World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
Chapter 415 Akhir Dari Pertarungan Sengit!


__ADS_3

Bottlomless Gap.


Kembali ke Lyon.


"Hehehe, kali ini tidak akan ada yang mengganggu. Ini bagus. Sekarang, kamu pasti akan mati di tanganku."


Dengan begitu girangnya Lyon pun segera mempercepat langkah kakinya sembari mengambil pedang yang tadi dia simpan. Kedua kakinya pun melangkah lebih cepat hingga dia berlari. Sementara itu, pedang yang masih dalam mode Flying Star Sword masih tetap dia pertahankan, dan mengarahkan mereka untuk terbang agak jauh di atasnya.



Lich yang melihat itu, merasa panik. Kali ini kedua monster bawahannya tidak dapat dipanggil. Entah apa yang sedang terjadi, tapi itu membuat dirinya kesal. Amarah, lalu dicampur dengan kepanikan, berpadu menjadi satu di dalam emosinya. Lich segera mengarahkan tongkatnya dan menyerang Lyon dengan sihir hitamnya.



Beberapa energi sihir pun melesat terbang ke arahnya. Dengan lihainya Lyon menghindari semua serangan yang datang hingga akhirnya dia pun berdiri di hadapan Lich itu. Sontak saja Lich dengan refleks pergi mundur, lalu mengeluarkan akar hitam dari dalam tanah tempat Lyon berpijak. Semua akar-akar itu langsung menerjang Lyon. Tetapi, berkat kemampuan prediksi yang Lyon aktifkan, dia dapat melewati semua akar-akar itu. Dia pergi ke sisi lain dan kembali ke jalur semulanya.



Sekali lagi, dia sudah berdiri di hadapan Lich. Lyon pun mengayunkan pedangnya dan melakukan serangkaian serangan berupa ayunan tebasan. Selagi Lyon menyerang, Lich juga terus mengarahkan tongkatnya, menangkis serangan yang datang. Akan tetapi pergerakan yang Lyon lakukan lebih cepat daripada kecepatan memangkis serangan yang datang, Lich pun terkena beberapa kerusakan dari semua tangkai serangan yang datang.


"Sialan kamu Manusia ...!"


Lich segera pergi menjauh darinya dengan cara terbang di udara. Melihat Lich yang akan pergi, membuat Lyon sedikit panik. Dengan cepat dia memerintahkan semua pedang-pedangnya terbang mengejarnya.


"Semuanya, serang dia!"


Pedang-pedangnya pun berkumpul menjadi satu dan terbang menuju ke Lich. Mereka segera mengelilingi dan memberikan luka sayat di sekujur tubuhnya. Akibatnya, keseimbangan Lich menjadi kacau. Dia perlahan terbang merendah dan akhirnya kembali menginjak tanah. Sekarang, jarak antara Lyon dan Lich sudah cukup jauh.


"Pedang-pedang dimiliki oleh manusia itu sangat menganggu! Ini sangat merepotkan," ucap si Lich dengan kesal.


Ketika dia lagi kesal-kesalnya, tiba-tiba ada suatu respon yang tersambat di kepalanya. Wajahnya menjadi pucat pasi sembari menjatuhkan badannya di atas tanah. Hal itu membuat Lyon heran.


Heh, ada apa dengannya? pikirnya dalam hati.


Pada saat mereka sedang melakukan pertarungan secara instens. Namun baru jalan setengah tiba-tiba Lich terlihat depresi. Pasti ada sesuatu yang terjadi padanya yang tidak diketahui oleh Lyon.



Sebenarnya, hal yang tidak diketahui oleh Lyon sebenarnya ialah mengenai kematian salah satu monster panggilan Lich. Ketika mereka sedang bertarung, ada respon dari mahluk panggilannya. Memang dia sudah berapa kali mendapati hal semacam ini, namun untuk kali ini bisa dibilang cukup mengejutkan. Dia bahkan sampai shok mengetahuinya. Sebab, mahluk yang sudah mati itu tidak lain adalah Elicpcatus, mahluk panggilan terkuatnya.


"Bagaimana Elicpcatus ku bisa dikalahkan?" gumamnya.



Tidak berapa lama, dia mendengar suara langkah kaki yang terdengar semakin membesar. Itu adalah suara langkah kaki Lyon. Sebelumya, dia melihat keanehan Lich, merasakan adanya keuntungan dibaliknya. Tanpa membuang waktu dia langsung tancap gas, mempercepat langkahnya. Hanya dalam hitungan detik, di sudah berdiri lagi di hadapan Lich itu. Lyon langsung memberikan sebuah tebasan ke arahnya.



Bar-nya kembali mengalami penurunan setelah itu. Tubuh Lich mengalami luka sayat yang begitu panjang, dan itu diantara, iyalah kekesalannya.



"Arghhh!!"


