World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
Chapter 399 Dua Monster Yang Merepotkan


__ADS_3

Chapter 399 Dua Monster Yang Merepotkan


Bottlomless Gap.


**


Sesudah itu, sesosok bayangan monster yang saat ini berada di dekat Gluch memberikan respons. Dia mulai bergerak dengan perintah yang di berikan. Kabut yang ada di sana seketika terhempas ke segala arah. Sebuah siluet hitam raksasa muncul di antaranya. Sosok tersebut dengan membentangkan sesuatu yang terlihat seperti sebuah sayap, kemudian melesat pergi ke atas langit.



Monster tersebut bergerak dengan kecepatan yang tinggi. Dalam waktu yang amat singkat, dia sudah berdiri di hadap Lyon, dan terus melesat pergi menabrakkan dirinya. Lyon yang saat ini masih melayang di udara, dikejutkan oleh kedatangan dari monster itu. Dengan cepat dia bergegas dia mengubah arah jatuhnya dan berhasil menghindarinya.


Pada saat dirinya berhasil menghindar, tepat di hadapannya Lyon dapat melihat Status dari monster tersebut.


‎"Eh, itu kan?!"


...-Skeleton Dragon (Kaisel)...


...Peringkat : Legendary...


...Level : 400...


...Kesehatan: [55.000.000 / 55.000.000]...


...[Mayat dari tulang belulang dari seekor naga yang kembali dihidupkan. Salah satu makhluk panggilan dari Gluch, Lich Legendaris yang berbahaya. Merupakan seekor Skeleton Dragon yang berasal dari seekor naga yang telah mati, kemudian dibangkitkan kembali dengan kekuatan oleh Gluch, dan menjadi salah satu pengikutnya. Monster yang bisa bertarung di atas langit merupakan lawan berbahaya bagi mereka yang berada di darat. Bisa juga menyemburkan api dengan mencakup area luas.]...



Sayangnya, walaupun dia sudah menghindar, tetapi akibat dari kuatnya hempasan angin yang diberikan membuat Lyon terhempas ke tempat lain hingga akhirnya terseret-seret dan kembali menabrak dinding es. Sekali lagi jarak Lyon dan Gluch kembali menjauh. Sesaat, Lyon mencoba untuk berdiri, kemudian menatapi monster yang saat ini terbang di atas langit.



Sial, kenapa Lich itu mempunyai monster naga seperti ini!?


Lyon tidak menduga jika akan seperti ini jadinya. Dia melihat salah satu monster terlangka di dunia, yaitu seekor naga. Ya, walaupun itu adalah mayat yang kembali dibangkitkan dalam bentuk tulang belulang, setidaknya itu tetap seekor naga. Sudah kelabang raksasa yang membuatnya kewalahan di daratan, sekarang dia harus direpotkan oleh monster ini di udara. Dia merasa jika tidak adalah celah bagi dirinya untuk bertahan. Gluch telah menguasai area pertarungan di segala sisi.

__ADS_1



Kalau begini terus, bisa-bisa aku mati benaran. Aku harus kabur!


Sudah tidak ada harapan lagi. Rencana yang telah dia buat harus kembali diurungkan karena situasi yang bisa dikatakan sangat tidak menguntungkan. Jika dihadapkan oleh dua monster, mungkin ada beberapa persen kemenangan baginya, itu pun kalau dia harus memperoleh momentum yang tepat. Akan tetapi sayangnya serangan musuh berbahaya kembali bertahan. Kali ini dia harus benar-benar pergi dari sini, dan kemudian mempelajari lagi gerak gerik mereka sebelum menghadapinya lagi.



Yah, itu hanyalah sebatas rencana. Kenyataan saat ini sangat berbeda. Ketika Lyon ingin bergerak dari tempatnya, tidak diduga-duga, Elicpcatus, si Kelabang raksasa malah muncul dari bawah tanah dan seketika melempar dirinya ke atas langit. Untung saja hal itu dengan cepat diantisipasi oleh Lyon sehingga dia tidak memperoleh kerusakan pada saat dirinya terhempas.



"Sejak kapan kelabang itu menggali tanah?! Huf ... untung saja refleks ku cepat, jadi aku tidak menerima kerusakan .... Tetapi, saat ini aku sudah berada atas langit, yang itu berarti ...."


Sekarang, dia sudah melayang di udara, dan arah pandangannya saat ini tengah menatap seekor naga dengan tubuh yang hampir keseluruhannya tengkorak, yaitu Kaisel tengah mendekati dirinya.


"Heh, sekali lagi aku bertemu dengan naga itu," ucapnya dengan tatapan datar.


Hanya dalam beberapa detik saja, Kaisel sudah berada tepat di hadapannya. Dia menggunakan sayapnya yang lebar untuk menghempaskan Lyon. Tekanan yang cukup kuat menyebabkan Lyon terlempar ke atas langit. Itu tidak terjadi sekali. Pada saat Lyon sudah berada di puncak dan mulai terjatuh, Kaisel kembali melesat ke arah dirinya dan seperti sebelumnya, Kaisel kembali menghempas Lyon ke sisi lain. Hal itu seakan terlihat seperti Lyon tidak dibiarkan menyentuh permukaan tanah.




