
**Banyak Typo Bertebaran 🙏
...🤍 Selamat membaca 🤍**...
Tok..Tok...Tok...
Meiri bangun saat ada yang mengetuk pintunya. dengan Rasa takut dan hawatir. Meiri mengintip siapa yang datang sepagi ini.
"Filbert.." cicitnya. Meiri masih belum ingin bertemu dengan siapapun. termasuk dokter yang tadi malam mengajak Dirinya ke pesta. dan membiarkan dirinya sindiri.
Meiri teringat kembali wajah pria itu. Meiri kembali meneteskan air matanya. Meiri kembali ke kamarnya. dan kembali meringkuk di bawah selimut tebalnya. "Hikkzzz... Ibu.. Bapak.. maafin Mei.. Mei tak bisa menjaga kehormatan Mei."Hikzzz..
Memory 6 tahun lalu. kembali terulang. "Kenapa ini harus terjadi lagi pada kami Tuhan.."
Tok... Tok.. Tok...
Meiri enggan bangun dari tidurnya. dirinya benar benar belum mau bertemu dengan orang asing.
...🍃🍃...
Di tempat berbeda
Zaf.. masih menatap Ranjang yang bernoda Merah. lalu memungut dan menggantinya.
semenjak dirinya di hianati oleh pacarnya. Zef mulai menjauh dari yang namanya wanita. Bahkan Asisten Wanita pun dirinya tidak punya.
Bahkan dirinya memutuskan untuk pergi meningglkan kedua orang tuanya. dan lebih suka hidup sendiri.
Zaf segera Bersiap untuk ke kantor.
...🍃🍃...
Filbert masih terus mengetuk pintu apartemen Meiri.
Dirinya yakin Meiri masih berada dalam. karena tadi dirinya bertemu dengan kedua sahabatnya. dan menanyakan perihal Meiri
kedua sahabat Meiri pun mengatakan. jika Meiri sedang tidak baik keadaanya.
Filbert pun memutuskan untuk membeli makanan terlebih dahulu. biar Meiri bisa sarapan dan segera pulih.
Hampir 30 menit Filbert menunggu Meiri di depan pintu. namun tak di bukanya.
Filbert pun memutuskan untuk pergi dari apartemen Meiri.
...🍃🍃...
Meiri masih meringkuk di tempat tidurnya.
Merasa sangat Lapar Meiri pun segera bangkit. dan menyantap apapun yang ada di dalam kulkas.
Meiri tak dapat menikmati makananya. benar benar tak ada selera makannya. walau perut ini begitu sangat lapar.
Hari sudah sore.
Meiri memutuskan untk melupakan apapun yang telah terjadi pada dirinya.
__ADS_1
Mei akan berusaha bangkit. Dirinya tidak ingin terus menerus menyesali apa yang sudah terjadi.
"okee... aku bisa melewati semuanya. semua sudah di atur oleh Tuhan. Apapu yang terjadi padaku. aku harus bangkit" ucap Meiri menyemangati diriya
"Meii..." panggil Raya
Meiri menoleh dan tersenyum dirinya belum ingin menceritakan pada dua shabatnya. dirinya tidak ingin kedua sahabatnya itu merasa cemas.
Di belakangnya ada Filbert. dirinya menatap Meiri. Filbert tau wajah mata gadis itu habis menangis
"Mei dokter Filbert mencarimu." ujar Raya
Mei pun mengangguk dan tersenyum pada Filbert.
"Meii aku mau bicara sesuatu padamu." ucapnya
Mei membawa Filbert ke taman yang ada di belakang apartemenya.
"Maafin aku Mei.. tadi malam telah mengabaikan kamu." ucapnya kemudian
"sebenarny aku sangat kecewa padamu Fil.. Aku benar kecewa." ujar Meiri sedikit bergetar
"Maafin aku Mei.." hanya ucapan itu yang mampu terlontar dari bibir Filbert.
"Sudah Fil.. tidak ada yang perlu di cemaskan. aku baik baik saja." ucapnya
Filbert mengangguk dan meraih tangan Meiri. "Aku sayang padamu Mei." ucapnya
Meiri langsung menarik tangannya. dirinya enggan menatap wajah Laki laki yang ada di sampinya.
Meiri mengalihkan tatapanya. lagi lagi bayangan pria itu muncul. "tatapanya.. tatapan itu bukan tatapan *****. tapi lebih kepada tatapan dendam. tapi apa salahku sehingga dia memiliki dendam pada ku." Batin Meiri
"Maaf Fil aku harus istirahat. Sepertinya aku sangat lelah hari ini " pamit Meiri.
