World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
Chapter 414 Pertarungan Dua Sisi


__ADS_3

***Chapter 414 Pertarungan Dua Sisi*.**


Bottlomless Gap.



Lyon masih bingung dengan apa yang terjadi saat ini. Kedua monster yang seharusnya datang menghampirinya, sampai sekarang masih belum menunjukkan tanda-tanda kedatangannya, ditambah lagi dengan melihat tingkah Lich yang aneh, itu berarti ada masalah yang sedang terjadi antara dia dan kedua monster itu.


"Oi, Lich! Kenapa monstermu tidak datang-datang? Apakah mereka takut untuk berhadapan denganku?" tanyanya dengan nada meremehkan.


Lyon bertanya sembari memberikan api kepada Lich. Dia sedang iseng untuk memanaskan emosinya. Tentu saja hal itu berhasil membuat Lich terbakar. Dia kelihatan kesal sekaligus panik pada saat pertanyaan itu masuk ke telinganya.


"Argh, diam! Lihat saja mereka pasti akan datang!!"


Lich berkata lantang, mencoba mengatakan jika kedua monster panggilannya itu akan datang. Mereka pun kembali menunggu.



**



Beberapa menit, masih belum ada tanda-tanda. Baik itu si Elicpcatus maupun Kaisel, mereka masih belum memasukkan batang hidungnya di sini. Hal ini membuat Lyon senang. Mulutnya mulai membuat senyum dan semakin dilebarkan. Itu adalah senyum penuh makna negatif. Dia berjalan sembari menguatkan pegangan pedangnya, lalu berkata, "Hehehe, kali ini tidak akan ada yang mengganggu. Ini bagus. Sekarang, kamu pasti akan mati di tanganku."



Kedua monster yang tidak kunjung datang, menjadi kabar gembira baginya. Kali ini dia akan memanfaatkan kesempatan kali ini sebaik-baiknya untuk mengalahkan Lich itu. Mungkin ini akan menjadi pertarungan terkahir bagi mereka. Tapi, sebelum itu ... kemana perginya kedua monster itu?? Seharusnya jika tuan mereka memanggil, kedua monster itu harus sudah tiba di tempat tuannya hanya beberapa saat. Namun, jelas keanehan ini membuat mereka bertanya-tanya (walaupun sebenarnya Lyon tidak peduli). Untuk mencari jawabannya, mari pergi beralih ke medan pertempuran yang masih terjadi di seluruh tanah tandus Bottlomless Gap.



**



Bottlomless Gap.


Di suatu tempat panasnya medan pertempuran yang tengah terjadi, terdapat suatu Guild yang sedang berkumpul pada satu tempat. Mereka saat ini tengah memburu seekor monster dengan membawa dendam serta amarah akan suatu hal, dan di saat ini mereka akan menjebak monster itu.



Monster itu keluar dari dalam lubang, menghancurkan segala yang ada di sekitarnya. Ukurannya yang begitu besar serta panjang dengan tulang belulang yang keras nan tajam melapisi seluruh bagian tubuhnya. Ribuan kaki menggeliat di sepanjang jalan, menciptakan hamparan debu serta getaran kecil yang dapat dirasakan dari ratusan meter dia berada. Sepasang mata merah yang bersinar terang di kepala dari monster itu. Pada saat melihat kemunculannya, para pemain dari Guild itu mulai bersiap-siap. Semua peralatan serta senjata mereka telah pegang dengan erat. Rasa kewaspadaan yang timbul dari insting meningkat dengan tajam.



Di antara kerumunan itu, tidak jauh dari sana, ada sepasang pemain (lelaki dan perempuan) yang tengah berdiri memperhatikan kemunculan monster itu. Tidak berada lama, pandangan dari si Monster mengarah kepada mereka. Secara langsung, dia melesat dan merayap, menggerakkan kumpulan kakinya di atas tanah.



...-Giant Bone Centipede  (Elicpcatus)...


...Peringkat  : Legendary...


...Level : 400...


...Kesehatan : [71.340.330 / 75.000.000]...


