World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
Chapter 394 Kemenangan Heraces


__ADS_3

Chapter 394 :(Berikan Judul)


Bottlomless Gap.



Beberapa saat setelah kemunculan pegunungan es-es, di salah satu area Pertempuran.


Di area tersebut, tempat yang terlihat sehabis terjadinya kekacauan besar. Tanah-tanah hancur tidak beraturan, terdapat beberapa lubang bekas ledakan  disertai efek petir dan api hitam yang membumbung, terbang menuju langit bersatu dengan kabut yang beterbangan di sekitarnya.



Dan di tengah-tengah tempat itu, terdapat seorang Kesatria yang sedang menatapi sebuah mayat kesatria yang tengah terduduk di hadapannya. Orang tersebut ialah Heraces.



Namun, pada saat ini Heraces sudah terlihat sangat berbeda dengan sebelumnya. Seluruh rambutnya telah di tutupi oleh petir dengan kedua bola mata yang bersinar terang. Di setiap sela baju zirahnya juga muncul aliran listrik yang sesaat keluar dan tidak masuk lagi. Auranya yang dia ciptakan juga berbeda daripada yang pernah dia tunjukkan sebelumnya. Dari semua itu, dapat disimpulkan kemungkinan jika Heraces melakukan suatu hal ketika tengah bertarung.



Dan pasti dapat diketahui kalau mayat dari kesatria tersebut adalah Ciefguard, Sang Death Grand Knight, salah satu dari  4 Undead Legendaris panggilan Lich.



Saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Dengan seluruh  tubuh yang hitam, kemudian makin menghitam karena gosong, ditambah  aliran listrik yang terkadang muncul di salah satu bagian tubuhnya, dan lagi beberapa bagian tubuhnya yang terpisah. Dapat dilihat di sekitar mereka terdapat beberapa potongan tubuh seperti tangannya yang tergeletak di atas tanah disertai dengan pedang hitam panjang, yang sepertinya digunakan oleh orang itu juga berada di sana, tertancap di atas tanah.



Kemudian, bar kesehatan yang dimiliki oleh Ciefguard berada di angka 100 poin. Ya, tidak lebih dan tidak kurang, 100 poin. Entah itu keberuntungan ataukah hanya kebetulan beklaka, tetapi begitulah yang tertulis di statusnya.



Sesaat, Heraces berjalan maju dan kemudian berhenti saat sudah berdiri di depannya. Dia menghunuskan pedangnya yang juga seluruh bilahnya bersinar terang, dialiri oleh petir.



"Jadi, bagaimana? Apakah Anda sudah lihat bagaimana  perbedaan kekuatan di antara kita?" tanya Heraces dengan wajah seriusnya.



Ciefguard memandanginya dengan tatapan lemas tidak berdaya, namun mencoba untuk memberikan senyuman membuat wajahnya semakin buruk.



"Tidak kusangka jika kamu masih memiliki beberapa kekuatan tersembunyi seperti itu. Heh ... seharusnya tadi saya tidak perlu mengeluarkan teknik andalanku. Hahaha ...." ucapnya yang menjawab disertai dengan tawaan datarnya.



Namun, pembicaraan Ciefguard tidak habis sampai disitu. Kali ini dia mengubah ekspresi senyuman dan kembali berkata, "Akan tetapi kematianku tidak akan mengubah apapun. Kekalahanku adalah kesia-siaan mu." Kemudian lirikan matanya berpindah tempat mengarah ke   salah satu tempat yang sudah ditutupi oleh es-es. "Sekarang tuan ku sudah berada di sini. Anda tidak bisa menghadapinya dengan kondisi Anda saat ini. Saran saya saat ini, lebih baik jika Anda pergi dan meminta memohon untuk mengabdi kepadanya sebelum semuanya terlambat. Mungkin saat ini dia masih berbaik hati menambah beberapa orang kuat seperti Anda."



Ciefguard malah memberikan saran yang tidak masuk akal, yaitu meminta Heraces untuk bertemu dengan Si Lich meminta agar dirinya menjadi salah satu pengikutnya. Ciefguard sudah memikirkan kekalahan mereka dengan munculnya si Lich. Jadi lebih baik dia menyuruh Heraces untuk bertemu dengan tuannya secepatnya sebelum semuanya terlambat.

__ADS_1



"Hm ..." Heraces mulai berpikir. "kurasa perkataanmu itu cukup masuk akal. Mungkin setelah ini saya akan mencoba untuk membicarakan hal ini dengan tuan mu."


Sesudah itu dia memberikan tatapan tajam kepada Ciefguard. "Begitu kan yang kamu ingin dengarkan dari mulut saya?" Dan kemudian mengangkat pedangnya menghadap ke langit. "Tetapi sayangnya, saya tidak memiliki niat sedikit pun untuk berjalan dijalan sesat seperti dirimu. Sekarang, beristirahatlah dengan tenang."



Pedangnya seketika turun dengan cepat, mengarahkan bilahnya yang terbalut oleh petir-petir. Ciefguard main tidak mau harus terkena terbiasa darinya. Tebasan itu menjadi akhir dari pertarungan ini. Ciefguard mulai berubah menjadi butiran cahaya dan perlahan-lahan menghilang.



