
Chapter 412 Pertarungan Dahsyat.
Bottlomless Gap.
Tidak lama setelah kobaran api dan ledakan terus-terusan tercipta di sana yang membakar si Lich, akhirnya mulai mereda. Sekarang hanya ada asap kabut serta bekas api membakar tanah yang mengelilingi si Lich. "Manusia rendahan seperti dia membuat diriku seperti ini .... Arghhh! Tidak dapat dibiarkan. Aku pasti ... pasti akan membunuhnya!" Lich merasa kesal karena semua kejadian ini. Dia merasa dipertemukan oleh Lyon. Karena merasa harga dirinya telah direndahkan, dia tidak dapat menerimanya. Dengan penuh kekesalan dia mencoba menatap tajam, ke tempat Lyon berada, walaupun saat ini kabut-kabut menghalangi pandangannya.
Tapi, sesaat setelahnya, ada sesuatu yang sedang mendekat ke arahnya. Belum sempat dia mencoba mencari tahu, tiba-tiba sesuatu itu mendekat. Itu adalah seseorang yang muncul dari kabut, melompat, ingin menerjangnya.
Lich sangat mengenal orang itu. Dia adalah Lyon. Tapi, ada sesuatu yang membuatnya sedikit shok. Pada saat dia melihat Lyon, ada perubahan yang tadi pada dia.
Apa-apaan dengan kedua tangan itu?!
Dia melihat dengan kedua bola matanya sendiri, saat ini Lyon mempunyai dua tangan berurusan besar, berwarna hitam dan disetiap sisi jarinya berbentuk runcing tajam, di tambah dengan aura hitam yang mengelilinginya. Dan dua juga melihat senyuman yang Lyon tunjukkan itu adalah dengan tajam yang memiliki makna yang buruk.
**
Sebelumnya.
Pada saat ledakan masih berlanjut, Lyon ingin mencoba keterampilan baru yang dia dapatkan dari transformasi ini. Lyon mulai mengaktifkan keterampilan itu.
"Demon Claw's!!"
...Demon Claw's...
...Menciptakan sepasang tangan yang berasal dari aura hitam padat milik Iblis Creazer. Meningkatkan kekuatan sebesar 20% kecepatan serangan 20%. Ketika memberikan serangan cakaran, dapat menciptakan luka darah....
...Cost Mana : 252.000...
...Duration : 20 menit...
...Cooldown : 380 detik...
...[Sepasang tiruan tangan milik Iblis Creazer yang berkualitas oleh banyak darah selama sejarah berjalan.]...
Seketika aura hitam padat muncul dan menutupi seluruh tangan Lyon. Awalnya dia agak panik ketika melihat semua aura itu menelan tangannya, namun mengetahu kalau tidak ada dampak buruk yang terjadi setelahnya, dia pun mulai merasa lega. Tidak lama kemudian, aura itu terus berkumpul dan bertumpuk, lalu membentuk hingga akhirnya menciptakan sepasang tangan. Itu adalah tangan monster berukuran besar. Ukurannya 3 kali lebih besar dari tangan aslinya. Bukan hanya ukiran, namun bentuknya juga berbeda. Di setiap jarinya disulap menjadi cakar, dan ada tambahan aliran listrik berwarna ungu, yang menjalar di sekitar tangannya diikut dengan aura yang keluar kulit hitamnya itu.
"Waw ..."
Lyon mulai mencoba untuk menggerak-gerakkan tangannya, mengepal, lalu melepaskannya, mengayunkannya ke sana dan kemari. De gan penuh kekaguman dia pun bergumam, "Ini sungguh hebat. Ku kira ukurannya yang besar ini, membuatku sulit untuk bergerak, tapi aku dapat mengendalikan dan mengerjakannya dengan begitu mudah. dan juga ini." Mencoba melakukan beberapa serangkaian serangan. "Kedua tangan ini sudah seperti senjata sepertiku."
Lyon merasa jika dengan tambahan sepasang tangannya ini, akan membuatnya sulit untuk bergerak, namun nyatanya tidak. Rasanya hampir sama ketika dia hanya menggerakkan tangan biasanya. Lalu dia pun mencoba untuk melalukan beberapa serangan, seperti memukul autupun mencakar, dan itu terasa lebih mudah. Tidak salah jika dia mengaktifkan keterampilan ini. Senyum lebar dan tajam terpancar di wajahnya, lalu diriku dengan tawaan yang terdengar menakutkan.
"Hehehe .... sekarang mari kita coba kemampuan ini kepada monster itu."
Sebelum Itu, Lyon kembali mengaktifkan keterampilan biasanya, membantu meningkatkan atributnya. Lalu, dia kembali menguatkan tumpuan kakinya, bersiap untuk melesat. Sesaat, dia pun segera berlari. Dia melewati semua akar-akar berdiri yang telah terbakar oleh api yang dia ciptakan. Hanya dalam beberapa saat dia sudah berhasil melewati mereka semua. Pada saat dia berada di sana, rupanya semua bola energi yang dia kerahkan tadi sudah mengenai Lich itu sepenuhnya. Sekarang hanya ada kabut tebal yang menghalangi pandangannya.
