
Chapter 387 : Mengumpulkan.
Bottlomless Gap.
Lyon telah membuat pilihan yang salah ketika membawa mereka ke sini. Awalnya dia berharap jika mereka semua bisa memudahkannya dalam melakukan pertarungan nanti, tetapi nyatanya berbeda. Kesempatannya untuk merebut segalanya semakin berkurang.
Bagaimana pun caranya aku harus bisa membunuh Lich itu. Aku tidak akan menyerahkan poin pengalaman dan seluruh barang jarahannya kepada mereka, tidak akan!
Dan sejenak, Lyon teringat lagi tentang apa yang harus dia lakukan.
Ah, lebih baik aku menghubungi mereka juga. Harus ada yang bisa menghambat Undead-Undead yang ada di sini.
Lyon berencana untuk menghubungi orang lain lagi. Dia pun segera membuka panel layarnya dan mulai mencari nama yang akan dia hubungi. Sesaat, dia menemukan salah satu dari mereka. Lyon membengkaknya dan mulai melakukan panggilan.
**
Di tempat lain di Bottlomless Gap.
"Semuanya, serang!!!"
""Oo!!""
Seluruh pasukan yang terdiri dari para pemain dan juga NPC dari pasukan kerajaan mulai menerobos pasukan Undead yang ada di seberang mereka. Tidak lama setelah itu, bentrokan kembali terjadi antara kedua kubu.
Di antara mereka yang tengah ikut bertarung, ada seseorang yang terlihat memimpin pertempuran. Dia tidak lain adalah Viergo, Pemimpin dari Guild Red Rose. Rupanya mereka adalah pasukan yang berasal dari Dead Valley Road. Saat ini mereka sudah memasuki area Pertempuran di Bottlomless Gap, memulai pertempuran kembali.
Viergo memandangi suasana pertempuran. Dia bisa merasakan jika saat ini mereka sedang diuntungkan.
Ini bagus... koordinasi pasukan kami sungguh bagus, apalagi di tambah dengan bantuan dari serangan Catapult serta Ballista, akan membuat kita semakin diuntungkan.
Viergo sudah memikirkan beberapa aspek yang menguntungkan mereka, dimulai dari koordinasi antara pasukan yang berhadapan dengan Undead, bisa dibilang sudah bagus, mereka bisa saling membantu satu sama lain, serta bekerja sama. Itu akan menjadi poin yang bagus. Dan yang lainnya adalah bantuan lain yang berasal dari proyektil tempur yang dibawa oleh pasukan kerajaan. Mereka bisa membombardirkan beberapa tempat sehingga mengacaukan kefokusan Undead. Viergo sudah yakin jika mereka bisa bergerak maju.
Viergo pun berencana untuk memberikan perintah selanjutnya lagi, akan tetapi ada sebuah panggilan masuk yang tiba-tiba muncul di hadapannya. Viergo tidak jadi untuk berbicara, dan teralihkan oleh panel layar yang ada di depannya.
Pada saat dia membukanya, tanpa disangka-sangka, ternyata Lyon lah si memanggilnya itu.
"Eh, Tuan Lyon! mengapa dia menghubungiku??" ucapnya yang bertanya-tanya.
__ADS_1
Ya, Viergo juga harus mengangkatnya. Nanti dia akan tahu setelah Lyon berbicara. Jadi, dia membuka panggilan tersebut.
Viergo... Viergo... Apakah kamu bisa mendengar suaraku??
Suara Lyon sudah terdengar masuk ke telinganya. Viergo pun segera membalasnya agar Lyon mendapatkan respons kalau dia sudah terhubung, "Iya, Tuan Lyon, saya sudah bisa mendengar suara Anda." Sesudah itu, dia lagi yang bertanya, "Ada perlu apa Anda menghubungi saya??"
"Em, itu... sekarang, di manaletak lokasimu berada??"
"Saya sudah berada di Bottlomless Gap. Saat ini saya dan semua pasukan sedang bertempur melawan Undead-Undead."
"Oh, begitu yah. Coba kamu lihat koordinat yang ku kirimkan, apakah itu jarak yang cukup dekat dari tempat mu saat ini."
Kemudian sebuah notifikasi dari kotak pesan yang berada di sisi lain layarnya, muncul. Itu adalah pesan yang berasal dari Lyon, yaitu titik Koordinat yang dia maksud. Viergo pun membuka pesan terebut dan melihat isinya.
Dan peta pun tergambar di hadapannya dengan satu titik Koordinat yang berada di tenggara timur, tidak jauh dari lokasi mereka berada. Viergo melihat jika jarak mereka dengan koordinat itu tidak terlalu jauh, setidaknya setelah menembus beberapa barisan Undead, mereka akan tiba di sana. Jadi, Viergo kembali menatap panel layar dan memberitahukannya kepada Lyon,
"Tuan Lyon, saya rasa itu tidaklah terlalu jauh. Kami semua bisa bergerak ke sana dalam waktu 15 menit."
Jawaban itu membuat Lyon senang. "Bagus, sekarang kerahkan semua orang yang Anda pimpin untuk segera pergi ke koordinat itu. Cepat, kami sedang membutuhkan banyak orang untuk saat ini."
"Baik."
Viergo pun mengirimkan beberapa pesan kepada anggota Guild-nya, agar mereka tahu apa yang harus mereka kerjakan. Sekalian dia juga memberikan perintah langsung kepada orang-orang yang ada di sekitarnya, untuk bergerak. Baik itu para pemain, maupun NPC, sekali lagi mereka semua memulai pergerakan ke tempat yang sudah dimaksud.
**
Di tempat DeathNight berada.