...[Monster jenis kelabang raksasa yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh tulang belulang berwarna hitam pekat, dan memiliki kekerasan melebihi baja. Salah satu makhluk panggilan dari Gluch, Lich Legendaris yang berbahaya. Makhluk yang bisa memorak-porandakan suatu wilayah hanya dengan pergerakannya saja. Salah satu monster yang memiliki keunggulan di bagian serangan, kesehatan, dan pertahanannya.]...



Terungkap sudah jika monster adalah salah satu dari monster panggilan Lich, yaitu Elicpcatus, monster kelabang tulang raksasa. Sementara itu, Guild yang mempunyai hubungan dengan monster ini tidak lain dan tidak bukan adalah Guild Sun and Moon. Setelah menerima kekalahan yang memalukan ketika berhadapan dengan monster ini, Armegon selaku Pemimpin Guild, merasa harga dirinya telah dijatuhkan. Padahal pada saat itu monster ini sudah hampir sekarat, namun dia berhasil kabur dengan menggunakan lubang ciptaannya. Tentunya hal ini akan membuat semua orang yang merasakannya, kesal, begitu juga Armegon. Rasa amarah dan hasrat untuk membunuh monster itu masih meluap-luap di pikirannya. Ketika dia melihat kalau monster itu sudah terpancing ke arah mereka, dia pun memberikan perintah kepada orang yang berada di sampingnya. Orang itu adalah Silvana, adik dari Armegon.



"Silvana, segera beritahu kepada semua orang jika kita akan memulai rencana. Dan jangan lupa, kalau aku memberikan tanda, kamu akan menggunaan keterampilan itu."


"Hm baiklah, serahkan saja kepadaku."


Silvana pun segera meninggalkan tempat itu. Sekarang hanya tersisa Armegon sendirian. Dia kembali menghadapi ke depan, melihat Elicpcatus yang sudah mulai mendekat. Dia hanya memasang senyuman dan mengangkat tangannya ke atas langit.


"Kali ini aku akan mengalahkanmu, itu pasti!"


Sesudahnya, Armegon mengaktifkan sebuah keterampilan.


"En Sun!"


Setitik cahaya muncul di atas tangannya, lalu membesar hingga akhirnya membentuk sebuah miniatur matahari. Armegon pun melanjutkan lagi dengan menyebutkan keterampilan lainnya.


"Light Side : Knight of Sun!!"



...Light Side : Knight of Sun Lv1...


...Berkat sisi terang dari seorang pewaris dewa matahari. Menghasilkan energi positif bagi diri sendiri maupun sekitarnya dan memberikan efek buruk kepada mereka yang berniat buruk kepadanya....


...-Meningkatkan semua atribut sebesar 50%, Regenerasi 150% Bar kesehatan dan Mana bonus 100%,...


...-Aura Light :...


...Memberikan radar dengan diameter 25 meter yang berguna untuk merasakan kehadiran seseorang serta melemahkan mereka yang memiliki energi kegelapan....


...Meningkatkan status sekutu yang berada di sekitar Anda sebesar 15%...


...-Memberikan luka lebih kepada mereka yang memiliki energi kegelapan....


...-Beberapa keterampilan baru terbuka...


...Syarat aktif :...


...Siang hari dengan matahari yang cerah / En sun....


...Eternal Sun Sword...


...Cost Mana : 0...


...Duration : 1 jam...


...Cooldown : 36 jam...


...[Keterampilan yang dimiliki oleh si pewaris dewa matahari. Kekuatan cahaya yang hangat serta kebajikan yang dibawa oleh si pewaris akan berdampak baik kepada semua mahluk yang berada di sisinya. Bagi mereka yang menentangnya, mereka akan mendapatkan karma.]...


Miniatur matahari yang masih melayang, kini perlahan turun dan akhirnya menyentuh ujung pedang Armegon. Tiba-tiba Miniatur matahari tersebut terserap oleh pedang dan bercahaya. Cahaya itu terus mengalir dan memasuki tubuh Armegon dan bersinar. Aura pun terpancar dari tubuhnya. Tidak lama kemudian, muncul sebuah tambahan armor transparan yang muncul di sekitarnya.



