
...🤍 Selamat Membaca 🤍...
"Zaf kau sudah di rumah?" tanya Marlena
"Tadi bunda berusaha menghubungimu. namun tidak tersambung. bunda mau izin bawa Mei jalan jalan. kasiam di rumah sendiri tidak ada makanan." terang Marlena
Zaf hanya menganggu. "Maafin Zaf bund. tadi Zaf telat pulang. dan ponselnya kehabisan daya." terang Zaf.
lalu melihat Mei yang sepertinya sangat kelelahan.
"Mei..ayo istirahat dulu. kau pasti lelah." ajak Zaf
Marlena tersenyum melihat Anaknya yang begitu perhatian. Ada rasa bahagia yang tak bisa di ungkapkan dengan kata kata. Lalu Marlena masuk ke dapur dan membuatkan sup untuk Mei.
Sup Ayam pasti cocok denganya karena lelah.
Zaf berbaring di sampin Mei. "bagai mana hari ini? kau senang?" tanya Zaf. Mei mengangguk. lalu memijit kakinya.
"Sini.. biar aku pijitin." ucap Zaf lagi
Mei pun mengarahkan kakinya di pangkuan Zaf. Zaf mulai memijit lembut Kaki Mei. "Maaf yaa.. tadi aku tidak menepati janji." ucap Zaf.
Mei mengangguk. dan kembali tersenyum lalu menarik kakinya. "Apa sudah baikan?" tanya Zaf
Mei menggeleng. "Aku pingin berendam di air hangat." ujarnya
"ohh ok.. aku siapkan dulu a."
Zaf pergi ke kamar mandi. dan mulai menyiapkan air hangat untuk Mei.
"Sudah Mei. ayo aku gendong."
Mei menggeleng. Lalu Mei menurunkan kakinya. Mei meringis saat merasakan dinginya lantai ini. Zaf segera mengambilkan sandal rumah. "jangan lupa pakai ini Mei."
Meipun memakainya. lalu berjalan ke kamar mandi. setelah memastikan Mei sudah berendam Zaf segera keluar dan menghampiri sang bunda yang tengah sibuk di dapur.
"Zaf.. kalo Mei mersakan kelelahan. buat sup ayam biar enakan." terang Marlena Zaf hanya mengangguk.
"Bawa Mei therapy Zaf. atau jalan jalan di pagi hari biar ototnya lemas. jadi tidak merasa lelah kalo di gerakkan" terang Marlena
'iya bund" jawabnya
"Zaf kenapa tidak kau nikahi saja Mei?" tanya Merlena
"Mei tidak mau bund. setelah melahirkan aku dan Mei akan berpisah. dan kami tidak akan pernah saling mengenal lagi." ujar Zaf. walau ada rasa sedih Tapi itu memang harus mereka lakukan.
"hehhh.." Malena mend*ah
"lalu bagaimana dengan anak kalian?" tanya Marlena
"Zaf akan menyerahkan pada Mei bund. walau sebenarnya hati ini sangat sulit. tapi Zaf akan berusah menerima keputusan Mei." jawab Zaf
Marlena terdiam. dalam hal ini Marlena tidak akan ikut campu. karena ini adalah masalah hati.
Mei keluar setelah selesei mandi. sudah memakai baju ala kadarnya.
"Mei.. sini?" panggil Zaf.
Mei pun menurut.
"Sayang ini bunda buat kan soup untukmu. ayo makan mumpung masih panas." ucap Marlena
Mei pun mengambilnya dan menatap wajah Zaf.
"ohh. iya..sebentar" Zaf segera berdiri dan mengambilkan sendoknya
__ADS_1
"Jangan lupa obatnya juga di minum ya Mei." Zaf selalu mengingatkan untuk minum obat. Mei mengangguk.
Marlena menyaksikan 2 Insan di depanya. 'ternyata perhatian Zaf dalam memperlakukan wanita yang di cintainya. seperti Ansel. Sifat mereka begitu sangat mirip.' Batinya
...🍃...
Malam sudah begitu larut.
Mei belum bisa tidur karena merasakan kakinya begitu sakit. Jalan jalan tadi membuat kakinya sedikit membengkak.
"Mei.. belum tidur?" tanya Zaf
Mei menggeleng. dan Zaf melihat mata Mei yang berair. "kenapa? tanya Zaf.
Ntah kenapa Zaf lebih suka melihat Mei yang cengeng. sedikit sedikit manangis. Zaf selalu ingin Mei merajuk dan bergantung padanya.
