
Mari kembali ke original story
Bottlomless Gap, di sekitar area pertempuran.
Tepatnya saat ini di antara tumpukan-tumpukan es yang bermunculan akibat ulah dari Si Lich, di dalamnya terdapat kelompok Ardes. Mereka sedang sibuk melawan para Prajurit Undead yang tiba-tiba saja datang dari arah balik es. Ardes dengan begitu cepat mengayunkan tangannya, lalu memberikan pukulan besar kepada monster-monster tersebut.
Sementara itu, di atas punggungnya, empat orang wanita juga tidak kalah sibuk. Mereka adalah Snowly, Ruby, Liseas, dan Salsa. Mereka membagi tugas menjadi dua bagian yang dimana Snowly dan Liseas yang mengisi bagian penyerangan, pergi membantu Ardes. Ruby dan Salsa yang sibuk untuk membantu mereka dari dalam.
"Kenapa para Undead-Undead ini tidak berhenti berdatangan. Kalau begini kita tidak dapat menyusul Lyon," gerutu Snowly dengan kesal menembaki anak panahnya secara terus menerus.
Entah berapa lama mereka di sini semenjak Lyon di lempar oleh Ardes, mereka masih terjebak di labirin es ini, ditambah dengan kemunculan Prajurit Undead yang menghalangi jalan mereka. Snowly pun berpikir jika akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa menyusul Lyon. Dia sebenarnya agak khawatir mengingat kekuatan yang ditunjukkan oleh monster itu (Lich). Dengan kekuatan yang bisa menciptakan sebuah dataran es, sudah dapat dipastikan kalau ini adalah lawan yang menakutkan.
Beberapa menit berlangsung, semuanya masih seperti biasa. Akan tetapi, tiba-tiba saja mereka mendengar suara getaran yang kuat serta diikuti dengan ledakan berwarna ungu, berasal dari tengah dataran es.
"Ledakan apa itu??"
Snowly terdiam sejenak memandangi ledakan yang berangsur-angsur menghilang. Perasaanya menjadi tidak enak setelah melihat ledakan itu. Sesaat, pemberitahuan sistem terdengar.
...[Pemimpin Party Anda, Lyon telah mati. Secara otomatis Pemimpin Party digantikan oleh Ruby.]...
"!!"
Kedua mata Snowly tidak berkedip sedikit pun pada saat dia melihat status tersebut. Eh, tidak mungkin 'kan?! Keringat mulai mengucur di dahinya. L-Lyon ... mati .... Hanya ada satu maksud yang ditunjukkan oleh pemberitahuan sistem yang barusan dia terima. Itu adalah kabar mengenai kematian Lyon.
Tentu saja ini adalah hal yang tidak bisa dia percayai, bahkan dia sampai-sampai bertanya pada dirinya sendiri karena saling tidak mempercayainya.
Tidak lama setelah itu, Ruby juga datang menghampirinya dengan nafas yang terengah-engah, lalu memanggil namanya.
"Huh ... Snowly ....!"
Selepas itu, Ruby juga Menceritakan tentang informasi yang dia dapatkan dari sistem mengenai kematian Lyon. Ternyata itu bukanlah suatu kesalahan. Snowly pun langsung menjadi shok ketika mendengarnya.
**
Di tempat Vinlce dan DeathNight.
Saat ini tempat itu telah menjadi tempat kemenangan bagi pihak pemain. Monster yang selama ini menghalang jalan mereka, yaitu Soul Cursed Drakness telah berhasil di kalahkan oleh Vincle, yang tentunya juga telah mendapatkan bantuan dari para pemain.
Bisa dibilang itu adalah pertarungan yang sengit. Soul Cursed sempat mengeluarkan kemampuan berbahaya di saat dia sedang kritis. Ada banyak korban yang berjatuhan karenanya. Tapi untung saja pada akhirnya dia bisa dikalahkan.
"Yeay! Kita sudah menang!!"
"Semuanya, kita telah mengalahkan monster itu!!"
""Ooo!!!""
Para pemain yang masih hidup berteriak dengan begitu semangat ketika melihat kematian dari monster tersebut. Ini adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi mereka yang bisa ikut berpartisipasi melawan Bos peringkat Legendaris.