Perlahan, dia mulai berjalan ke depan, lalu mengayunkan pedangnya dengan santai. Pedang miliknya bercahaya lebih terang sejak miniatur matahari masuk ke dalam pedang itu. Selepas itu, Armegon merentangkan pedangnya ke samping, dan mengaktifkan keterampilan lainnya.



"Maximum Hot Sword!"



Tiba-tiba pedang yang tadinya bercshaya, kini semakin bersinar terang dan mengeluarkan api yang membara. Armegon lanjut berjalan mendekati monster itu. Di sisi lain, ketika Sena sudah tiba di sisi para pemain, dia pun segera memberi tanda agar mereka untuk bergerak. Rencana mereka saat ini adalah pergi mengelilingi Elicpcatus, dan setelah bagian Armegon selesai, mereka pun yang akan melanjutkannya.



Kembali ke Armegon. Dia terus berjalan dengan tenang. Sementara itu, pedangnya semakin membara saja layaknya mencoba ingin meluap, namun di tahan. Lalu tidak berapa lama dia mengangkat tangan satunya hingga sejajar dengan dadanya.


"Eternal Barrier Fire!"


Aura Light yang mengelilingi dia mulai memadat dan menciptakan kubah transparan. Itu adalah kubah yang panas. Di setiap sisi dari permukaan kubah itu, muncul percikan api hingga sebuah kobaran api kecil, walaupun itu hanya sesaat. Armegon pun mempercepat langkah. Dia berlari menuju Monster tersebut.

__ADS_1



Waktu demi waktu, detik demi detik terus berjalan. Baik itu Armegon, maupun Elicpcatus, mereka saling berjalan ke sisi berlawanan. Semakin dekat mereka, kecepatan mereka juga terus bertambah. Saat ini Armegon sedang sangat fokus. Kedua matanya tidak pernah berkedip sejak dia berlari. Dia terus menganalisa dan menentukan langkah apa saja yang akan dia lakukan nanti.



Mereka pun saling berhadapan. Armegon yang melihat wajah monster kelabang itu, tetap mempertahankan keyakinannya. Dia menunjukkan senyumannya lalu mencoba mengayunkan pedangnya.



Sekarang, saatnya!!



Ujung permukaan kubah transparannya menyentuh kulit tulang milik Elicpcatus. Ledakan besar pun tercipta di antara mereka Ledakan yang menciptakan api besar menjulang tinggi ke atas langit. Ledakan itu menghasilkan serangan shok yang menggetarkan tanah di sekitarnya. Armegon dan kepala Elicpcatus tenggelam di dalam ledakan yang membara itu.



Pada saat ini, Armegon berdiri tepat di depan kepala Elicpcatus. Seakan waktu di sana berjalan dengan lambat, pergerakan Elicpcatus juga melambat sehingga dirinya bisa bergerak lebih banyak di dalam waktu yang singkat ini. Dia sudah berhasil memberikan tebasan di kepalanya. Dengan cepat dia menarik pedangnya dan diayunkan di atas langit. Kedua kakinya segera di perkuat untuk menjadi tumpuan bagi tubuhnya. Dalam sepersekian detik itu, Armegon segera melesatkan pedangnya. Di saat pedang itu diayunkan, seluruh bilahnya terbakar dengan hebatnya. Hanya sesaat, bilah tersebut sudah menyentuh permukaan tulang keras milik Elicpcatus.



..."Bam!!'...



Satu ledakan besar tercipta. Itu adalah ledakan yang lebih besar dari pada sebelumnya, bahkan dampak ledakan sebelumnya, segera terhempas menggantikan ledakan baru. Api besar menjulang lebih tinggi di angkasa.



Serangan Armegon berhasil, pedangnya tepat mendarat di tengah tengah kepala Elicpcatus. bekas retak dengan api yang masih membekas di setiap teriakannya terlibat jelas di sekitar pedangnya. Elicpcatus pun terdiam. Armegon yang melihatnya, merasa begitu senang. Dengan cepat dia berteriak kencang, memberitahukan kepada para pemain yang ada di sana.


"Semuanya serang!!"


Suara tersebut memenuhi seluruh lapangan. Suara itu masuk ke dalam telinga mereka semua, termasuk juga Silvana. Pada saat dia mendapatkan aba-aba itu, dia segera mengangkat tangannya dan memberikan perintah.


