WANITA PELAMPIASAN 2

WANITA PELAMPIASAN 2
Canggung


__ADS_3

...🤍 Selamat Membaca🤍...


Pagi Ini Mei sudah bersiap menunggu jemputan sopir Marlena. setelah Mei mantap untuk memberi kesempatan pada Zaf untuk merawatnya. Sampai melahirkan


🍂


"Mei.. jika kau mau memberi kesempatan pada ayah dari cucu bapak dan ibu. tidak apa apa. hanya sampai bayi itu lahir." ucap Safia


Hati Meiri sebetulnya ingin memberi kesempatan. tapi jika mengingat luka ibunya. Mei urung untuk mengutarakanya.


Namun kini kedua orang tuanya telah memberi lampu hijau padanya.


"Apa bapak dan ibu yakin?" tanya Mei


Mereka berdua mengangguk. "Dan pintu ini selalu terbuka buat kalian. kalian lah harta yang ibu bapak punya." ucap Bapak Mei


Lalu Mei pun memeluk mereka berdua. "Terimakasih pak buk."


🍂


Sebuah mobil hitam berhenti tepat di rumah kedua orang tua Mei.


Turunlah seorang wanita dan Pria.


wanita itu adalah Marlena  dengan sopirnya.


"Selamat datang Nyonya." sapa Safia


"Terimakasih bu. Saya mau menjemput Mei." ucap Marlena


Mereka pun ngobrol sebentar di dalam rumahnya. Sesekali Marlena memandang wajah Mei.


"Kau sudah siap Mei?" tanya Marlena


Mei mengangguk.


Merekapun segera berpamitan. Marlena menggandeng tangan Mei. ntah kenapa saat ada tangan yang menautkan di tangan Mei. Mei mersa ada kekuatan. dan rasa takut itu akan hilang dengan sendirinya.


"Jangan takut ya. Saya akan mengawasi Zaf. selagi kamu bersamanya." ucap Marlena


Mei hanya mengangguk. Tidak ada obrolsn dari mereka. Namu sesekali Marlena menanyakan pingin apa bayi yang ada dalam perutnya.


Namun Mei selalu menngeleng. Marlena merasa jika anak mereka tidak begitu menyusahkan ibunya.


Tak butuh waktu lama merekapun sampai. Marlena segera turu. begitu juga dengan Mei.


"Mei.. masuklah." Tangan kanan Marlena menarik Mei ke dalam. dan Mendudukkan Mei di atas sofa


"Mulai sekarang panggil Bunda ya Mei. jangan nyonya, Saya kan calon Oma nya si jabang bayi." ucapnya


Mei hanya mengangguk.


Marlena mengambilkan minuman untuk Mei. dan segera menemani nya.


"Minum Mei." ujar Marlena.


Mei pun segera meminumnya.


Jam sudah menunjukkan pukul 17.00 Namun Zaf belum menampakkan dirinya.


Semenjak Mei pergi Zaf selalu pulang larut. pulang sudah dalam keadaan Mabuk.


Zaf tidak tau jika hari ini Mei dan bundanya ada Mansionya.


karena Marlena tidak memberi tau. Marlena ingin memberi kejutan buat putranya.


Malam sudah menunjukkan pukul 20.00

__ADS_1


Mata Mei sudah mulai mengantuk. Dirinya tak bisa menunggu Zaf.


Mei tidur di dalam kamarnya.


Sedangkan Marlena sudah berada di kamar pribadinya Semenjak Ansel datang.


Sebenarnya Ansel ingin menjemput sang istri. namun istrinya masih ingin di sini untuk memastikan bahawa Zaf dan Mei baik baik saja.


Jam 12 malam Zaf sudah pulang.


pulang dalam keadaan mabuk. malam ini Zaf hanya minum beberapa gelas saja. karena kepalanya merasakan sangat pusing.


Sampai di rumah Zaf langsung masuk kamarnya.


"Mei.. kau kah itu?" tanya Zaf. Setiap malam memang seperti ini. Zaf yang selalu terbayang oleh Mei. seolah olah Mei selalu menemaninya. Namun saat pagi terbangun Mei tidak ada. dirinya selaku berteriak memanggil Mei.


Zaf langsung tidur di samping Mei. dan tangan kekarnya melingkar di pinggang Mei.


Zaf mengerjap ngerjap matanya. seperti ada yang berbeda. Zaf menatap wajah yang sangat di rindukan. Begitu bahagia nya hati Zaf. Zaf hanya berharap bahwa ini bukan mimpi. seperti malam malam yang sudah di lalui.


...🍃...


Mentari pagi begitu indah.


Zaf terbangun dan meraba raba sampingnya . namun dirinya tak menemukan wanita yang di rindukan.


"Mimpi lagi." gumam Zaf


Lalu Zaf segera turun dari tempat tidur. dan mendengar ada suara wanita dan pria di ruang makan.


Zaf pun penasaran dan dirinya segera keluar. mencari suara tersebut .


