
...🤍Happy Reading 🤍...
Mei berjalan tertarih dan segera mengambil ponselnya.
Mei segera menelpon Zaf.
Dalam deringan pertama belum ada sahutan. Mei kembali menekan konta Zaf.
Hingga Deringan ke 5 baru ada Sahutan
"Hallo Meii.. ada apa?"
"Zaaffhh cepat pulang. perutku sahkit." ucap Mei sambil merintih
"Ok.. Aku segera pulang . tunggu aku jangan pergi dulu."
Mei kembali duduk. dan mengambil nafas pelan dan mengeluarkanya. begitu terus yang di lakukan Mei. Hingga Zaf datang.
"Meii.. bagaimana.. apa yang di rasakan?" tanya Zaf
"Sepertinyaahh aku mau melahirkan Zaf." ucap Mei
"ok.. aku segera menyiapkan mobilnya. kau duduk di sini dulu yaa." ujar Zaf
Dan Mei kembali mengangguk menuruti ucapan Zaf.
Zaf begitu panik melihat Wajah Mei yang terlihat menahan rasa sakit
Zaf segera menyiapkan mobilnya. Dan segera memapah Mei berjalan ke dalam mobil.
Zaf segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Sampai di rumah sakit Mei langsung di tangani dokter.
"Masih pembukaan 3 jadi masih lama._ ucap Dokter
Zaf yang tidak tau apa itu pembukaan begitu Marah. "Apa anda tidak bisa melihat wanita saya begitu kesakitan? beri dia obat untuk menahan rasa sakit dokter." teriak Zaf emosi
"Maaf Tuan.. tidak ada obat untuk menahan rasa sakit ibu hamil. jadi ini memang sudah alamiah." ujar Dokter
"Zaf.." panggil Mei
"Apa Mei.. apa yang kamu rasakan?" tanya Zaf
"kau yang tenang yaa.. wanita yang akan melahirkan memang akan seperti ini." ujar Mei
"Mei kau sakit kan? bisa nggak sakitnya di berikan ke aku saja?" tanya Zaf dengan wajah yang teramat panik
Mei tersenyum " tidak bisa Zaf. kau duduk saja dan beri kekuatan untukku. biar aku bisa melahirkan dengan selamat." ucap Mei
Zaf pun jadi kembali tenang. Zaf mengelus perut Mei dengan lembut.
Mei kembali merintih merasakan kontraksi lagi. " Meii.. kau tidak apa apa?" tanya Zaf
"Aku tidak apa apa. Bawa aku keluar Zaf aku ingin jalan jalan sebentar." ucapnya
__ADS_1
"tidak Mei.. aku tidak ingin Kau kenapa napa." ujar Zaf
"aku tidak akan kenapa napa. selama kamu ada di sini bersamaku." jawabnya
Zaf membawa Mei jalan jalan. walau sedikit hawatir jika bayinya akan keluar saat berjalan.
"Sudah Mei.. kita kembali lagi yaa." ujar Zaf
"Zaf.. ini tidak apa apa. apa kau tidak dengar dngan ucapan dokter tadi. jika persalinanku masih lama.?" sahut Mei
Zaf pun menemani Mei jalan jalan lagi. setelah di rasa kontraksi lebih sering. Mei meminta Zaf untuk mengantar ke kamarnya.
Zaf membawa kembali Mei ke kamar rawatnya. dan langsung tidur di atas tempat tidurnya
"Zaf.. panggil dokter sekarang." ujar Mei
Zaf segera berlari menuju ruang dokter.
Dokter segera berlari ke kamar Mei dan Zaf pun mengikutinya.
Zaf berada di samping Mei memberi kekuatan untuknya. Zaf memgang erat tangan Mei dan mengelus kepalanya. Sesekali Zaf mengecup kening Mei. "Kamu yang kuat Mei demi anak kita." bisik Zaf
Mei mengangguk. Sudah pembukaan 8 . "Ibu jabgan pergi pergi lagi. cukup tiduran saja di sini. kalo merasa mau BAB jangan turun." ujar Dokter
Mei kembali mengangguk. Dan Zaf.. Zaf hanya ikut merasakan sakitnya Mei saat mau melahirkan.
Dokter Kembali masuk dan memberi pendampingan pada Mei.
"Ayoo ibuu kitaa mulai sekarang. pembukaan sudah sempurna." ucap Dokter memberi intruksi.
Zaf masih menunggu proses persalinan Mei. Ada rasa gelisah yang menjalarii hatinya.
