World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
Chapter 391 Sesuatu Yang Tidak Terduga


__ADS_3

Chapter 391 Sesuatu Yang Tidak Terduga.


Bottlomless Gap.



Setelah menerima hantaman yang amat keras dari Ardes, Si Gluch yang tidak bisa mempertahankan pijakannya, mau tidak mau dia harus terlempar lagi. Tekanan yang diberikan oleh Ardes lebih kuat daripada tekanan yang diberikan oleh Gordon yang membuat dia terlempar lebih jauh lagi.



Sama seperti sebelumnya, dia terguling-guling, kemudian terseret di atas tanah. Akan tetapi, dengan refleksinya yang cepat, Gluch mampu mengembalikan keseimbangan tubuhnya dan pada akhirnya kembali melayang.



Sementara itu, Ardes yang menerima beberapa luka dari serangan sebelumnya, kini kembali beregenerasi hingga pada akhirnya seluruh luka di area leher dan kepalanya hilang. Dia telah meregenerasi dan menutup luka yang dia miliki.



"Tadi itu adalah serangan yang cukup berbahaya," ucapnya yang sambil melirikkan matanya ke area luka sebelumnya.


Dan kemudian Lyon yang berada di atas kepalanya, berbicara kepadanya, "Tuan Ardes, kerja bagus."


Sesudah itu, Ardes bertanya kepada Lyon, "Tuan Lyon, apakah Anda tidak bergerak, ikut pergi menyerangnya?? Apakah ada sesuatu yang ingin Anda lakukan?"



Semenjak pertarungan dimulai, Ardes melihat jika Lyon tidak menunjukkan sikap ingin menyerangnya dan bahkan dia tidak bergerak dari tempatnya. Pasti ada sebuah hal yang sedang dia rencanakan. Jadi dia ingin sedikit mencari tahu apa yang sedang Lyon pikirkan.



Lyon pun memberikan tanggapan berupa galengan kepala dan berkata, "Untuk saat ini saya tidak akan bergerak. Biar mereka saja yang menghadapinya terlebih dahulu.  Saya masih harus mengamati Lich itu dan mempelajari pola serangannya, ya sekalian juga menunggu saat yang tepat untuk menyerang."



Lyon masih belum berniat untuk menyerang. Ya, walaupun dia memang ingin mengalahkannya, akan tetapi belum saatnya. Lawan yang mereka hadapi bukanlah lawan sembarangan, jadi Lyon berencana untuk mengamati saja pertarungan mereka. Dia ingin melihat bagaimana sikap Lich itu ketika menerima serangan dari mereka.



Di samping itu, Lyon juga sedang menunggu adanya celah yang akan tercipta. Dia sudah mengamati pada saat  Ardes mencoba untuk memukul Lich, akan tetapi Lich bisa menghindari pukulannya yang terbilang sangat cepat dan sampai memberikan serangan balik. Sudah dapat dipastikan jika dia memiliki refleks yang hebat.



"Oh, begitu yah ... saya mengerti."



Ardes mengerti maksud dari perkataan Lyon dan tidak bertanya lebih lanjut. Mereka pun segera mengalihkan perhatian mereka kembali kepada Lich yang tengah melayang,  cukup jauh dari mereka.



**



Mereka ini ... sungguh merepotkan. Saya bahkan tidak bisa berbuat lebih banyak lagi ....



Kali ini Gluch bisa dibilang kerepotan dalam menghadapi mereka. Tentu yang pastinya karena jumlah. Dia banyaknya dirinya sendiri karena terlalu percaya diri jika dia bisa memang. Jadi dia memerintahkan para Undead yang ada di sekitarnya untuk mengelilingi mereka dari  kejauhan agar tidak ada orang luar yang dapat masuk ke dalam.



Tetapi, sepertinya keputusannya itu salah. Dia malah terlihat seperti menjebak dirinya sendiri.

__ADS_1



"Huf ... padahal saat ini saya hanya ingin membalaskan dendam saya kepada orang itu, tetapi kalian semua malah menghalangi niatanku. Tidak ada pilihan lain, kali ini akan ku buat kalian tidak bisa menggangguku lagi."



Gluch pun segera menancapkan tingkatnya di atas tanah kemudian membacakan sebuah mantra. Perlahan lingkaran sihir berwarna biru muncul di bawahnya dan terus naik hingga berhenti tepat di atas kepalanya.



Melihat Gluch yang ingin membuat sesuatu, membuat Lyon dan yang lainnya bertanya-tanya.


Apa yang sebenarnya ingin dia lakukan?? tanya Lyon dalam hati.


Dan sesaat, sedikit bagian dari pertanyaan di kepalanya mulai terjawab melalui Ardes, "Tuan Lyon, saya merasakan kekuatan yang luar biasa berasal dari monster itu."


"Kekuatan yang luar biasa?? Apa jangan-jangan ...."


Wajah Lyon mulai mengerut begitu juga dengan tatapannya yang semakin menyipit pada saat sedang melihat Lich tersebut.



Lyon merasa jika Lich itu akan melakukan serangan dalam skala besar. Sudah jelas terlihat dari tingkah Lich yang mencoba untuk melakukan sesuatu serta firasat Ardes yang mengatakan jika dia merasakan kekuatan besar yang berasal dari Lich itu. Sudah pasti serangan balik yang berskala besar.



Kalau begitu aku akan melihat sedikit ke masa depan.



Lyon melebarkan kedua matanya dan memandang Lich itu lebih lanjut sembari berkonsentrasi penuh. Kedua matanya yang sudah terbuka lebar, kini mulai bersinar terang. Saat ini Lyon  tengah menggunakan kemampuan prediksinya yang bisa membaca sedikit pergerakan beberapa waktu ke depan termasuk siap apa yang akan dilakukan oleh Lich itu.