Alhasil, Lyon yang tidak berdaya, seketika tertabrak oleh dinding es. Bar kesehatannya seketika merosot karena hal itu. Ada total 80 ribu poin yang hilang. Perlahan, Lyon mulai menurun dan telah menyentuh tanah. Rasa sakit serta dingin dapat dirasakan di sebagian besar tubuhnya. Sekali lagi Lyon mencoba untuk berdiri dan menaikkan kembali pandangannya. "Ah ... sakitnya ...." Tetapi, baru saja pandangannya terangkat, sebuah semburan api berwarna ungu datang menghampirinya. Rasa sakit yang tadi dia rasakan seketika tidak terasa lagi karena telah ditutupi oleh rasa keterkejutan yang sangat hebat.



"Eh, apa itu?!"



Lyon tidak sempat untuk berkata apa-apa lagi dan segera pergi berlari menghindari api itu. Ya, dalam waktu singkat tempat yang dia pijak tadi sekarang sudah menjadi lautan api ungu. Tumpukan es yang ada di sana juga telah ikut menghilang. Lyon yang saat ini tengah berlari, melihat sekilas ke belakang, memperhatikan api ungu yang mencoba menyusul dirinya.


__ADS_1


Api itu ternyat berasal dari semburan si naga sialan itu, dan lagi, itu adalah serangan tipe AoE. Aku pasti akan terbakar habis kalau terkena telak api itu. Hm, tapi tidak mengejutkan untuk monster seperti dia bisa mengeluarkan serangan sejenis ini karena dia adalah naga, tapi yang kukesalkan apakah aku bisa kabur hidup-hidup dari kedua monster ini? Dari apa yang kulihat, mereka dapat menyusulku kapan pun itu. Aku semakin tidak yakin dengan pilihanku saat ini ....



Rupanya semburan itu berasal dari Kaisel. Lyon tidak merasa terkejut lebih lanjut ketika mengetahuinya karena itu adalah hal yang wajar bagi Kaisel yang merupakan seekor naga. Saat ini dia hanya mencemaskan dirinya sendiri. Setelah berhadapan dengan mereka, dia tidak yakin jika dirinya bisa kabur dari ini. Kalau dia mencoba untuk pergi dari sini, Baik itu naga, maupun kelabang raksasa itu pasti akan menyusulnya, melihat Stat kecepatan mereka yang lebih tinggi darinya. Tidak memungkinkan untuk memilih Opsi "Kabur".



Beberapa saat, semburan api yang dilancarkan oleh Kaisel telah berhenti. Lyon pun kembali memperlambat langkahnya. Tiba-tiba Elicpcatus kembali menyambar dirinya dengan tubuhnya yang panjang. Lyon mau tidak mau harus menghindar lagi. Adrenalinnya terus dipacu oleh kedua monster ini. Dekat jantungnya bahkan tidak bisa diberi istirahat untuk berdetak dengan cepat.



Dan setelah sekian kalinya, terus terusan menghindari mereka, sekarang Lyon telah mendapatkan tempat yang bagus. Kali ini dia bisa beristirahat sejenak. Dia segera memantau statistiknya. Saat ini bar kesehatannya berada di angka 190 ribu-an. Sekitar 70% an dari seluruh barnya menghilang, itu pun jika disatukan dengan semua bonus bar tambahan dari pelindung transparannya. Di sisi lain, hampir semua keterampilan yang dia gunakan untuk menyerang, masih belum bisa digunakan lagi alias masih dalam masa pendinginan. Setidaknya dia harus mengulur waktu hingga 2 menit lagi sebelum beberapa keterampilannya kembali aktif. Kepercayaan dirinya perlahan telah mulai menciut karena situasi yang tidak menguntungkan saat ini. Ya, tidak terasa opsi pilihan untuk "Mati" telah muncul.



Huh ... huh ... huh ... aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi .... Tidak bisa melawan ataupun menyerang, ditambah lagi dengan statistik ku yang saat ini sudah tidak prima, hanya kematian yang menjadi pilihan terakhir. Kurasa ini adalah pilihan yang terbaik. Merelakan Lich itu yang sudah sekarat. Ah ... sial, kesempatan ku malah menghilang di saat seperti ini!



Tidak ada kesempatan untuk kabur maupun melawan. Kematian adalah pilihan yang tepat. Lyon pun berniat untuk membiarkan dirinya di bunuh oleh kedua monster itu. Ya, saat ini Elicpcatus tengah bergerak cepat menuju dirinya. Lyon hanya membentangkan kedua tangannya secara lebar, menerima kedatangannya. Jika digambarkan, saat ini Lyon terlihat seperti seseorang yang tengah putus asa, tidak memiliki harapan pada hidupnya—saat ini sedang berdiri di atas rel yang tengah di lalui oleh kereta api (Elicpcatus).



Lyon telah memutuskan untuk mati saat ini dan merelakan usahanya saat ini. Dia pun mulai menutup kedua matanya dan menunggu pemberitahuan sistem kalau dia sudah mati.



Eh, tunggu dulu ... Aku kan masih bisa itu lagi.



Sesaat setelah Lyon menutup matanya, otaknya telah memberikan sebuah informasi tidak terduga. Secercah harapan muncul disaat keadaan yang kritis. Lyon mendapatkan sebuah ide yang gemilang. Senyum pun seketika terpancar lebar di wajahnya. Lyon pun segera memejamkan kedua matanya lebih rapat lebih rapat lagi sembari mempertahankan senyumannya itu. Pilihan untuk mati tetap akan dia pilih, tapi kematian itu lah yang akan membuatnya yakin jika itu adalah jalan menuju kemenangan.


__ADS_1


Entah apa yang sebenarnya Lyon rencanakan, tapi mari kita lihat saja di bab selanjutnya.


__ADS_2