WANITA PELAMPIASAN 2

WANITA PELAMPIASAN 2
Menepati Janji


__ADS_3

...🤍 Selamat Membaca 🤍...


"Meii.. kita berangkat sekarang." ucap Zaf


Mei mengernyitkan keningnya. Menatap ragu Pria yang sudah hidup bersama tanpa ikatan apapun.


"Bukannya kau mau ngantor?" tanya Mei


"Aku antar kamu dulu. baru stelah itu aku pulang segera ngantor." jawabnya Santai.


"Kau kan tau. ahir ahir ini aku sibuk." tambahnya


Mei mendes*h Jengah dengan Zaf. bisa bisanya dirinya tidak memikirkan perasaanya. Yang dia urus malah urusan yang lain. "lihat saja.. setelah ini aku akan membawa anakku pergi jauh darimu Zaf" gumamnya dalam hati.


Mei duduk di atas sofa. sembari menikmati susu yang sudah Zaf siapkan. Zaf memang masih memperlakukan Mei seperti dulu.


menyiapkan makanannya dan juga semua kebutuhan Alv.


Setelah selesei dari sarapanya  Mei segera membersihkan dirinya. Sedangkan Zaf tengah mengganti pakaian Alv. Sesekali Alv menampar nampar pipi papanya. kadang juga menggigit hidung papanya.


Sedangkan saat dengan Mei. Alv juga sering menggigit hidungnya saat Mei menggoda Alv. Sehingga yang di goda kesal dan menumpahkan kemarahanya .


Mei keluar dan melihat dua pria itu tengah bercanda.



Mei segera masuk ke ruang ganti. Setelah selesei Mereka segera bersiap untuk pergi.


Mei segera menggendong Alv. Dan segera keluar dari kamar Zaf. Mei menatap Ruangan yang sudah membuatnya nyaman.


Banyak kenangan di sini. dari kenangan yang paling pahit hingga kenangan yang teramat manis.


Mei mengeluarkan Desa*an lembut. Dan memantapkan untuk melangkah ke depan. "Semoga kedepanya hidupki lebih baik dan bisa hidup bahagia" Doa Mei dalam dan memejamkan matanya sebentar


Mei sudah berada di dalam mobil. Zaf tengah memasukkan 3 kopernya. Setelah selesei Zaf segera duduk di samping Mei. dan melirik  Mei. sedangkan yang di lirik tetap pada pandangan ke arah luar jendela mobil.


Alv menggeliyat saat posisi tidurnya kurang nyaman.


Mei segera membenarkan posisi Alv tidur.


"Mei.. dari tadi diam aja." tanya Zaf


Mei tetap diam tidak menggubris pertanyaan Zaf.


Hingga Alv terbangun. karena ada Merasa haus..


Mei segera mengeluarkan Yang menjadi kebituhan Alv. dan segera memasukkan put*ngnya ke mulut mungil Alv.


Zaf tengah sibuk dengan laptopnya dan sesekalo tersenyum puas.


Melihat tingkah Zaf yang misterius itu  membuat Mei Jadi lebih Ilfil padanya.


Zaf menoleh ke arah Mei. laku menutup laptopnya. Seolah olah ada yang Zaf rahasiakan.


"Hiduplah semaumu Zaf. aku sudah tak peduli." Batinya


Zaf menyenderkan kepalany pada senderan jok mobilnya. dan memejamkan matanya untuk beberapa saat.

__ADS_1


Hingga tak terasa perjalanan Mereka sudah di ambang perbatasan kota. Mei menatap luar jendela.


Ada rasa bahagia di hatinya saat anganya bertemu dengan orang tua yang sudah membesarkanya penuh cinta.


Namun di sisi bahagianya Tercipta pula rasa Sedih. jika keputusan untuk pergi adalah keputusan tarahir karena kebohongan pria yang ada di sampingnya .


"Mungkin kami tidak berjodoh?" gumam Mei dalam hati.


Mei kembali memejamkan matanya. memutar kembali memori indahnya saat bersama Zaf. Kebahagiaanya begitu sangat sempurna dia rasa.


tidak terasa air mata Mei lolos begitu saja. Mei segera menghapusnya sebelum pria di sampingnya tahu.


Mereka telah sampai di depan rumah Mei. Mei menatap aneh Halaman rumahnya. Halaman itu tak biasanya di hias indah seperti ini.


Zaf mulai membuka matanya. melihat raut wajah bingung Mei lalu tersenyum


"Ayoo Mei.. keluar kita sudah sampai." ucal Zaf


Mei menatap Zaf. "Apa yang terjadi dengan rumah orang tuaku?" tany


Zaf mengambil Alv dari gendonganya. dan dari kejauhan seirang wanita paruh baya berlari menghampiri Zaf dan juga Mei.


