World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
Chapter 433 Berusaha Kabur


__ADS_3

Chapter 433 Berusaha Kabur.


Di dalam Istana kerajaan.


Chapter 433



Di istana kerajaan.


Beberapa hari setelah pengungkapan dalang dibalik semua kejadian ini, Lyon masih saja mendekam di dalam penjara. Dia masih menunggu kapan dirinya akan keluar dari ruangan gelap ini. Dia bahkan merasa terbiasa akan suasana ini dan hampir melupakan bagaimana kehidupannya di luar sana.



Namun, semua itu akan berubah. Di suatu hari ketika dia masih seperti biasa, tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka. Ada beberapa prajurit yang masuk ke dalam. Jika dilihat ada sekitar 5 orang yang hadir. Mereka semua bergegas menuju ke depan sel Lyon. Kemudian, salah satu dari mereka mulai membuka pintu penjara. 



Lyon tetap diam tidak bersuara ketika melihat mereka melakukan hal itu. Dia sudah tahu apa maksud dari kedatangan mereka tanpa perlu bertanya kepada mereka. Semua itu sudah dijawab oleh sang raja beberapa hari yang lalu. Hmm, hari kematian ku sudah tiba yah. Aku harus bisa menghindari ini sebisa mungkin. Jika aku tidak bisa lolos, kemungkinan pinalti yang diberikan sangatlah besar. Aku tidak mau mendaptkannya. Ini mengenai hari 'kematian' yang Raja maksud, hari itu telah tiba. Sekarang yang perlu dipikirkan oleh Lyon adalah bisa kabur setelah dirinya keluar dari penjara.



Setelah pintu dibuka, beberapa prajurit lainnya langsung masuk ke dalam. Tanpa mengucapkan satu kata pun mereka segera mengelilingi Lyon. salah satu dari mereka pergi memborgol kedua tangannya sementara itu yang lain langsung mendekap kedua sisi lengannya. Mereka cukup waspada akan dirinya sehingga tidak diberikan ruang lebih untuk bisa bergerak dengan bebas. Lyon masih belum menemukan cara yang pas untuk kabur. Jadi, dia membiarkan dirinya dan mengikuti alur ini.



Lyon beserta prajurit lainnya berjalan keluar penjara hingga akhirnya telah sampai di lantai paling atas dari penjara, lalu terus berjalan keluar. Akhirnya, Lyon sudah berada di luar penjara.



Dia melihat area sekitarnya untuk menentukan waktu sekarang ini. Di tempat ini agak sedikit gelap dan dingin, walaupun tidak seperti di dalam sana. Lampu-lampu di sekitar ruangan ini telah padam sepenuhnya, tapi masih bisa melihat. Lyon bisa menyimpulkan kalau waktu sekarang ialah pagi. Yah, walaupun dia tidak melihat pancaran sinar matahari sebab tidak ada jendela di sekitar sini.



Di saat itu juga, dia memeriksa lagi statusnya. Ternyata pinalti di penjara masih belum hilang. Padahal dia sudah keluar dari penjara, tapi status pinalti itu tidak kunjung hilang. Apakah dia harus menunggu lebih lama lagi agar dia bisa menggunakan senjatanya.


Para prajurit kemudian kembali saling berbincang mengenai suatu hal yang berhubungan dengan hal ini. Kayaknya mereka ingin memberikan kabar kepada orang lain mengenai situasi saat ini.


"Baiklah. Kalian, segera kabari mereka untuk mempersiapkan kereta kudanya. Katakan kalau kita akan segera sampai di sana."


""Baik!""


Dua prajurit kemudian pergi dari sana. Secara otomatis penjagaan di sana berkurang, setidaknya saat ini tidak ada yang merangkul dia.


Kurasa ini bisa menjadi kesempatan ku untuk kabur.



Lyon melihat sebuah celah. Dia berencana menggunakan kesempatan ini untuk kabur dari mereka. Dia melirik ketiga prajurit itu untuk memastikan kalau dia bisa pergi. Sesaat kemudian, Lyon mendapatkan momentum itu. Dia langsung bergerak dengan cepat berlari ke sisi lain. Langkah suara dari kakinya terdengar oleh para prajurit tersebut ketika Lyon sudah berlari beberapa meter dari mereka. Secara serentak mereka menoleh ke belakang dan mendapati bahwa Lyon telah menghilang.