Zaf ternganga saat melihat ada papa dan bundanya. ada juga wanita yang dia rindukam.


"Mei.." panggilnya.


Mei menoleh dan menatap wajah pria yang sudah menghancurkan hidupnya.


Lalu Mei tersenyum pada pria itu. Namun tiba tiba Senyuman itu redup. di kala menyadari tatapan Zaf yang begitu menghunus.


Zaf berkali kali mengerjapkan matanya. dirinya masih belum yakin dengan wanita yang ada di depanya.


"Zaf.. mandi dulu. habis itu kita makan bersama." ucapnya. Zaf hanya mengangguk. Sungguh hati Zaf begitu sangat bahagia. Sehingga tidak ada lagi kata kata saat sang Bunda berbicara padanya.


Marlena mengajak Mei duduk di sebelahnya.


Sedangkan Ansel duduk di kursi utamanya.


"Mei.. apa kau anak tunggal?" tanya Marlena


Mei menggeleng. dirinya belum siap untuk bercerita tentang saudaranya.


Marlena tidak melanjutkan pertanyaanya. Marlena menemukan kilatan kesedihan di matanya.


Zaf kembali bergabung setelah selesei mandi.


Zaf duduk di samping Mei. mereka hanya diam. Sedangkan Mei menunduk tanpa berani menatap wajah Zaf.


"Ayuk sayang di makan." ucap Marlena


"Mei.. kau mau makan apa biar aku yang ambilin?" tanya Zaf


Mei masih diam. ntah kenapa mendengar suara itu jantung Mei begitu bergetar.


Dengan tangan gemetar Mei menujuk makanan yang ada di mejanya.


Lalu Zaf mengambilkan untuk Mei. "segini cukup?" tanya Zaf

__ADS_1


Mei kembali mengangguk sebagai jawabanya.


"Ohh iyaa.. kapan terahir kamu periksa kandungan Mei?" tanya Marlena untuk menghangatkan suasana Mereka berdua


"satu minggu yang lalu bunda." jawabnya


deggg.. hati Zaf begitu berbunga bunga mendengar suara wanita yang begitu lembut dan sangat lemah. Seperti bunga yang bermekaran di dalam sana lebih mendominasi rasa dag Dig Dig



"Nanti kembali periksa ya biar Zaf yang antar." ucap Marlena


Mei menoleh melihat Zaf. Zaf tersenyum saat dirinya di tatap oleh wanitanya.


Lalu Mei mengangguk.


"Bunda akan pulang hari ini. jadi kalian baik baik yaa.. Zaf kamu janjikan sama bunda untuk menjaga Mei." ucap Marlena mengingatkan kedua anaknya.


"iya bund.. Terimakasihh bund udah bawa Mei kembali ke sini. walau hanya sebentar. Zaf tidak akan menyia nyiakan waktu yang sebentar ini." ucap Zaf.


Setelah mereka selesei. Marlena dan juga Ansel pamit untuk pulang. dan akan kembali lagi kesini. tapi kapan belum tau.


"Boy.. jangan kau sakiti lagi. itu anak orang." Ucap Ansel mengingatkan sang putra


Sedangkan Merlena tengah memeluk Mei. "jaga cucu oma ya sayang." ucap Marlena


Mei mengangguk. mereka pun segera pergi. dari Mansion Zaf.


Mei kembali duduk di sofa setelah kepergian kedua orang tua Zaf.


Zaf Masuk dan duduk di samping Mei. Ada rasa canggung untuk mulai obrolan.


"Mei.. apa kabar?" tanya Zaf


"baik." jawab Mei.


"Bayi kita? apa dia tidak menyusahkanmu?" tanya Zaf lagi


Dengan tubuh Gemetar Mei menjawab pertanyaan Zaf dengan gelengan kepala.


Lalu Zaf mengambil tangan Mei yang sedah meremas jari jarinya.


"Maafkan aku Mei. aku sudah salah padamu?" ucap Zaf


"Aku akan menebus Semuanya. Kau mau kan memaafkanku?" tanya Zaf


Mei mengangguk.


"Apa kau mau jalan jalan?" tanya Zaf


Mei menggeleng. Lalu dirinya merebahkan di sofa.


"Kau ngantuk Mei?" tanya Zaf. Lalu Zaf membawa Kepala di atas pahanya. Sembari tanganya mengelus rambut Mei.


...🍃...


Mentari pagi begitu indah di pagi ini.


Zaf akan membawa Mei ke dokter kandungan. Setelah 2 bulan dirinya tidak menyapa.


Zaf Sedang membuat makanan di dapur.


Mei berkalan dan duduk di kursi yang ada di dapur. "Mei. kau sudah bangun?" tanya Zaf


Mei mengangguk.


Zaf segera memberi satu gelas susu untuk Mei. "Minum Mei." ucap Zaf

__ADS_1


Mei menatap Wajah Zaf tidak percaya. Sedangkan Zaf menyuguhkan Senyum lebar kepada Mei.


...Bersambung...


__ADS_2