"Baiklah! Semuanya, bergerak. Kita habisi monster itu!!"


""Aaaa!!""


Semua pemain bergerak secara serentak, mengangkat semua senjata mereka sembari menunjukkan api semangat membara. Secara serentak mereka mengelilingi tubuh Elicpcatus, kemudian langsung diserang. Dengan berbagai teknik, keterampilan serta serangan mereka lancarkan pada tubuh Elicpcatus. Kesehatannya terus terusan merosot. Armegon juga tidak tinggal diam. Dia dengan segera menarik pedangnya dan lanjut menyerang kelabang itu.



Tidak sampai beberpa menit berjalan, bar kesehatannya merosot, jatuh dengan tajam menuju 5 juta poin. Ribuan pemain yang menyerang dengan segenap tenaga. Itu sudah sangat cepat untuk menguras kesehatan monster ini dan melewati tingkat Regenerasinya. Selain Pertahan yang tinggi, di juga memiliki tingkat regenerasi yang bisa dibilang hebat. Untung saja mereka menyerangnya secara serentak sehingga regenerasi itu dapat dihalau.



Tapi, mereka tidak sempat untuk mengakhiri hidupnya sebab ternyata, monster itu sudah kembali sadar. Kedua mata Elicpcatus yang semula padam, kini kembali menyala. Sesaat, dia pun tersadar dengan apa yang terjadi. Elicpcatus seketika menggeliat hebat, menggantikan apapun yang berada di sekitarnya. Para pemain yang masih tengah menyerang, sekarang terlempar. Mereka semua berhamburan bagai debu yang dihempas di udara.


Begitu pula dengan Armegon yang sekarang juga ikut terhempas. Namun untungnya dia tidak terlempar begitu jauh sehingga dia bisa kembali dengan cepat untuk menguras bar monster itu.


"Kau, jangan mencoba ingin berlari lagi!!"


Armegon langsung bergegas menuju ke monster itu. Kali ini dia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk mengalahkannya. Bar-nya sudah masuk sekarat. Kalau sampai monster ini kembali kabur, maka ini akan menjadi pengalaman memalukan baginya.



Pada saat Armegon sudah tiba di hadapan Elicpcatus, dia pergi menerjangnya dan mengayun-ayunkan pedangnya. Di saat itu juga dia mengeluarkan En Sun dan melesatkan semuanya ke wajahnya. Ledakan demi ledakan tercipta. Bar-nya kembali menurun. Monster itu menjadi sangat marah. Dia segera melingkari tubuhnya dan terus berputar dengan cepat. Sebuah angin topan tercipta di sana.


"Ugh! Apa ini? Dia menciptakan sebuah angin topan, dengan tubuhnya itu?!"



Armegon kembali termjndur karena tekanan angin yang datang. Dia mencoba menutup wajahnya, meminimalisir jumlah tekanan angin yang mengenai wajahnya, lalu mencoba mengintip apa yang sedang terjadi. Dari pandangannya terlihat jika Elicpcatus memang berada di sana, dia membuat sebuah angin terjadi yang berurusan besar hanya dengan tubuhnya sendiri.


Sekarang, bagaimana caranya aku menyentuh dia kalau angin ini mencegah jalanku??




Heh, aku juga sedang memikirkan hal ini juga ... untuk sekarang, aku akan menyuruh mereka untuk bertahan terlebih dahulu.


Armegon pun segera mengirimkan pesan agar mereka bisa bertahan dulu hingga dia berhasil menemukan jalan keluar.



"Hoho, ada apa ini? Saya melihat ada masalah yang terjadi di tempat ini."



Namun, secara tiba-tiba terdengar suara orang yang mengantarkan tentang kejadian saat ini. Armegon yang mendengar suara itu segera mencari sumber keberadaan dari orang tersebut sebab dia merasa familiar dengan suaranya. Setelah mencari-cari, dia menemukan sesosok siluet hitam yang terbang di atas langit. Dia pun memasuki angin topan itu dan tidak kembali lagi. Armegon terkejut melihatnya.


