World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
Chapter 431 Rapat


__ADS_3

Chapter 431 Rapat.


Di istana kerajaan Heaven.


Sesaat setelah kematian Asgur yang mengenaskan, kedua sosok itu berjalan mendekati satu sama lain, hingga akhirnya mereka pun saling berhadapan, lalu berbincang.


"Sayang, kenapa kamu langsung membunuhnya langsung? Padahal tadi saya tadi sedang mengorek informasi darinya. Kan dia sudah mati," ucap sosok wanita itu.


Lalu yang pria membalas dengan memasang wajah kesalnya, "Saya tadi terbawa emosi saja. Tapi, tenang saja. Saya sudah tahu kalau mereka-mereka ini adalah suruhan dari kumpulan Petualangan itu. Pasti mereka ingin melakukan suatu hal untuk melepaskan di manusia itu."


"Hmm," Terlihat si wanita sedang memikirkan sesuatu. "Kalau mereka ingin melakukan sesuatu semacam menyelamatkan dia, pasti mereka pergi ke penjara. Tapi anehnya, mereka malah pergi jauh ke lantai atas istana. Itu kan bertentangan dengan jalan ke penjara."


Si Pria lalu melambaikan tangannya secara santai beberapa kali dan berkata, "Mereka pasti tidak tahu jalan menuju ke penjara dan akhirnya tersesat hingga ke sini." Dia mengatakan kalau para petualangan yang menyusup masuk, tersesat karena ketidaktahuan mereka tentang seluk beluk Istana ini dan akhirnya nyasar sampai ke tempat ini.


Si wanita itu mempercayai ucapannya dan kembali melontarkan pertanyaan baru, "Sekarang, bagaimana? Apakah kita hanya membiarkan mereka untuk kembali masuk ke sini, atau kita langsung pergi ke tempat mereka untuk mengusir mereka semua."


Tapi si pria memberikan tanda penolakan atas ucapannya tadi. "Tidak, kita biarkan saja mereka. Mereka bukanlah ancaman besar bagi kita. Kalau mereka kembali masuk ke sini, kita tinggal menghabisi saja mereka semua, sekalian menjadikan mereka penghibur bagi kita sebelum kita mengeksekusi si manusia itu."


"Hm, kalau kamu berkata begitu, saya hanya bisa menerimanya." Lalu si wanita mengganti topik pembicaraan, "Kalau begitu kita berpisah yah, Sayang. Saya harus melakukan rutinitas harian saya."


"Baiklah, pergilah. Sementara itu, Saya akan kembali ke kamar."


Mereka pun mulai berpisah, melakukan pekerjaan mereka masing-masing. Namun sebelum mereka berpisah sepenuhnya, si Wanita itu berbalik sejenak dan bertanya lagi kepada dia, "Sayang, apakah kamu tidak ingin memeriksa keadaan manusia itu?"


Sejenak si pria mendongakkan kepalanya ke atas, dan kembali diturunkan. Dia pun berbalik lagi kepada si Wanita itu, dan berkata, "Kurasa untuk saat ini tidak. Kita akan biarkan saja dulu. Buat dia bisa merasakan suasana jeruji besi yang mengekang seluruh kebebasannya itu. Saya mau tahu sampai kapan dia bertahan."


Pembicaraan itu berakhir, dan mereka berdua menghilang secara misterius ditelan oleh gelapnya malam.



**



Di Guild Sun And Moon, ruang Pemimpin Guild.


Armegon telah kembali memasuki permainan. Dia berniat untuk melihat perkembangan dari penyusupan istana, apakah berakhir baik atau buruk.


"Baiklah, waktunya kita memeriksa keadaan mereka," gumamnya yang berbicara pada dirinya sendiri.


Armegon membuka panel layarnya dan mencari bagian party Asgur yang sewaktu itu dia simpan. Jadi, dengan begitu dia dapat melakukan apapun, misalnya memanggil mereka, mengecek keberadaan mereka, ngecek keadaan, dan lain-lainnya.

