WANITA PELAMPIASAN 2

WANITA PELAMPIASAN 2
Bau Tak sedap


__ADS_3

...🤍 Selamat Membaca 🤍 ...


Denna yang sedang turun dari taxi segera melangkah.


Dirinya ingin segera pulang. Hari cuty 3hari untuk Denna. Denna akan menghabiskan waktuny di kampung nya sendiri.


Denna berhenti saat mendengar teriakan seorang wanita. yang suaranya itu tidak asing di telinga Denna.


Denna melihat Mei berlari sembari berteriak teriak seperti orang yang kena gangguan kejiwaan.


Denna melihat Mei berhenti di bawah pohon dan duduk meringkuk dengan tubuh yang bergetar.


🍂


Bersamaan dengan seorang pria yang juga akan turun dan menolong Mei. namun melihat ada orang lain yang menolongnya. pria itu masuk lagi ke mobil. pria itu pernah melihat Denna beberapa kali.


'Zaf' Pria yang selalu mengawasi rumah Meiri. dirinya begitu hawatir akan keadaan Meiri saat menghadapi cibiran tetangga.


benar saja yang menjadi kehawatiran Zaf. Meiri sesekali histeris di kala sendiri.


beberapa kali Zaf melihat Meiri berjalan dengan Ayah yang mencintainya.


ingin sekali Zaf Berlutut di kaki mereka dan memohon Ampun atas perlakuanya.


Namun lagi lagi karena tidak ingin Meiri histeris saat melihat dirinya.


🍂


"Meii.." panggil Dena.


"Meii.. apa yang terjadi padamu.. kenapa kamu bisa seperti inii?" tanya Dena histeris mendapati sahabat baiknya dalam keadaan yang begitu manghawatirkan


Orang gilaaa... orang gilaaaa.. teriak anak anak kecil.


"pergii.. kaliaann. dia tidak gila.. pergii." teriak Denna


"Meii.. hikkzzz.. apa yang terjadi padamu.. hikzzz." tangis Denna Sembari memeluk Mei.


Denna membantu Mei untuk berdiri. dan ingin segera mengantar Mei pulang 


Didepan rumah. safia dan suami tengah gelisah tidak mendapati putrinya di dalam.


"Bibik.. paman." panggil Denna.


"Meii.. " panggil safia langsung berlari memeluk Sang putri.


"bibik.. apa yang terjadi pada Meiri? kenapa keadaanya begitu sangat menyedihkan.?" tanya Denna


"Ayok masuk Den.. bibik buatkan teh hangat." ucap Safia


Denna pun mengekor Safia yang menggandeng tangan Meiri.


Safia membuatkan teh untuk Dena dan juga putrinya. Safia  mulai menceritakan pada Denna. Denna begitu syok mendengar kenyataan yang terjadi pada Meiri.


"Bibik tenang yaa.. Denna libur 3hari. Denna akan ikut jagain Meiri. Maafin Denna bik tidak menepati janji untuk menjaga Meiri." ucapnya


"tidak ada yang perlu di sesali Den.. Melihat Mei kembali dengan utuh. bibik sudah bahagia sekali." ucapnya


"Denna.." panggil Meiri. Yaa begutu keadaan Meiri. masih kadang lupa juga ingat akan masa lalunya. kalo lagi sendiri Mei akan teeingat kenangan buruk pada Zaf.


"Mei.. kau apa kabar?" tanya Denna


Meiri tersenyum. "Aku baik." jawabnya. Namun lagi lagi Mei terdiam. ntah apa yang sedang Mei pikirkan..


"Kau hamill?" tanya Denna. Denna hanya ingin membuat suasana Mei kembali. tidak bengong lagi.

__ADS_1


Mei tersenyum kecut. lalu mengangguk.


"Boleh aku menyapanya Mei?" tanya Denna lagi


Mei kembali mengangguk.


Lalu Denna mengelus perut Mei. "berapa usianya?" tanya Mei


Meo mulai menghitung. "3bulan" jawabnya


"oohh.. sudah 3Bulan"


"Haii.. baby.. apa kabarmu?" tanya Denna


"Dia tidak mendengar Mei." ucap Denna sambil cemberut


Mei tertawa.. "Kau lucu Denna. dia belum bisa mendengar." cicit Mei


Denna pun ikut tertawa bahagia mendengar respon Mei.


...🍃...


Mentari begitu indah.


Denna sudah bertamu di rumah Meiriska. Dirinya akan mengajak Mei jalan jalan.


"Haii.. Mei." sapa Denna


Mei yang sedang duduk sambil minum susu hamil pun mendongak. melihat wanita yang telah memanggilnya.


Mei tersenyum lebar melihat kedatangan Denna.