Sesaat, setelah dia menggunakan kemampuan terebut, sebuah replika hologram mulai terbentuk di hadapannya. Itu adalah gambaran kejadian yang akan terjadi beberapa waktu ke depan. Lyon telah sepenuhnya melihat apa yang terjadi setelah ini. Butiran keringat mulai bermunculan di dahinya. Lyon terdiam membatu sembari menunjukkan ekspresi wajah yang kaku, dan perlahan berbuah menjadi panik. Dia melihat sebuah bencana.




Dengan cepat Lyon segera mengalihkan pandangannya, mencari seseorang.



"Nona Liseas!" Orang yang Lyon cari ternyata adalah Liseas. "Cepat serang monster itu! Jangan sampai dia menyelesaikan rapalan sihirnya! Gunakan serangan terkuatmu!"



Lyon langsung memerintahkan Liseas untuk menyerang Lich itu, di tambah dia harus menyerangnya dengan serangan terlihatnya. Jelas pasti sesuatu yang berbahaya akan terjadi dan Lich itu harus segera dihentikan.



"Baik!"



Liseas tentu mengikuti apa yang Lyon katakan karena dia sudah mengetahui maksud dari ekspresi dan gaya bicaranya yang selama tidak ingin membiarkan sesuatu yang buruk terjadi.



Liseas pun mulai menarik anak panahnya dan bersiap untuk menyerang dengan serangan yang berbeda. Kali ini serangannya diperkuat lebih kuat daripada yang sebelum-sebelumnya. Di sisi lain, Gordon yang ada di tempat lain juga merasakan ada sesuatu yang aneh.


__ADS_1


Aura monster itu ... mengapa terasa lebih kuat? Apakah dia ingin melakukan serangan balik ...? Ini tidak bisa dibiarkan.  Saya harus segera menghentikannya.


Gordon pun kembali mengangkat palunya, kemudian pergi berlari mendekatinya.



**



Di tempat Gluch berada, dia melihat kalau sepertinya Lyon dam lainnya sudah sadar dengan apa yang ingin dia lakukan. Gluch pun tersenyum lebih lebar. Dia tidak panik atau apalah karena mereka sudah tahu niatnya, melainkan senang karena mereka terlambat menyadarinya. Tepatnya setelah senyuman itu, persiapannya juga telah selesai.



"Sekarang sudah terlambat untuk menghentikanku ...."



Lingkaran sihir yang ada di atas kepalanya, perlahan naik lagi ke atas dan berhenti. Sesaat, setelah berhenti, Lingkaran tersebut langsung melebar dan menutupi seluruh area. Perubahan itu terjadi dengan begitu cepat. Hampir seluruh tempat di tanah tandus itu tertutup oleh lingkaran sihir.



Ketika lingkaran sihir itu sudah tidak menunjukkan perubahannya lagi, dia segera jatuh dengan cepat, tertanam di tanah yang ada di bawahnya, lingkaran tersebut menyatu dengan tanah.



Di saat bersamaan juga, Liseas lepaskan tali busurnya.


"Dark Killing Arrow!!"



Dan anak panah itu pun melesat pergi menuju ke tempat Lich berada. Panah tersebut terbang dengan membawa cahaya yang begitu terang diikuti dengan kecepatan yang tidak main-main. Itu sungguh cepat.



Akan tetapi walaupun panah tersebut sudah bergerak dengan begitu cepatnya, tetap saja dia tidak bisa mengimbangi pengucapan mantra dari Gluch . Pada saat semua persiapan sudah selesai, Gluch akhirnya dapat memulainya.



"Death Ice Plains."



Dengan pengucapan yang begitu tenang, namun terdengar begitu dingin, Gluch sudah mengaktifkan sihirnya. Tiba-tiba dalam waktu yang singkat, suhu yang ada di sana langsung menurun secara drastis. Rasa dingin yang dapat menembus tulang dapat dirasakan menyelimuti udara. Tanah yang semula hanya ada sebatas tanah yang dihiasi pasir dan kerikil, kini mulai ditutupi oleh es dan menyebar luas.



"Semuanya! Segera pergi dari sini!!"


Lyon langsung berteriak kepada mereka semua untuk pergi dari sana dengan ekspresi yang begitu panik. Akan tetapi, semua itu sia-sia. Tidak ada yang mendengarkan ucapannya karena pandangan mereka sedang tertuju pada es yang muncul di bawah mereka. Lyon pun segera memerintahkan Ardes, "Tuan Ardes, cepat ambil mereka semua dan simpan mereka di punggung Anda!"



Ardes sedikit meliriknya dan menjawab, "Baik!"



Ardes pun pergi mengambil mereka dan meletakkan mereka satu persatu di punggungnya. Mereka semua terkejut pada saat Ardes mengangkatnya. Pada saat Ardes tengah mengambil mereka, tiba-tiba bongkahan es dalam jumlah besar secara tiba-tiba muncul dari tanah, bahkan sampai ada beberapa gunung es yang muncul. Ukurannya bisa dibilang bisa sebanding atau lebih dari tinggi Ardes. Semua es-es itu m seketika menutupi hampir semua dari tanah tandus yang mereka tempati. Bisa dibilang sekarang tempat yang tadinya adalah tanah tandus, kini berubah menjadi sebuah pegunungan es.



Lyon yang melihatnya sudah tidak bisa berkata apalagi. Dia hanya terdiam dan tertegun dengan yang saat ini dia lihat.

__ADS_1



Sial ... kita sudah terlambat.


__ADS_2