__ADS_1


Ketika dia membuka panel Party mereka, dia menemukan sesuatu yang membuat dirinya bingung, dan kemudian tercengang.


"Eh, ini?! Tidak mungkin!"


Dia tidak sempat percaya dengan apa yang dia lihat dengan kedua bola matanya ini. Bukan hal terburuk yang mereka pikirkan, namun merupakan hal yang paling buruk telah terjadi. Jadi, setelah melihat dan memastikan semua itu, Armegon segera bergegas pergi turun dari ruangannya, keluar dari markas Guild-nya. Saat ini tujuan Armegon adalah pergi ke markas Soul Wings.


Beberapa saat, akhirnya Armegon telah tiba di markas Soul Wings. Lalu setelah itu, beberapa orang penting dari Soul Wings telah kembali dikumpulkan, mulai dari Sinon hingga DeathNight beberapa NPC lainnya. Snowly pun juga berada di sana. Dia juga barusan masuk ke dalam permainan.


"Jadi, ada perlu apa Armegon sampai kamu menyuruh kita untuk berkumpul. Apakah ini mengenai tentang tim penyusup kita?" tanya Sinon kepadanya. Armegon mengangguk, tapi menunjukkan wajah yang tidak mengenakkan. Sinon pun lanjut bertanya, "Apakah mereka sudah membuahkan hasil?" Tapi Armegon malah menggeleng-gelengkan kepalanya, menyatakan tidak.


Sesaat setelah itu, dia berbicara, "Semua tim penyusup terbunuh."


Satu kata itu membuat semua orang di sana terdiam. Awalnya mereka hanya bengong, mencoba untuk mencerna ucapannya. Namun dalam hitungan sepersekian detik, mereka semua paham. Wajah yang bingung itu berubah menjadi kepanikan.


""Mereka semua terbunuh?!"" teriak mereka secara serentak.


Sesaat berlalu. Kini mereka semua sedang memikirkan bagaimana semua anggota tim penyusup itu mati. Ini tidak sesuai dengan apa yang mereka perhitungkan.


"Tuan Armegon," DeathNight berbicara, "Kalau tidak salah, bukannya mereka akan ditangkap dan dilemparkan ke sel jeruji begitu mereka ketahuan kalau sedang menyusup ke Istana, tapi yang ini malah mereka langsung dibunuh begitu saja."


Tidak lama setelah DeathNight selesai berbicara, Sinon pun melanjutkan. Di berbicara sembari memperhatikan panel layar yang merupakan Party penyusup itu. "Dan jarak mereka mati, hanya berlalu beberapa menit saja. Apakah mereka dibunuh dalam satu tempat??" Dia beranggapan jika para tim penyusup ini mati karena terjadi suatu hal yang membuat mereka mati di satu tempat secara waktu dari masing-masing mereka sebelum mati hanya berkisar beberapa menit saia.


Pesan yang berasal dari Asgur tertulis, "Pemimpin, kami tidak bisa menyelesaikan misi ini sebab ada monster yan." Yah, hanya itu saja isi dari pesan itu. Pesan yang tidak berakhir seakan ada sesuatu yang membuat Asgur harus mengirimkan pesan itu walaupun dia tahu kalau dia masih belum menyelesaikannya.


Sinon dan mereka yang lainnya kemudian saling bertatap pandang satu sama lain dengan menunjukkan ekspresi kebingungan.


"Monster?" Sinon yang masih berpikir, kemudian tersadar. "Tunggu dulu, apa ini jangan-jangan." DeathNight langsung melanjutkan perkataan yang ingin diucapkan oleh Sinon. "Ada monster di dalam istana?"