Heraces mantap tidak peduli apakah Ciefguard benaran mati ataukah tidak karena dia sudah yakin dengan apa yang dia lihat. Ya, itu juga tidak penting menurutnya karena ada hal penting yang harus diwaspadai. Hal yang harus diwaspadai itu berada di belakangnya, tepatnya tempat di mana es-es berkumpul. Ya, sejenak berlalu, kini arah pandangan Heraces sudah tertuju pada tempat itu.



"Huf ..." Heraces menghela napas dan kemudian menaruh bilah pedangnya di pundaknya. "Tempat selanjutnya yang harus ku kunjungi adalah tempat itu."



**



Sementara itu di dalam pegunungan es-es, tepatnya di tengahnya, tempat Gluch, si Lich itu berada.


Beberapa saat berlalu, kini Lyon telah berhasil tiba di tempat Gluch berada. Dia telah melihat Gluch yang saat ini tertutup oleh kabut di seberang sana.  Alasan Gluch tertutup oleh kabut-kabut karena sebelumnya, panah yang dilesatkan oleh Liseas berhasil mengenai Gluch pada saat es yang dia ciptakan meluas.


...[Suhu di sekitar Anda telah menurun secara Drastis. Anda mengalami kedinginan. Imperial Berseker Kong telah mengurangi efek dingin sebesar 40% ditambah dengan cahaya hangat dari Lighter Armor Angel sehingga suhu dingin ditiadakan. Tidak ada status buruk yang akan menyerang Anda.]...


Kurasa dia tidak menyadari kehadiranku .... Ini bagus! Aku harus mempersiapkan diri terlebih dahulu.


Ini adalah kesempatan yang bagus bagi Lyon. Gluch tidak akan kehadirannya yang itu berarti ada kesempatan baginya untuk mempersiapkan diri.



Seperti biasanya, Lyon mengambil ramuan peningkatan dari dalam tasnya.



...[Atribut Kekuatan Anda meningkat sebesar +1.200 poin...


...Durasi : 5 menit]...


...[Atribut Kelincahan Anda meningkat sebesar +1.200 poin...


...Durasi : 5 menit]...


Sesudah itu, tidak lupa dia mengaktifkan keterampilan dasarnya, guna untuk meningkatkan atributnya.


"Heart of Sword!!:


"Revenge of Aurora!!"

__ADS_1


"Spirit Shield!"


"Master of Receive!!"



...[Keterampilan Master of Receive telah digunakan. Anda telah mendapatkan +1.350 poin atribut kelincahan dari penggunaan keterampilan itu....


...Durasi : 10 menit...


...-Gunakan...


...-Berikan kepada pemain lain...


...-Simpan]...


...[Atribut Kelincahan Anda meningkat +1.350 poin....


...Durasi 10 menit.]...



Ini semua penting untuk dilakukan agar dirinya bisa sedikit seimbang dengan Gluch. Melawan monster ber-level 400-an adalah hal yang tidak bisa dibercandain. Lyon harus mempersiapkan dirinya sekarang mungkin dalam waktu singkat sebelum menghadapinya secara langsung.



Ya, saat beberapa keterampilannya telah digunakan, Lyon dapat merasakan jika kekuatan misterius meluap-luap di dalam dirinya. Aura hijau cerah bercampur aduk dengan kuning, mulai menyelimuti dirinya pertanda kalau keterampilannya sudah aktif. Bar kesetahannya juga meningkat dengan drastis menembus angka 600,000++ poin ,ditambahan dengan pelindung transparan sebesar 115.000 poin. Jika digabungkan maka total dari keseluruhannya adalah 700.000++. Sekarang dia semakin yakin jika dirinya sudah bisa bertarung.



Tidak lama setelah itu, Gluch mulai menampakkan dirinya dari balik kabut dengan sebuah lubang mulus tergambar di dadanya. Itu adalah bekas anak panah dari serangan Liseas. Dapat diperkirakan buka serangan Liseas sangat kuat sehingga bisa membuat gambaran seperti itu.



 "Yo, Lich, kita bertemu lagi,"


Setelah kemunculannya, Lyon pun mulai memberikan sapaan dan kemudian sedikit membungkuk, mempersiapkan kuda-kudanya.



"Kamu-!"



Lich yang baru saja muncul, agak terkejut pada saat melihat jika Lyon sudah berada di hadapannya. Mereka saat ini sedang dalam satu tempat. Wajah terkejut itu secara drastis berusaha menjadi wajah yang penuh kesenangan. Dia mulai membentuk senyum lebar dan membalas ucapannya,   Hahaha, ternyata saya tidak perlu repot-repot untuk menjemputmu. Ya, rupanya kamu sendiri yang datang kepadaku. Ini akan semakin mempermudah segalanya."



Namun, Lyon tidak memedulikan semua itu. Sesudah dia membentuk kuda-kuda, dia langsung berlari dengan cepat, dan itu terjadi pada saat Gluch masih berbicara.



"Tidak perlu bicara omong kosong lebih banyak lagi. Sekarang, mari kita langsung ke intinya saja!!"

__ADS_1



Pertarungan antara Lyon dan Lich, satu lawan satu akan di mulai!!


__ADS_2