Heh, apa yang dia lakukan?!



Hanya dalam beberapa detik, secara mendadak Pergerakan Elicpcatus berhenti dan disaat bersamaan juga terdengar suara dentuman keras yang berasal dari dalam sana. Lalu, kemudian Elicpcatus terlempar keluar dari dalam lingkarannya, dan itu tepat mengarah ke Armegon. Sontak dia kembali terkejut dan segera berlari menjauhi tempatnya. Elicpcatus pun mendarat di sana secara tidak berdaya.



Sementara itu, di tempat semula Elicpcatus berputar tadi, siluet yang mencoba memasuki, kini mulai terlihat. Orang itu ternyata tidak lain dan tidak bukan adalah Gordon. Dia dengan santainya mengayun-ayunkan palu besar dan meletakkannya di pundaknya. Sesaat, di melihat monster itu dan berkata, "Kalau dia tidak diserang dari dalam, maka tidak ada gunanya untuk ditunggu. Mengambil risiko untuk memperoleh hasil terbaik akan menjadi pilihan yang terbaik pula." Lalu dia pun berjalan menuju lokasi Armegon berada.



**



Pada saat ini Armegon tidak bisa berpikir tentang apa yang sebenarnya terjadi, dan dia juga masih belum melihat orang yang menyebabkan semua ini.


Ah, itu tidak penting. Sekarang aku harus mengalahkan monster ini.


Daripada dia berpikir, itu hanya membuang-buang waktunya. Jadi, lebih baik dia tetap pada tujuan utamanya, mengalahkan monster ini.


Armegon pun langsung bergegas pergi sembari mengaktifkan keterampilan lainnya.


"Abnormal Strong!!"


Tubuhnya mulai bertambah besar, sekitar 1,5 kali lipat dari pada biasanya. Armegon memegangi pedangnya dengan kuat, lalu melayangkan serangannya. Setiap serangannya menjadi lebih kuat dan cepat berkat kombinasi dari light Side dan Abnormal Strong-nya. Tidak lupa juga dia mengeluarkan keterampilan lainnya lagi.


"Light Dash Slash!!"


"Inferno Sword!!"


Armegon bergerak dengan sangat cepat dalam satu waktu dan memberikan sepuluh serangan. Setelah itu pedangnya kembali menjadi membara, kemudian bara api itu memadat sehingga membuat pedangnya terasa diselimuti cahaya. Keterampilan itu meningkatkan daya serang serta pemotongan pertahanan sehingga daya rusak yang dihasilkan akan meningkat drastis.



Armegon terus melakukan tebasan hingga akhirnya Elicpcatus kembali terbangun. Armegon seketika kembali mundur menjaga jarak darinya. Yap, dan benar saja setelah bangunnya monster itu, dia segera pergi melesatkan kepalanya, mencoba menyeruduk Armegon. Tapi, Armegon sudah sigap akan kedatangannya.



Tapi, ketika Elicpcatus sudah hampir dekat dengan Armegon, terjadi hal yang mengejutkan. Ada sesuatu menimpa monster itu sehingga dia berhenti bergerak. Ledakan kecil terdengar dari sana sehingga menyebabkan timbulnya kabut yang melayang di udara. Ternyata Gordon lah penyebabnya. Dia sudah berdiri di atas Elicpcatus, dan menatap Armegon.



Setelah terdiam cukup lama, Armegon segera membuka mulutnya dan bertanya, "Kenapa Anda malah ke sini, Tuan Gordon?"


Gordon hanya ternysum menatapnya, lalu membalasnya, " Saya melihat ada kekacauan yang terjadi di sini, dan hal itu membuat saya tertarik untuk mendatanginya."


__ADS_1


**



Sementara itu di sisi lain,


Di tempat Ardes berada. Mereka masih saja menembus lautan para Undead. Tapi, untuk sesaat mereka terdiam pada saat melihat dataran es kembali terbentuk.


"Dataran Es, kembali terbentuk? Apakah tuan Lyon sudah mulai bertarung kembali dengan Lich??" ucap Ardes yang bertanya-tanya.