Filbert hanya mengangguk. dan terus menatap punggung Meiri. "pasti telah terjadi sesuatu pada gadis itu. sikapnya tidak seperti biasanya." gumam Filbert
Meiri langsung bergabung dengan kedua sahabatnya.
"Mei.." panggil Raya.
Meiri menatap kedua sahabatny. "Mereka saja sudah kehilangan gadisnya. namun mereka tetap biasa saja. kenapa aku harus Bersedih terus?" tanyanya dalam hati
"tapi mereka kan melakukan atas suka sama suka. tidak seperti aku. aku telah di perkosa." Hati kecil Meiri mulai merasakan kesedihan lagi.
...🍃🍃...
Tiga hari setelah kejadian itu.
Meiri sudah sedikit melupakan insident malam terkutuk itu.
Dirinya sudah mulai membiasakan dengan keadaanya. Walaupun harinya belum bisa menerima dan melupakan Pria bia*ab itu. namun dirinya sudah mulai kembali terhibur dengan teman teman kerjanya.
hubunganya dengan Filbert sudah mulai biasa.
namun Meiri masih sama. untuk menjaga jarak darinya.
__ADS_1
selera makannya belum juga sempurna.
Makanan yang dia sukai pun mulai tidak ada keinginan untuk mencicipinya lagi.
Tubuh Meiri semakin kurus setiap hari. Mungkin karena dirinya sudah kehilangan selera makanya sejak 3hari yang lalu.
Siang itu Meiri berjalan untuk segera pulang.
jam Kerjanya sudah selesei. Meiri berjalan melewati trotoar dengan langkah gontai.
Hari ini Meiri begitu lemas. bagaimana tidak lemas. setiap hari dirinya tidak bisa mebikmati makanyn. selera makanya tiba tiba hilang. benar 3 hari ini Meiri hanya minum air. makan paling hanya kue sepotong. itupun harus di paksa.
tiba tiba pandangan Meiri gelap. dan tubuhnya langsung limbung.
Dirinya pinsan di jalan.
Meiri terbangun Meiri menatap seluruh Ruangan ini. Meiri mengingat lagi sesuatu.
"ini bukan rumah sakit. ini rumah pria itu. Meiri menatap dirinya. masih berpakaian utuh." batinya
"kenapa aku bisa ada disini?" tanyanya pada dirinya
Tiba tiba pintu terbuka. terlihat sosok pria itu. wajah yang ingin sekali Meiri hidari.
"jangan.. mendekat.." ucap Meiri tiba tiba
Pria itu berhenti dari langkahnya. dan menatap Meiri. wajahnya yang begitu pucat dan lingkaran hitam di bawah matanya.
"kau tadi pingsan. dan aku membawamu ke sini." ucapnya
"lebih baik aku mati di jalan dari pada harus melihat wajahmu." ucap Meiri
pria itu menatap Meiri jengah. lalu meletakkan nampan yang sudah ada beberapa makanan.
"Tubuhmu sangat kurus. dokter bilang kau kehilangan asupan gizi. kau harus makan yang banyak. agar kau kembali sehat." ucap Pria itu
"Jangan syok perhatian padaku. Aku begini karena ulahmu. Aku benci padamu. pria bia*ab. pria jahat Aku sumpahin hidupmu akan gila seumur hidupmu." Teriak Meiri. dirinya benar benar membenci pria itu..
Mendengar gadis ini bicara kasar padanya. Pria itu langsung mendekati Meiri.
"Apa.. yaang akan kau.. lakukan padaku." tanya Meiri sedikit takut. dirinya sangat takut kejadian malam itu terulang kembali.
pria itu langsung. menangkap tubuh Meiri. "jangan pernah menyumpahiku." ucapnya
"Aku hanya ingin menolongmu. karena kau pingsan. tapi kau malah berkata kasar padaku" ujarnya.
"Lepaskan.. pria bodoh. pria crocodile.. lepaskan.." teriak Meiri
Namun Pria itu malah kembali menjamah Meiri.
Pria itu hanya ingin Meiri tidak naif. seperti yang dia katakan.
Setelah selesei Pria itu langsung meninggalkan Meiri yang Masih menangis.
"kenapa harus pria ini yang menolongku. kenapa bukan orang lain saja." batinya.
__ADS_1
"Aku telah di perkosa lagi dengan orang yang sama. sebenarnya apa salahkuu?" tangis Meiri
...Bersambung...