Armegon pun mengangguk menyetujui jawaban dia. "Itu benar, dari tulisan ini saja sudah sangat meyakinkan kalau Asgur menulis 'monster' dan di tempat kejadiannya adalah istana kerajaan. Jika itu disatukan, maka sudah jelas ada seekor monster yang sedang mendiami kerajaan. Tapi, di sinilah letak keanehannya. Kenapa coba ada seekor monster di dalam istana yang merupakan bukan tempat tinggal dari monster? Apakah orang-orang di sana tidak ada yang menyadarinya?"


Ucapan itu membuat mereka yang lainnya ikut berpikir. Secara tidak sadar suasana di sana menjadi hening. Namun, Keheningan itu tidak berlangsung lama sebab ada seseorang yang berada di sana angkat bicara. Dia adalah Snowly.


"Permisi, maaf kalau aku ikut ke dalam pembicaraan, tapi aku mempunyai suatu pendapat yang mungkin dapat membantu kalian."


Ucapan Snowly di respon positif oleh Armegon. "Katakan saja apa yang ingin kamu katakan. Mungkin saja itu akan sangat berguna."


Setelah mendapat izin, Snowly pun mengutarakan pendapatnya. "Kemungkinan saja monster yang sedang berkeliaran di dalam istana itu ialah termasuk dari bagian Quest yang Lyon punya. Aku beranggapan kalau semua kejanggalan ini, ada hubungannya dengan itu."


"Astaga, aku tidak sempat kepikiran." Sinon nampak terkejut ketika mendengar hal itu. Kayaknya dia tidak sadar tentang salah satu tujuan yang menjadi tujuan Guild ini yaitu membantu Quest dari Lyon. Sinon segera berargumen sendiri. "Kurasa itu memang benar. Semenjak kepulangan kita dari medan pertempuran, perubahan besar terjadi di kerajaan, di mulainya dengan penuduhan Lyon yang dianggap sebagai penjahat perang, Lyon yang tidak kunjung keluar dari permainan, dan setelah itu monster misterius yang membunuh semua tim penyusup di istana. Kalau dihubungkan dengan Quest Lyon, sudah pasti itu benar."


Mereka yang lain juga beranggukan paham sejalan dengan pemikiran Sinon. Namun, hanya Armegon saja yang masih tidak mengerti. "Tunggu dulu, maksudnya Quest Lyon, itu mengenai apa? Kenapa kalian malah menghubungkan semua ini dengan Qeust-nya?" Wajar saja dia tidak mengerti sebab Armegon sama sekali tidak mengetahui secara rinci mengenai Quest kelas yang sedang dijalankan oleh Lyon di Kerajaan ini.

__ADS_1


Sinon memberikan respon berupa gelengan kepala dan kemudian berkata, "Maaf, tapi kami tidak bisa mengatakannya lebih lanjut. Pemimpin menyuruh kami untuk tidak menyebarkan soal hal ini kepada siapapun di luar Guild, tanpa seizinnya. Bahkan di Guild ini, hanya ada beberapa orang saja yang tahu pasti tentang hal ini."


"Oh, begitu yah." Mau tidak mau Armegon hanya bisa menerima jawaban itu secara lapang dada, meski di sisi lain dirinya, dia juga merasa penasaran akan Quest yang mereka maksud ini. Yah, Quest ini didasarkan merambat begitu luas seakan Lyon sedang mengerjakan sesuatu yang besar. Sebenarnya aku ingin tahu Quest apa yang sebenarnya dia kerjakan. Kurasa setelah dia bebas nanti, harus ku tanyakan segera ....


Sementara itu, ketika mereka sedang sibuk berdebat, para NPC seperti Vincle dan Ardes yang sedari tadi sedang menyimak, mulai berbincang setelah mendapatkan sedikit pemahaman dari pembicaraan mereka.


"Jika ada monster yang bersembunyi di istana, berarti ada orang dalam yang bermain dibalik layar. Mereka ingin menjebak Tuan Lyon untuk sesuatu. Apakah Anda sepemikiran yang sama, Tuan Ardes?"