"Anak ibu sudah pulang?" tanya Safia


"Ibu.. Apa yang terjadi?" tanya Mei.


Safia tersenyum lalu mengambil Alv dari tangan Zaf.


Zaf mencengkram bahu Mei dengan lembut.


"Mei.. Ini kejutan untukmu." ucap Zaf


Lalu Zaf mengambil Bludru coklat dari saku jasnya dan membukanya 


"Mei.. apa kau sudah siap menikah denganku ?" tanya Zaf.



"Maksudmu apa Zaf."


"Aku tidak akan membohongimu Mei. Aku janji akan menikahimu secepatnya." balasnya


"Zaf.. " Mei tersenyum bahagia.  Dan Safia pun ikut bahagia melihat putrinya  bahagia.


Zaf memeluk Mei. "Maafkan Aku telah membuatmu kecewa." ujarnya


"Ibu yang meminta untuk mengadakan pesta peenikahan di sini." tambahnya.


Lalu Mei melepas pelukan Zaf. dan menatap wanita yang sudah memberi cintanya dengan sepenuh jiwa.


"Ibuuhh.." panggil Mei. lalu memeluk sang ibu. Safia menci*m putri tercintanya.


"Kau sudah besar. Ibu akan melepasmu dengan senang hati nak." ucapnya


Setelah Adegan perpelukan Bapak Mei juga memberi restu pada putrinya.


"Semoga kau bahagia nak." ucap Bapak Mei

__ADS_1


Mereka di giring ke dalam dan ternyata di dalam sudah banyak keluarga dan juga teman teman Mei.


"Hari ini pernikahan kita akan di langsungkan. sebaiknya kau segera berganti pakaian Mei." ucap Zaf.


Lalu Sellin dan Gebriel menghampiri Mei. dan membawanya ke dalam. Mei menatap kamarnya. kamar yang beda dari sebelumnya. Ternyata Zaf sudah merubahnya menjadi kan kamar ini begitu luas.


Mei pun di rias oleh Gabriel. Gabriel memang jago dalam merias.


Mei sudah selesei di rias. "kau cantik sekali Mei." ujar Sellin yang di angguki oleh Gebriel.



Mei hanya tersenyum menatap dirinya di cermin. "Kak Gebbriel ternyata pinter merias juga." ujarnya


"Dulu aku pernah kerja ikut merias pengantin. sebelum bertemu dengan Sello." jawabnya dan tersenyum. saat mengingat dirinya pertama kali bertemu denga  Sello.


Mei di bawa oleh kedua kakak ipar ke depan. tempat di mana Acara prosesi pernikahanya akan di selenggarakan.


Zaf menatap Mei tanpa kedip. Zaf baru melihat Mei saat wajahnya di poles dengan mak'up. Biasanya Mei hanya memakai lipsglos merah muda.


Mei di antar sampai Mimbar. tempat di mana ada Zaf dan pendeta.


"Kau cantik sekali Mei." ucap Zaf saat mendekat ke Mei dan berbisik.


Mei hanya tersenyum dan menunduk karena sangat malu.


Zaf menggandeng Mei.


pendeta sudah menunggu sejak 1jam yang lalu.


Setelah pengucapan janji pernikahan kedua mempelai. Zaf di minta untuk memcium wanitanya.


Zaf menatap Mei tanpa Kedip. " Mei ini memang bukan ci*man pertama kita. Tapi Aku akan menjadikan Ci*man. Ciu*n yang paling berkesan." ucap nya


"Mak.. maksudmu." ucapan Mei terpotong karena bibir Zaf langsung menyrobot saat Mei membuka bibirnya 


Terdengar suara teriakan dan sorak yang begitu bergemuruh. Zaf menci*m dengan buas.



"Za.  Zaf.." pekik Mei.


Zaf tersenyum. "Ci*man ini akan selalu teringat Buat kita ." ujar Zaf


Mei pun menunduk malu pada semua orang yang menyaksikan.


Setelah acara selesei. Keluarga besar Zaf segera pamit pulang. Sedangkan Mei dan Zaf akan tinggal di sini. untuk waktu yang lama.


Mei tengah mengganti gaunya di kamar. Sedangkan Zaf. Zaf tengah membersihkan dirinya di kamar mandi.  Zaf keluar dari kamar mandi dan meneapati Mei tengah memakai Pakaian.


"Tunggu Mei.."teriak Zaf


Mei menghentikan kegiatanya . Mei menatap Zaf.


"sudah satu minggu lebih aku tidak mendapatkanya. Aku mau minta sekarang. " ucapnya


Zaf punMenci*m Bibir Mei. dan langsung mengangkat Mei ke tempat tidurnya.

__ADS_1



...Bersambung...


__ADS_2