WANITA PELAMPIASAN 2

WANITA PELAMPIASAN 2
Kartu Undangan


__ADS_3

...🤍 Selamat Membaca 🤍...


Mei mulai mengganti bajunya di ruang ganti. Zaf selalu menemani Mei kemanapun Mei melangkah.


Zaf mendampingin Mei dan duduk di sampingnya.


Mungkin karena tak pernah gerak. jadi Mei sedikit kesulitan untuk mengikuti instrukturnya. Zaf membantu dengan menggerakkan kaki Mei.


Karena baru awal. jadi pelatihnya memberikan waktu sebentar buat Mei.


Baru sebentar saja keringan sudah membanjiri tubuh Mei.


Mei segera berganti baju setelah di perbolhkan pulang, dan nanti datang  satu minggu lagi.


Sesampainya di rumah. Mei segera Beristirahat duduk di sofa.


"Kita ke kamar Mei." ujar Zaf


Mei menggeleng dirinya ingin duduk saja di sofa dan melihat televisi.


"Mei.. aku keluar dulu yaa.. belanja bulanan. Kau nggak papa kan di rumah sendiri" tanya Zaf. yang di angguki oleh Mei.


Zaf segera berangkat ke mall untuk berbelanja.


Mei kembali duduk. setelah membersihkan dirinya.


Mei sudah bisa buat susu sendiri setelah beberapa kali melihat Zaf membuatkan susu untuknya 


Mei tertidur di sofa. Dan tidak mendengar jika Zaf sudah sampai rumah.


Zaf menghampiri Mei yang sedang terlelap. lalu mengecup keningnya.



Zaf berlalu ke dapur. dan segera mimindahkan belanjaanya.


Zaf melihat bayangan Mei. "Mei kau kenapa?" tanya Zaf


"Kau sudah pulang?" tanya Mei


"hehemm seperti yang kau lihat." ujarnya sambil tersenyum.


"Es krimku?" tanya Mei


Zaf membuka kulkas dan mengambil es krim milik Mei.


Mei tersenyum bahagia. dirinya duduk sambil menikmati es krimnya.


Sedangkan Zaf sedang sibuk meracik sayuran tak jauh dari Mei duduk.


"Zaf.." panggil Mei


"Hemmm." jawabnya


"Apa kau tidak punya pacar?" tanya nya


"kenapa?" tanya Zaf


"Apa pacarmu tidak akan cemburu jika tau kau sedang dengan wanita lain?" tanya Mei

__ADS_1


Lalu Zaf mendekat dan langsung memajukan wajahnya tepat di hadapan wajah Mei.


Mei gemetaran saat pandangan mereka bertemu. "Zaf... a..apa yang akan kau lakukan?" tanya Mei gugup.


Lalu Zaf mengambil tangan Mei dan langsung menggigit es krimnya.


"aahh.. Zaf." teriak Mei saat mendapati es krimnya sudah berkurang banyak.


"Makanya jangan menanyakan itu lagi. kalo nggak ingin ea krimmu habis." ujar Zaf. lalu Meninggalkan Mei yang masih bengong.


Mei mengerucutkan bibirnya karena kesal. lalu Mei segera menghabiskanya.


...🍃...


"Zaf.. kakiku sakit." desis Mei saat berada di sofa.


Mungkin karena baru pertama kali Mei mengikuti Therapi jadi ototnya belum terbiasa.


Lalu Zaf mengambil kaki Mei dan menaruh di atas bantal. "sudah enakan?" tanya nya


"sedikit." balas Mei


Zaf pun segera membaringkan bobotnya di samping Mei. dan mengelus kepala Mei biar cepat tertidur.


Zaf tak bisa memejamkan matanya. "2 bulan lagi. dirunya harus melepas wanita yang sudah membersamainya. Haruskah aku menyerah. Atau aku harus perjuangkan Meiri dan putraku. Tuhan... berilah jalan terbaik untuk kami." Gumanya


Sedangkan Mei.


Mei pun sama. Rasa bahagia akan terlepas dari Zaf. Walau memang Mei sadari. jika Zaf adalah pria yang baik. namun Zaf punya masa depan sendiri.


Aku harus melepaskan Zaf untuk kebahagiaanya. Aku harus bisa membesarkan anaku sendiri. ada ibu dan bapak yang bisa membantuku.


...🍃...


Mentari pagi begitu indah.


Mei sudah bagun dan sudah mandi. hari ini Mei akan menemui Aldrick.


"Mei.. kau sudah cantik. mau ke mana?" tanya Zaf.


