
Road Valley Ruins.
Alasan yang membuat Lyon tersenyum ketika membaca pesan tersebut dikarenakan pesan itu berasal dari Sinon. Tentu saja isinya sudah jelas jika rencananya telah sesuai dengan apa yang dia inginkan. Rombongan Sinon telah hadir di tempat ini.
Itu benar, pesan yang telah dia kirim kepada Sinon, tentang membawa seluruh orang ke tempat ini sudah terwujudkan. Sinon telah memberikan kabar jika merek sudah hampir dekat dengan lokasinya. Jadi dengan cepat dia memberikan koordinat lokasi pasti, sebab akibat pertarungan mereka sebelumnya, koordinat mereka sudah melenceng.
**
Di sisi lain dari tanah tandus Road Valley Ruins.
Saat ini Sinon beserta yang lainnya tengah berjalan menyusuri tanah tandus ini. Bersama dengan hampir sekitar 75,000 pemain yang ada, mereka berjalan untuk mencari keberadaan Lyon. Bisa dibilang ini adalah pasukan kecil yang mereka bawa, padahal sebelumnya Lyon telah menyuruh mereka untuk membawa semua orang yang ada.Tapi karena pesan itu adalah pesan yang mendadak, mereka pun hanya bisa menghubungi orang-orang yang aktif dan mempunyai jarak yang dekat dan hasilnya adalah ini, hanya ada 20% dari keseluruhan pemain yang dapat ikut bersama dengan mereka.
Di barisan terdepan, adalah para pemain dan NPC yang memimpin barisan. Di mulai dari Sinon, DeathNight Armegon, Silvana, Chaitlyn, Ardes, Vincle, Ardes, Ruby, dan juga Snowly.
"Hmm, sekarang kita sudah berada di Road Valley Ruins, seperti yang pemimpin katakan, tapi sekarang dimana dia??" ucap Sinon yang kemudian melihat ke sekelilingnya.
"Yah, kita harus cari dia secepatnya atau mungkin keadaannya semakin parah lagi. Entah Quest gila apa yang sedang dia kerjakan sampai membuat keadaan begitu gawat," ucap Armegon.
"Hm, itu benar. Kita harus mencari kakak secepatnya, orang tuaku sudah sangat khawatir sama dia karena tidak kunjung bangun juga," lanjut Ruby yang khawatir.
"Eh, tunggu dulu. Apakah Lyon terjadi sesuatu yang gawat sampai-sampai kita harus bergegas begini??" Chaitlyn yang mendengar pembicaraan mereka, bertanya lagi tentang Lyon.
Yang Chaitlyn tahu, terakhir kali Lyon di tangkap oleh para prajurit dari Kerajaan Heaven, dan setelah itu dia tidak mendengar kabarnya lagi. Lalu, tiba-tiba sekarang dia disuruh untuk bergabung dengan mereka atas misi yang dijalankan oleh Lyon. Dia pun ikut-ikut saja karena mungkin akan ada hal yang heboh di sana nanti.
Oh yah, kami belum memberitahumu soal keadaan Lyon yah," ucap Armegon. Lalu dia melihat ke arah Ruby lalu berkata, "Ruby kamu jelaskan kepada dia soal kakakmu itu."
Ruby pun mengiyakan dan pergi menghampiri Chaitlyn. Dia pun segera menjelaskan keadaan Lyon.
Di sisi lain, Snowly yang melihat keadaan di sekitar sana, teralihkan oleh sebuah cahaya kerlap kelip dari kejauhan. Cahaya-cahaya itu agak mencurigakan dan firasatnya mengatakan itu berhubungan dengan Lyon. Dia pun mengabarkan hal ini kepada Sinon.
"Hei, Sinon. Aku melihat cahaya mencurigakan dari arah sana." Menunjuk ke tempat tersebut. "Apa Jangan-jangan di sana ada Lyon."
"Yang mana Snowly," Sinom hendak memeriksa tempat yang Snowly maksud. Lalu tiba-tiba ada pesan masuk dan itu berasal dari Lyon. "Eh, Pemimpin mengirimkan pesan kepadaku." Dia pun berhenti seenak dan membuka pesan itu. Snowly pun juga ikut melihat isi pesan yang muncul itu.
