World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
Chapter 440 Lyon VS Emertas


__ADS_3

Emertas lagi mengamuk dan membombardir segala tempat bersama dengan Selestical yang juga ikut bersamanya, kini telah menemukan hasil. Dari kejauhan sana, terlihat sebuah aura hitam pekat yang berasal dari seseorang. Aura itu adalah aura yang tidak asing dari mereka.


"Heh, dia akhirnya muncul...." Dengan memasang senyum melengking tajam. Emertas pun langsung melesat cepat dengan cakar tajamnya ke tempat tersebut sebab ia tahu jika aura itu adalah punya Lyon.


Hanya dalam beberapa detik dia pun sudah sampai. Emertas tanpa berbasa-basi langsung mengayunkan tangannya, menyerang Lyon.


"Tang!!"


Suara dari benturan tercipta dan memekakkan telinga. Cakar dari Emertas rupanya ditangkis oleh oleh cakar besar dari Demon's Claw milik Lyon. Setelah itu, Lyon menghempas Emertas jauh dari sana, dan langsung mendatanginya lagi.


Tidak ragu-ragu Lyon langsung memberikan serangan bertubi-tubi sembari memasang wajah yang serius. Mereka berdua saling bertukar serangan.


Manusia ini ... dia kuat.


Itulah komentar Emertas ketika berharap dengan Lyon. Dengan perbedaan kekuatan yang mereka punyai, Lyon mampu mengimbanginya. Emertas merasa terhibur karena sudah lama dia tidak merasa begini.


Sembari terus bertukar serangan, Emertas berkata sambil tertawa, "Hahaha, kamu adalah lawan yang layak bagiku. Kuharap kamu dapat terus menghiburku seperti ini terus dan terus."


Tapi serangan Lyon lebih intens. Kecepatan ayunan cakarnya semakin kuat dan cepat sehingga Emertas dibuat kewalahan.


"Diamlah kau dan matilah!"


Sekali lagi Emertas pun terhempas dari sana. Tetapi, ketika dia sedang melayang di udara. Emertas melayangkan serangan lainnya.


"Death blood, Soul Hunter!!"


Gumpalan Darah keluar dari balik bajunya dan melesat ke arah Lyon. Melihat hal itu, Lyon langsung melesat menjauh dari benda cair itu. Dia pergi berlari dengan kecepatan tinggi sehingga hanya terlihat seperti sebuah bola hitam yang bergerak cepat di atas tanah tandus tersebut.


Lyon melewati tebing demi tebing demi mengacau pergerakan dari Darah itu agar tidak mengenainya. Namun rasanya sia-sia.


Darah itu terus mengikuti ku. Biarpun aku berusaha untuk pergi, mereka tetap mengikuti ku. Aku tidak tahu efek bila jika darah-darah itu berhasil mengenaiku, mungkin saja bisa-bisa aku langsung mati. Aku harus berhati-hati karena ini hanyalah kesempatan ku satu satunya.


Selama menghindari serangan tersebut, Lyon membuka panel layarnya dan untuk memilah keterampilan mana yang harus dia gunakan. Saat ini ada banyak keterampilan dari efek Half Demon-nya yang masih belum dia gunakan.


Pertama dia melihat kemampuan mengerikan yang pernah dia gunakan yaitu yaitu Hell Orb : The Destroyer. Tapi rasanya ini terlalu berlebihan jika digunakan untuk menghentikan darah darah tersebut. Lyon terus mencari di list keterampilan yang ada dan menemukan satu keterampilan. Itu adalah kemampuan summon.


Dari pilihan yang paling ringan dan terberat ada di situ. Mungkin memang barang Half Demon ini sangatlah hebat.


Kurasa aku akan menggunakan keterampilan Summon ini. Sekalian menjadikan sebagai uji coba.


"Summon : Little Devil!!"


...-Summon : Little Devil...


...[Memanggilnya iblis kecil dari neraka yang akan membantu Anda hingga batas waktu tertentu.]...


...jumlah Iblis yang dipanggil : 5...


...Batas waktu panggilan : 30 menit...


...Cost Mana : 100.000...

__ADS_1


...Cooldown : 10 menit...


...[Iblis kecil yang berasal dari neraka yang dimana mereka tercipta dari esensi Mana yang tercipta dari mereka dengan penampilan imut. Walaupun penampilan imut, mereka adalah mahluk yang tidak boleh diremehkan.]...