"Hm, itu benar. Tapi, kita tidak bisa berbuat banyak. Kita hanya para pendatang yang tidak boleh terlalu ikut campur dalam urusan kerajaan orang. Sudah pasti ada masalah internal di kalangan bangsawan sehingga monster semacam itu dapat berkeliaran di istana. Walaupun aku melihat keindahan yang dipancarkan oleh Kerajaan ini, tapi saya juga merasakan keburukan yang tersembunyi. Ada bau busuk yang terus tertutupi oleh sesuatu sehingga aku tidak dapat mendeteksinya lebih lanjut."


"Yah, kita hanya bisa melihat bagaiamana rencana mereka berkembang, dan juga berharap semoga tuan Lyon baik-baik saja di sana."


"Iya, semoga dia baik-baik saja."



**



Setelah berbincang-bincang cukup lama, akhirnya mereka telah menemukan beberapa kesimpulan serta hasil.


Pertama, mereka menjadi yakin jika semua kejadian ini semua berhubungan dengan Quest yang sedang dijalankan oleh Lyon. Karena tidak mungkin semua keanehan ini terjadi tanpa sebab. Jadi sudah diputuskan kalau Lyon masih dalam proses Questnya.


Yang kedua, mereka telah memutuskan untuk membuat tim penyusup sekali lagi, dan kali ini bukanlah untuk mencari tuan Putri, melainkan mengecek monster yang disebutkan oleh tim penyusup sebelumnya. Mereka ingin mencari informasi lebih lanjut mengenai monster itu, mulai dari bentuk fisik, identitas, tingkatan peringkat dan level, serta masih banyak lagi yang harus diemban oleh para tim penyusup ini.


Dan yang ketiga, mereka akan kembali menunggu, melihat situasi di sekitar istana sudah mulai membaik sehingga mereka mendapatkan izin masuk.



**



Dan hari pun terlewati. Keesokan harinya mereka menerima kabar mengenai kematian dari tim penyusupan, sama seperti tim sebelumnya. Dan pesan yang masuk juga tidak begitu jelas. Disitu hanya Tertulis kalau tingkatan monster yang mereka temui berasa di tingkat tinggi, namun tidak ada detail lanjutnya. Kemudian bentuk fisik, mereka juga gagal mengidentifikasi rupa mereka karena kemunculan mereka yang begitu singkat bagaikan bayangan. Ini menyulitkan tim penyusup untuk menguraikan apa yang mereka lihat hingga pada akhirnya kematian datang sendiri kepada mereka.


Tapi, di sini sudah semakin memperjelas kalau monster yang berada di sana memang sengaja dibiarkan berkeliaran yang bukan berasal dari para penghuni istana. Di tambahan mereka juga menerima laporan jika penjagaan di sana sangat longgar. Jika monster itu bersangkut paut dengan pihak kerajaan, sudah pasti dihari selanjutnya mereka akan memperketat penjagaan atau tidak mereka lah yang datang ke Guild membawa surat perintah Raja.


Mereka pun memulai kembali rapat, dan kali ini mengangkat perihal lama, yaitu raja dan ratu yang pernah dicurigai. Mereka mulai memberikan argumen mengenai sesuatu tentang raja dan ratu. Ada dari mereka yang mengatakan bahwa semua ini adalah rencana dari mereka, ada yang mengatakan kalau ada orang dari istana yang sengaja menghasut mereka serta mengendalikan monster itu, atau tidak ada orang lain yang bahkan ingin mengkudeta raja dan ratu.


Tapi, dari semua pendapat itu, semua itu hanyalah sebatas pendapat. Selama mereka belum bisa mengakses istana atau setidaknya bertemu dengan Isabella yang akan menjadi kunci dari semua ini, maka mereka tidak dapat berjalan. Yah, hari itu hanyalah hari yang sia-sia. Mereka hanya bisa menunggu tim penyusup pertama yang akan hadir dalam dua hari lagi dengan harapan bahwa mereka membawa informasi penting.

__ADS_1


__ADS_2