World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
Chapter 383 Kelompok Sinon Telah Kembali


__ADS_3

Chapter 383 : Kelompok Sinon Telah Kembali


Bottlomless Gap.


Sesaat kemudian, seorang pemain wanita muncul di antara rombongan tersebut, kemudian mendekati DeathNight.



"Astaga DeathNight! Apa yang terjadi kepadamu?? Kenapa kamu bisa mendapatkan luka seperti ini??" ucapnya dengan nada terkejut memperhatikan DeathNight yang sudah penuh dengan luka-luka.



"Sinon?! Sejak kapan kalian tiba di sini!?" Orang yang barusan berbicara dengannya ialah Sinon, teman dekat sekaligus asisten di Soul Wings. Akan tetapi kedatangan Sinon membuat dia sedikit terkejut. Tanpa menjawab pertanyaan Sinon, DeathNight yang bertanya, "Tunggu dulu, Sinon. Bagaimana dengan tugasmu di Benteng Tua, apakah sudah selesai??"


 


Karena Sinon sudah berada di sini, dia memperkirakan jika tugasnya di Benteng Tua pasti sudah berhasil. Dan itu melangkah benar. Sinon memberikan anggukan sambil menunjukkan senyumnya. "Iya, kami sudah menyelesaikan bagian kami di Benteng Tua, jadi kami langsung pergi ke sini. Oh ya!" tambahnya, "dan sekarang, kita juga telah memperoleh beberapa bantuan baru." Kemudian melirik ke belakangnya.



 


Tidak selama setelah itu, terdpar puluhan orang yang berbeda dari mereka, bergerak maju melewati mereka. Pandangan mata Sinon juga berubah dan sekarang melihat mereka, begitu juga dengan DeathNight yang juga ikut melihat apa yang Sinon lihat. Saat dia matanya sudah sampai pada sumbernya, dia begitu terkejut. Orang-orang yang bergerak maju bukanlah seorang manusia. DeathNight sangat tahu akan hal itu.



 


"Eh, Sinon, bukankah mereka itu adalah Para Elf... Eh, tunggu dulu... Eh, Dark Elf?! Sinon, dari mana kalian bisa menemukan mereka??" tanyanya dengan spontan. Jelas DeathNight terkejut pada saat melihat kemunculan salah satu dsri ras langka yaitu Dark Elf, dari rombongan mereka. Dari mana Sinon menemukan mereka semua? Setidaknya itulah pertanyaan yang memenuhi kepalanya.



 


Sinon hanya menjawab pertanyaan tesebut dengan santainya, "Mereka semua adalah penghuni dari Benteng Tua. Sekarang, mereka akan berada di sisi kita, ikut membantu dalam pertempuran ini. Ya, ini semua pasti adalah rencana dari Pemimpin, membuat mereka bersekutu dengan kita. Mereka memiliki kekuatan yang besar yang bisa membantu kita."



 


"Jadi ini dari Pemimpin ya. Hee... seperti biasanya, dia selalu saja membuatku terkejut."



Seperti biasanya, ini adalah ulah Lyon. Setelah DeathNight mengetahui kalau ini adalah ulah dari Pemimpin mereka, dia tidak terkejut lagi. Segala sesuatu yang berhubungan dengan Lyon, pasti akan membawa sebuah hal yang tidak terduga. Dan ini adalah kewajaran karena sejak dulu dia memang begitu, penuh rahasia dan teka teki.


 


"Kita seharusnya tidak usah terkejut lagi kalau hal ini berasal dari Pemimpin, karena memang dia suka melakukan hal-hal yang tidak terduga...."


Sejenak, tiba-tiba Sinon teringat tentang apa yang harus dia lakukan. "Eh, DeathNight! Kamu harus segera dirawat. Cepat, pergi ke belakang dan minta penyembuhan dari para Priest."


"Ah, kamu benar! Oke, sekarang aku akan pergi."