Beberapa lingkaran sihir tercipta di atas tanah, kemudian perlahan muncul seekor monster dari balik lingkaran sihir tersebut. Monster itu memiliki wujud Iblis mungil yang memiliki kulit gelap seakan membuatnya menjadi bayangan.


...Summon :...


...Little Devil I...


...HP : 100%/100%...


...Little Devil II...


...HP : 100%/100%...


...Little Devil III...


...HP : 100%/100%...


...........


Untuk beberapa saat Lyon terkesan melihatnya. "Waw, bukankah ini keterampilan yang menarik. Aku berasa jadi seorang Summoner."


Dia meras senang jika dia menjadi Summoner yang bisa memanggilnya mahluk menggunakan sihir mereka. Kemungkinan itu adalah kelas lanjutan bagi pemain tipe Mage, karena ada banyak pilihan mereka ketika mereka menerima kelas lanjutan.


Tanpa basa-basi lagi Lyon pun langsung memerintahkan mereka. "Baiklah semua pasukan ku, sekarang datangilah darah darah itu dan korbankan diri kalian."


Sesaat, Little Devil itu terdiam di sana, sama seperti biasanya, melayang di udara. Lalu sesaat mereka pun terjatuh dan tidak bergerak lagi. Lyon pun melihat status mahluk panggilannya dan melihat jika bar darah mereka sudah berada di angka 0%.Semua monster panggilannya mati.


"Mereka semua langsung mati ketika menerima serangan itu. Aku harus lebih berhati-hati lagi."


Lyon pun segera bersiap-siap kembali, membentuk sikap kuda-kuda. Dia membatalkan keterampilan Demon's Claw-nya dan mengeluarkan kedua pedangnya kembali. Kedua kakinya berpijak semakin kuat dan langsung melesat. Tanah yang dia tempati tadi retak seketika dan hancur.


Sekali lagi bola hitam dengan kecepatan tinggi terlihat di atas tanah tandus tersebut. Hanya dalam beberapa detik dia sudah menemukan kembali tempat Emertas berada.


**


Di sisi lain, Emertas yang tadi sempat terhempas kemudian mengeluarkan keterampilan Death Blood : Hunter Soul, saat ini sedang menunggu hasil dari keterampilannya. Itu adalah kemampuan berupa beberapa gumpal darah hitam pekat terbang dengan cepat mengikuti target yang dituju. Kemampuan tersebut sangat mematikan karena apabila target terkana salah satu dari darahnya, dapat dipastikan dia akan mati.


Beberapa saat ditunggu, Emertas mendapatkan firasat jika semua darahnya telah mengenai target dan berhasil membunuh mereka.


"Sepertinya semua darahku telah mengenainya. Hm, aku ingin tahu apakah dia dapat bertahan dari serangan itu."


Di tunggu dan ditunggu dan setelah beberapa saat lagi, dia merasakan ada aura besar yang mendekat kemudian diikuti dengan sebuah bola hitam yang bergerak dengan kecepatan yang tinggi tengah melesat menuju ke arah dia.


"Hoh, rupanya dia dapat bertahan. Dia orang yang tidak bisa diremehkan."


Dalam waktu singkat bola itu telah sampai di hadapannya. Hal pertama yang dia lihat adalah bilah mengkilap dari pedang berwarna hitam legam sedang menargetkan dirinya. Dengan reflek yang cepat dia mampu menangkis serangan itu.


Lalu tanpa diduga ada pedang lain yang datang. Itu adalah pedang hijau yang bersinar terang, muncul dari kegelapan dan langsung menghantamkan sisi pinggulnya. Serangan yang tak terelakkan pun terjadi.

__ADS_1


Emertas terkena tebasan dan langsung meluncurkan ke belakang dengan kecepatan yang tinggi. Bekas tebasa yang berupa garis itu masih menempel di tubuhnya hingga akhirnya menabrak dinding di ujung sana.


Dinding batu tersebut hancur lebur dan menciptakan debu yang bertebaran di udara. Dalam waktu singkat debu yang tengah bertebaran itu hancur seakan ada yang lewat, namun tidak ada orang di sana. Rupanya itu adalah Emertas yang bergerak dengan kecepatan yang tinggi. Dia langsung muncul di belakang Lyon.


Tapi dengan begitu cepat refleknya, Lyon berbalik dan menahan serangan Emertas dengan kedua pedangnya. Yah, walaupun serangan itu dapat ditahan, namun Lyon harus terpental jauh karenanya.


Selama Lyon terpental, rupanya Emertas juga ikut terbang di atasnya sembari berbicara.


