
...🤍Selamat Membaca🤍...
Zaf dan Mei berjalan betautan menuju Ruang dokter yang biasa memeriksa kandungan Mei.
"Bagaimana dokter?" tanya Zaf setelah pemeriksaan selesei.
kini Zaf dan Mei tengah duduk dengan tengan saling bertautan.
Dokter gelengkan kepalanya. Sehingga membuat Zaf merasa panik. "keadaan janinnya sudah mulai besar. Namun pertumbuhan organ organnya belum sempurna." terang Dokter
"Terus apa yang harus kita lakukan dokter?" tanya Zaf
"kita hanya bisa memberi terapi obat dan juga Membuat si ibu selalu nyaman. mungkin karena stres itu yang membuat si janin lambat untuk menyempurnakan." terang dokter
Lalu dokter menyerah kan resep obat yang harus di konsumsi Mei. "pesan saya.. berikan obat ini secara teratur dan jangan telat."
Zaf menerima resep obatnya. Mei hanya diam. dirinya tak begitu tau apa yang dokter sampaikan. Mei hanya menuruti apa yang Zaf bilang. dan tidak berani membantah karena Mei masih takut dengan kejadian yang selalu menimpanya.
Mereka berjalan menuju apotik. Mei masih dengan menautkan tanganya ke tangan Zaf. Kalo berpapasan dengan Pria Asing Mei semakin erat menautkan tanganya.
Zaf tau Mei masih takut pada dirinya. Namun Zaf tidak tersinggung karena itu juga kesalahanya.
Setelah mereka menebus obat. Mereka melanjutkan perjalanan pulangnya.
Zaf menatap wajah Mei yang sedang tertidur. Sampai di rumah Zaf segera membopong tubuh Mei dan membaringkanya di tempat tidur.
Zaf melepas sepatu Mei. Setelah itu Zaf segera ke dapur memasak untuk Mei.
Zaf memang tidak menyewa Asiten. dirinya hanya ingin lebih dekat dengan Mei yang hanya di beri waktu 4 bulan lebih.
Jika bayi itu lahir. mau tidak mau Zaf harus melepasnya.
Setelah selesei Zaf Segera menyiapkan di meja makan. Zaf hanya ingin mengubah Kebiasaan Zaf. yang dulunya mengurung Mei untuk mendapatkanya. Namun sekarang mengubah semuanya untuk memberi rasa nyaman pada Mei.
Mei terbangun dan mendapati dirinya sudah berada di kamarnya. Mei mencoba mengingatnya. namun dirinya tak sanggup.
"Mei.. kau sudah bangu?" tanya Zaf tiba tiba.
Mei menoleh ke sumber suara itu dan menatapnya. Zaf selalu menyuguhkan senyum lebarnya pada Mei.
"Apa kau mau makan?" tanya Zaf
Mei memandang perutnya dan meraba. "Ayok kita ke meja makan." ajak Zaf
Zaf pun menggandeng tangan Mei. dan menuju meja makan. Zaf sudah menyiapkan semua kebutuhan Mei.
"Mei, mau nambah?" tanya Zaf yang di jawab dengan anggukan Mei.
__ADS_1
Setelah selesei Zaf segera membereskan Meja makan. Dan Mei duduk di sofa.
"Kau mau nonton TV?" tanya Zaf
Mei hanya mengangguk. Mei hanya memberi jawaban bahasa isarat.
karena Mei masih takut untuk bersuara.
Lalu Zaf menyalakan TVnya. Mei paling suka tayangan kartun Kuning.
Zaf membersihkan meja makan dan dan mencuci piringnya di dapur. setelah itu ke sofa duduk di samping Mei.
Zaf Mengambil tangan Mei dan meremasnya. Mei menoleh. "Apa boleh aku mengelus perutnya Mei?" tanya zaf. yang di angguki oleh Mei
...🍃...
Malam telah datang.
Zaf tengah mengerjakan pekerjaanya di ruang kerja.
Sedangkan Mei sudah tidur.
Zaf memikirkan sikap Mei. Zaf bermaksud ingin Membawa Mei ke psikiater. agar segera tertolong dari traumanya.
Zaf berjalan menuju kamar dan mendapati Mei tengah terduduk dengan Mata yang masih basah
Mei langsung memeluk Zaf dengan sangat erat. Zaf pun membalas pelukanya "tenang ada aku di sini. kau jangan takut." ucap Zaf
Zaf membawa kembali Mei untuk tidur. Tangan kanan Zaf di gunakan untuk memeluk Mei. sedangkan tangan kirinya di gunakan untuk bantalan Mei.