"Aku.. ada janji sama Aldrick." jawabnya


Degg.. hari Zaf begitu sakit mendengar nama pria lain keluar dari bibir Mei.


"Aku antar ya Mei." tawar Zaf


"Tidak usaj Zaf. aku sendiri saja." jawabnya


"kalo gitu minum susu dulu Mei. sudah aku buatkan." Zaf berusaha menampakkan wajah pedulinya. walau terasa sakit.


Sedangkan Mei. "Seandainya kau melarangku. aku pun tidak jadi pergi Zaf. Entah kenapa hatiku begitu sakit saat mengatakan ingin menemui Aldrick." batinnya


Mei pun duduk dan langsung minum susa yang sudah di siapkan Zaf.


"Aku pergi dulu Zaf." pamitnya.


Zaf tersenyum lalu menghampiru Mei dan mengecup keningnya. "Hati hati Mei." ujarnya


Mei melangkah keluar. dirinya segera menyetop taxi yang lewat. Mei segera masuk.

__ADS_1


Sedangkan Zaf. "kenapa kau belum bisa melupakan pria itu Mei. Aku sakit sungguh sakit saat bibir mungilmu menyebut nama pria lain. Tidak adakah kata maaf untukku Mei." gumam Zaf dalam hati


Zaf segera menyeleseikan masak memasaknya.


...🍃...


Mei telah sampai di kafe. tempat dirnya akan menemui Aldrick.


Aldrick melambaikan tanganya saat Mata Mei bertemu dengan orang yang di cari.


Mei tersenyum bahagia. Mei tak tau ini perasaan bahagia karwna bertemu dengan Aldrick. ataukah karena perasaan merasa bersalah pada Aldrick dan keluarganya. yang dulu Mei telah meninggalkan pelaminanya. Jika Aldrick masih mau menerima Mei. Mei pun siap. yang jelas Mei ingin minta maaf pada Aldrick dan keluarganya.


Mei duduk di kursi depan Aldrik."Sudah lama Al?" tanya Mei


"belum.. baru juga sampai. ini aku juga belum pesan apapa " jawab Al


"kau mau pesan apa Mei?" tanya Aldrick


"Di samain aja Al." jawabnya


Aldrick pun mengikuti saran Mei. sambil menunggu pesanan datang Aldrick sesekali menanyakan Zaf.


Sebenarnya nggak begitu penting  namun hanya untuk mengisi suara di atas meja.


pesannan pu  datang. Mei dan Akdrik mulai mebikmati makanan yang sudah di depanya.


"enak Mei?" tanya Aldrick


Mei mengangguk. Mereka telah selesei menayantap makanan. dan mereka segera beranjak pergi.


Aldrick membawa Mei ke taman.  "Ayoo Mei duduk di sana." ajak Aldrik


Mei pun mengikuti Aldrick.


Mereka sama sama diam. tidak ada obrolan lagi.


Lalu Aldeick mengambil sesuatu dari balik jasnya.


"Mei.." Aldrick memanggil Mei dan menyerahkan kartu undangan pernikahan.


"i.. ini apa Al?" tanya Mei sedikit gugup.


"Aku akan menikah dengan wanita pilihan mama. Kamu datang yaa." jawab Aldrick


Degg.. Hati Mei begitu sakit. Mei pikir Aldrick masih mau menerimanya. namun ternyata dugaan Mei salah. "Mana ada pria normal mau menikah dengan wanita yang tengah hamil." batin Mei


"Iyaa.. Al. aku pasti datang " ucap Mei selanjutnya


"Maaf ya Mei.. aku harus pergi. aku sudah di tunggu mama dan calon istriku " ucap Aldrick.


Mei pun mengangguk dan tersenyum. Mei berusaha kuat di depan Aldrick. Aldrick memang tidak pantas untuknya. Aldrick masih muda dan tampan. tentu banyak wanita yang ngantri.


Mei duduk menunduk dan tubuhnya sedikit bergetar.


"Mei..." panggil Zaf yang sudah ada di sampingnya. Zaf tak pernah membiarkan Mei pergi sendiri. Zaf sudah memutuskan untuk menjaga Mei. selagi Mei ada bersamanya.


"Zaf... hikkzzz." tangis Mei pecah saat ada Zaf. Mei tak bisa menyembunyikan kelemahannya di depan pria satu ini.


"Menangislah Mei.. aku akn di sini menunggu sampai kau berhenti menangis." ucap Zaf. sembari mendekap tubuh Mei dalam pelukannya.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2