World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
Chapter 389 Pertarungan Dimulai


__ADS_3

Chapter 389 : Pertarungan Dimulai


Bottlomless Gap.


"Hahahaha! Kamu ingin mengalahkanku? Itu tidak mungkin!"



Lich membalas perkataan Lyon dengan nada yang terdengar sangat meyakinkan serta tambahan bumbu kesombongan seakan jika perkataannya yang barusan dia katakan itu adalah benar.



Tidak sampai disitu, Gluch malah berkata balik, "Sekarang, lebih baik kamu membayar atas apa yang dilakukan oleh pendahulumu itu. Bayarlah dengan nyawamu itu!" Sambil menaikkan jari-jari tangannya dengan memasang ekspresi wajah yang mengerikan.



Lyon yang berada di seberang sana, hanya tersenyum tipis, menanggapi ucapannya. Dia pun segera menatap ke belakang dan mulai memberi perintah kepada Ruby dan Salsa,


"Ruby, Salsa! Lakukan pekerjaan kalian sekarang."


Ruby dan Salsa pun merespons perintahnya dengan anggukan dan mulai membacakan beberapa mantra diikuti dengan keterampilan yang diaktifkan.



"Health Blessing!!"


"Power of Spirit!!"


"All Buff!!"


"Natural Mana!!"


"Speed ​​Assistance!!"


"Clear!"


"Shield Aura!!"



...[Anda telah menerima efek dari Health Blessing. Peningkatan regenerasi kesehatan meningkatkan 120% selama 10 menit.]...


... ...


...[Anda telah menerima efek dari Power of Spirit. Anda telah mendapatkan bonus pengurangan penggunaan Stamina sebesar 30% pada setiap serangan yang Anda lancarkan, potongan 10% Mana poin untuk setiap keterampilan yang Anda gunakan, dan 10% potongan pendinginan dari semua keterampilan yang Anda, berlaku selama 10 menit.]...


... ...


...‎...


...[Anda telah menerima efek dari All Buff. Semua statistik Anda bertambah 15% selama 10 menit]...


... ...


...‎...


...[Anda telah menerima efek dari Natural Mana. Ada pengembalian Mana poin sebesar 2% Ketika Anda berhasil melukai lawan dengan serangan biasa selama 10 menit]...


... ...


...‎...


...[Anda telah menerima efek dari Speed Assistance. Stat Kelincahan Anda meningkatkan sebesar 20%, Kecepatan serangan Anda meningkatkan 10%]...


... ...


... ...


...[Anda telah menerima efek dari Clear. Seluruh debuff yang Anda terima akan dihilangkan. Akan tetapi, debuff yang Anda terima lebih kuat sehingga hanya 50% dari total debuff yang bisa dihilangkan.]...


... ...


... ...


...[Anda telah menerima efek dari Shield Aura. Sebuah perisai transparan dengan total pertahanan sebesar 70.000 poin melindungi Anda]...


... ...


... ...


Beberapa Buff mulai bermunculan setelah Ruby mengaktifkan keterampilannya. Sementara itu, untuk Salsa. Dia bertugas memberikan pemurnian tambahan kepada Ardes. Seketika Ardes pun bersinar terang, lebih terang dari pada biasanya.

__ADS_1



Semua keterampilan itu hampir sama persis dengan keterampilan yang pernah Ruby tunjukkan beberapa waktu sebelumnya ketika dia dan Armegon sedang bersama. Ini memang pola formasi dari teknik Ruby.



Lyon merasa jika semua efek ini sudah bisa mengimbangi Lich itu, walaupun ada debuff yang masih tidak bisa hilang. Mungkin mereka bisa menang.



Dan hampir semua keterampilan Ruby itu adalah keterampilan yang berdampak kepada area sekitar. Secara otomatis rekan yang berada di bawah Ardes akan terkena efeknya.