Lyon segera lanjut, pergi memasuki kabut tersebut. Dia cukup yakin bisa menyerang Lich itu di dalam sana. Jadi dia membuang semua rasa takutnya itu dan melesat. Lagian jika dia terkena serangan, itu palingan tidak akan banyak berpengaruh sebab semua atributnya telah meningkat dengan pesat.
Lyon pun memasuki kabut. Dia terus berlari lurus, berharap jika di depan sana nanti dia dapat berhadapan langsung dengan si Lich. Ketika ke sekian kalinya langkah kakinya bergerak, dia melihat sepasang cahaya merah yang melayang di udara. Cahaya merah itu adalah mata Lich. Benar saja, keberuntungan datang menghampirinya. Dengan penuh percaya diri Lyon kembali tersenyum, lalu meningkatkan lagi kecepatan larinya.
Dalam waktu singkat, dia akhirnya sudah berada cukup dekat dengan si Lich. Lyon pun segera melesat dan membuat lompatan sembari mempersiapkan kedua tangannya. Dia melihat tinggi, melewati kabut, dan akhirnya bertemu dengan Lich. Mereka berdua saling bertatap pandang. Lich nampaknya kebingunan dan agak shok pada saat melihat kedatangan Lyon. Itu membuatnya senang. Senyum yang dia punya, semakin melebar.
"Enyahlah kau, Manusia rendahan!!" ucap Lich dengan penuh amarah sembari mengarahkan tingkat yang telah terpancar sebuah energi sihir dalam jumlah besar. Energi tersebut langsung dilepaskan dan di arahkan kepada Lyon. Lyon dengan segera membuat pertahanan dengan menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya. Alhasil, ledakan besar tercipta. Di dalam ledakan tersebut menutupi diri Lyon sepenuhnya.
"Aha! Rasakan itu!"
Lich begitu senang ketika melihat Lyon terkena oleh serangannya secara telak. Namun, kesenangannya itu hanyalah sesaat. Kedua matanya terbelalak lebar ketika melihat Lyon yang masih baik baik saja.
"Bagaimana bisa kamu-!"
Dia tidak sempat berkata lebih lanjut karena Lyon sudah mendatanginya. Lyon melesatkan serangan cakar miliknya ke arahnya. Lich dengan cepat mengarahkan tongkatnya, menjadikannya sebagai tameng. Tercipta benturan antar dua benda padat di serta suara yang memekakan telinga. Lich berhasil mengangkis serangan Lyon.
Melihat serangannya ditangkis, Lyon masih mempertahankan senyuman itu. Tanpa Lich sadari, pedang yang Lyon punya, muncul dari kabut dan melesat dengan cepat mendatangi tempat mereka berdua. Itu adalah The Forgotten Aura Sword, yang telah dia ubah menjadi Great Flying Sword. Pedang itu melesat dengan tinggi dan hanya beberapa detik, dia sudah berhadapan langsung dengan Lich. Karena kefokusan Lich yang hanya tertuju kepada Lyon, dia tidak menyadari kalau ada serangan lain yang menimpanya.
Pedang itu seketika menusuk perut Lich dengan begitu kuat hingga menembusnya. Di saat bersamaan, Lyon menggerakkan bibirnya, berbicara,
"Permanent Damage!!"
...-1.247.272 Kritis!...
...50%/1.200%...
...[Musuh terkena efek samping dari Permanent Damage. Kerusakan permanen di bagian dada dan perut, kecepatan Pergerakan berkurang sebesar 35% dan pengurangan serangan, kefokusan berkurang sebesar 10% serta terkena efek shok karena mendapat serangan yang tiba tiba, membuatnya terdiam selama 15 detik setelah serangan selesai digunakan.]...
...[Bonus pendarahan meningkatkan menjadi 52.250 poin perdetik selama 2 menit]...
...[Bonus pengurangan pertahanan sebesar 15%]...
Pedang itu mulai bercahaya dan semakin terang. Dalam waktu yang singkat, Lich langsung terlempar ke belakangan. Dia terlempar dan terbang menjauh dari Lyon. Sementara itu, setelah melemparinya Lich, Lyon mendarat di atas tanah. Di Melihat sejenak Lich yang menjauh darinya, lalu pergi mengejarnya.
**
Mari beralih ke medan pertempuran yang terjadi di perbatasan antara manusia dan Undead, digaris terdepan. Sejak tanda serangan serentak telah dikeluarkan, semua pasukan mulai menyerang pada Undead secara agresif. Keadaan sekarang sudah berbalik, kini merekalah yang memimpin jalannya perang.
