengan mengatakan anak yang kau kandung itu adalah cucuku. Kau meminta putraku untuk bertanggung jawab atas yang tidak putraku perbuat. Sedangkan kau hamil dengan pria lain." Ujar Mama Aldrick dengan lantang.


"Ma..sudah Ma." cegah Aldrick


"Mama masih sakit Al. di mana saat kau di bohongi dan kita di permalukan oleh nya. wanita murahan Aku yakin jika anak itu bukan hanya anak satu orang pria. pasti dia sudah tidur dengan banyak pria." ujar Mama Aldrick.


Mei menunuduk Malu. sangat Malu di permalukan di atas Altar oleh seorang wanita. yang hampir menjadi ibu mertuanya.


Zaf langsung berdiri dan menuju Altar. di mana keributan itu berlangsung 


"CUKUP NYONYA.  ANDA TELAH SALAH MENILAI WANITA INI. DAN MEMPERLAKUKAN DI ATAS SEPERTI INI. ANDA TELAH MERENDAHKAN DIRI ANDA SENDIRI. JANGAN PERNAH MENYEBUNYA WANITA MURAHAN. KARENA DIA ADALAH WANITA YANG BAIK BAIK." Bentak Zaf pada ibu Aldrick.


"BAWA.. DIA PERGI DARI SINI.  AKU MUAK MELIHATNYA." ujar Mama Aldrick tak kalah kencang


"SAYA JUGA TAK SUDI BERLAMA LAMA DI SINI" Gertak Zaf.


Lalu Zaf menggandeng tangan Mei untuk segera keluar.


"Meii.." panggil Freya. Freya tak tau menahu soal hal itu. tapi buat Freya Mei adalah sahabat terbaiknya.


"Ayo Mei kita segera tinggalkan tempat ini " ujar Zaf


Zaf menggandeng tangan Mei. sampai ke parkiran mobil. dan segera membuka pinru untuk Mei.


Mei hanya diam. Menangis pun juga percuma. yang di katakan mama Aldrick itu benar. rasa sakit yang ia rasakan. seperti rasa sakit yang rasakan saat ini. di permalukan itu jauh lebih sakit.


Tak terasa buliran hangat membasaih pipi mulusnya.


Zaf menepikan mobilnya saat melihat Mei tergugu. Tangan Zaf berusaha mengusap bahu Mei.


"Mei.."


Hikkzzz... Mei langsung menoleh ke belakang Hikzzz..


Zaf mengusap pipi Mei dengan jemarinya. "Kau mau minta di antar ke mana Mei?" tanya Zaf


"pulang saja." ucapnya


Zaf segera melajukan mobilnya ke mansion. tak butuh waktu lama mereka pun sampai di mansion.


Mei segera masuk dan meninggalkan Zaf sendiri.


Mei langsung berbaring di kamarnya. tidak menyangka jika mama Aldrick akan menghinanya di tempat ramai seperti itu.


"Mei.. "

__ADS_1


Mei diam tidak menyahut panggilan Zaf. dirinya belum ingin berbicara dengan Zaf. Mei tidak menyalagkan Zaf. Ini memang sudah menjadi jalan hidup yang harus Mei lewati.


...Bersambung...


__ADS_2