"Hei, Lyon, Anda memiliki potensi besar untuk menjadi orang kuat. Jadi bergabunglah dengan kami dan kita akan menguasai dunia," ucapanya dengan santai kemudian mengayunkan tangannya yang sudah dilapisi kuku panjang hitam. Lyon menerima tebasan kuat dan terlempar ke sisi lain.


...Emertas ingin mengajak Anda untuk bergabung bersama dengan dia ke dalam Persekutuan Vampire. Apakah Anda ingin bergabung?...


...-Ya...


...-Tidak...


Pemberitahuan itu muncul tepat setelah Emertas mengucapkan hal tersebut.


Lyon tidak sepenuhnya terlempar. Dia dengan cepat membentuk sikapnya sehingga berhasil menatap di atas tanah lagi. Dia pun segera melesat cepat menghampiri Emertas kemudian menebasnya lagi. Lyon terus memberikan tebasan dengan kedua pedangnya sehingga menciptakan begitulah banyak garis bekas tebasan yang mengelilinginya. Terkadang tanah di tempat mereka berpijak hancur karena serangan Lyon yang melesat sehingga bilah pedangnya mengenai tanah.


Emertas dengan begitu gesit menghindar serta menangkis serangan yang ada. "Ayolah, bergabunglah dengan kami. Dapat dipastikan jika Anda bergabung, maka potensi yang ada di dalam diri Anda akan meningkat. Kami juga di sini membutuhkan orang-orang kuat. Yah, saya juga akan melupakan semua apa yang Anda lakukan sebelumnya, seperti tidak terjadi apa-apa."


Lyon memberikan serangan kuat sehingga Emertas menjauh darinya. Setelah itu dia berkata sembari menunjuk dia.


"Aku tidak akan sudi untuk menjadi bawahanmu, monster sialan. Ada air mata dari orang yang tidak bersalah yang disebabkan karenamu dan aku tidak akan memaafkan hal itu."


"Oh, apakah itu tentang si Tuan putri?" balas Emertas yang menyinggung Si Isabella.


Namun dari kejauhan di atas langit, muncul setitik cahaya merah dan langsung menerjang Lyon. Hal itu membuat Lyon terseret begitu jauh hingga ke ujung. Rupanya cahaya itu adalah ulah dari Selestical.


Saat ini kakinya tengah ditahan oleh kedua pedang Lyon. Untung saja kemampuan Lyon yang bisa memprediksi masa depan dapat digunakan sebaik mungkin sehingga hal seperti ini dapat diantisipasi.


"Hah? Orang seperti ini ingin menjadi salah satu dari kita. Jangan bercanda Sayang. Aku tidak mau kalau dia bergabung. Lebih baik jika si tengkorak Lich itu saja yang kita bangkitkan kembali daripada dia."


Lyon pun melawan dan menghempas Selestical sehingga dia menjauh dari sana sembari berteriak. "Siapa juga yang sudi bergabung dengan kalian!!"


Selestical terbang dengan begitu elegan, menjauh kemudian mendarat di tempat Emertas.


"Sayang, kamu jangan bercanda. Jangan buat manusia rendahan itu bergabung dengan kita." Rupanya Selestical menolak rencana Emertas untuk mengajak Lyon ke sisi mereka.


"Sayang, dengarkan saya dulu. Saya telah memikirkan semua ini. Melihat dia dari awal kita tangkap, saya memiliki firasat jika dia akan berpotensi besar menjadi ancaman kita bila kita tidak segera membuatnya berada di sisi kita."


"Kan kita bisa bunuh dia kalau dia itu akan menjadi ancaman kita."


"Heh, itu akan merugikan kita, lebih baik jika dia menjadi bagian kita. Itu akan lebih menguntungkan. Mungkin dimasa depan nanti dia akan menjadi senjata andalan kita."


Kedua vampir tersebut terus saja saling bercekcok tentang pilihannya. Lyon yang berada jauh di sana hanya bisa diam bersiap, dan menjaga sikapnya untuk selalu waspada.


Namun, ketika dia menunggu perkelahian mereka berakhir, tiba-tiba ada pemberitahuan yang muncul dari panel layarnya. Itu merupakan pesan masuk.


"Pesan? Apa jangan-jangan itu ...!"

__ADS_1


Lyon tahu maksud dari pesan ini. Pada saat dia membuka isinya, dia tidak bisa menyembunyikan senyum di wajahnya.


__ADS_2