Di barusan terdepan dari medan perang, terlihat monster yang amat besar, yang sibuk menguras Undead ke sana dan kemari layaknya melempar sampah ke sembarang tempat. Monster itu adalah Ardes. Di punggungnya terdapat semua rekan-rekan lyon. Mereka saat ini menjadi sebuah benteng berjalan yang siap untuk menghancurkan siapa pun yang mengalangi jalan mereka.
Di sisi lain, Viergo dan Chaitlyn dan semua anggota Guild dan pasukan kerajaan, juga ikut menyerbu dari sisi lain. Mereka juga tidak mau kalah dan terus bergegas membasmi semua Undead yang ada. Berkat hal itu, tidak terasa jika mereka sudah melangkah lebih maju.
Di sisi lain lagi. Kini DeathNight, Vincle dan yang lainnya sudah ada. Dia menerima kabar kalau sekarang semua pasukan tengah melakukan serangan serentak. Mereka pun juga langsung ikut bergabung bersama yang lainnya, melalukan serangan serentak.
Lalu, beralih ke tempat Sinon berada. Dia berada di baris terdepan, namun di sisi lain. Dia tengah memimpin ribuan pasukan dengan puluhan orang yang merupakan pasukan khusus. Kali ini dia berencana untuk menguji coba gulir penghancur yang dia dapatkan dari Under Heaven.
Pada saat suasana sedang mendukung, ini menjadi kesempatan Sinon untuk menguji coba. Jadi, dia pun mulai memerintahkan semua orang yang sudah dia pilih, berbaris rapi, memanjang di setiap sisi. Pada saat bersamaan, para Undead raksasa tengah mendekat ke arah mereka. Mereka tidak gentar akan hal itu karena mereka sudah percaya kepada Sinon.
Mereka mulai bersiap dan mengeluarkan gulir, lalu dihadapkan ke depan. Tidak berapa lama Sinon pun memberikan perintah agar mereka mengaktifkan gulir-gulir tersebut. Mereka semua segera mengaktifkannya.
Sesaat, muncul lingkaran sihir bersama kuning gelap dengan asap hitam yang menutup setiap harusnya, berbagai ukuran tercipta di sana. Jika dilihat dari variasi gulungan yang mereka kenakan, ukuran Lingkaran itu berdasarkan area luas dampak serangannya. Setelah lingkaran itu telah sepenuhnya terbentuk, mereka perlahan menghilang.
Ledakan pun tercipta. Ledakan itu terjadi hampir di saat bersamaan. Hanya berbeda beberapa milidetik saja. Sesudah ledakan itu, muncul angin topan di dalam ledakan itu, lalu petir yang entah dari mana munculnya, dan dilanjutkan dengan gempa. Tanah yang menjadi tempat itu, hancur sehancur-hancurnya. Tentunya semua Undead yang memasuki area lingkaran sihir tadi, seketika lenyap, Para Undead Raksasa saja dibuat kritis dan sampai ada yang juga mati meninggalkan barang jarahannya. Yang pada awalnya, tempat-tempat itu dipadati oleh para Undead, sekarang sudah mulai terlihat kosong. Sebuah ruang telah memisahkan mereka.
Sinon yang melihatnya secara langsung, merasa takjub. Hanya dalam sekali serang, mereka telah melenyapkan begitu banyak musuh. Dia berpikir jika ini terus dia lanjutkan, maka dalam waktu singkat semua Undead telah dikalahkan. Ini adalah perkembangan yang bagus.
**
__ADS_1
Lich yang kini terlempar, terus melesat. Dia mencoba untuk melepaskan pedang itu dari tubuhnya, namun tidak bisa, malahan tangannya yang terbuka akibat memegang pedang itu. Aku harus menggunaan cara lain untuk pergi dari sini. Dia harus memikirkan cara lain untuk kabur. Dan ide pun didapat.
"Shadow Clone!"
Lich terbagi menjadi dua bagian, di mana satu bagian adalah bayangannya yang masih tertancap oleh pedang itu dan yang aslinya sudah terpisah. Secara otomatis Lich terjatuh di atas tanah. Bayangannya telah menggantikan dirinya dan melesat menjauhinya.
Lolos dari kandang buaya, malah masuk ke kandang singa. Kira-kira begitulah kalimat yang tepat ditujukan oleh si Lich. Pada saat dia lolos dari pedang itu, tanpa dia duga ternyata Lyon sudah berada di belakangnya, bersiap melakukan serangan. Lich sontak terkejut ketika merasakan aura Lyon sudah berada di jarak yang amat dekat dengan dirinya. Dia pun segera berbalik. Namun, baru saja dia berbalik, pandangannya menjadi gelap. Rupanya tangan Lyon telah menangkap wajahnya. Semua itu dilakukan dalam waktu yang singkat dan cepat.