"Kau..?" tanya Meiri


"Iyaa.. ini aku. aku mau ajak kamu jalan jalan pagi ini.* ucapnya


"Bibik.. boleh yaa Denna aJak Mei jalan jalan?" tanya Denna


Safia mengangguk. dengan begitu Mei akan segera pulih dan kembali menata hidupnya.


Denna mengajak ke pantai di mana mereka dulu selalu menghabiskan waktu di sini.


Mereka dulu sering ke sini ber4. Denna. Soraya Meiriska dan juga Joshep.


Namum kini mereka tinggal hanya bertiga. karena Joshep sudah pergi ke luar negeri bersama keluarganya.


Joshep adalah teman dekat Mei. sejak kecil.


"Mei.. apa kau menykainya?" tanya Denna


Mei mengangguk dan tersenyum.  "Ayuk kita ke sana." ajak Denna


...🍃...


Satu bulan Sudah Mei berada di rumah orang tuanya.


Perlahan perlahan keadaan Mei semakin membaik dirunya sudah mulai gemuk lagi. Dirinya masih rutin periksa ke dokter kandungan. Dan bayinya sudah mulai ada pertumbuhan berat badanya. Namun vonis tentang kelainan Janinya. dokter belum bisa memberi keterangan karena peralatanya kurang memadai.


...🍃...


Berbeda terbalik dengan keadaan Zaf.


Zaf semakin hari semakin frustasi. dirinya kembali ke masa yang dulu. di mana hatinya yang sangat tepukul untuk kedua kalinya. tidak mengenal lagi dirinya.


Keseharianya Zaf hanya menghabiskan minum minuman dan bersama denga wanita wanita malam.

__ADS_1


Walau Zaf tidak pernah meniduri wanita malam lagi. Zaf hanya ingin menghibur dirinya  dari rasa kecewanya.


...🍃...


Seorang Ibu tengah di rundung rasa gelisah.


Sudah Satu minggu ini Marlena memghubungi putra sulungna. namun tidak ada tanggapan apapun


"Ans.. ini bagaimana. Aku hawatir sekali dengan keadaan Zaf." ujar Marlena pada suaminya.


"Sibuk mungkim sayang. kau tenang. Zaf sudah besar jangan terlalu di hawatirkan.'"ukar Ansel


"Ans.. Antar aku ke tempat Zaf yaa.. aku merasa telah terjadi sesuatu padanya." ucap Marlena lagi


"besok yaa.." ujar Ansel


"Sekarang Ans.. aku maunya sekarang." pintanya lagi


Ahirnya Ansel pun menuruti keinginan sang istri.


Ansel mengambil jacket kulitnya  dan segera pergi mengantar sang istri.


"Kau kenapa sih sayang. kok gusar begitu?" tanya Anse


"Aku tidak tau. perasanku tidak nyaman dari kemarin Ans." jawab Marlena


Mereka pergi dengan jet peibadinya yang baru.


tak butuh waktu lama. mereka telah sampai di Mansion Zaf.


Marlena segera turum dari mobilnya dan melangkah masuk.


Namun Marlena serasa mencium sesuatu yang sangat busuk.


"Ans.. ini bau apa yaa?" tanya Marlena


Ansel mengendus ngendus penciumannya.. "Benar saja bau ini." ujar Ansel


Marlena segera membuka pintunya. "Gelap Sekali." ujarnya


Marlena menekan saklar yang ada di samping pintu. 'cekklek..' begitu lampu menyala. Ansel dan Marlena di buat tercengang dengan ruangan ini.


"Ans.. ada apa dengan putra kira. kenapa Kamarnya begitu berantakan. banyak makanan busuk disini dan Yaa Ampun Zaf." Cicit Marlena


Marlena mencari sang putra namun tak di temukan. Marlena mulai membersihkan kamar Zaf. dan Ansel mulai membuka jendela yang di kunci dengan besi.


Setelah selesei Marlena segera ke dapur dan kembali membersihkan Ruangan dapur. Marlena menangkap Satu box Susu hamil.


"Susu Hamil? Siapa yang hamil?" batin Marlena


"Ans.. ini kenapa di dapur Zaf ada susu hamil?" tanya Marlena pada sang suami.


Ansel menggeleng karena tak tau.


"Atau jangan jangan Zaf." pikir Marlena


Cekklekk....pintu nya terbuka kembali. nampaklah sosok pria yang tengah di tunggu oleh wanita yang sangat menyayanginya.


"Zaf.. kau kenapa nak?" tanya Marlena


"Bunda.. papa." panggil Zaf


Zaf langsung memeluk Marlena dan sesenggukan. Marlena mengelus punggung sang putra untuk menenangkan.


"Ceritakan pada bunda sayang." pinta Marlena

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2