 


Karena saking asyiknya mereka berbicara sehingga mereka lupa jika DeathNight harus dirawat. Jadi setelah Sinon mengingatkan DeathNight tentang keadaan tubuhnya, dia pun segera pergi memasuki barisan, meminta penyembuhan dari para Priest yang ada.


__ADS_1


**


 


Sementara itu, di sisi lain Vincle yang saat ini berada di luar barisan, berjalan pelan menghampiri Soul Curser. "Ya, ternyata tebakan saya benar. Aura kuat misterius yang saya rasakan sebelumnya ternyata adalah Aura Anda, kan??" ucapnya dengan santai yang berusaha  mengonfirmasi pertanyaannya kepada monster tersebut.



 


Soul Curser tetap berdiri di sana, menatap Vincle secara tajam, sebuah tatapan yang seakan melihat mangsa yang tidak boleh diremehkan, bisa dibilang pemangsa bertemu dengan pemangsa lainnya. Sesaat, tatapan tajam tersebut berubah menjadi tenang, dan kemudian membalas ucapannya dengan sebuah gelak tawa, "Hahaha, Ternyata insting Anda cukup hebat bisa mengenalinya secara langsung, tapi itu tidaklah penting. Ya! Karena hari ini Kamu dan mereka semua yang ada di sana, pasti akan ku bunuh!"



"Hoho, membunuh kami? Apakah kamu yakin??" Sambil membaringkan kepalanya ke arah kanan.



Vincle pun segera mengangkat tangannya dan berhenti ketika sudah menghadap ke langit, memberikan sebuah aba-aba, kemudian diikuti dengan perintah yang keluar dari mulutnya, "Semuanya, bersiap...!"



Para Dark Elf yang tadinya sudah maju, sekarang membentuk formasi, berdiri dengan rapi, di sekitar Vincle, menarik unsur mereka, yang menandakan kalau mereka sedang bersiap untuk menyerang. Semua itu dilakukan secara serentak. Arah dari mata anak panah dari para Dark Elf, lansung tertuju ke Soul Curser.



Sesudah itu, Vincle segera memberikan aba-aba lanjutan, "Bersedia... tembak!!!"



Mereka semua langsung menembakkan anak panah mereka ke arah Soul Curser. Semua anak panah tersebut terbang dengan begitu cepat hingha akhirnya dalam waktu beberapa detik, mereka semua menancap di tubuh Soul Curser. Total ada sekitar puluhan anak panah yang sudah menancap di tubuhnya.




Tapi, Vincle masih memasang senyumnya seakan situasi sudah berpihak kepadanya. "Kalau semua anak panah itu tidak berefek besar, bagaimana kalau dengan sedikit perubahan?" ucapnya dengan santai bertanya kepada Soul Curser.


 


"Perubahan...?"


 


Soul Curser merasa bingung dengan pertanyaan Vincle. Akan tetapi, sebelumnya menemukan jawabannya, anak panah yang ada di tubuhnya, mulai mengeluarkan cahaya putih yang semakin bersinar. Rasa sakit seketika memenuhi tubuhnya.


 


Sial! Jangan-jangan, semua panah ini!



"Bamm!!"


Ledakan besar dengan cahaya putih terang, berkelap-kelip tercipta di sana. Ledakan yang seketika memberikan Soul Curser serangan telak. Sekarang, Soul Cursed yang tenggelam di dalam ledakan.



DeathNight yang sedang menjalani perawatan segera memalingkan pandangannya ke arah ledakan tersebut. Sambil melihat ledakan yang tengah terjadi di seberang sana, dia bertanya kepada Sinon.


__ADS_1


"Sinon, apa yang sebenarnya terjadi. Saya merasa kalau ledakan itu bukanlah ledakan biasa??"


Sinon pun menjawab, "Sekarang, tuan Vincle sedang melancarkan serangan kombinasi yang baru-baru ini dia buat. Sepertinya serangan itu telah berhasil mengenai monster itu secara telak."