"Sakit." desisnya
"Apanya yang sakit Mei?" tanya Zaf
Mei mengurut kakinya. Zaf langsung tanggap jika kakinya yang sakit. "kakinya agak membengkak?" tanya Zaf. Mei mengangguk.
"Sebentar yaa." ucap Zaf lalu keluar dari kamarnya
"Bund.." teriak Zaf.
Mendengar suara si bontot Ansel langsung bergumam. "itu anak suka sekali menggangguk kita " ujarnya
"ssttt... dia seperti dirmu" ujar Marlena. lalu keluar menghampiri sng putra.
"Ada apa?" tanya Marlena
"Kaki Mei. kenapa membengkak bund?" tanya Zaf
"itu karena tidak biasa jalan jalan. Suruh tidur dengan posisi miring. dan taruh bantal di bawah kakinya." jawab Marlena
Zaf mengangguk dan segera masuk kamar dan menyampaikan apa yang di katakan Marlena.
Setelah itu kakinya sedikit berkurang rasa sakitnya. Dan sudah kembali tidur dengan menghadap ke arah Zaf.
Zaf mengecup kening Mei. dan segera merebahkan dirinya di depan Mei.
...🍃...
Mentari begitu indah.
Zaf sudah siap dengan kostum olahraga.
Pagi ini Zaf akan mengajak Mei jalan jalan ke taman. di sana banyak anak anak kecil yang berlarian.
Begitu juga Mei. Mereka jalan beriringan dengan menautkan kedua tanganya.
Meiri begitu terhibur melihat anak anak kecil berlarian. Merela sudah berputar selama 2 putaran. "Zaf berhenti dulu. aku cape." ujarnya
Zaf pun menurut.
"Mei.." panggil seorang pria.
"Aldrick."Sapanya. Mei langsung berhambur ke pelukan Aldrick.
Melihat adegan itu. hati Zaf begitu sakit. ada dentuman keras yang menindih hatinya.
Cemburu... sudah jelas dirinya Cemburu. hidup dengan Mei seperti hidup dengan istrinya. Zaf selalu mengingunkan untuk memilik Meiri. Namun semua itu tidak mungkin. melihat Mei begitu Cinta sama Aldrick.
"Bagaimana kabarmu Mei?" Tanya Aldrick
__ADS_1
"Aku baik Al." jawabnya. Mereka tengah duduk menjauh dari Zaf.
Sedangkan Zaf dirinya hanya mampu meredam perasaanya.
"Perutmu sudah mulai kelihatan Mei." ujar Aldrick
Mei tersenyum. lalu ingat dirinya tadi bersama Zaf. "Zaf." panggilnya
"Apa Mei.. kau cari siapa?" tanya Aldrick
"Mei.. aku ingin bicara sesuatu padamu." ucap Aldrick
"katakan saja Al." jawab Mei dengan perasaan sedikit gelisah.
"besok temui aku di kafe xx Mei." ujar Alderick
"iyaa.. aku akan temui kau besok." jawab Mei
Lalu Mei mencari Zaf.
"Zaf" panggil Mei.
"Mei.."
"Zaf.. kau dari mana?" tanya Mei
"Main bola sama mereka." jawabnya
"kita pulang Zaf." ujar Mei
Zaf mengangguk dan kembali menggandeng tangan Mei.
Dalam mobil tidak ada obrolan di antara mereka. mereka sibuk dengan pikiran masing masig.
Zaf enggan menanyakan Tentang Mei dan Aldrick.
"Mei.. apa kau lelah?" tanya Zaf
Mei menggeleng.
"Kita jadikan Therapi?" tanya Zaf
Mei mengangguk. Mereka telah sampai di rumah.
"Kalian sudah pulang. Bunda mau pulang hari ini." ujar Marlena
"Apa urusan papa sudah selesei bunda?" tanya Zaf
"Sudah. Kamu jaga Mei ya." pesan Marlena
Marlena dan Ansel segera pergi dari rumah Zaf.
Zaf dan Meiri tengah duduk di ruang makan. mereka tengah menikmati makanan yang di buat Marlena.
...🍃...
"Ayoo.. Mei masuk" Ajak Zaf. Mereka kini tengah berada di tempat Therapis.
Seperti biasa Mei selalu menolak ketika ada orang asing. dirinya semakin erat menggandeng tangan Zaf.
"Kalo begitu anda boleh menemaninya tian." ujar Dokter
Zaf pun mengikuti Mei dan dokter therapis di sebuah ruangan yang bernuansa putih. Ternyata sudah banyak wanita di dalam ruangan ini.
__ADS_1
Mei mulai mengganti bajunya di ruang ganti. Zaf selalu menemani Mei kemanapun Mei melangkah.
...Bersambung...