World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
Chapter 403 Kekacauan Yang Datang kembali Disertai Musuh Baru


__ADS_3

Chapter 403 Kekacauan Yang Datang kembali Disertai Musuh Baru.


Kembali ke dalam Game.


Di Bottlomless Gap.


Satu hari setelah terbarunya kabar mengenai kematian Lyon, sang pemimpin Soul Wings, salah satu dari Guild yang ikut berpartisipasi, pertempuran masih tetap dilanjutkan. Walaupun orang yang memiliki pengaruh besar tidak ada, bukan berarti mereka masih menyerah kareja masih banyak orang-orang yang masih cukup besar pengaruhnya, terutama bagi NPC. Mereka tidak peduli bagaimana jabatan orang tersebut karena orang-orang itu adalah para 'pemain'. Mereka masih memiliki tugas harus melindungi kerajaan Heaven dari invasi pasukan Undead.



Pada hari sebelumnya, sesaat setelah Lyon meregang nyawa, Gluch si Lich Legendaris mulai menggerakan kembali pasukan Undead-nya. Dalam waktu singkat dataran es yang semula hanya sebatas es, kini telah dipenuhi oleh monster Undead.



Hal itu pun membuat kelompok Ardes, dan kelompok Armegon yang berada di dalam sana harus mundur. Mereka tidak akan bisa bertahan jika terus-terusan berada di sana.



**



Bentrokan antara manusia dan para Undead terus berlanjut. Pasukan kerajaan berserta ratusan ribu pemain, terus-terusan memberikan perkawinan serta pemekakan, demi memperoleh kemenangan. Dari berbagai sisi di seluruh bagian Bottlomless Gap, suara benturan benda padat terus terdengar. Ribuan langkah kaki yang menghentak tanah terdengar di setiap detiknya.



"Semuanya, tetap pertahankan posisi kalian! Jangan sampai lengah!!"


Orang yang barusan berteriak memimpin pasukan pemain ialah DeathNight. Kali ini dia lah yang menggerakkan pasukan Soul Wings sebagai seorang Wakil ketua di Guild itu. Yah, kekalahan Lyon menyebabkan semangat moral dari anggota Soul Wings menurun. Namun, itu hanyalah sesaat sampai pada saat itu DeathNight yang mengambil alih pimpinan. Dia berkata jika mereka harus terus bertahan di sini, sampai Lyon kembali bermain game.



Kami harus terus bertahan, setidaknya sampai Lyon Kembali bermain lagi.


DeathNight pun terus melemparkan perintahnya dan mulai mengerjakan pasukan menembus pertahanan para Undead.



**



Di sisi lain, Sinon, dia mempimpin pasukan sekitar 50 ribu orang, yang di dalamnya terdiri atas para pemain, sebagian dari pasukan, dan sisanya ada Dark Elf.


Huh ... huh ... di sini mereka tidak ada habis-habisnya. Bahkan mereka juga sampai membuat para NPC menjadi para Undead. Kalau begini terus kita tidak akan mencapai bos monsternya. Lyon, cepatlah kembali ....



Sedari tadi mereka tidak bergerak dari tempatnya karena banyaknya Undead yang terus bermunculan, menggantikan mereka yang mati, apalagi saat ini pasukan Undead yang berasal dari para NPC prajurit Heaven. Mereka juga ikut memangsa kelompoknya. Hal ini semakin merepotkan dan akibatnya mereka tidak bisa bergerak dari sana.



"Bamm!!"



Tiba-tiba suara ledakan terdengar oleh telinganya. Sinon segera menoleh ke arah dari sumber ledakan tersebut. Pada saat dia melihatnya, lokasi dari kejadian itu berada jauh di seberangnya. Namun, dia masih bisa melihat asap yang membumbung tinggi di angkasa. Di dalam hatinya, dia bertanya-tanya apa yang sedang terjadi di sana.


Sebenarnya, apa yang sedang terjadi di sana?


__ADS_1


**



"Bamm!"