Ketika wajahnya berhasil di tangkap, Lyon segera melempar dirinya ke tanah. Ledakan tercipta di sana. Kepala Lich langsung tertanam. Tanah yang ada di sekitar mereka, menjadi retak, kemudian pecah. Tekanan yang diberikan oleh Lyon begitu kuat. Itu belumlah berakhir. Setelah Lyon menanamkan kepalanya di dalam tanah, dia segera menyeret kepalanya. Kecepatan yang tinggi disertai dengan cengkeraman tangan yang mematikan, membuat serangan itu menjadi sebuah kombinasi yang mematikan. Jika ini diterapkan di kehidupan nyata, pasti si korban akan mengalami luka yang parah.
Lyon terus menyeret Lich hingga membuat beberpa putaran. Kerusakan demi keruskan terus tercipta seiring waktu. Kesehatan Lich mulai berkurang. Dari 11 juta poin lebih, sekarang menurun ke angka 8 juta. Merasa sudah cukup puas, Lyon lalu mencengkeram wajahnya dengan kuat dan melempar dia ke atas setinggi mungkin. Lich pun terlempar ke atas. Dia terlempar secara tidak berdaya. Di saat itulah ada kesempatan bagi Lyon untuk menyerangnya lagi. Dia menarik pedangnya untuk kembali dan menyuruhnya tentang di atas Lich. Ketika pedangnya sudah berada di sana, Lyon kembali mengarahkan pedang itu dan menusuk lagi perutnya. Lich langsung terjatuh dengan cepat, menghantam tanah dengan begitu keras.
Lyon segera mendekatinya lagi dan memukulnya secara bertubi tubi di saat kesempatan itu berlangsung. Kesehatannya langsung merosot ke angka 5 juta. Di saat itu kemarahan Lich juga semakin menjadi-jadi.
"Aargh!!!"
Awan hitam berkumpul di atas mereka, dan secara tiba-tiba petir keluar dari awan tersebut, dan menyambar tempat mereka. Lyon dan Lich terkena serangan itu.
...[-Anda menerima serangan kritis -339.382]...
...[Anda menerima efek kejut dari Dust Lighting. Menerima pengurangan sebesar 30.000 poin per-3 detik serta efek stun 1 detik per-10 detik selama 3 menit.]...
Petir itu berasal dari Lich. Akibat efek petir yang amat kuat, membuat Lyon terpental beberapa meter. Perlahan, si Lich mulai berdiri lagi dan melepaskan pedang yang tertancap di tubuhnya.
"Baiklah, sekarang aku akan mengakhiri semua ini."
Lich mulai mengeluarkan kekuatannya. Dia melayangkan tongkatnya ke atas langit. Di kedua sisi di ujung tongkat mulai terbentuk sebuah pola sihir berwarna biru dan ungu. Setelah terbentuk, kedua pola tersebut berpisah. Yang satu menuju ke tanah, dan satunya lagi ke atas langit. Dan beberapa saat mereka mulai melebar, membentang luas di tanah dan langit. Lyon merasa pernah mengingat kedua pola ini.
Kalau tidak salah ini adalah pola ini kan, pola yang menciptakan dataran es. Lalu yang di atas sana itu pola untuk membuat petir merepotkan. Eh, tunggu dulu! Kalau dia membuat kedua pola ini secara bersamaan, maka ...."
Lyon mendapatkan sebuah firasat buruk mengenai hal ini. Itu adalah sebuah bencana besar. Lich sudah selesai melakukan persiapan, kini akan menyerang. Dia pun merapalkan sihirnya.
"Land of Chaos!!"
Dalam waktu singkat, tanah tandus itu disulap menjadi dataran es. Es demi es terus bermunculan dan mulai menciptakan gunung. Dia saat bersamaan langit mejadi gelap. Lalu, tidak lama setelah itu hujan petir dalam jumlah besar menyambar hampir disemua tempat di dataran es itu. Di saat itu suhu menjadi sangat dingin.
...[Suhu di sekitar Anda telah menurun drastis. Anda mengalami kedinginan. Imperial Berseker Kong telah mengurangi efek dingin sebesar 40% ditambah dari resistensi ras Anda sebesar 10%. Anda tidak akan menerima efek negatif berkat seluruh aura padat yang menyelimuti tubuh Anda. Sekarang Anda dapat bertarung secara leluasa.]...
"Huf, syukurlah ... ku kira aku akan kedinginan setelah kehilangan Armor berhargaku. Akan tetapi berkat transformasi ini, aku dapat menghilangkan semua efek negatifnya."
Lyon merasa lega ketika mendengar bahwa efek samping dari suhu telah dihilangkan. Dia takut jika ini tidak dapat dihilangkan setelah dia kehilangan Armor berharganya, yaitu Lighter Armor Angel. Pada pertarungan sebelumnya, dia mengenakan Armor itu dan mendapatkan banyak manfaat, termasuk menghilangkan efek negatif dari perubahan suhu. Itu membuatnya tidak risi ketika bertarung (walau pada akhirnya dia juga harus kalah). Untung saja transformasi tubuh telah menyelamatkan dia. Kalau tidak, mungkin dia sudah bertarung melawan Lich itu dengan emosi yang tinggi.
