WANITA PELAMPIASAN 2

WANITA PELAMPIASAN 2
Keluarga bahagia


__ADS_3

...🤍 Selamat Membaca 🤍...


"Apa kau yakin Mei?" tanya Zaf. saat melihat Mei sudah siap dengan penampilannya.


Saat ini Mei tengah duduk dan memoles wajahnya dengan sedikit polesan.


Sedangkan Zaf  Zaf tengah menggendong Alv 



"bukanya kau akan menunjukkam pada mereka. bahwa kau sudah punya anak dan istri?" tanya Mei


Zaf tersenyum bahagia.


Zaf hanya ingin mengenalkan keluarganya pada dunia bisnisnya  dan juga pada lawanya.


Zaf keluar bersama Mei. di dadanya sudah ada Alv yang menggantung di gendonganya.


"Nanti kita segera pulang Mei. biar papa dan bunda yang menyeleseikan." ujar Zaf


Mei mengangguk. "Ayoo.. aku sudah siap."ujar Mei.


Mereka pun segera memasuki mobilnya.


...🍃...


Di tempat yang beda


Ansel beserta Marlena sudah berada di rumah Arnold.


"Silahkan tuan. Tuan Arnold sudah menunggu anda" ucap Seorang pelayan


Ansel dan Marlena pun segera masuk. dan langsung di sambut oleh Ernold dan juga Yohana.


"Wahh ternyata nyonya Marlena masih sangat cantik." puji Yohana


"Ahh tidak juga. jangan berlebihan." balas Marlena


"Ayo silahkan duduk. " ucap Yohana


Mereka pun duduk di ruang utama 


"Mami.." panggil Nadira dengan jalan yang masih sedikit tersoek.


"Sini sayang. kenalkan ini Tante Marlena. dan ini om Thomas. mereka orang tua Zaf." terang Arnold


"Selamat malam tante.. selamat malam om" sapa Nadir


"Selamat malan sayang " jawab Marlena. begitu juga dengan Ansel yang juga menjawab sapaan dari Nadira


"ohh iyaa . Zaf mana tante?" tanya Dira


"Zaf masih di perjalanan. mungkin mereka segera sampai." jawabnya


"Merekaa." cicit Nadira. dan juga Yohana


Marlena tersenyum. "iyaa.  mereka  Zaf beserta teman nya." jawabnya. Marlena sekenanya.


"oohh.." ujar Nadira


Merekapun Asyik mengobrol.


"Tante. tante pasti bangga punya anak seperti Zaf. selain ganteng dia juga peduli pada sesama." ujar Nadira


"msksudnyaa?" tanya Marlena

__ADS_1


"Kemarin Zaf menolong Dira tante  waktu Dira jatuh dan kakinya terkilir." balas Nadira


Oohhh.. Marlena tersenyum pada Nadira. Nadira mulai nyaman bersama Marlena.


"Tumben yaa Zaf mau melakukan itu. padahal biasanya tidak seperti itu." ucap Marlena. Yang membuat Nadira bangga. seoalah olah dirinya telah di perlakukan dengan special oleh Zaf.


"Masak sihh tan?" tanya Nadira


"Iyaa.  dulu Zaf pernah terpuruk dan menghindar dari keluarganya. Setelah ada kejadian yang membuat dirinya terluka." jawabnya.


"Namun sekarang Zaf sudah berbeda. semenjak Dia..." ucapan Marlena terpotong. saat Arnold dan Ansel menyebut nama Zaf.


Nadira menoleh bahagia saat melihat pria idamanya itu hadir. sangat mempesona sekali.


Nadira tersenyum bahagia. Nadira melangkah mendekati di mana Zaf berdiri.


Namun tiba tiba langkahnya terhenti saat Ada yang menghampiri Zaf.


Senyuman itu luntur begitu saja. berbanding terbalik dengan Meiri. Meiri tersenyum hangat menatap wajah Cengo Nadira.


"Haii. " sapa Mei


"Heii.. sayang cucu bunda ikut juga?" tanyanya.


Nadira menatap Marlena tak percaya.


"ja.. jadii Zaf " ucap Nadira terpotong


"Nadira.. kenalin ini istri Zaf dan ini putranya." ucap Marlena dengan menggendong Alv.


"ehh.. kenapa hanya berdi..." ucapan Yohana terpotong saat melihat wanita di samping Zaf.


"Selamat malam tante." sapa Mei


Sedangkan Nadira. Nadira masih diam mbeku di ruang utama. hingga tepukan lembut dari sang papi menyadarkanya 


"Ayoo.. masuk." ajak Arnold pada putrinya.


