World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
Chapter 404 Menghadapi Giant Bone Centipede


__ADS_3

Chapter 404 Menghadapi Giant Bone Centipede.


Bottlomless Gap.


Beberapa saat kemudian, Armegon dan Silvana telah tiba di lokasi Steve dan lainnya berada. Pada saat mereka tiba, kedua mata mereka dialihkan oleh sebuah pemandangan yang mengerikan. Monster yang telah dimaksud oleh Steve tengah mengamuk di seberang sana, dan membantai setiap orang yang ada di jalurnya.



Saat ini monster tersebut tengah berada di dalam kepulan asap, akan tetapi bayangan hitam panjang yang menggeliat masih terlihat sangat jelas, bahkan kabut yang menghalangi menghilang seketika dan memperlihatkan tubuh aslinya.



"Waw ... besarnya," ucap Silvana yang begitu takjub dengan ukuran monster itu. Ini adalah kali pertama dia melihat monster itu.


Sementara itu Armegon yang juga ikut melihatnya, memberikan ekspresi jelek di wajahnya.


Sungguh monster yang mengerikan ....


Armegon pun mengakui jika monster ini mengerikan. Dari apa yang dia lihat, monster ini sangat kuat. Bahkan, dia dapat membuat kerusakan dengan area destruktif yang luas. Akan sangat sulit untuk melawannya.


Pada saat Armegon tengah berfokus pada monster itu, Steve datang menghampirinya. "Ah, akhirnya Anda sudah datang, Pemimpin."


Armegon segera menatap Steve, lalu bertanya, "Steve, jelaskan situasi saat ini."



Steve pun membuka panel layarnya dan memberikan penjelasannya, "Situasi saat ini sedang sangat genting. Sejak kemunculan monster mengerikan itu, banyak dari pemain kita yang telah tewas. Belum lagi para NPC yang juga ikut menjadi korbannya. Saya sudah memberikan perintah untuk mundur agar bisa meminimalisir korban yang bertambah, akan tetapi kurasa itu tidak ada gunanya. Monster itu dengan mudahnya menghampiri kami dan kembali membunuh."



Jelas dari penjelasan itu bahwa mereka tidak bisa lari lagi. Lambat atau cepat, monster itu akan segera mencapai tempat ini dan membunuh semua orang yang ada.


Tidak ada pilihan lain.



Dengan cepat Armegon mengangkat tangannya dan memberikan perintah. "Kita akan menghadapinya!" Satu-satunya pilihannya ialah pergi menghadapinya. Jika mereka hanya mundur dan dikalahkan, maka itu akan menjadi sebuah kerugian.



"Steve, segera mundur dan bawa para NPC yang membawa Catapult dan Ballista agar di arahkan ke sini. Kita membutuhkan kekuatan mereka."  Kemudian menoleh ke arah lain, mencari seseorang. Tidak lama kemudian, dia mendapati Astal. Armegon pun memanggilnya. "Astal, berikan pesan kepada para pemain yang memiliki serangan tipe jauh untuk segera berkumpul. Kita akan memulai penyerangan."



Astal dan Steve langsung pergi meninggalkan tempat mereka untuk mengerjakan tugas yang diberikan. Armegon pun membuka panel layarnya dan mencoba untuk memberi pesan kepada pemainnya yang lain untuk berkumpul.

__ADS_1



**



Setelah 15 menit berselang, akhirnya semua kelompok telah berkumpul. Pertama, ada sekitar 7 ribu pemain yang memiliki serangan jarak jauh, seperti Archer dan Mage. Kemudian ada 4 ribu pasukan yang seluruhnya adalah para Tanker yang terdiri dari pasukan Swordman dan Guardian  bertipe pertahanan.



Armegon melihat mereka semua dan berkata kepada Astal dan Steve, "Apakah hanya ini yang bisa kita kumpulkan?"



Mereka berdua mengangguk secara serentak mengiyakan jawaban Armegon, lalu Steve menjawab, "Iya Pemimpin, hanya ini yang bisa kami dapatkan. Sebagian yang lainnya berada di jarak yang jauh dari sini, butuh waktu lama bagi mereka untuk tiba di sini. Sementara itu untuk yang lainnya, sudah mati. Mungkin besok siang, mereka akan bergabung dengan kita. Di sisi lain, para NPC yang membawakan perangkat perang sepertinya akan lama untuk tiba di sini karena terkendala oleh jalur yang tertutup oleh pertempuran yang ada."



Armegon menghela nafasnya, "Huf ... Setidaknya kita masih memiliki orang." Ini hanya 10% dari total pasukannya. Ternyata secara tidak langsung pertempuran ini telah memakan banyak lebih banyak korban dari apa yang dia bayangkan. Wajar saja jika sebagian besar monster yang ada rata-rata berlevel 200-an. Belum lagi mereka tidak memperoleh bantuan dari NPC, ini akan menyulitkan. Kemudian pandangannya berbuah, menghadap ke semua pasukannya. "Baiklah, kalian. Alasan mengapa kalian semua dikumpulkan di sini karena kali ini kita akan melakukan penyerangan terhadap monster itu." Dan menunjuk ke monster kelabang Raksasa yang telah mengamuk di seberang sana.