Ledakan besar tercipta di antara kerumunan para pemain dan pasukan kerajaan. Mereka semua seketika beterbangan di atas langit karena tekanan dari dampak dari ledakan tersebut. Kabut tebal pun seketika tercipta dan terus membumbung tinggi di udara.


"Woi! Apa yang sebenarnya terjadi!?" ucap salah seorang pemain dengan begitu paniknya.



Sesaat, kabut yang semula hanya kosong, sekrang telah membentuk sebuah siluet hitam. Itu adalah siluet yang tergambar seperti sebuah garis panjang dengan ukuran yang cukup lebar. Garis tersebut terlihat elastis karena gayanya yang membengkok ke kiri dan kanan. Namun, setelah kemunculannya, Siluet tersebut keluar dari kabut, memperlihatkan wujud aslinya.



Sesosok monster kelabang raksasa yang seluruh tubuhnya di tutupi oleh tulang belulang, miliki ukuran hampir menyamai sebuah kereta api, muncul. Dengan begitu cepat dia melesat turun dan melewati semua pemain yang ada. Seketika orang-orang yang berada di jalurnya, terhempas begitu saja. Itu adalah pemandangan yang mengerikan.



Oi, oi, oi, apa-apaan itu?!


Salah seorang pemain dari Sun and Moon tidak bisa menahan rasa keterkejutannya setelah melihat kejadian itu. Kedua kakinya bahkan sampai gemetaran karenanya. Orang itu adalah Steve.



Dia baru saja melihat kejadian mengerikan. Semua pemain-pemain dan para NPC berterbangan di atas langit secara acak. Semua itu hanya karena seekor monster. Tapi, yang membuat hal itu mengerikan ialah monster yang melakukannya. Seekor kelabang raksasa yang memiliki serangan berskala luas.



Tidak lama setelah itu, Astal pun datang dari depan. "Steve, bagaimana ini?? Dalam waktu singkat sebagian dari pasukan kita berkurang secara drastis karena kemunculan monster itu." Kemudian menunjuk ke arah kelabang yang masih menggeliat bebas di atas tanah, jauh di depan sana. " Dan monster itu berlevel 400."



Steve sangat terkejut dengan level yang dia dengar. Monster itu berlevel 400. Itu adalah level yang sangat tinggi. Bahkan saat ini dia baru saja naik ke level 210.


Bagaimana cara kita melawan monster itu?? pikirnya.



Steve pun kembali membuka mulutnya, "Level 400 ... ini sungguh mengerikan. Bahkan hanya sebagian dari kita yang baru saja menembus level 200. Kita tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan pergerakan dari monster itu." Tiba-tiba dia mendapatkan sebuah ide. "Bagaimana kalau saat ini kita menghubungi Pemimpin, tentang monster yang barusan muncul."


"Kurasa itu ide yang bagus." Astal pun menyetujui apa yang dia ucapkan.


"Kalau begitu mari kita mundur dulu. Kita harus menjaga jarak dengan monster itu sebelum lebih banyak korban jiwa yang berjatuhan."


Akhirnya, mereka pun memutuskan untuk menarik pasukan mereka, demi bisa meminimalisir jumlah korban yang terus berjatuhan karena serangan memeberikan dari monster kelabang raksasa tersebut.



**



Sementara itu di tempat Armegon berada. Saat ini dia bersama dengan Gordon sedang menghadapi Undead yang tidak henti-hentinya berdatangan.



"Cih, mereka semua susah untuk dibunuh," ucap Armegon dengan kesal. Kemudian, Armegon mulai mengaktifkan keterampilannya, yaitu En Sun. Miniatur matahari pun tercipta di telapak tangannya, dan semakin membesar. Setelah dirasa cukup besar, Armegon pun segera melemparkan miniatur matahari itu ke sekumpulan Undead yang ada di depannya.

__ADS_1



Tidak lama berselang, Gordon pun muncul dan menghantam Undead yang ada menggunakan palu besarnya. Puluhan Undead terhempas ke berbagai arah.