"!"
Tiba-tiba tubuh Lyon tersengat oleh aliran listrik, lalu terdiam kaku, tidak bergerak. Dia telah mendapatkan status Stun. Lalu, disaat bersamaan ada petir yang tiba-tiba nyasar dan menyambar dia. Lyon sontak kaget plus terkejut ketika merasakan aliran petir menyelimuti tubuhnya.
Sial, sakitnya ....
Dan sedetik kemudian dia sudah kembali normal. Efek stun sudah menghilang. Dia ingat di pemberitahuan sistem ketika dia terkena petir. Ada efek stun setiap 10 detik selama 3 menit.
Ini merepotkan ... tidak baik kalau aku harus pergi bertarung. Aku harus menghindar dari sana.
Dan di sisi lain, Ketika Lich sudah selesai mengaktifkan mantrenya. Dia pun mulai menunjukan hal lainnya. Sembari menatap ke depan dia berkata,
"Waktunya penghabisan."
Lich membelah-belah tubuhnya hingga akhirnya dia sudah ada lima. Keempat Lich lainnya rupanya tiruannya. Lalu setelah itu mereka berpencar.
**
ketika Lyon sedang bersembunyi di balik es, tatapan matanya tiba-tiba teralihkan kepada Lich yang ada di atas tebing. Dia sedang berdiri di sana sembari menatapnya. Tidak lama kemudian, dia menembakkan energi sihir kepadanya.
Ah, sial!
Lyon segera lari dari sana. Dia berpindah tempat dengan sangat cepat. Tidak terasa jika dia sudah cukup jauh dari Lich itu. Dan dia harus beristirahat lagi, dan terkena efek Stun. Tanpa diduga, ternyata Lich kembali muncul. Dia menegakkan beberepa energi sihir lagi kepada Lyon. Sontak saja hal itu membuatnya terkejut.
Sejak kapan dia berada di sana?!
Padahal Lyon telah berlari sangat cepat hingga Lich itu tertinggal jauh, namun baru sedetik dia berdiam diri, ternyata itu kembali muncul. Apa daya, karena efek Stun yang Lyon terima, dia harus menerima serangannya. Lyon tenggelam di dalam ledakan itu. Setelah ledakan itu, dia dengan cepat berdiri dan mengangkat tangannya dan mengaktifkan keterampilannya.
"Black Star!!"
Bola-bola energi sihir dalam jumlah besar tercipta di atas langit. Ketika semua bola-bola itu telah siap, Lyon segera mengarahkan mereka semua ke tempat Lich berada. Seketika tempat itu meledak dengan hebat. Lyon pun langsung kabur ke tempat lain.
"!"
Pada saat dia mencoba untuk kabur, si Lich secara tiba-tiba muncul di atas tebing lain, dan itu ada di tebing lain dari Lich yang dia serang tadi. Bagaimana bisa dia berada di sana?! Padahal tadi aku sudah menyerang dia habis habisan di sana. Kebingunan Lyon semakin menjadi-jadi.
Lich yang berada di tebing itu menyerangnya dengan akar-akar berduri miliknya ke arah Lyon. Dengan mudahnya Lyon menghancurkan semua akar-akar itu menggunakan cakar besar yang dia punya. Tiba-tiba dari penglihatan masa depannya, dia melihat dirinya di sambar oleh semua petir. Lyon pun segera bergegas pergi dari sana. Sebelum petir itu turun, Lyon sudah menghilang dari sana.
Lyon telah mencari tempat persembunyian. Dia pun berpikir, Sebenarnya, bagaimana bisa berada di setiap tempat yang kudatangi. Padahal aku sudah sangat yakin kalau dia tertinggal jauh dariku. Dan barusan ini, dia malah muncul di tempat lain dalam waktu singkat. Ini mencurigakan. Setidaknya aku harus mematai-matai mereka dulu.
Demi menjawab semua pertanyaannya, Lyon harus mencari jawabannya. Dia berencana untuk memata-matai Lich itu dulu untuk melihat bagaimana dia bisa muncul di tempat yang dia tempati. Ketika dia mencoba mengintip, betapa terkejutnya dia. Dia tidak dapat mempercayai apa yang dia lihat. Sekarang ini, Lich itu ada tiga.
Eh, mereka ada dua?! Tapi, sejak kapan mereka bermunculan? Apakah itu mahluk panggilan ataukah lainnya. Mereka semua terlihat sangat mirip. Aku rasa mereka bukan mahluk panggilan. Apa jangan-jangan, dia juga termasuk Lich legendaris yang ada di sini.
Menurut pemikiran Lyon, kedua Lich yang dia lihat saat ini adalah memang Lich. Tidak mungkin jika itu panggilannya, apalagi itu adalah Lich yang mirip dengan Lich Legendaris. Sudah pasti di sini ada dua Lich yang muncul mengingat ini adalah tempat dari para Undead berada.