Mei merasakan ada rasa yang begitu menggelora di dalam sana. begitu juga dengan Zaf.
Zaf ingin sekali menggauli Mei. namun dirinya ingat bahwa ini belum waktunya. Zaf sadar ini memang berat untuk dirinya. tidur bersama dengan wanita yang sudah memporak porandakan hatinya. tanpa melakukan sesuatu. Zaf tak ingin kehilanganya lagi karena sifat egoisnya.
Zaf mengecup Kening Mei dan mengelus rambutnya. sehingga Mei kembali teetidur.
Zaf segera bangun untuk membuang Sesuatu yang bikin cenut cenut jika tak di buang.
Setelah menuntaskan di kamar mandi. Zaf segera merebahkan bobotnya di samping Mei.
...🍃...
Mentari pagi begitu indah.
Zaf sudah menyiapkan makanan untuk Mei dan juga dirinya.
Mei terbangum.
__ADS_1
Zaf mendengar tangisan Mei. langsung berlari ke arah kamar.
"Mei.. kau kenapa? apa nya yang sakit?" tanya Zaf
Mei memegang perutnya. "Apa perutmu sakit?" tanya Zaf. Mei mengangguk. Zaf segera mengelus perut Mei dan mengecupnya. "Anak papa diam ya. jangan nakal." ucap Zaf tepat di perut Mei.
Mungkin Si bayi juga ingin di sapa oleh papanya. setelah mendengar suara Zaf. bati itu langsung diam. tidak bergerak seperti tadi
Zaf mendongak menatap Mei. Mei tersenyum dan menggelenga. "masih sakit?" tanyanya yang di jawab dengan gelengan kepala.
"Ayok Mei. kau mandi dulu. habis ini kita akan jalan jalan." ucap Zaf
Zaf membawa Mei ke kamar mandi. Zaf melepas semua pakaian yang di tubuh Mei dan hanya menyisakan CD nya.
Zaf membawa Mei masuk ke bath up yang sudah di isi air hangat dan di beri Tetesan Aremathrrapi.
Zaf menggosok punggung Mei dan juga Bagian depan Mei. ( jangan di tanya. jika junior Zaf diam saja tidak bergerak. karena itu sangat mustahil. Jukinya minta untuk di tuntaskan.)
setelah selesei Zaf segera memakaikan handuk. dan menggantikan bajunya.
( Sebenarnya Mei masih bisa melakukan sendiri. namun demi menghindari kemarahan Zaf dirinya diam saja saat di perlakukan bak ratu )
Zaf kembali mengikat rambut Mei. setelah selesei Zaf segera mandi. dan menuntaskan yang harus di keluarkan
Mei tengah berdiri di balik jendela. menatap nanar pemandangan di luar sana.
Mei kembali teringat waktu dirinya pertama kali masuk di tempat ini.
"TIDAK.. TIDAK.. JANGAN.. JANGAN.. JANGAN.. LAKUKAN AKU MOHONN.. JANGANN..." teriak Mei lalu meringkuk di bawah jendela.
Zaf segera keluar mendengar teriakan Mei. " Mei.." panggil Zaf
Zaf segera memeluk Mei dan mengangkat ke tempat tidur. Zak mendekap Mei. dan mengecup keningnya. "Tenang Mei.. Ada aku di sini." ucap Zaf. Lalu Zaf membingkai wajah Mei. Zaf memberi Senyum lebarnya pada Mei. Mei pun membalas pelukan Zaf dengan begitu erat. Tubuhnya masih gemetar karena rasa takut.
"Tidak ada yang akan menyakitimu Mei. percayalah." bisik Zaf.
Setelah rasa gemetar bya sudah hilang. Zaf melepas pelukanya.
"Aku ganti baju dulu Mei" ujarnya lalu segera pergi ke ruang ganti.
Mei terdiam sembari Meringkuk di atas tempat tidur.
Zaf keluar dengan baju santainya. Zaf mengajak Mei berjalan jalan ke taman. Mei bergenti di kala melihat anak kecil makan Ice kriem. "kenapa Mei?" tanya Zaf. Tidak mendapat jawaban dari Mei. Zaf pun mengikuti arah Pandangan Mei. "ayo kita beli ice kriem Mei." ajak Zaf
Mei mendongak bahagia. Mereka pun segera melangkah menuju ke kedai ice kriem
...Bersambung...
__ADS_1