Tentunya ini akan menjadi sebuah keuntungan lebih dari mereka. Dengan begini, dapat dipastikan kalau mereka bisa memang.



"Huf... sepertinya ini sudah cukup. Sekarang, kalian semua silakan bertarung sepuasnya." Kemudian Ruby menoleh ke samping, yang merupakan tempat Salsa berada. "Salsa, bagaimana denganmu? Apakah kamu sudah selesai?"



Salsa segera menoleh ke arah Ruby dan memberikan anggukan tanpa mengeluarkan satu dua kata menandakan kalau dia juga telah selesai,  namun anggukan tersebut dapat dipahami oleh Ruby dengan baik. Dia tidak perlu bertanya lagi dan kembali melihat Lyon.


"Oke, Salsa juga sudah siap!" teriaknya kepada Lyon.



Mendengar hal itu, Lyon pun segera berbalik lagi dan menatap ke depan. Dia memegang pedangnya lebih erat lagi dan mencoba untuk mengatur ulang nafasnya. Huf... baiklah, mari kita mulai saja.



**



Sesaat, suasana yang ada di sana menjadi sunyi lagi. Baik itu dari Lyon dan rekan-rekan lainnya dan juga, si Gluch, mereka saling bertatap pandang.



"Kalau tidak ada yang mau bergerak, maka saya yang akan bergerak."




Dalam beberapa menit, Gordon sudah berada tidak jauh dari Gluch. Pada saat itu juga, Gordon langsung memberikan kekuatan lebih pada salah satu langkah kakinya. Dia pun melompat dengan begitu tinggi hingga membawahi Gluch. Melihat Gordon yang sudah berada di atasnya, si Gluch tidak menunjukkan satu pun respons untuk berpindah dari tempatnya, malahan dia mengulurkan tangannya lurus ke depan, mengarah ke arah Gordon berada dan membuka lebar telapak tangannya.



Palu yang sudah Gordon bawa, kini diayunkan dengan begitu kuat dan cepat. Jika dilihat, palu tersebut membentuk sebuah bayangan yang memanjang karena saking cepatnya ayunan yang diberikan. Sesaat, palu tersebut hampir menyentuh tangan yang Gluch ulurkan tadi.



Pangg!!"



Sebuah suara benturan yang dapat membuat area sekitarnya bergetar. Ternyata Palu Gordon tidak mengenai Gluch, melainkan tertahan oleh sesuatu.


Seranganku di tahan...?



Terlihat, kalau ada sebuah pelindung transparan keunguan yang membatasi Palu miliknya dan tangan Gluch. Sepertinya memang semua ini sudah direncanakan oleh Gluch. Sudah terlihat dari senyum yang dia tunjukkan pada saat melihat kebingungan yang dialami oleh Gordon.



Gluch menggunakan kesempatan ini untuk melawan balik. Dari tangan kanannya yang tidak diulurkan, mulai mengeluarkan api berwarna hitam. Api tersebut membakar seluruh telapak tangannya.



Tangan kiri yang tadinya digunakan untuk membuat pelindung, kini diturunkan dan diganti oleh tangan kanan yang sudah dihiasi oleh api hitam. Arah dari tangannya tepat mengarah ke Gordon.



Sembari tangan kirinya diturunkan, kelima jari dari tangannya bergerak seperti melakukan sesuatu. Dan ternyata hal itu benar. Ketika semua menjadi-jadinya bergerak, seluruh badan Gordon menjadi kaku. Dia tidak bisa lepas dari sana.



Sial...! Apa yang terjadi!? Kenapa saya tidak bisa bergerak???

__ADS_1


Dan api yang ada di tangan kanan Gluch semakin membesar dan membara.


"Sekarang, matilah, wahai manusia yang tidak berguna."


"Swing!!!"



Sebuah anak panah melesat dengan cepat di udara. Panah tersebut mengarah ke tangan Gluch  yang saat ini sudah diselimuti oleh api hitam. Dan secara telak tangannya terkena panah tersebut.