Selama dia berpikir, tanpa di sadari jika ada sesosok yang berdiri di belakangnya. Keterampilan prediksinya mendapati kalau ada sesuatu yang terjadi pada dirinya dan sesuatu di belakangnya. Eh, apa itu?! Dengan cepat Lyon berbalik untuk melihat apa yang terjadi. Pada saat dia berbalik, rupanya yang dia lihat itu adalah Lich. Kedua matanya terbelalak dengan lebar ketika melihatnya. Lich itu hanya tersenyum ketika melihat Lyon yang sudah menyadari kehadirannya. Dia pun mengangkat tangannya dan menunjuk kepada Lyon.
“Bridle of Darkness!”
Seluruh tubuh Lyon tiba-tiba menjadi kaku dan keras layaknya ada sesuatu yang menahan dirinya. Ini adalah keterampilan yang dulu yang membuatnya tidak berdaya. Lich itu pun membuat Lyon melayang ke atas langit. Tidak lama kedua Lich lainnya berkumpul. Kini Lyon telah melihat tiga Lich sekaligus.
Oi, apa apaan ini, kenapa mereka sekarang ada tiga!?
Beberapa saat selanjutnya dua Lich lainnya muncul Sekarang sudah ada lima Lich yang berdiri di sana. Sontak saja Lyon terkejut melihat mereka semua. Kali ini sudah ada lima dari mereka. Lalu, salah satu Lich yang ada di sana berbicara kepadanya.
__ADS_1
"Hahaha, apa kamu terkejut melihat kami semua? Sekarang apa yang akan kamu lakukan, manusia rendahan? Kamu sudah terperangkap dan sebentar lagi akan binasa dari dunia ini."
Keempat Lich lainnya juga ikut memperagakan apa yang dilakukan oleh Lich itu. Mereka mengaktifkan Bridle of Darkness secara bersamaan. Lyon pun semakin terkekang olehnya. Rasa sakit akibat tekanan yang mereka berikan bertambah besar yang pada awalnya hanya membuat tubuhnya kaku, sekarang terasa sepertinya sedang terhimpit.
"Arrgh! Sialan kalian! Aku pasti akan membunuh kalian semua!!"
Sementara itu, ketika Lyon sedang terperangkap, sejumlah petir dalam jumlah besar akan menyambar dirinya. Dia yang mencoba melepaskan diri, teralihkan oleh petir itu. Dengan cepat dia memerintahkan kepada pedang untuk melesat ke arahnya dan menjadi tameng baginya.
"Cepat ke sini!!"
Pedangnya kini sudah siap menjadi tamengnya. Dia hanya berusaha meminimalisir kerusakan yang ada dengan menggunaan pedang itu. Mumpung durasi aktif dari Great Flying Sword masih belum habis, dia akan menggunakannya untuk menjadi tameng.
Akan tetapi, pada saat dia sudah hampir berpapasan dengan kumpulan petir itu, pengetahuan sistem pun muncul.
...[Kesadaran Anda telah menyentuh angka 79% Tetap pertahankan kesadaran Anda untuk tidak turun lebih rendah atau tidak Iblis Creazer akan mengambil alih tubuh Anda.]...
Lalu, tiba-tiba seliruh pandangan Lyon menjadi hitam. Tubuhnya seakan melayang di dalam kegelapan. Dia kebingunan dengan kejadian ini.
Eh, apa yang sebenarnya terjadi!?
Di tengah kebingungannya itu, tiba-tiba muncul sepasang bayangan tangan yang menyelimuti leher hingga melingkarinya. Setelah itu, muncul bayangan kepala dengan sepasang cahaya merah menyala. Kepala tersebut bersandar di bahunya.
"Hei manusia. Aku melihatmu di luar sana. Kayaknya kamu sedang kesulitan. Kalau boleh, apa yang bisa ku bantu. Kita bisa bertukar jika untuk sementara waktu. Aku akan membantu mengalahkan para sampah itu."
Suara asing pun memasuki kepalanya. Hal itu membuat Lyon terkejut. Dia berbalik dan melihat ke segala arah dengan rasa panik. Namun, tidak ada orang di sana, hanya ruangan hitam hampa yang terpampang di matanya. Terdengar, jika suara itu sedang menawarkan bantuan untuknya. Tapi, rasanya mencurigakan, terutama nada bicaranya. Lyon merasakan firasat buruk.
Kurasa dia adalah iblis Creazer. Yah, tidak salah lagi, suaranya mirip seperti pada saat aku bertranformasi. Heh, dia mencoba untuk merasuki agar menyerahkan tubuhku. Apakah Hanya dengan segitu dia bisa?
Firasat buruk ternyata memang benar. Jika dikaitkan lagi, suara itu mirip seperti Iblis Creazer, apalagi setelah pemberitahuan sistem yang memberitahu jika ada ancaman dari Iblis Creazer. Sudah dapat dipastikan kalau dia adalah si Iblis itu. Dari cara bicaranya, dia mencoba untuk merayu Lyon. Tentu saja Lyon tidak mempercayai si Iblis itu. Dia segera memberikan balasan.