"Eh, orang itu kemana?"


"Sial! Dia kabur."


"Hei, kamu! Cepat kabari ke seluruh prajurit di istana kalau tahanan itu kabur. Kami akan pergi mengejarnya terlebih dahulu."


"Baik!"


Terjadi kepanikan setelah menghilangnya. Para prajurit segera bergerak untuk menangkapnya dengan cara mengabarkan hal ini kepada seluruh prajurit di istana. Karena Lyon baru saja kabur, dia pasti masih berada di sekitar istana ini dan pasti bersembunyi.



Lalu, setelah kabar itu menyebarkan. Para prajurit yang berada di luar istana segera memperketat penjagaan. Ada penambahan prajurit yang akan berpatroli di sekitar istana. Keempat pintu gerbang akan ditutup demi mempersempit pencarian.


__ADS_1


Sementara itu, Lyon yang tadi sudah berhasil kabur dari mereka, sekarang berada di suatu tempat di dalam istana, sedang beristirahat dibalik tiang besar. Nafasnya terengah-engah sehabis berlari sekuat tenaga. Dia mencoba untuk mengatur nafasnya agar kembali normal lagi. Sembari mengatur nafas, dia juga sedikit melirik ke luar tiang, melihat beberapa prajurit yang sedang berlalu lalang, mencari dirinya.



"Huh ... huh ... huh ... sial. Akan sangat sulit untuk kabur dari sini, dan lagi aku semakin cepat lelah, Ini semua gara-gara aku terjebak di dalam penjara itu sehingga membuat tubuhku semakin melemah. Dan ini juga! Kenapa coba pinaltinya masih terus berlangsung, padahal aku sudah keluar dari penjara. Ah, ini sangat menyebalkan. Kalau saja aku bisa mengambil pedang ku, aku dapat kabur dengan mudah."



Yah, Lyon hanya berlari-lari tidak sampai 10 menit dan dia sudah sangat kelelahan. Karena dia tidak pernah loh out semenjak dirinya di tangkap, secara otomatis mentalnya juga semakin melemah, yang berakibat pada tubuh avatarnya yang juga mulai memburuk. Dia harus mengembalikan kebugaran dirinya dengan cara loh out dari permainan ini. Tapi, sebelum itu, dia harus mencari cara untuk keluar dari sini. Untuk keluar dari sini sepertinya akan sangat sulit. Para prajurit sudah pasti akan memperketat penjagaan dan di sisi lain, dia masih belum mendapatkan otoritas mengakses inventaris dan senjatanya sehingga dia akan kesulitan untuk pergi dari sini.



Beberapa saat kemudian, akhirnya Lyon telah selesai mengatur nafasnya. "Baiklah, waktunya bergerak."



Lyon pun bergerak secara hati-hati melewati setiap tempat, prajurit yang berlalu lalang. Dia tidak boleh bergerak secara gegabah atau dia akan ketahuan. Namun, secara tidak sadar dia telah pergi ke jalan yang salah. Entah bagaimana saat dia memasuki ruangan selanjutnya, dia malah berada di ruang singgasana. Tempat itu begitu sepi. Tidak ada satu pun penjaga yang berkeliaran, bahkan suara mereka saja tidak ada. Lyon merasa kalau ini aman-aman saja dan tetap melanjutkan jalannya. Di tengah perjalanan, dia melirik ke tempat singgasana, tempat duduk raja dan ratu. Tidak ada orang yang menempati tempat itu.



"Aku berada di ruang singgasana yah ... tapi kenapa tempat ini begitu sepi? Dan kemana raja dan ratu? Seharusnya mereka kan berada di sini."


Ketika dia terus berjalan diikuti tatapan yang berubah haluan, tiba-tiba saja ada suara yang memanggilnya.


"Anda sangat bandel yah. Padahal hari ini adalah hari kematian Anda, tapi Anda malah pergi melarikan diri."


