
Chapter 384 : Vinlce Vs Soul Curser
Bottlomless Gap.
"Para Pemanah, bersiap dan tembak!!"
Vincle langsung memberikan perintahnya sembari mengangkat tangannya kemudian menurunkannya lagi setelah dia selesai memberi perintah. Semua Dark Elf yang ada di belakangnya seketika melepaskan tali busur mereka. Puluhan anak panah melesat dengan kecepatan tinggi menghampiri Soul Curser.
Melihat datangnya puluhan anak panah yang mengarah ke dirinya, Soul Curser tidak diam saja. "Apakah kalian kira daya akan menerima serangan yang sama lagi??" Dia langsung menggunakan kemampuannya,
"Black Earth Wall!"
Sesaat, muncullah beberapa dinding padat dengan seluruh permukaan dindingnya berwarna hitam pekat dari dalam tanah secara acak menyilang antara satu sama lainnya. Jumlah mereka terus bertambah dan bertambah.
Semua panah yang dilesatkan oleh Dark Elf mau tidak mau harus menancap di dinding tersebut. Tidak ada satupun anak panah yang berhasil menyentuh Soul Curser.
"Bam!!"
"Bam!!"
"Bam!"
.....
Sesudah anak-anak panah terebut menancap, mereka pun segera meledak di tempat. Sekali lagi ledakan putih cerah gemerlap memenuhi tempat itu.
"Sekarang, rasakan ini!"
Soul Curser berteriak dengan kencang kepada mereka sembari membuat sebuah bola hitam dengan ukuran yang lumayan besar.
"Curser Ball!!"
Di saat bersamaan ledakan itu pun telah menghilang dan tembok penghalang yang dia buat juga mendadak kembali ke tanah. Di saat itulah Soul Curser melancarkan serangannya. Dengan cepat dia melempar bola sihirnya ke kerumunan tempat Vincle dan Dark Elf berada.
"Semuanya, segera menjauh dari sini!"
Merasa jika Soul Curser akan melancarkan serangannya, Vincle segera memerintahkan para Dark Elf untuk segera menjauh dari sini. Dia memperkirakan jika serangan yang akan dilancarkan pasti berdampak tidak hanya pada satu orang. Yang dia takutkan kalau mereka semua ada di sini dalam satu tempat, malah mereka semua juga yang kena.
Semua Dark Elf yang ada di sana menanggapi perintah itu dengan posisi dan segera pergi menjauh dari tempatnya. Sekarang hanya tersisa Vincle sendiri. Vincle melihat dari kedua bola matanya jika ada sebuah bola sihir berwarna hitam yang sedang mengarah kepadanya. Tanpa ada rasa ragu, dia melangkah maju, mencoba untuk menghampiri bola tersebut.
Hanya dalam beberapa detik mereka berdua sudah saling bertemu. Vincle secara inisiatif lansung menghantam bola tersbeut menggunakan perisainya.
"Pangg!!"
Sesaat setelah itu, bola yang tadinya masih terlihat utuh, mulai mengeluarkan cahaya merah dan menyebar. Cshaya tersebut semakin membesar hingga pada akhirnya terciptanya sebuah ledakan.
"Bamm!!"
Seketika Vincle tenggelam di dalam ledakan tersebut.
Di sisi lain, DeathNight, Sinon dan para pemain lainnya yang melihat ledakan yang saat ini terjadi begitu terkejut. Pasalnya Vincle terjebak di dalam ledakan tersebut. DeathNight segera memberikan perintahnya.
__ADS_1
"Semuanya, cepat bergerak! Kita harus membantu tuan Vincle!!"
"Ooo!!"
Para pemain lansung bersorak dengan penuh semangat sembari mengangkat senjata mereka masing-masing. Mereka pun segera bergerak maju.
Dan untuk Sinon, dia memimpin para pemain yang memiliki kelas Mage dan dikumpulkan dalam satu tempat. Pasukan yang tadinya maju adalah pasukan tipe penyerang jarak dekat serta Priest.
"Oke, kalian semu. Kita akan membagi pasukan menjadi dua bagian. Kita akan mengelilingi monster itu dan menyerangnya Secara bersamaan," ucapnya yang menjelaskan tugas dan rencananya.
"Baik!"
Pasukan yang berisi para pemain Mage, mulai menjalankan rencananya. Mereka membagi pasukan menjadi dua bagian sesuai dengan apa yang Sinon katakan dan segera berpencar ke dua sisi.
Sementara itu, para Dark Elf juga tidak tinggal diam. Sekarang Evar yang memimpin mereka setelah Vincle tenggelam di dalam ledakan tadi.
"Persiapkan lagi amunisi kalian untuk melakukan serangan lanjutan!"
Sesudah itu, Dark Elf kembali mengisi busur mereka dan segera melepaskan talinya. Terlihat puluhan anak panah kembali beterbangan menargetkan Soul Curser.
"Ah, dasar pengganggu sialan!"
Soul Curser merasa jengkel ketika melihat anak panah dari Dark Elf sekali lagi mendatanginya. Dia pengangkat tangannya dan mulai mengeluarkan kemampuan lainnya.
Dark Soul Barrier!!
Tiba-tiba sebuah pelindung transparan kehitaman muncul di langit-langit di sekitarnya. Itu adalah sebuah pembatas tipis yang dia ciptakan.
Dan sesaat, anak-anak panah menyentuh Barrier tersebut dan meledak. Puluhan ledakan kembali bermunculan di sana, akan tetapi ledakan itu terus berlanjut hingga durabilitas dari Barrier terus menipis hingga pada akhirnya habis. Sisa-sisa anak panah yang masih belum meledak, sekarang melesat maju dan menghampirinya. Soul Curser pun terkena beberapa dari ledakan.