Hingga Jam 12 malam. bayi mungil yang lucu telah lahir.
oweeekkkk....
oweekkkk.... Bayi itu menangis memenuhi ruangan pasien.
Zaf dan Mei merasa lega. dan juga para dokter dan perawat yang mengawal kelahiran GERALD ALVARO .
"Kau hebat Mei.. kau wanita kuat" ucap Zaf. sembari menghujani kecupan bahagia di kening Mei.
Mei hanya tersenyum. "miriss sekali rasanya. Zaf begitu perhatian pada dirunya. Namun Hatinya untuk wanita lain." batinnya
Perawat kembali masuk dengan membawa baby Alf pada kedua orang tuanya. "Silahkan bu.. bayinya di beri pelukan hangat dulu." Ucap perawat
Mei menerima bayinya. Begitu juga dengan Zaf. Zaf melihat Bayinya begitu bahagia.
"Zaf bisa bantu Aku?" tanya Mei
"Apa Mei?" tanya Zaf
__ADS_1
"Ambilkan bantalnya taruh di pangkuanku. aku ingin mencoba menyusuinya." jawab Mei
Zaf pun segera menaruh bantal di atas pangkuanya. dan Mei menaruh bayinya mencoba untuk memberi ASI pada Alf.
Baby Alf berusah untuk memasukkan pu*ing sang ibu. Walau belum bisa Mei tetap berusaha memberikanya. dan lama kelamaan Baby Alf bisa mengh*sapnya.
"Baby Alf lucu ya Zaf." ucap Mei
Zaf memandang Baby Alf penuh haru. "Zaf coba kau gendong dia. hati hari yaa." ujar Mei
Zaf mengulurkan tanganya dan mulai menggendongnya. Melihat itu Hati Mei begitu tenang. "Dia papamu Alf." ucap Mei
pintu kamar di buka. dan seorang perawat datang untuk mengambil baby Alf. "Sudah yaa ibu.. saat nya ibu dan baby nya istirahat." ucap suster
Zaf pun menyerahkan Baby nya pada perawat. Zaf kembali menghampiri Mei. "Istirahatlah Mei" ujar Zaf.
Mei mulai memejamkan matanya. Setelah Mei tertidur lelap Zaf segera beranjak. dan menelpon Orang tua Mei dan juga orang tuanya.
...🍃🍃...
Pagi begitu indah.
Mei terbangun dan tidak mendapati Zaf ada di sini. Mei berusaha berpikir positif pada Zaf.
Baby Alf pun kembali di antar pada Mei. Mei kembali memberi ASInya. Alf sudah mulai bisa menghi*ap nya. Mei tersenyum melihat babynya begitu pintar.
Setelah selesei, Mei segera membersihkan dirinya ke kamar mandi.
Mei meliha koper nya ada di kamar dan melihat Zaf sudah duduk di sofa.
Zaf segera membantu Mei kembali ke tempat tidur.
"Mei terimakasihh sudah memberi kesempatan untukku. hingga aku bisa menemani mu sampai melahirkan" ucap Zaf
Hati Mei begitu teriris. Namun berusaha untuk tenang.
Zaf mengecup kening Mei begitu lama. Zaf menahan untuk tidak meneteskan air matanya. Zaf segera melepas bibirnya dari kening Mei dan segera memakai kaca mata hitamnya.
"Aku pergi Mei.. Jaga Alf baik baik." ujarnya.
"Oohh yaa.. semua pakaianmu sudah ada di koper ini. sebagian sudah aku antar ke rumah orang tuamu." ucap Zaf lalu Meninggalkan Mei
Setelah Zaf pergii Mei tak bisa menahan air mata nya lagi.. "Hikkzzzz... kenapa sulit sekali untuk menerimaku Zaf.. Aku mencintaimuu hiikkzzzz... kau telah pergi meningalkan kami.." Mei menangis sendiri di kamarnya.
"Sayang... apa yang teejadi padamu?" tanya Marlene
"Diaa sudah pergi bund.. dia pergi membawa hatikuu.." tangis Mei.
"Zaf peegi ke mana Mei?' tanya Marlena
"Diaa kee Jerman bund." Jawab Mei
( Saat mei mencari obat merah. Mei menemukan fasport dan juga tiket pesawat rujuan Jerman. seketika Mei lemas dan tak bisa bernafas. begitu sesak di dadanya.)
"Ans.. Cepat cari Zaf. kasian Mei dan bayinya mereka butuh seorang bapak di sisinya" ujar Merlena.
__ADS_1
...Bersambung...