"Eh, ini koordinat baru yang diberikan oleh Pemimpin, dan kalau diarahkan jadi." Sinon pun mengikuti arah koordinat itu. Arahnya sama persis dengan lokasi yang tadi Snowly tunjuk.
"Berati memang benar Lyon berada di sana," ucap Snowly.
Sinon pun segera berbalik dan melihat semua orang, "Baiklah kita mendapatkan kabar baru mengenai lokasi Lyon. Sekarang mari kita bergegas menuju ke tempat. j
Jaraknya tidak jauh lagi."
Sesuai dengan aba-abanya, rombongan mereka pun bergerak ke tempat Lyon berada. Tidak membutuhkan waktu lama bagi mereka untuk tiba di sana.
Lalu, secara mendadak Ardes membesarkan tubuhnya, kembali ke ukuran normal, dan kemudian bertransformasi lagi ke bentuk yang lebih kuat. Jelas hal tersebut menimbulkan kegaduhan di sekitar sana karena terkejut mereka akan hal itu.
__ADS_1
"Tuan Ardes mengapa And tiba-tiba berubah bentuk!?" tanya DeathNight secara spontan.
Ardes mengerutkan pandangannya dengan ekspresi wajah serius, kemudian menjawab. Kalian semua persiapkan diri kalian. Di depan sana ada sosok mahluk dengan kekuatan yang amat besar, mungkin saja kekuatannya jauh lebih besar daripada saya."
Ardes memberikan jawaban atas alasannya yang membuat semua orang terkejut mendengar. Sosok yang lebih kuat daripada Ardes yang merupakan monster tingkat legendaris. Dia bahkan sampai berubah bentuk dan masuk ke tahap transformasinya.
"Hah, ternyata dia tidak berbohong. Pantas saja dia meminta banyak orang untuk datang ke sini." Armegon akhirnya paham maksud dari pesan Lyon. "Ternyata di sini terdapat musuh yang sangat kuat, dan Lyon masih bisa bertahan, bahkan setelah melewati hal-hal menyulitkan seperti itu, dia itu juga monster."
"Kak," Lalu ada Silvana yang berbicara kepadanya. "Apakah sudah saatnya kita menggunakan keterampilan itu? Yah, saat ini kita mempunyai musuh kuat lagi, mungkin saja mereka bisa menjadi bahan uji coba kita."
Armegon yang mendengar saran dari adiknya, melihat ke sekelilingnya dan berpikir tentang sesuatu. Sesaat dia beralih lagi kepadanya dan membalasnya, "Kamu tinggal tunggu saja tanda dariku dan kita akan melakukannya."
"Baik!!"
Dari perkataan Armegon rasanya dia akan menggunakan keterampilan yang Silvana maksud. Tapi dia menyuruhnya untuk menggunakannya pada saat dia telah memberikan tanda. Mungkin dia tengah mencari momentum nanti di sana.
Di sisi lain Vincle dan DeathNight saling berbincang.
"Baiklah DeathNight, Anda akan terus bersama ku. Selama pertarungan berlangsung, saya akan mengajarimu tentang beberapa kemampuan yang ada, dan sekalian sebagai bahan pembelajaranmu untuk bekalmu nanti."
"Baik, tuan Vincle."
Berhubung DeathNight akan mewarisi kelas dari Vincle, Vincle pun menyarankan agar DeathNight berada di sisinya untuk melihat bagaimana dia bertarung dan akan diajari beberapa teknik sebagai tambahan wawasannya untuk bekal nanti.
Kemudian setelah itu, mereka sekali lagi bersiap dan dengan persiapan yang matang. Mereka tahu musuh di depan bukanlah musuh biasa lagi. Jadi mereka pun telah siap akan resiko yang ada.
Seluruh orang berteriak menyatakan bentuk semangat mereka dalam bentuk teriak. Kemudian mereka pun segera bergegas menghampiri tempat Lyon.
**
Kembali ke lokasi Emertas dan Selestical.