Lalu, Tidak berapa lama, orang-orang yang berada di punggungnya bermunculan. Mereka adalah Snowly, Sena, dan Ruby. Pada saat mereka melihat dataran Es itu, mereka mulai khawatir.


"Ah, apakah kakak akan baik-baik saja. Jangan sampai dia kembali kalah sama seperti hari sebelumnya ...." ucap Ruby dengan khawatir.


"Lyon ... semoga kamu baik-baik saja. Kami pasti akan segera pergi membantumu," ucap Snowly yang juga ikut khawatir.


Dan di sisi Sena dan Liseas.


"Itu kan dataran es yang membuat Pemimpin mati? Apa kali ini dia akan mati atau tidak??" tanya Sena.


Pertanyaan itu dijawab oleh Liseas. "Mungkin saja dia bisa memenangkan pertarungan ini walaupun dia tidak sedang di untungkan. Yah, Selama dia masih bisa mengendalikan kekuatan iblisnya itu ...."


Jawaban itu agak terdengar kurang meyakinkan bagi Sena. "Apakah akan sangat berbahaya jika Pemimpin tidak bisa mengendalikan kekuatan itu??"


Liseas awalnya hanya terdiam, dan sedikit tertunduk. Beberapa saat, dia pun berkata, "Akan ada kekacauan lain yang mendatangi kita."


**


Beberapa menit setelah kejadian munculnya dataran Es, dari atas langit ada sesosok asing yang tengah melayang terbang di atas langit. Sosok itu beregak dengan cepat dan merendah hingga dapat dilihat. Itu adalah salah satu dari monster panggilan Lich Kaisel.



...-Skeleton Dragon (Kaisel)...


...Peringkat : Legendary...


...Level : 400...


...Kesehatan: [55.000.000 / 55.000.000]...


...[Mayat dari tulang belulang dari seekor naga yang kembali dihidupkan. Salah satu makhluk panggilan dari Gluch, Lich Legendaris yang berbahaya. Merupakan seekor Skeleton Dragon yang berasal dari seekor naga yang telah mati, kemudian dibangkitkan kembali dengan kekuatan oleh Gluch, dan menjadi salah satu pengikutnya. Monster yang bisa bertarung di atas langit merupakan lawan berbahaya bagi mereka yang berada di darat. Bisa juga menyemburkan api dengan mencakup area luas.]...



Pada saat Kaisel tengah bergerak, dia terlihat oleh Ardes dan lainnya.


"Monster itu ... dia menuju ke dataran es itu ... apa jangan-jangan dia ingin pergi untuk membantu si Lich itu??" ucap Liseas yang bertanya. Keputusan itu telah dibuat, Liseas berasumsi jika monster itu berniat ingin membantu Lich. Dengan cepat dia memberitahukan kepada Ardes.


"Tuan Ardes, cepat kejar monster yang terbang itu. Saya merasa jika dia akan pergi menghambat jalan tuan Lyon di sana."


Ardes terkejut dengan ucapan Liseas. "Hah, dia ingin menghambat jalan tuan Lyon?! Tidak bisa dibiarkan." Ardes pun segera melesat dengan cepat, pergi mengejar Kaisel. Dia tidak mempedulikan berbagai Undead yang menghalangi jalannya. Tujuannya saat ini adalah menghalangi monster itu agar tidak mencapai tempat Lyon.


Sembari berlari, mereka juga mencoba untuk menyerang. Liseas dan Snowly pergi menembakkan panah mereka. Namun sayangnya panah Snowly tidak dapat menjangkau jarak Kaisel. Dia hanya bisa menjangkau jika menggunakan keterampilan tertentu. Sementara itu, anak panah Liseas mampu mencapai Kaisel. Beberapa anak panah tertancap dengan kuat di sekitar tubuhnya.



Liseas pun menggunakan keterampilannya dan menyerang lagi. Anak panahnya melesat lebih kuat dan cepat hingga mengenai salah satu sayapnya. Keseimbangan Kaisel terganggu. Dia hampir terjatuh karenanya dan dapat kembali menyeimbangkan tubuhnya dalam waktu singkat. Ternyata itu masih belum bisa menghentikannya. Tidak mau ambil pusing, sekarang Ardes yang menyerang. Dia menembakkan serangan dari energi yang dia kumpulkan, bernama Force Nature. Energi hijau itu pun melesat dengan hebat dan mengenai monster itu.