"Argh!!"



Api hitam yang Gluch ciptakan mulai mereda. Di saat bersamaan, pelindung transparan yang ada di hadapannya ikut menghilang, serta Tubuh Gordon yang awalnya tidak bisa untuk digerakkan, kini  sudah bisa. Dia langsung menggunakan kesempatan ini untuk pergi menjauh dari Gluch.



Gluch begitu kesal ketika melihat kalau Gordon sudah pergi dari hadapannya. Satu mangsa yang hampir dia kalahkan, kini lepas begitu saja. Dia pun segera mengalihkan pandangannya ke tempat anak panah tadi berasal. Sejenak mencari-cari, Gluch pun telah menemukannya. Rupanya itu adalah Liseas.



"Kamu..." ucapnya dengan begitu kesal sembari menggerakkan giginya.



Sementara itu, Liseas yang sudah selesai memanah, melihat kalau serangannya berhasil, memberikan senyuman tipis, dan bergumam, "Terlalu ceroboh untuk seseorang yang menyandang gelar Jenderal. Kalau saja tidak ada saya, sudah pasti dia akan mati."



Dan Gordon yang sudah menjauh, sekilas melihat Liseas, sembari berkata, Liseas, terima kasih. "Waktumu sungguh pas."



Liseas pun membalasnya, "Iya, sama-sama. Lain kali pikirkan dulu kalau mau bergerak. Nanti terjadi sesuatu, kami juga yang kerepotan."



"Hehehehe."



Sementara itu, Gluch yang merasa kesal, berteriak kepada Liseas, "Dasar manusia pengganggu!!" Tidak dia sadari ada lagi orang lain yang datang mendekatinya. Orang tersebut adalah Armegon. Langkah kakinya dan cahaya terang yang menyinari tubuhnya serta pedang yang dibalut oleh api yang membara, bergerak dengan cepat mengarah kepadanya.



Pada saat jarak mereka sudah semakin dekat, Gluch baru menyadari akan hal itu. Dia segera menoleh ke arah Armegon datang sembari mengerahkan tongkatnya untuk menangkis serangan yang akan datang. Bentrokan antara pedang Armegon dan tongkat Gluch tidak dapat dielakkan lagi. Dengan refleks yang cepat, Gluch dapat menangkis pedang Armegon.



Namun, hal itu tidak sia-sia bagi Armegon. Sesaat setelah pedangnya bersentuhan dengan tongkat sihir milik Gluch, secara tiba-tiba, bara api yang menyelimuti seluruh bilah pedangnya, semakin membesar. Cahaya yang begitu menyilaukan tercipta di antara mereka.



"Sun Purity!"


Cahaya tersebut semakin membesar sehingga mereka berdua tertutup olehnya.


"Arghhh! Panasnya...!"



Seluruh tubuh Gluch secara mendadak merasakan rasa sakit yang begitu panas pada saat cahaya yang berasal dari Pedang Armegon menyentuh tubuhnya. Rasa sakit itu semakin membesar ketika dia sudah ditutupi oleh cahaya. Gluch pun segera melayangkan dirinya di udara dan segera menjauh darinya. Dia menjauh dengan begitu cepat hingga dirasa sudah cukup jauh dan aman.



Armegon yang tadi terus-terusan memberikan tekanan di pedangnya, kini kehilangan tumpuan dan terjatuh. Untungnya dia masih bisa menyeimbangkan dirinya sehingga dia bisa berpijak di atas tanah.



"Cih! Dia sudah pergi." Dan melihat ke tempat Gluch berada yang berada cukup jauh darinya.



Sementara itu, Gluch yang masih melayang, menyipitkan kedua matanya, menatap tajam ke arah Armegon. Dia memiliki firasat lain mengenai Armegon setelah menerima serangannya tadi.



Apakah dia adalah keturunan dari raja matahari??

__ADS_1


__ADS_2