Pada saat mereka sibuk bercekcok mengenai Lyon, hal tersebut dijadikan kesempatan oleh Lyon sendiri untuk mengirimkan pesan koordinat bagi tim Sinon agar mereka semua tiba di sini.
"Yah, untung mereka sudah datang, jadinya aku bisa membatalkan transformasi Half Demon-nya karena ini sangat membebani kesadarannya yang terus terusan menurun.
Tidak lama kemudian, tanda dari gerombolan sudah mulai terlihat disepanjang garis batas di ujung penglihatannya. Itu adalah bala bantuan yang dia nanti-nantikan.
Di sisi lain, Emertas dan Selestical yang tadinya bertengkar, kini terdiam sejenak karena merasakan adanya hawa keberadaan yang begitu banyak. Mereka pun memalingkan pandangannya ke sumber dari hawa keberadaan yang mereka rasakan tersebut. Benar saja, sudah banyak manusia yang bermunculan.
"Darimana semua orang-orang itu datang!?" Emertas agak terkejut melihat jumlah rombongan yang banyak itu. Tiba-tiba saja mereka muncul di sini dan dalam jumlah yang besar.
Selestical pun menyadari sesuatu. "Saya rasa ini semua adalah ulahnya." Melihat sekejap ke arah Lyon. "Orang itu, dia diam-diam berbuat sesuatu sehingga para rombongan manusia itu datang ke sini."
"Orang itu ..." Emertas pun rasanya kesal dengan si Lyon ini. Padahal niat awalnya dia ingin mengajak Lyon tetapi secara diam-diam dia mengirimkan bala bantuan untuk menghabisi mereka.
__ADS_1
Emertas pun berbicara lagi kepada Selestical, "Sayang, kamu panggil semua pasukan dan juga bangkitkan dia lagi. Halau semua rombongan itu, sementara itu saya akan mengurusi manusia itu."
"Baiklah kalau begitu, aku akan pergi menghalangi mereka. Cepat selesaikan dia karena mengurus puluhan ribu orang di sana itu sangat merepotkan.".
"Iya, iya, iya."
Jadi, Selestical pun pergi meninggalkan Emertas di sana, menuju ke tempat rombongan pemain itu datang. Sesampainya di sana, dia berdiri dan mulai berbicara.
"Baiklah, semua vampir yang ada di sini, Tuanmu telah memanggil kalian untuk datang ke sini!!"
Tidak berapa lama, lingkaran sihir berukuran sedang muncul di atas tanah dan jumlahnya begitu banyak. Di balik lingkaran sihir itu muncul monster-monster Vampir dan totalnya bisa mencapai seribu lebih.
...-Imperial Vampire...
...Peringkat : Elite...
...Level : 400...
...Kesehatan : [ 1.900.000 / 1.900.000 ]...
...**...
...-Imperial Vampire...
...Peringkat : Grand Lord...
...Level : 400...
...Kesehatan : [ 7.955.000 / 7.955.000 ]...
Pasukan Vampir berlevel 400 muncul memenuhi lapangan. Melihat kalau semuanya telah berkumpul, Selestical mengeluarkan sebuah tengkorak dan sebuah botol yang lumayan besar berisikan cairan merah. Dia menyiramkan cairan tersebut ke tengkorak tersebut. Perlahan, tengkorak tersebut mengeluarkan aura yang mengerikan dan terus meluas. Benda tersebut melayang di udara dan bersinar terang. Muncullah sesosok mahluk dari balik cahaya tersebut.
...Status :...
...Emperor Lich (Gluch)...
...Peringkat : Legendary...
...Level : 350...
...Kesehatan : [ 20.064.720 / 20.850.000 ]...
...Mana : [35.800.300/ 35.800.300]...
...[Salah satu dari 3 Lich besar yang pernah mengguncang Benua Saviar dengan kekuatan kegelapan mereka. Setelah kekalahannya pada masa lalu yang sungguh misterius, sekarang ini dia bangkit kembali dan masih berpegang teguh pada tujuannya, yaitu membuat dunia hitam.]...
__ADS_1
Sosok Lich legendaris, Cluch telah bangkit kembali. Sepertinya sekali lagi perang besar akan terjadi di tanah tandus ini.
**