Ledakan pun tercipta di sana, diikuti dengan tanaman rambat yang memenuhi tubuhnya. Monster itu menjadi sangat kesal dan berbalik mencoba untuk menyerang mereka. Terjadilah pertarungan antara kelompok Ardes dan Kaisel.


"Sudah berapa kali kita menyerangnya, namun monster ini sangat keras kepala. Dia tidak mau jatuh-jatuh," ucap Ardes dengan kesal. " Kalau dia jatuh sekali saja, maka saya pasti akan menghajarnya hingga mati."


Berapa kali sudah mereka mencoba berbagai serangan, namum monster ini sudah untuk terjatuh. Pertarungan jarak jauh bagi Ardes adalah hal yang buruk. Setidaknya kalau dia terjatuh, maka ada kesempatan baginya untuk menghajarnya habis-habisnya.


Kemudian, Liseas pun berbicara, "Ini tidak terlau sulit bagi saya, tapi juga akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengalahkannya, dan sewaktu-waktu dia bisa kabur."


Di saat mereka sedang kesulitan, Snowly muncul di antara mereka dan berkata, Anu ... aku mempunyai sebuah rencana untuk menjatuhkan monster itu, apakah kalian ingin mendengarkannya?"


Secara bersamaan mereka berdua mengalihkan pandangannya mereka ke arah Snowly.


""Rencananya?"" ucap mereka bersamaan.



Snowly hanya memberikan anggukan kepala untuk menandakan 'iya'. Liseas pun kembali beerbicara, Baiklah, akan kami dengarkan." Dia setuju untuk mendengarkan rencana dari Snowly. Yah, jadi Snowly pun menjelaskan tentang rencana yang ada di kepalanya. Baik itu Ardes, maupun Liseas, mereka mendengarkan secara seksama. Sampailah mereka pada akhir pembicaraan. Setelah menyimak dengan cukup baik, mereka mendapatkan kesimpulan.



"Hm, kurasa itu adalah rencana yang bagus."


"Baiklah akan kita coba."



Atas usul Snowly, mereka sekarang akan mencoba untuk menggunakan rencana. Pertarungan pun kembali terjadi. Kaisel masih saja terbang mengelilingi mereka sembari menembakkan api ungunya. Dan di saat itu, tiba-tiba sepasang anak panah melesat. Masing-masing dari mereka menancap di ujung sayapnya. Ini serangan biasa bagi Kaisel.



Akan tetapi, ternyata itu bukanlah serangan biasa, namun ada rencana dibaliknya. Kedua anak panah itu ternyata sudah terhubung dengan lilitan tanaman yang terhubung oleh Ardes. Dengan cepat dia memegang akar itu dengan cepat. Secara otomatis tanaman yang ada di panah itu merambat dengan hebat dan menutup kedua sayapnya. Kaisel seketika panik karena mengetahui hal ini.



"Sekarang jatuhlah kamu, monster sialan!!"


Itu sudah terlambat. Ardes segera mengayunkan tali itu sekuat tenaga dan membuat monster itu terombang ambing di angkasa. Setelah menemukan momen yang pas, Ardes langsung menghempaskannya dan menyeretnya di atas tanah. Para Undead yang berbaris di sana, seketika hancur.


"Sekarang, untuk pengakhiran."



Ardes kembali mengangkat Kaisel ke atas langit, kamu dengan kuat dihempas ke tanah. Dentuman kuat tercipta di sana. Kaisel seketika tertidur tidak berdaya di sana. Tidak berapa lama setelahnya, Ardes mengeluarkan kemampuan lain, yaitu Forest Resurrection. Seketika berbagai tanaman mulai bermunculan di sekitar Kaisel dan segera menimpanya hingga pada akhirnya terciptanya sebuah hutan kecil tercipta yang dimana si Kaisel yang terkubur di dalam sana.
















__ADS_1



Mari berikan dukungan kalian, berupa like, komen, serta vote. Oke?


__ADS_2