Gordon kembali berdiri tegak, menatap semua Undead yang masih ada di sekitarnya. "Baiklah, siapa lagi di antara kalian yang ingin merasakan paluku?"



Dan tidak jauh di sana, Silvana yang juga berada di satu kelompok dengan Armegon, juga ikut terus menyerang. Miniatur bulannya terus bergerak ke.berbegai arah, mendatangi setiap target yang telah menjadi incarannya.



Di tempat itu juga menjadi sangat kacau. Pada saat Armegon sedang sibuk-sibuknya menyerang, tiba-tiba saja ada pemberitahuan sistem yang masuk. Itu adalah pesan baru. Armegon pun membaca pesan tersebut. Wajahnya pun mulai berubah seiring kata-kata yang terus dia baca.



Sesaat sesudah itu, dia menatap ke suatu tempat yang jauh dari sana. "Monster itu ternyata berada di sana ..." Ternyata pesan tersebut berasal dari Steve. Pesan itu tertulis jika mereka saat ini sedang menghadapi Monster kelabang raksasa. Ada banyak korban yang telah berjatuhan karenanya. Jadi mereka pun memutuskan untuk mundur karena tidak ingin lebih banyak korban yang berjatuhan. Dan juga, Steve meminta saran kepada Armegon selaku Pemimpin Guild.



Dan Armegon tahu siapa monster itu. Dia sudah pernah melihatnya pada kemarin hari, ketika mereka mencoba untuk mundur. Monster tersebut muncul secara tiba-tiba dari balik dinding es dan mengejutkan mereka. Nama dari monster itu adalah Elicpcatus, si kelabang tulang raksasa, salah satu monster panggilan Lich.


Aku akan pergi ke sana dan menghentikan monster itu.


Armegon pun berencana untuk pergi ke sana, pergi melihat monster itu secara langsung. Dengan cepat dia menghubungi Silvana, dan membawa dia bersamanya. Dan selepas itu, dia menghampiri Gordon.



"Tuan Gordon, saya ingin pergi membantu anggota saya yang sedang kesulitan di tempat lain. Jadi saya ingin Anda memimpin pasukan yang saya bawa kepada Anda sementara waktu, yah sampai saya kembali."


"Baiklah, pergi dan bantulah anggota-anggotamu itu. Tentang pasukan ini, kamu dapat mempercayakan itu kepada saya."



Gordon memberikan izin kepadanya untuk pergi. Armegon kemudian memgirimkan pesan kepada Steve, kalau dia akan tiba di sana. Dan setelah itu dia menghubungi Chris yang satu tempat dengannya, dan mengatakan kalau sekarang kalian sedang berada di bawah pimpinan Gordon.


Ketika semuanya sudah selesai, dan Silvana sudah datang, mereka pun mulai bergerak menuju ke tempat Steve berada.



**



Di sisi lain, di area pertempuran.


Jauh di atas langit Bottlomless Gap, terdapat suatu monster yang sedang terbang di sana. Dia terbang dengan begitu santai, kemudian perlahan melesat turun ke bawah, menghampiri orang-orang yang berada di bawah sana. Dengan bagian tubuh yang seluruhnya di tutupi oleh tulang dan sayap yang lebar disertai kulit di sela-sela sayapnya. Monster tersebut terbang merendah, kemudian menembakkan cahaya ungu yang keluar dari mulutnya.



Ada beberapa bola ungu yang terbang kemudian menabrakkan diri di atas tanah.


"Bamm!!"


"Bam!!"


"Baam!!"


.....

__ADS_1


Terjadi beberepa ledakan besar yang menghancurkan tempat itu. Orang-orang yang berada di area ledakan tersebut seketika tenggelam di dalamnya. Monster itu pun segera terbang lebih tinggi dan kemudian menghilang di antara awan-awan hitam. Yah, monster yang barusan menyerang ialah Kaisel, monster panggilan Lich Legendaris.


__ADS_2