Suara tersebut berasal dari tempat duduk yang barusan dia perhatikan tadi. Lyon merasa merinding. Keringat dingin mulai bercucuran di dahinya. Perlahan, dia menoleh, kembali melihat ke tempat singgasana tersebut. Pada saat Lyon sudah melihat ke sana, betapa terkejutnya dia. Tempat singgasana yang awalnya kosong, sekarang telah diduduki oleh seseorang.


Eh?! Kenapa tiba-tiba ada orang yang duduk di sana?


Ketika dia memperhatikan lebih lanjut, dia malah semakin terkejut. Padanya orang yang duduk itu tidak lain adalah sangat raja.


R-raja?!


Di sisi lain, Lyon saat ini lagi bingung sekaligus panik karena semua keanehan ini. Sejak kapan dia berada di sana?! Apakah aku tadi tidak salah lihat. Dia mulai meragukan penglihatannya karena hal ini.


Lalu, sangat Raja kembali berkata, "Sayang, sekarang urus dia." Dia memberikan perintah kepada seseorang sembari melirik ke belakang Lyon. Secara refleks Lyon pun membalikkan kepalanya, melihat apa yang ada di belakang.


Ketika dia berbalik, dia dipertemukan oleh sepasang melon besar. Benda itu tepat berada di hadapannya. Hanya beberapa inci lagi ujung hidungnya menyentuh permukaannya. Otak Lyon agak lemot pada saat melihatnya. Tapi, tidak sampai beberapa detik, dia akhirnya sadar. Ekspresi wajahnya berubah secara drastis, dan memerah.


"Eh-!"



Dengan cepat dia melangkah mundur, mencoba untuk menjauh dari orang itu. Ini adalah insting bahwa dirinya sedang dalam bahaya. Oleh sebab itu dia segera pergi.


Akan tetapi, wanita tersebut lebih dulu menggapai dia sehingga dirinya tidak bisa kabur. "Hei, kamu mau lari kemana?"


Lyon pun segera ditarik kembali. Kepalanya tepat dibawa ke sela-sela melonnya, ditahan dengan erat. "Eh, apa yang terjadi?! Kenapa di sini sesak?" Lyon awalnya memberontak, mencoba untuk kabur, tapi setelah mengetahui situasinya saat ini, dia pun mulai terdiam. Sesaat, wanita itu secara lembut berbicara.


"Baiklah, sudah waktunya bagimu untuk tidur." Dan dia pun memberikan serangan kecil kepada dia. Lyon pun akhirnya pingsan dibuatnya.



Lyon terlepas dari pelukannya dan mulai terjatuh. Tapi, orang itu sigap menangkapnya. Lyon tidak terjatuh ke lantai. Di sisi lain, seseorang yang tadi duduk di singgasana, berjalan turun ke bawah dan menghampiri wanita itu, tentunya dengan perasaan kesal karena suatu hal. Pada saat dia tiba di sana, sang Raja pun berkata, "Kan saya hanya menyuruhmu untuk membuatnya pingsan saja, tidak perlu sebegitunya kamu melakukan hal seperti itu."


Wanita tersebut tersenyum kecil, dan menempelkan jarinya di pinggir bibirnya sembari menatap pria itu dengan tatapan nakalnya. "Oh, apakah kamu cemburu, Sayang?"


"Iya, tentulah!" balasnya dengan nada yang ditinggikan.


Wanita tersebut lalu menyerahkan Lyon kepadanya, lalu berkata, "Saya sangat senang melihat wajah cemburumu itu. Tapi, tenang saja. Tubuh dan hati ini akan selamanya menjadi milikmu. Nah, sekarang kamu urus dia. Kita akan segera mengakhiri dia di sana. Jadi jangan membuang banyak waktu."


Sang Raja agak kesal mendengarnya. "Sialan ... kamu memang selalu mempermainkan saya. Yah, untuk kali ini akan saya abaikan. Orang ini juga sebentar lagi akan mati. Jadi, kamu bersiap-siaplah karena kita akan segera pergi."


"Baik~"

__ADS_1


Identitas wanita itu tidak lain adalah Sang Ratu.



**



Di suatu tempat jauh di luar kerajaan Heaven.


