WANITA PELAMPIASAN 2

WANITA PELAMPIASAN 2
Kepanikan


__ADS_3

...🤍 Selamat Membaca 🤍...


Zaf melajukan mobilnya dengan pelan. Sesekali menoleh ke Mei yang tengah duduk di sampingnya.


"Mei.. besok ku antar untuk therapi yaa." ujar Zaf


Mei menoleh. "Therapi?"


"Iyaa.. Therapi wanita hamil. Biar badanmu bergerak."ujar Zaf


Mei mengangguk. Karena menurut Mei. apapun yang di lakukan Zaf. itu pasti demi kebaikan dirnya dan juga bebynya.


Mereka sudah memasuki jalan besar. Zaf mulai melajukan mobik dengan kecepatan di atas rata rata.


Mereka melewati beberapa Restaurant. "Kit makan dulu Mei." ujar Zaf yang di angguki oleh Mei.


Zaf membawa Mei masuk. mereka segera mencari tempat duduk.


"Mei.. " panggil Zaf


"Hemm.." jawab Mei singkat


"Apa yang lagi kamu inginkan. adakah bayi kita menginginkan sesuatu?" tanya Zaf


Mei menggeleng. Dan mereka segera menikmati pesanannya.


Setelah selesei mereka segera keluar. Dan Mei mengikuti Zaf ke Kasir.


Kini Mei dan Zaf. sudah berada di mansionnya.


Mei langsung masuk kamarnya. Sedangkan Zaf pergi ke keruang kerjanya.


Zaf masih teepikirkan oleh Clara. apa yang telah menyebabkan gadis itu meninggal.


Zaf menelpon seseorang untuk menyelidiki kematian Clara. Walau sudah sangat lama. namun Zaf benar benar ingin tau. dan memberi pelajaran pada Orang yang sudah membuatnya hamil.


Dalam.. deringan pertama. panggilan Zaf di angkat.


"Yaa Tuan. ada yang bisa di bantu?" tanya seseorang dari balik layar ponsel 


"Temui aku di kafe Dresan. 15menit dari sekarang." ucapnya


Lalu Zaf segera bersiap.


Sebelum pergi Zaf akan menengok Mei dulu.


"Mei.. aku keluar sebentar. ada hal yang sangat penting." ujar Zaf


Mei mengangguk. lalu menatap Zaf. "tidak lama Mei. paling cuma 1 jam." terangnya.


Mei tersenyum dan mengangguk. Zaf mengecup kening Mei terlebih dahulu sebelum berangkat.


Zaf Memakai kaca mata hitamnya dan jaket kulitnya.



Bedaa yaa.. nggaklah🤣


kali ini Zaf menegeluarkan Motor gedenya. karena ini pertemuan dengan seorang dari gengnya dulu.


Zaf mengendarai mogenya. Sambil sesekali melihat arlojinya.


Melewati jalan yang sangat membosankan. untung dirinya menggubakan motornya. jadi bisa nyelip nyelip saat macet begini.

__ADS_1


"Tak biasanya jalan macet." gumam Zaf.


Zaf pun terus melajukan dengan pelan mogenya. hingga terlihatlah biang kerok yang membuat jalanan macet.



Seorang nenek tua yang sedang menari di tengah Jalan. sedikit menghibur.


Namun Zaf segera tersadar. Dirinya beruntung bisa segera Menyelamatkan Mei dari depresinya. Jika tidak bagaimana nasib Anak yang ada perut Mei.


Lagi lagi Zaf menyesal atas perbuatanya. Zaf semakin mempercepat laju motornya.


...🍃...


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan. ahirnya dirinya sampai di tempat janjian dengan Anak anak geng nya dulu.


Mereka segera bergabung. hanya di hadiri oleh 2orang  3 sama Zaf.


"Haii bro.. bagaimana kabarmu. setelah hilangnya kabar Clara. kau juga menghilang." ujar Ferdian. Mereka tau hubungan Zaf dengan Clara. karena Zaf sering bercerita tentang gadis itu pada mereka. Sedangkan dengan kasus yang menimpa Clara Zaf bungkam. karena begitu sangat kecewa.


"Aku urusin bisnis papa. karena hanya aku orang yang masih bisa papa andalkan." jawab Zaf


Merekapun saling diam dan mangangguk mengerti.


"Aku ada tugas buat kalian." ujar Zaf kemudian.


"Apaan?" jawab mereka serentak.


Lalu Zaf menyerah kan Alamat Mei dan juga foto Clara. "Selidiki gadis itu." ucap Zaf. tanpa memberi tau mereka jika orang yang di maksud sudah meninggal.


"ok.. Kami akan segera menyelidikinya." ujar mereka berdua


Mereka kembali menikmati makanan yang sudah di pesan.


...🍃...