__ADS_1
Di antara semua pemain-pemain yang bersorak riang, terdapat juga DeathNight yang saat ini berada di dekat Vinlce. Dia juga adalah orang yang berkontribusi cukup besar dalam pertarungan ini. Dia memandangi tempat dari bekas mayat dari Soul Cursed yang telah menghilang, dengan wajah yang begitu senang.
"Huf ... akhirnya, dia mati juga."
Vincle pun menghampirinya, kemudian memegangi pundaknya.
"Tuan DeathNight, berkat Anda dan seluruh pasukan Anda, akhirnya kita berhasil mengalahkan monster ini."
"Tidak, tidak, tidak," DeathNight langsung mengheleng-gelengkan kepalanya. "Kalau saja Anda tidak datang ke sini, kami tidak akan bisa untuk memenangkan pertarungan ini."
Vincle pun melepaskan genggamannya, kemudian berjalan maju. "Yah, Anda benar juga sih. Tapi ..." Dia kembali menoleh ke belakang, kembali menatapnya dengan tatapan serius. "setelah pertarungan ini, saya telah melihat kemampuan Anda sebagai Guardian, saya cukup terkesan. Anda mampu bertahan dengan begitu baik ketika menghadapi Monster itu. Oleh sebab itu saya kepikiran untuk mewarisi kekuatan saya kepada Anda."
Tiba-tiba pemberitahuan sistem masuk ke panel layarnya.
...[Tuan Vincle menawari Anda sebuah kelas, yaitu Guardian Crystal.]...
...[Kelas Guardian Crystal...
...Peringkat : Legendaris...
...Kelas istimewa yang hanya dikehendaki oleh sang pewaris, Vincle, seorang pahlawan di masa lalu yang menjadi seorang seorang Guardian terbaik di antara pasukan yang ada. Dengan tubuh yang sekuat Crystal, kemudian beberapa kemampuan hebat, serta menerima salah satu elemen langka tingkat tiga, yaitu Diamond.]...
...[Apakah Anda menerimanya?...
...Ya....
...Tidak. ]...
Eh, I-ini!
DeathNight pun mencoba untuk bertanya kembali, "T-Tuan Vincle, apakah Anda sangat yakin jika Anda memilih saya sebagai penerus Anda??"
"Hahahaha!"
Vincle hanya tertawa lepas ketika mendengar pertanyaan DeathNight yang terdengar gugup. Lalu, dia kembali mendakti dan menepuk-nepuk pundaknya.
"Tuan DeathNight, percaya dirilah sedikit. Saya sangat serius untuk memberikan kekuatan ini. Yah, kita tidak tahu kapan dan dimana kita akan mati. Oleh sebab itu, sebelum hal itu terjadi saya ingin mencari seorang pewaris yang akan meneruskan legenda dari seorang Guardian Crystal, dan Anda lah orang yang saya pilih."
DeathNight pun sedikit terdiam kemudian menunduk. Entah ekspresi apa yang harus dia tunjukkan saat ini. Mau bahagia, sedih? Itu semua bercampur aduk. Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan selama dia bermain game. mendapatkan sebuah kelas legendaris. Yah, ini adalah impian semua orang yang ingin menjadi kuat di game ini, apalagi itu sudah sesuai dengan kelas yang dia ambil.
Aku tidak boleh melewatkan kesempatan ini!
DeathNight memutuskan untuk mengambil kelas tersebut. Ini adalah moment yang tidak boleh dilewatkan. Dia pun mengangkat lagi kepalanya, menghadap langsung kepada Vincle, lalu berkata, "Baiklah Tuan Vincle, saya akan menerimanya dan menjadi penerus Anda."
...[Selamat, Anda telah memutuskan untuk menjadi Pewaris dari Guardian Crystal. Untuk memperoleh kelas ini secara penuh, Anda harus mengikuti beberapa ujian yang akan diberikan oleh Vincle.]...
Vincle pun tersenyum ketika mendengarnya. "Bagus, itulah jawaban yang aku tunggu-tunggu. Nanti setelah perang ini selesai, datanglah ke Desa Graves. Saya akan memberikan beberapa ujian serta latihan sebelum Anda benar-benar menerima kekuatan ini."