"Kau sudah tau kan. jika Zaf sudah menikah. jadi jangan mencoba untuk menganggu kebahagiaan mereka." tekan Arnold


Di Ruang makan. Marlena terus menghujani kasih sayang pada Alv. begitu juga dengan Ansel.


Melihat pemandangan yang menghangatkan seperti itu hati Nadira seperti teriris. "Seharusnya aku yang merasakan kebahagiaan itu. bukan wanita kampungan ini." batin Nadira. sembari mencengkram kepalan tanganya begitu kuat.


Arnold pun juga ikut menggendong Alv. "wahhh.. tuan Thomas sekarang sudah punya berapa cucunya?" tanya Arnold


"Sudah 5. sebentar lagu 6. Jawabnya


"6,?" cicit Arnold


"Iyaa Istri Zaf tengah mengandung lagi." jawab Ansel


"Waahhh.. hebat . padahal ini masih kecil sudah mau punya adek saja sih." goda Arnold


"Yaa.. maklum pasangan muda. masih menikmati Hanimoonnya " ucap Ansel.


Merekapun pada tertawa. Sedangkan Yohana hanya tersenyum getir melihat reaksi putrinya. "bisa bisanya suaminya itu tak bisa melihat perasaan putrinya sendiri." batinnya


"paa.. ini sudah malam. Zaf pulang dulu kasian Alv." pamitnya


"oohh.. iya iya. hati hati." ucap Ansel.


sedangkan Marlena mengantar menantu dan anaknya sampai depan. "hati hati yaa cucu bunda." pesanya


"iyaa bunda. selamat malam." kawab Mei

__ADS_1


Ansel dan juga Marlena pun pamit untuk segera pulang. karena urusan makan malam sudah selesei.


Sepeninggal Mereka.


"Sekarang kalian sudah tau jika Zaf sudah punya anak dan istri. Mereka itu sangat bahagia sekali." ucap Arnold tiba tiba.


Yohana dan Nadira di buat jengah dengan sikap papinya yang tidak berpihak padanya 


"Dira ke kamar dulu Mi." ucap Nadira


"Iya sayang" balas Yohana


"pii.. tak seharusnya papi itu memuji mereka. papi tidak tau bagaimana perasaan Dira?" tanya Yohana sang istri


"Biar dia sadar mi.. dan tidak mengejarnya lagi." balas Aenold


"Mami akan nglakuin apapun untuk putri kita. Akan menyingkirkan penghalang kebahagiaan putri kita pi." tekan Yohan


"Mii.. jangan ulangi lagi." bentak Arnold


"memang kenapa pii..?" tanya Yohana


"Apa mami tidak lihat. dulu mami yang sudah menghancurkan gadis itu. tapi apa mami lihat Dira juga bisa hidup dengan Zaf?" tanya Arnold.


Yaa.. Arnold ingat siapa istrinya ini. wanita yang sudah merusak kebahagiaan seorang gadis. Gadis yang di sukai Zaf.


Sedangkan Nadira juga menyukai pria yang gadis itu cintai.


"itu beda pi.." ujar Yohana


"Dengar mi.. jika sampai terjadi lagi mami merusak kebahagiaan mereka. maka papi tidak segan segan membuka kasus mami yang sudah lama di tutup." tekan Arnold


"papi.. jangan mengacaukan rencana papi dong. mami tidak takut." balasnya.


"kita lihat. jika mami sampai melakukan lagi. papi tidak segan segan lagi menceraikan mami." sarkasnya.


lalu meninggalkan istrinya sendiri di kamarnya.


Nadira yang tidak sengaja mendengar pertengkaran orang tuanya. itu di biat terkejut.


"Siapa gadis yang sudah mami hancurkan. apakaah Zaf punya wanita lain selain Clara dulu? atau Clara yang sudah mami hancurkan?" batin Nadira


"Mami.." panggil Nadira


"Hai sayang.. belum tidur." tanyanya


Nadira menggeleng. "Mami jujur pada Dira. siapa gadis yang di maksud papi?' tanya Dira


"Gadis??" cicit Yohana


Nadira mengangguk


"Siapa Mi?" tanyanya


"Tidak ada sayang." jawabnya.


"Mami jangan mbohongi Dira mi. Dira dengar semua." ujar Nadira


"itu tidak benar Dir. papimu.." ucapan Yohana di potong oleh Nadira


"Katakan Mi.. apa Mami yang telah merencanakan Semua itu pada Teman Dira?" Tanya Nadira


"Temen kamu? teman kamu siapa?" tanya Yohana. seoalah dirinya tidak tau apa yang di maksud Putrinya.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2