Di rumah besar. sendiri tidak ada temannya bahkan Asisten pun tidak ada 


Mei hanya keluar masuk kamar dan ruang depan.


Sudah 2 jam Zaf meningglkan Mei di rumah sendiri.


perutnya yang makin besar tidak bisa membuat Mei bergerak terlalu banyak. Tubuhnya terasa sangat berat.


Mei pergi ke dapur untuk mencari makanan. Namun Mei tak mendapatinya. Mei lupa jika Zaf belum belanja bulanan. biasanya di sini ada banyak camilan. Namun Mei ak menemukan sebutir kacang pun di meja. Mei mulai menangis karena merasa kesepian dan juga kelaparan. Mei kembali kedapur dan ingin membuat omlet. seperti yang pernah Buatkan untuknya.


Mei mengambil Telur dan Sosis. Namum Mei tak caranya. dirinya hanya mengikuti Zaf waktu itu.


Mei mulai memecah telurnya dan mengiris sosisnya.


Setelah selesei mengiris Mei mencampurkan nya ke dalam panci.


Mei menyalakan kompornya dan mulai menuang Minyak goreng ke dalam teflon.


Setelah selesei Mei segera membawa kedepan. dirinya mulai menyendok. namun lagi lagi Mei menangis. karena olmetnya tak selezat buatan Zaf. Mei menyingkirkan Omletnya dari hadapanya. dan kembali duduk meringkuk. Hiikkzzz.. lapaarr..


Mei duduk di depan televisi.


Tok tok


Mei segera membuka pintunya. pintu itu memang jarang terkunci. namun siapapun yang kesini pasti akan mengetuk pintunya lebih dulu.


Mei merasa bahagia saat melihat siapa yang datang.

__ADS_1


"Kau sudah makan,?" tanyanya


Mei menggeleng. "Ayok.. kita cari makan di luar" ajaknya. Mei di ajak keluar untuk cari makan di luar.


Mei bahagia bisa bersamanya kembali.


...🍃...


Zaf sudah pulang.


Dirinya telah meninggalkan Mei lebih dari waktu yang di janjikan.


Zaf memang seperti itu selalu lupa waktu jika sudah bertemu dengan teman lamanya 


Zaf membuka pintu dan langsung mencari.


"Mei.." panggilnya. Namun tidak ada sahutan dari yang punya nama.


Zaf melihat Omlet yang masih hangat di mejanya. "Siaall.. Aku lupa tidak menyiapkan Makan buat Mei." umpatnya.


Zaf segera masuk kamar. dan tidak mendapati Mei. Zaf mencari di dapur juga tak ada .


Zaf kebingungan mencari Mei.


Zaf keluar dan mengitari rumahnyanya. namun tetap tidak menemukan ada nya Mei di sana.


Zaf pun melempar semua yang ada di sampingnya. "Meii.. kemana?" desis Zaf.


Zaf di buat bingung dengan hilang Mei.


Zaf kembali ke rumahnya. namun tetap tidak bisa menemukan Mei.


Zaf mengecek ponselnya. Namun siaall.. ternyata ponselnya tidak aktif karena kehabisan dayanya.


"Ini adalah kesalahanku. meninggalkan Mei terlalu lama." rutuknya.


Zaf ingat yang belum di datangi Zaf. Zaf langsung mencari ke lantai atas. siapa tau saja Mei di sana. Namun lagi lagi Zaf tidak menemukanya.


"Haahh.." desis Zaf. tubuhnya sudah lemas mencari Mei.


"Sayang.. besok kita jalan jalan lagi ya " ujar Merlena


Mei mengangguk. Marlena sudah berkali kali menghubungi Zaf. jika Mei sedang bersamanya. biar nanti saat pulang Dirinya tidak mencarinya.


Namun nomer Zaf tidak aktif dan bikin kesal Marlena.


"Bunda." panggil Mei. Marlena menoleh dan tersenyum pada Mei. "Apa kau sudah lelah Mei?" tanya Merlena


Mei menggeleng. "Ayookk. kita beli minuman." ajak Marlena. setelah muter muter di mall. dan mencarikan kebutuhan Mei. 


Merekapun kembali ngobrol di kafe.


"Sudah sayang. kita pulang kasian Zaf mencari. soalnya ponselnya belum aktif." ucap Marlena


Marlena mencoba membuka obrolan. tentang Keluarganya Mei. Dia ingin tau yang sesungguhnya dari Cerita putra bontotnya.


...🍃...


Zaf pun menyalakan ponselnya dan bersamaan suara gaduh di depan.


Zaf segera keluar dan mendapari orang tuanya tengah bersama Mei.


Zaf merasa lega. karena melihat Mei kembali. namun juga kesal karena kelelahan mencari dan yang di cari sedang bersenang senang.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2