Dengan cepat dia juga ikut berbalik dan memerintahkan Undead yang tidak jauh dibelakangnya untuk maju.
"Kalian semua, cepat ke sini dan bantu saya!!"
Seusai perintah yang dia lontarkan, para Undead dalam jumlah besar bergerak mendekatinya. Tidak lama tempat yang yang tadinya kosong sekarang sudah terisi penuh dengan kehadiran Undead. Mau tidak mau area itu sudah menjadi pertempuran. Para Undead sudah berbentrokan dengan para pemain yang ada.
"Woaa!! Semuanya, kerahkan semua kekuatan kalian!"
"Para Undead ini sangatlah mengganggu!!"
"Oii, Priest!! Tolong bantu kami di sini!!"
"Kita akan mengulur waktu hingga para Priest selesai dengan manteranya!"
**
"Terus bergerak. Kita sudah dekat dengan monster itu!"
"Oi, bukannya kita harus bergerak bersama-sama. Kalau hanya kita yang maju, bisa-bisa kita yang dihabisi olehnya."
"Cih, berarti kita harus membawa orang lebih banyak lagi.... Semuanya, kita mundur sebentar!!"
**
Ketika pertempuran itu sedang berlangsung, tanpa disadari Vincle yang tenggelam di dalam ledakan itu kembali muncul.
__ADS_1
"Ah, dasar monster yang merepotkan. Kutukan-kutukan ini malah menggangguku, tetapi tidak apa-apalah. Yang terpenting saya masih bisa bergerak," ucapnya sembari menggerak-gerakkan tubuhnya.
Kemudian, pandangan Vincle pun tertuju ke tempat Soul Curser berada. Senyum pun mulai terpancar di wajahnya. Oo... rupanya kamu di situ. Sekarang, rasakan pembalasan dariku....
Vincle mulai membetuk sikap kuda-kudanya kembali dan memasang Perisai besarnya menghadap ke depan. Tiba-tiba dia langsung bergerak dengan cepat mengarah ke sop Curser. Beberapa saat kemudian, jarak antara Vincle dan Soul Curser sudah semakin dekat. Soul Curser telah menemukan Vincle yang tengah berlari mengarah ke dirinya. Dia semakin kesal melihatnya.
"Dasar keras kepala!"
Sekali lagi Soul Curser membuat bola sihir hitam dan segera mengarahkannya kepada Vincle.
"Curser Ball!!"
Bola tersebut melesat dengan cepat melewat para Undead serta pemain yang tengah sibuk bertarung hingga pada akhirnya sudah berada di hadapan Vincle. Namun sama seperti sebelumnya Vincle masih tidak gentar dengan bola tersebut. Malahan dia mempercepat langkah larinya dan mengeluarkan salah satu kemampuannya.
"Diamond Bull!!"
Seluruh tubuhnya tiba-tiba diselimuti oleh aura berwarna biru cerah yang kemudian membentuk sebuah setengah kepala banteng yang terlihat seperti sedang dilapisi oleh berlian. Vincle terus bergerak hingga akhirnya dia dan bola itu kembali saling bersentuhan.
"Bom!!"
Ledakan pun sekali lagi terjadi, tetapi beberapa detik sesudah ledakan itu terjadi, Vincle pun muncul. Dia masih dalam posisi yang sama, terus bergerak maju. Sepetinya serangan tersebut tidak berefek lebih kepadanya.
Soul Curser terkejut sekaligus kesal. Mau tidak mau dia harus kembali menyerang.
"Ice Hill!!"
Muncullah sebuah es yang kemudian menjadi beberapa bukit es, ukuran dari es terebut bukanlah main-main, sungguh besar. Es-es tersebut menghalangi jalan Vincle. Namun hal itu tidak mengganggunya. Dengan lihainya Vincle terus bergerak melewati setiap sisi dari es yang ada.
"Percuma saja! Tidak ada yang bisa menghentikanku!" teriak Vincle dengan semangat.
Dia terus berlari dan memasuki salah satu bukit es yang terhubung langsung kepada Soul Curser. Dia terus berlari menuruni bukit terebut hingga pada akhirnya dia sudah berada dihadapannya Soul Curser. Tidak mau kehilangan kesempatan ini, Vincle langsung menabrakkan perisainya tepat di tubuh Soul Curser dan memberikan tekanan yang hebat kepadanya.
"Brukkk!"
Soul Curser terkena serangan itu dengan begitu telak. Dia pun segera terlempar jauh ke belakang diikuti dengan bayangan Banteng yang sedang menanduknya. Soul Curser terseret jauh ke belakang sampai dia tertabrak oleh para Undead dan menimbulkan ledakan kecil.
"Gledek!!! Bomm!!!"
Namun, disaat bersamaan, beberapa pergi besar berwarna ungu gelap muncul jauh di belakang sana. tetapi, suara yang dihasilkan oleh petir tersebut sangatlah nyaring dan memekakkan telinga siapa saja yang mendengarkannya. Mereka yang lain segera berhenti bertarung dan mengalihan pandangan mereka ke sumber suara tersebut, termasuk juga Vincle.
Saat, dia menatap arah dari lokasi petir itu menyambar, di dalam hatinya, dia merasakan ada sebuah firasat buruk.
Entah mengapa pada saat saya melihat petir itu, saya merasa itu bukanlah petir alami.... Firasatku mengatakan kalau sesuatu yang buruk sebentar lagi akan terjadi.... ucapnya dalam batin.
__ADS_1
Vincle juga tidak tahu siapa penyebab dari muncullah petir itu, akan tetapi dia merasa jika kemunculan petir itu menandakan sesuatu yang tidak baik.