"Oi, kau Iblis Creazer. Apakah kamu mengira jika aku dengan senang hati menyerahkan tubuhku kepadamu? Tidak! Aku pasti mempunyai rencana licik dibalik semua ini. Jadi diam saja di sana, biarkan aku memakai kekutanmu ini sampai selesai."
Jelas Lyon memberikan penolakan atas tawaran Iblis itu. Mana mungkin dia dengan senang hati menyerahkan tubuhnya ini. Pasti si Iblis mempunhai rencana jahat dibalik ucapan liciknya itu. Jadi dia harus mewaspadainya. Di sisi lain, Ini adalah avatar permainannya. Kalau sampai Iblis ini mengandaikan avatar ini, maka dia tidak akan bisa bermain lagi, kecuali dia berhasil dibunuh. Namun, kerugian itu malah bertambah, sebab ketika dia mati dalam wujud iblis, maka dia akan memperoleh pengurangan yang berlipat ganda. Itu akan membuatnya lebih buruk lagi.
"Jadi itu Pilihanmu. Sungguh pilihan yang bodoh. Padahal aku sudah menawari kepadamu bantuan ini dengan senang hati, tapi malah kamu sia-siakan. Jika suatu saat nanti aku mengambil tubuhmu tanpa izin, jangan marah. Itu semua disebabkan karena kesalahanmu itu sendiri."
Suara itu pun berakhir, begitu juga dengan ruang hitam yang mengelilingi Lyon. Ruang hitam itu menghilang. Pandangannya kembali ke dalam keadaan semula. Dia dapat melihat lagi tempat yang seharusnya dia berada, yaitu di Bottlomless Gap.
"Huf ... syukurlah aku dapat bebas dari dia. Untung saja dia tidak agresif."
Lyon dapat bernafas lega mengetahui kalau dirinya sudah selamat dari cengkeraman Iblis itu. Iblis itu masih tidak agresif terhadapnya. Kalau saja tadi dia tidak seperti itu, mungkin saat ini jiwanya dan iblis itu akan berkelahi memperebutkan tubuh ini.
Beberpa detik setelah itu, dia mulai merasakan ada sesuatu yang aneh. Ada sengatan listrik yang menjalar di sekujur tubuhnya. Namun, dia tidak merasakan rasa sakit yang berasal dari listrik itu. Rasanya listrik-listrik itu tengah berjalan di seluruh badannya.
Sebenarnya apa yang terjadi selama penglihatan ku berubah??
Lyon mulai mengecek dan secara tidak langsung melihat bar kesehatannya. Sesaat, ekspresi wajahnya berubah. Perubahan itu terjadi secara drastis, bahkan keringat dingin sampai membatasi dahinya.
Eh, ini tidak mungkin?! Kenapa bar ku hilang setengah. Sebenarnya apa yang terjadi tadi?
Saat ini, dia melihat jika bar kesehatannyat telah hilang setengah. Setengah bar-nya masih terisi dan sisi lainnya kosong tak tersisa. Dia begitu shok pada saat melihatnya. Padahal tadi pandangannya hanya teralihkan sejenak, namun itu malah mengeras kesehatannya dengan begitu banyak. Sesuatu terbesit di kepalanya. Dia sadar apa yang sebenarnya terjadi. Semua listrik yang menjalar di tubuhnya adalah bekas dari sambaran petir yang menyambar dirinya. Itu adalah petir-petir dari teknik Lich. Anehnya, kenapa dia tidak bisa merasakannya? Seharusnya dengan semua kerusakan ini, pasti rasa sakit yang ada akan terus berdatangan. Namun, dia tidak merasakan satupun dari rasa sakit itu. Seperti ada dinding yang menghalang dirinya dan rasa sakit.
"Ah, rupanya kamu masih hidup yah. Ternyata petir yang sedari tadi menyambarmu masih belum bisa membunuhmu."
Ucapan itu berasal dari Lich yang berada di bawah sana. Pada saat Lyon mendengar itu, Pandangannya langsung menurun dan menatap mereka. Lich itu masih ada lima. Lyon pun mulai berbicara, "Baiklah, kalian para Lich sialan. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya kalian lakukan. Tapi, aku merasa kesal. Kali ini, kalian akan merasakan akibatnya." Lyon mulai mencoba melepaskan dirinya dari cengkeraman mereka. Dengan kekuatan yang besar, dia mencoba menekan kekuatan yang berasal dari Bridle of Darkness milik para Lich.
Ternyata Lyon bisa. Dia mulai menggerakkan sebagian tubuhnya secara perlahan. Ini semua dikarenakan kekuatan yang dimiliki oleh para Lich menurun. Semua itu di mulai dari kutukan Death of Glory yang dia berikan kepada Lich sehingga kekuatan cengkeraman dari Bridle of Darkness melemah. Lich harus berusaha lebih keras untuk menahan Lyon agar dia tetap berada di sana.