Di tengah-tengah tanah tandus, terdapat satu kereta kuda yang tengah melintasi tanah tandus itu. Dilihat dari bentuknya, kereta tersebut sejenis kereta tahanan. Di dalam kereta tersebut terdapat seorang pemain. Yah, pemain itu adalah Lyon. Setidaknya beberapa jam yang lalu dia berada di istana kerajaan dan sekarang ini dia sudah berada di tempat yang tidak diketahui.


Salah satu roda dari Kereta kuda itu mengenai tumpukan batu sehingga menyebabkan kereta berguncang. Hal itu pun membuat Lyon kembali tersadar. Pada saat dia membuka matanya, dia melihat langit-langit atap yang terbuat dari besi dan kayu.


"Eh, aku dimana sudah?" gumamnya dengan bingung.


Setelah itu, dia segera duduk bersila, dan mulai menjernihkan pikirannya. Kepalanya masih terasa sakit akan suatu hal.  "Ah, apa yang terjadi sampai aku pingsan begini." Lyon mencoba mengingat kejadian sebelum dia pingsan. Lalu, sebuah gambaran dimana dia ditarik oleh seorang wanita dan memasukkan kepalanya ke dalam belahan dadanya, kemudian dia pingsan. Yang menjadi fokus dipikirannya adalah sepasang dada itu. Wajah Lyon memerah ketika mengingat kejadian itu.


Tapi, dengan cepat dia tersadar kembali dan langsung menampar pipinya beberapa kali. "Astaga! Sadarlah Lyon! Apa yang sedang kamu pikirkan? Sekarang bukan saatnya untuk memikirkan hal semacam itu." Beberapa saat dia akhirnya sudah menenangkan dirinya.


Lyon kemudian merangkak pelan, berjalan menuju ke jendela dari kereta kuda. Dia pun mengintip keluar. Dari kedua matanya, Lyon hanya melihat tanah tandus, sejauh mata memandang hanya tanah tandus.


"Tempat ini ... sepertinya tidak asing deh ...." Kemudian dia kepikiran sesuatu. "Oh yah, lebih baik aku memeriksa peta saja." Lyon ingin melihat lokasi dia saat ini menggunakan peta. Yah, dengan begitu dia dapat tahu secara pasti dimana dia sekarang. Jadi, tanpa berbasa-basi, dia segera menampilkan peta di hadapannya. Ketika dia telah menemukan lokasinya berada, dia melihat wilayah yang dia tempati.


"Eh, tempat ini ...."


**



Di rumah Ganta.


Rumah yang menjadi tempat yang tenang dan damai. Suasana menenangkan, jauh dari kata ramai dan padat. Setidaknya itulah suasana rumah Ganta yang berdiri agak jauh dari perkotaan. Namun, semua itu berubah ketika beberapa mobil datang. Ada sekitar dua mobil hitam dan satu mobil sejenis mobil pengangkut barang berhenti di depan rumah Ganta. Lalu, tidak berapa lama orang-orang dari mobil-mobil itu turun dan berjalan menuju ke rumah Ganta. Mereka mengenakan pakaian kerja dengan logo yang bertuliskan 'Meta Corporation'.


Salah satu dari mereka mengetuk pintu dan memanggil orang yang berada di dalam sana, untuk membalas ucapan mereka. Tidak berapa lama seseorang datang dan membukakan pintu. Dia adalah ibunya Ganta. Pada saat dia melihat orang-orang asing muncul di depan rumahnya, dia agak bingung.


"Permisi, maaf mengganggu waktu Anda sebentar. Apakah benar di sini adalah rumah dari Tuan Ganta?" tanya salah satu dari mereka.


Ibunya Ganta menjawabnya dengan respon positif. "Iya, itu benar, dia adalah anakku. Ada perlu apa Anda-anda sekalian mencari anakku?"


Orang yang bertanya tadi, kembali berbicara, "Jadi, begini bu ...."













Mungkin beberapa bab kedepan akan kacau. Jadi siapkan mental kalian untuk memaklumi apa yang terjadi nanti soalnya aku akan menuangkan lebih banyak imajinasi ke dalam cerita.

__ADS_1


__ADS_2