Para pemain yang ada di hadapannya seketika menjadi ricuh. Mereka sungguh panik ketika diberitahukan tentang alasan mereka dikumpulkan di sini. Itu adalah hal yang gila. Menghadapi monster besar itu yang dapat dengan mudah membunuh mereka. Dan suara ricuh itu membuat Armegon kesal.




Ucapkan tegas itu langsung membuat para pemain yang ada terdiam. Kini rasa takut mereka telah terpendam. Semangat pun mulai muncul menjadi tugas kecil dan semakin membesar.



"Ingat, siapa yang ada bersama dengan kalian?" Dan mengarahkan jempol jarinya ke dadanya. "Saya tidak akan kalah dengan monster itu. Jadi, mari ikuti saya dan kita kalahkan dia!" Langsung menunjukkan jarinya ke arah kelabang itu.



""Ooo!!!""



Mereka semua bersorak dengan begitu semangat, secara serentak penuh api membara. Sekarang, moral dari Anggota Sun and Moon telah naik. Armegon senang melihatnya.


"Kalau begitu kita mulai saja."


__ADS_1


**



Setelah memberikan beberapa rencana, akhirnya mereka telah siap. Kini para penyerang jarak jauh tengah berkumpul secara memanjang, dan para Tanker berada di tengah, berkumpul di tengah, kemudian terpecah menjadi empat kelompok.


"Baiklah, kalau begitu maju!!"


Para pemain yang ada di tengah sana mulai maju dan mendekati Elicpcatus. Pada saat radius jarak mereka sudah berada di jarak sekitar 25 meter, Elicpcatus merasakan keberadaan mereka dan segera menatap ke sana. Semua pasukan itu pun terhenti. Suasana menjadi tenang selama beberapa detik. Para pemain dan Elicpcatus saling bertatap pandang.



"Arrk!!"



Elicpcatus berteriak dengan sangat kencang dan langsung merayap ke arah mereka. Getaran yang dihasilkan oleh Elicpcatus terasa dan semakin besar. Salah satu pemain yang memimpin, berkata, "Semuanya segera berbalik. Kita akan berlari kembali." Mereka pun mulai berlari, kemudian di susul oleh Elicpcatus di belakang mereka. Dan pada saat mereka saling kejar-kejaran, para pemain Mage dan Archer telah berada di pinggir. Mereka langsung melancarkan serangan. ratusan Anak panah dan bola sihir terus melesat. Berbagai ledakan pun tercipta di sepanjang tubuh si kelabang itu.



Kerusakan pun tercipta. Bar kesehatan dari Elicpcatus mulai menunjukkan pengurangan, walaupun sangat tipis. Selama pelarian itu, salah seorang pemain mencoba berbalik dan melihat monster itu. Pada saat dia berbalik dan melihatnya, betapa terkejutnya dia dengan bar kesehatan yang ditunjukkan. Ekspresi wajah dari pemain itu berubah secara drastis.


"75 juta?! Hei! Apakah monster ini bercanda. Kenapa dia memiliki bar kesehatan sepanjang itu??"



Tidak lama kemudian, Elicpcatus bergerak dengan cepat dan menerjang semua pemain itu. "Semuanya, persiapkan diri kalian! Kita akan mengalami benturan hebat!" Dan seketika semua pemain itu terhempas ke segala sisi karenanya. Guncangan hebat diiringi dengan kabut yang membumbung tinggi tercipta di sana. Monster itu terus menggeliat begitu liar dan tidak pernah menyisakan sedikit ruang untuk mereka berdiri. Semua itu berlalu dengan begitu cepat.



Silvana yang berada di rombongan pemain penyerang jarak jauh, terhentikan instruksinya, menyerang tubuh panjangnya. Dia juga ikut mengerang, menembaknya dengan cahaya-cahaya yang muncul di miniatur bulannya.



Dan untuk Armegon yang berada jauh di garis belakang, dia hanya bisa menggigit bibirnya dengan kesal. Dia juga melihat sebuah pesan yang masuk. Itu adalah pesan mengenai status monster tersebut.



Sepertinya ini berakhir cukup lama.



Pertempuran itu masih berlanjut. Elicpcatus terus saja merayap dengan cepat dan melewati  seluruh pemain tanker. Pada saat dia sudah lewat, para pemain yang bertahan sempat memberikan serangan dan luka di bagian kakinya. Dari pada mereka mati secara sia-sia, lebih baik jika mereka memberikan serangan sebelum mati.


__ADS_1


Usaha untuk serangan pertama cukup membuahkan hasil. Dari sekian serangan yang diberikan, mereka mampu menyerap kurang dari 20 juta bar kesehatan. Dengan jumlah pasukan yang sebegitu banyaknya, mereka hanya mampu membuat kerusakan sebesar itu? Sudah pasti yang menjadi pertanyaannya adalah stat pertahanan yang diberikan oleh monster itu. Dia memiliki stat yang tinggi, belum lagi tingkat regenerasinya yang masih belum terhitungsehibgga semakin sulit untuk menguras bar-nya.


Memang benar seperti yang dikatakan oleh Armegon. Ini akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengalahkannya.


__ADS_2