
...🤍Selamat Membaca 🤍...
"Mei.. maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk membalas dendam padamu." ucap Zaf.
Mei hanya diam tak mampu dirinya menanggapi pernyataan dari Zaf. Bagaimanapun hati Mei begitu sakit. Namun apalah daya. Zaf Hancur. Dirinya juga sudah hancur. tak ada lagi yang bisa buat dirinya bahagia. Selain putra yang tumbuh butuh kedua orang tuanya.
" Zaf.. Apa kau tau siapa yang telah membuat hidup kakakku hancur?" tanya Mei. karena selama ini. keluarganya tidak ada yang tau. siapa yang telah membuat Clara hancur.
Zaf ingat terahir sebelum dirinya menemani Mei melahirkan. Dia ingat saat dirinya menghajar Dani sampai pria itu patah Kaki. dan Zaf meninggalkan begitu saja pria itu. entah bagaimana keadaanya Setelah itu.
"Dia... Dia Andi. Teman sekelas Ku dulu." jawabnya
"Bagaimana kau tau?" tanya Mei
Zaf pun menceritakan tetang dirinya yang tau dari Vanya. Dokter Vanya teman Clara sekaligus teman Meiri.
Dan Mei benar benar tidak menyangka jika Vanya adalah sahabat kakak yang sangat di sayangi .
Zaf menceritakan semua dan tidak ada yang di tutup tutupi. Zaf hanya ingin mbuat keadaan selanjutnya indah tanpa ada dendam apapun.
...🍃🍃...
Malam begitu sunyi.
Walau sudah sangat larut. namun rumah orang tua Mei masih ramai dengan Hadirnya cucu tercintanya.
Ditengah keheningan Malam. Zaf mengutarakan Niatnya. yang sudah semenjak dirinya ingat akan segera membawa Mei dan Zaf menjadi keluarg yang bahagia.
"Bapak.. Ibu.. Saya mau bicara sesuatu pada kalian." ujar Zaf. Kedua orang tua Mei puun memandang pria yang sudah menjaga cucu dan putrinya selama ini.
Sedangkan Mei tengah di kamar untuk menidurkan Alv. Mei mendengar sudah tidak ada suara apapun. sehingga Alv mudah sekali untuk tertidur.
"Bicara lah nak. kami akan mendengar." bala bapak Mei.
Mei yang mendengar pembicaraan itu sedikit hawatir. takit jika Zaf akan mengutarakan semua tentang masa lalunya.
__ADS_1
Mei segera bangikit dan ingin mendengarnya. Mei tidak ingin orang tuanya kembali terluka saat tau Zaf dulu begitu dekat dengan sang kaka.
Mei membuka Tirai kamarnya dan menatap kedua orng tuanta yang duduk menghadap kearahnya. Sedangkan Zaf duduk memunggungi Mei.
"Saya ingin mengutarakan sesuatu. semoga bapak dan ibu tidak menolaknya." ujarnya
Kedua orang tua Mei mengangguk dan tersenyum
"Langsung saja nak." jawab Safi ibu Meiri
"Saya.. saya ingin meminang putri bapak dan ibu. untuk menjadi istri saya." ucapnya yang sedikt Ragu
Tanpa di duga kedua orang tua Mei tersenyum bahagia. "Kalo itu.. kami serahkan pada Mei nak. ibu dan bapak hanya ingin melihat kalian bahagia." ungkapnya.
Sebenarnya orang tua Mei tidak rela jika anaknya hidup bersama dengan seorang pria tanpa ikatan pernikahan. namun mengingat kebaikan Zaf yang sudah memperlakuka putri dan cucunya dengan kasih sayang. orang tua Mei tidak punya pilihan lain selain menyanggupi permintaan putrinya.
"Terimakasih buu.. pak.. Saya akan menjaga Mei dengan segala kemampuan yang saya miliki." ujarnya
Mei merasa lega. Tadinya Mei hawatir Zaf akan mengutarakan tentang masa lalunya bersama sang kakak.
"Bagaimana nak. apa mama harus terima papamu?" tanya Mei lirih
Sedangkan di ruang depan.
Setelah orang tuanya ngobrol panjang lebar. Kedua orang tua Mei pun pamit ingin istirahat. Safia memasuki kamar putrinya dan tersenyum.
"Bagaimana menurutmu nak?" tanya Safia pada Mei
"Bagaimana apa nya buu?' tanya Mei
Ibunya hanya tersenyum. "Ibu tidak yakin kamu tidak mendengarnya nak." ucapnya
Mei menunduk malu dengan pernyataan ibunya. "Apa yang harus Mei jawab buu? Mei mencntai Zaf. dan kini.. kami sudah ada anak yang sangat lucu. Alvaro pasti juga ingin hidup sempurna dan bahagia besama kedua orang tuanya. jadii tidak ada alasan Mei intuk menolak Zaf." balasnya
"Apa pun keputusanmu. ibu akan terima. asala kau bahagia." ucap ibunya. lalu Mei langsung memeluk sang ibu. "Ibuu.. terimakasihh buu.. ibu sudah menyayangi Mei dengan begitu besar." ujar Mei
__ADS_1
"kau bicara apa ? tentu saja ibu menyayangimu. kau adalah anak ibu." sahut ibunya . " ya sudah.. ibu mau istirahat. kamu juga istirahtlah." ujar Safia. lalu mengecup pipi putrinya.
Zaf tengah berada di luaran dengan menatap langit yang berwana kekuningan.
Mei menghampiri Zaf yang sedang duduk termenung. "Zaf.." panggilnya
Zaf menoleh dan tersenyum pada Mei. Lalu Mei duduk di samping Zaf.
"Kau sedang lihat apa Zaf?' tanya Mei
"Aku sedang menatap wajah bidadariku.aku melihat seolah olah dirinya tengah berbahagia di sana?" jawabnya. yang Membuat cemburu. Mei pikir Zaf sedang melihat bayangan Clara di sana.
"Apa kau sedang membayangkan wajah kakakku ?" tanya Mei
Zaf memutar kepalanya dan menoleh ke wanita yang ada di sampingnya.
"Apa maksudmu ?" tanya Zaf
"Kau bilang kau sedanga menatap bidadarimu di sana tentu itu.. ada .." Cupp.. ucapan Mei terpotong saat bibir Zaf mengecup bibir Mei.
"Dihatiku dan di kepalaku hanya ada satu wanita. hanya satu yaitu kau Mei. kau sudah mengobrak ngabrik hatiku. Kau sudah membuat hidupku begitu rapuh. jadi jangan pernah punya fikiran ada wanita lain di hatiku." ucapnya dengan menangkup kedua pipi Mei.
"Zaf.." Mei langsung menghambur ke pelukan Zaf. tidak menyangka jika Zaf mencintai dirinya begitu besar.
"Aku akan membawamu ke pelaminan. apa kau mau Mei ?" tanya Zaf
Mei masih hanyut dalam pelukan hangat Zaf. sehingga apa yang di katakan Zaf tidak begitu terdengar
Zaf mencengkram bahu Mei lembut dan mendekatlan wajahnya pada wajah Mei.
"Apa kauu mau.. menjadi ibu darii anak anakku Mei?" tanya Zaf lemudian. denga bibir gemetar Mei pun ingin menjawabya.
...Bersambung...
__ADS_1