Saat ini situasi di sana kembali menjadi kacau setelah bentrokan baru tercipta antara para Undead yang dipimpin oleh Soul Curser beserta para pemain dan NPC di bawah Pimpinan DeathNight dan Vincle yang baru saja datang, bergabung dengan mereka.
Lokasi Vincle saat ini sedang berhadapan dengan Soul Curser. Mereka bertarung dengan begitu sengit. Mungkin bisa dikatakan itu adalah hal yang biasa jika pertarungan itu melibatkan seorang mantan Pahlawan dan Monster tingkat Legendaris, akan tetapi untuk para pemain tidak. Soul Curser terus memberikan serangan yang tidak masuk akal dengan area serangan yang cukup luas. Kebanyakan dia melancarkan serangan bertipe AoE, tetapi hal tersebut bisa dihadapi oleh Vincle. Walaupun dia juga terkena beberapa serangannya, akan tetapi dia juga bisa memberikan serangan balik kepada Soul Curser sampai-sampai membuatnya tertekan.
DeathNight dan lainnya hanya bisa membantunya dengan tidak membedakan para Undead mengganggu pertarungannya serta beberapa bantuan sihir putih dari para Priest dan juga serangan sihir serta panah dan pemain lain dan Dark Elf.
Dan pada saat lagi kacau-kacaunya, tiba-tiba sebuah panggilan masuk muncul dihadapannya. DeathNight terdiam sejenak dan melihat panggilan tersebut. Nama Lyon, terpajang di atas panggilan tersebut. Sontak saja hal itu membuat DeathNight terkejut.
__ADS_1
"Eh, Pemimpin?!"
Dengan cepat dia membuka panggilan itu.
"Oi, DeathNight, sekarang bagaimana dengan situasi kalian di sana?? Kalau situasi kalian tidak terlalu kacau, kamu bisa kerahkan pasukan dalam jumlah besar ke koordinat yang akan ku kirimkan."
Dan setelah itu, koordinat yang Lyon maksud, masuk ke dalam kotak pesannya. DeathNight masih diam, dan membuka isi dari pesan tersebut. Pada saat dia melihat tanda koordinat dari pesan tersebut, ekspresi wajahnya berubah.
"Pemimpin, apakah Anda yakin, menyuruh saya untuk membawa pasukan dalam jumlah besar ke sana? Jarak antara tempat kami dan tempat itu cukup jauh, butuh waktu lama bagi kami untuk tiba di sana. "
DeathNight melihat tanda koordinat yang tersedia di layar peta, jauh dari lokasi mereka saat ini. Butuh waktu yang cukup lama bagi mereka untuk menjangkau tempat itu.
"Dan lagi..." tambahnya, "Saat ini situasi kami sedang tidak baik. Kami sedang bertarung dengan salah satu monster tingkat tinggi. Mungkin butuh beberapa waktu lagi hingga kami berhasil mengalahkannya."
Dengan cepat Lyon membalas, "Monster tingkat tinggi?!"
Suaranya yang secara mendadak membesar membuat DeathNight terkejut. Dia bahkan sempat menjauh dari layar panggilannya.
"Iya, itu benar. Salah satu monster tinggal tinggi yang baru-baru ini muncul dan membuat kekacauan."
Setelah DeathNight menjawabnya, secara tiba-tiba tidak ada balasan lagi yang dia terima. Panggilan terebut menjadi sunyi. DeathNight merasa penasaran dan bertanya-tanya di dalam hatinya.
Ada apa dengan Pemimpin...?
Akan tetapi, itu hanyalah sesaat. Ketika DeathNight tengah berpikir, suara Lyon yang begitu lantang sekali lagi membuatnya terkejut.
"DeathNight, Kalian harus mengalahkan monster itu secepatnya! Jangan sampai ada orang asing yang mengalahkannya terlebih dahulu. Dan ingat juga, setelah dia kalah, segera ambil semua barang jarahannya. Saya tidak mau tahu, kamu harus mendapatkan semua barang-barang tersebut. Sesudah itu, kalian juga harus pergi ke tempat yang sudah kukirimkan tadi. Lakukan dengan cepat!"
Begitulah penjelasan Lyon yang begitu panjang dan mengerikan. DeathNight bahkan dibuat terdiam seribu bahasa saat mendengarkan seluruh ocehannya. Ketika percakapannya telah berakhir, DeathNight pun berusaha untuk memenangkan diri, kemudian membalasnya,
"Baiklah, akan saya usahakan, Pemimpin."
"Hm, okelah, saya tunggu kabar baik darinya nanti...." Dan tiba-tiba Lyon kembali mengingatkan dirinya. "Ingat! Barang jarahannya yang terpenting. Jangan sampai kamu tidak mengambil semuanya....!"
"Iya, iya, iya, saya mengerti...." ucapnya dengan lesu.
Dan pada akhirnya pembicaraan mereka telah berakhir. DeathNight segera menghilangkan panel layarnya dan segera mengalihkan kedua matanya ke tempat Soul Curser berada.
"Heee... dasar pemimpin, di otaknya selalu saja memikirkan barang jarahan. Sekarang aku juga yang harus mengambil semua barang itu dari dia? Eh, lebih baik aku menunggu kesempatan dia mati. Saat ini aku tidak memiliki kesempatan untuk bisa memang. Untuk sekarang, aku akan mencari tempat yang dekat dari sana."
__ADS_1
Dengan rasa paksaan, DeathNight melangkah maju, pergi mencari tempat yang cocok baginya untuk melaksanakan tugas mulai dari seorang Pimpinan. Itu adalah tugas yang wajib dia kerjakan. Apakah dia akan berhasil atau tidak? Hm, nanti saja kita lihat.