"Serangan baru??" DeathNight merasa bingung karena kurangnya penjelasan yang dia terima. Jadi, dia kembali memperhatikan ledakan itu sembari mencari jawabannya.



**



Kembali ke tempat Vincle.


Vincle dan puluhan Dark Elf yang berada dibelakang sana, terus memperhatikan ledakan yang tengah terjadi tidak jauh dari tempat mereka berada. Ledakan yang lumayan besar dengan cahaya putih terang yang berkelap-kelip berterbangan ke langit.



Salah satu dari Dark Elf yang dimana itu ialah Evar, berjalan menghampiri Vincle, kemudian bertanya, "Tuan Vincle, apakah kita ssudah mengalahkan monster itu??"



Vincle memberikan respons yang tidak sesuai harapan, menggeleng-gelengkan kepalanya. "Sepertinya tidak. Saya masih bisa merasakan aura yang dilancarkan dari monster itu. Tuan Evar, segera beritahukan kepada Dark Elf lainnya agar bersiap untuk memberikan serangan lanjutan. Setidaknya kita membutuhkan beberapa gelombang serangan lagi agar bisa mengalahkannya."



"Baik!"



Evar kembali ke tempat semulanya, kemudian memberitahukan kepada rekan-rekan lainnya agar segera bersiap. Satu persatu Dark Elf mulai mengisi kembali amunisi panah mereka dan bersiap untuk dibidik.


Ledakan yang tadinya masih membumbung tinggi, perlahan mulai mereda, Dari balik kabut yang masih ada, muncul sesosok siluet hitam dan sesaat, Siluet terebut sudah menunjukkan dirinya yang sebenarnya. Ya, Siluet tersebut adalah Soul Curser yang tengah terduduk tidak berdaya. Kini dia sedang dalam kondisi yang buruk.



"Sialan ka-lian.... Apakah kalian menggunakan mantra mantra suci dan ledakan di dalam panah tersebut," ucapnya dengan lirih, berusaha menahan rasa perih yang ia rasakan disekujur tubuhnya.



Vincle tersenyum lebar dan memberikan jawabannya, "Benar sekali!" Kemudian lanjutnya berbicara, "Seluruh anak panah yang mereka bawa sudah dikombinasi dengan begitu baik. Panah ledak yang di miliki oleh Dark Elf ditambah dengan mantra suci dari dimiliki oleh para Priest adalah hal yang hebat dalam melawan makhluk seperti kalian."



Perlahan Soul Curser mulai berdiri kembali, sembari memberikan tatapan merah membara. "Apakah kalian kira hanya dengan serangan begitu, kalian bisa mengalahkanku? Tidak! Sekarang kalian semua harus merasakan karma karena telah berurusan dengan saya."



"Hohoho, Baiklah, silakan tunjukkan apa yang bisa dilakukan oleh monster sepertimu."



Tiba-tiba suasana yang ada di sekitar tempat mereka berubah. Aura berat menekan mereka semua. Bahkan Dark Elf dapat merasakan aura itu, mereka menjadi sedikit panik, namun Vincle berbeda. Dia masih fokus menatap Soul Curser yang terlihat akan melakukan sesuatu.



**


__ADS_1


Catatan : Mood-ku saat ini sedang buruk? Mengapa? Ya, kalian bisa dilihat rating novel yang turun. Memang itu masalah sepele, tapi itu sudah menjadi penghiburku dikala tidak ada pemasukan sama sekali, dan sekarang sudah sirna. Kan sudah tertulis di sinopsis kalau memang ada yang tidak suka dengan alurnya, bisa di downrate di novel satunya. Mau diapain silakan saja, tapi jangan ganggu yang ada di sini! Tapi, sepertinya ada di antara kalian yang memiliki tangan nakal. Sudahlah sekarang aku berlibur dulu, nikmati saja 5 bab ini.


__ADS_2