__ADS_1
"Baik!"
Rupanya sebelum menerima kelas ini, DeathNight harus mengikuti beberapa ujian serta latihan yang dikatakan oleh Vincle. Yah, ini mungkin termasuk persyaratan untuk menerima kelas peringkat tinggi, jadi cukup wajar jika dipikirkan.
Oh yah! Hampir saja aku lupa ....
Pandangan Vincle pun langsung mengarah ke tempat bekas mayat Soul Cursed, dia kelupaan tentang barang jarahan yang dimaksud oleh Lyon. Karena semua pembicaraan ini, dia hampir melupakannya.
Aku lupa mengambil semua barang jarahan dari monster itu.
DeathNight pun meminta izin kepada Vincle untuk pergi. Dia pun berjalan mendekati kumpulan barang jarahan itu, dan mengambil semua barang jarahan yang telah dijatuhkan oleh monster itu (Soul Cursed Drakness). Sembari berjalan, dia juga membuka panel layar, lalu meneruskannya ke kota pesan. Dia ingin mengabarkan hal ini kepada Lyon.
Aku harus menjelaskan tentang hal ini kepada Lyon
Tetapi, baru saja dia membuka kotak pesan, DeathNight melihat ada sesuatu yang ganjal dari Status Lyon. Dia pun bertanya-tanya.
Eh, kenapa Lyon tidak aktif??
Status pesan tersebut memberitahukan jika Lyon tidak aktif. Bukan seperti panggilan atau pesan yang diblokir, tapi itu tidak aktif. Berarti Lyon tidak masuk ke dalam game. Yang anehnya, padahal Lyon saat ini sedang sibuk-sibuknya di medan perang.
Kalau begini aku tidak bisa mengabarinya ... bagaimana yah? Dia kembali berpikir. Setidaknya dia harus memberikan kabar dulu kepada Lyon. Dan sesaat, dia teringat tentang Snowly yang biasanya ikut bersama dengan Lyon. Hm, lebih baik aku menghubungi Snowly saja. Pasti saat ini dia bersama dengan Lyon.
DeathNight pun menghubungi Snowly. Yah dia berpikir jika Snowly bersama dengan Lyon. Jadi lebih baik untuk menghubunginya aja dulu dan menanyakan dimana Lyon berada.
Jadi, DeathNight mengirimkan pesan soal dimana Lyon. Beberapa saat kemudian dia pun menerimanya. Pada saat dia membaca pesan tersebut, dia menjadi terdiam. Sesaat, wajahnya berubah drastis. Dia menjadi terkejut. Keringat dingin muncul di sekitar dahinya dan kedua matanya melotot dengan begitu besar.
Eh, ini tidak mungkin!!
DeathNight pun berteriak dengan kencang, memanggil Sinon. Beberapa saat kemudian, Sinon membalas teriakannya, dan berjalan ke arahnya. Akhirnya, mereka pun saling berhadapan. DeathNight mulai menjelaskan kenapa Sinon dipanggil. Yah, sama dengan halnya DeathNight tadi, kini Sinon malah yang terkejut. Dia ikut melotot ketika melihat pesan Snowly.
"Ini tidak mungkin kah?"
**
Dan setelah itu, kabar mengenai kematian Lyon mulai menyebar bagaikan sebuah percikan api yang menyentuh selebaran kertas, kemudian membakar kertas tersebut secara perlahan.
Tentu saja mereka sangat terkejut mendengar kabar ini, terutama anggota dari Guild Soul Wings. Mereka tidak mempercayai jika pemimpin yang sangat mereka andalkan gugur di medan pertempuran, kalah melawan musuh utama dari perang ini, yaitu Si Lich Legendaris.
Hal ini menimbulkan kepanikan karena sudah dapat dipastikan jika kekuatan dari Monster ini berada di tingkat yang berbeda, bahkan Lyon juga tidak mampu menghadapinya.
Kini, kobaran api dari medan pertempuran mulai berubah dengan kabar mengenai kematian Lyon yang merambat lebih luas.
__ADS_1