Lalu, di saat ada kesempatan dia segera memerintahkan pedangnya untuk pergi melesat menuju ke tempat Lich itu berada. Pedangnya melesat dengan kecepatan yang tinggi menghampiri mereka berlima.
"Kamu ...! Apakah kamu pikir serangan itu dapat mengalahkan kami?" teriak Lich itu dengan suara lantang.
Lyon tidak mempedulikan ocehannya. Dia berfokus kepada pedang yang saat ini terbang ke arah mereka, menunggu sebuah momen untuk melakukan serangan lanjutan. Pada saat jarak pedangnya sudah berada di jarak tertentu, Lyon segera memberikan aba-aba lain. Itu adalah perubahan keterampilan dari pedangnya, menjadi Flying Star Sword. Seketika pedangnya bercahaya terang, kemudian terpecah menjadi belasan pedang kecil. Semua pedang-pedang itu berpencar. Mereka berada di sekeliling Lich.
Di saat bersamaan, tangan Lyon akhirnya dapat digerakkan. Lyon menunjuk ke arah Lich sembari mengaktifkan keterampilannya, yaitu Strom of Sword. Semua pedang yang berada di sekitar Lich mulai berputar dan menciptakan sebuah badai hijau cerah yang berasal dari kumpulan sayatan pedang-pedang itu.
"Arghhh, dasar kamu manusia Sialan!!!"
Lich berteriak dengan kesal dan ter gelak di dalam badai tersebut. Teknik dari keterampian itu sebenernya hanya untuk mengulur waktu Lyon. Mereka akan sibuk akan badai yang dia ciptakan sehingga membuatnya bisa berpikir tentang rencana lanjutan. Aku harus memikirkan sesuatu untuk mengakhiri mereka, ucapnya dalam baru sembari membuka panel layar.
Dia berencana memikirkan cara agar bisa mengalahkan Lich itu semua. Awalnya dia berpikir untuk menggunakan kombinasi mematikan, namun tidak jadi. Kombinasi mematikan hanya ditujukan kepada satu musuh, plus keterampilan tambahan yang berkaitan sudah lolos dari pendinginan. Sayangnya, hampir semua keterampilan yang berkaitan tengah dalam masa pendinginan. Lyon beralih ke keterampilan baru dan mencari-cari. Di sana masih ada beberapa keterampilan yang masih belum dia gunakan. Pada saat dia melihat list keterampilan yang ada, Dia menemukan satu yang menarik perhatiannya. Senyum pun tercipta di wajahnya.
Pasti, dengan ini aku dapat mengenai mereka semua.
**
Lyon mulai bersiap di atas sana. Saat ini dia hanya dapat menggerakkan setengah tubuhnya, hanya bagian atas saja. Sementara itu dibagian bawah masih terasa kaku sehingga membuatnya melayang di atas langit. Tapi, itu bukanlah masalah, dan malahan bagus baginya. Dia sengaja membiarkan mereka serangan tubuh bagian bawahnya, berpikir jika mereka tetap menahannya, maka dia tetap berada di atas sana. Lyon pun dapat melihat mereka semua.
Lyon pun mengangkat kedua tangannya ke atas. Sesudah itu, dia mulai membuka mulutnya, dan menyebutkan satu nama dari keterampilan yang dia maksud.
..."Hell Orb : The Destroyer!!"...
Ada kabar gembira. Sekarang World Online The Forgotten Legend : The Next Stage!!! telah mendapatkan kontrak. Awalnya saya hampir menyerah untuk meneruskan novel ini karena tidak ada harapan lagi. Tapi, entah mengapa kontrak ini malah datang. Rasa kesal sekaligus bahagia bercampur aduk menjadi satu. Mau kesal karena baru sekarang dikasih kontrak, mau juga senang karena telah dikontrak. Ah, biarlah, yang penting ada.
Walaupun pembaca hanya 100-an, tetapi novel ini sudah dikontrak, dan itu level 5. Pembaca minim, tapi dapat level 5. Berarti mungkin saja memang benar, banyaknya pembaca tidak mempengaruhi naiknya level. Saya sangat berterimakasih kepada kalian, para Readers yang selalu menunggu novel ini update, yang terkadang tiga hari sampai seminggu baru update. Kesetiaan kalian sangat dibutuhkan. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih.
Beberapa jam setelah kontrak, mereka memberikan cover baru. Yah, covernya cukup gak nyambung dengan Lyon asli si petarung jarak dekat, dan minim akan sihir. Tapi tidak apa-apa. Mungkin kalian bisa menganggap kalau dia sedang menggunakan keterampilan "Master of Receive" karena terlihat sangat mirip.
__ADS_1
Tetap nantikan World Online dan tunggu kisah Lyon yang akan datang.
Jumlah kata dalam bab ini : 4.8k (semoga kalian menikmatinya)