Lich mengamuk dengan begitu hebatnya. Aura hitam yang ia pancarkan, menghempaskan segala hal yang masuk di dalam jangkauannya, begitu juga Lyon yang terlempar setelah menerima efek kejut dari ledakan itu.


"Sial, kenapa sekarang dia baru mengamuk!?"



Ini adalah salah satu tanda jika bos monster itu akan mengamuk. Dia akan mendapatkan status 'Berserk'. Yah, dia juga sadar setelah melihat bar-nya yang begitu tipis. Tapi, kenapa harus sekarang. Padahal bar-nya yang tadi sama sekarang tidak terlau berbeda. Bukan berarti Lyon ingin agar Lich cepat mengamuk, tapi masalahnya ...


"Sekarang, transformasi ku hanya tersisa 6 menit kurang, dan aku harus melawan dia yang saat ini sudah mulai mengamuk."


Waktu tranformasinya semakin menipis, dan sekarang Lich akan mengamuk. Ini akan semakin mennyulitkannya. Ada kemungkinan terburuk jika durasi tranformasinya habis dan dia harus melawan Lich dengan kekuatannya semula. Kali ini dia harus mengakhirinya dengan cepat.



Jadi, Lyon segera memberikan menyiapkan sikap kuda-kuda, dan melesat dengan cepat. Dengan kecepatan yang tinggi, dia pun telah sampai pada Lich. Tapi, tiba-tiba dia melihat ada suatu hal yang muncul dari kemampuan Prediksinya dan harus menghindar. Lyon pun memberhentikan langkah kakinya dan pergi ke arah lain. Benar saja, setelah Lyon beritahu tempat, tiba-tiba ada sesuatu yang muncul dari balik tanah. Benda yang panjang dan terlihat bergerigi. Itu adalah sebuah tulang raksasa. Tidak lama kemudian, tulang-tulang lain bermunculan dan pergi mendekati Lyon.



Eh, apa-apaan dengan semua tulang itu!?


Dengan perasaan panik Lyon segera pergi menghindar dan pergi dari sana. Dia bergerak sangat cepat pergi menjauhi tulang-tulang itu.


__ADS_1


Sementera itu di sisi lain, Lich yang masih dikelilingi oleh aura gelap, sekarang mulai menunjukan suatu perubahan. Kini ada tambahan beberapa tulang dan tengkorak yang menempel di sekitar tubuhnya. Untuk beberapa saat dia mulai melihat Lyon, lalu berkata,


"Kali ini kamu pasti akan mati!"


Dia mengangkat tangannya, tepatnya mengarah ke arah Lyon. Sesaat, Rangkaian tulang belulang muncul. Mereka semua terus bermunculan dan tepat mengarah kepada Lyon. Tentu ini adalah hal yang buruk. Lyon bergerak dengan cepat, menjadi bayangan hitam. Lyon berpindah tempat menuju ke belakang Lich dan langsung melesat cepat ke tempatnya. Tapi, pada saat dia mendekat, tulang-tulang lain muncul dan menutupi jalan. Seketika Lyon kembali menjauh karena rasa refleksnya. Hal itu pun disadari oleh Lich. Dia segera berbalik dan kembali mencoba menjauhi Lyon dengan semua tulang-tulang yang dia ciptakan.



Lyon tidak bisa mendekat Lich dikarenakan semua tulang yang dia ciptakan. Kemungkinan tulang itu adalah pelindung yang muncul secara otomatis. Ketika dia i jarak tertentu, maka mereka akan muncul dan menghalangi dirinya untuk berjalan lebih maju.


Baiklah, hanya ada satu cara. Aku akan mengalihkannya, dan memberikan serangan terakhir dengan keterampilan yang masih tersisa.



Jadi, Lyon akan menggunakan serangan jarak jauh. Dia mengarahkan kepada semua pedangnya memulai penyerangan. Setelah itu dia pun mulai mengaktifkan keterampilannya.



"Falling Star!!"



Semua pedang-pedang yang melayang di atas langit, menjadi retak dan berpindah-pindah tempat secara acak nan cepat diikuti dengan cahaya hijau yang bersinar di antara pedang-pedang. Tidak lama, mereka mulai melesatkan bayangan cahaya mereka.


Semua bayangan pedang turun dan menghujani area Lich berada. Lich terkena hujan dari serangan itu. Tapi, tidak berapa lama kumpulan tempurung berbentuk tulang menutupi Lich sehingga serangannya terhalaukan. Tapi, Lyon tidak merasa kesal akan hal itu dan membiarkan semua serangannya terhalaukan.



Si Lich kembali melihat Lyon yang berdiri di sana. Dia masih kesal. "Aku akan mengakhirimu sekarang juga!" Lich mengarahkan tongkatnya kepada Lyon. Tongkat tersebut bersinar dengan begitu terang. Akhirnya, Lich membuka mulutnya dan berkata,


"Land of Death Bones!"


Dalam sekejab, muncul tulang belulang dalam jumlah besar dengan berbagai jenis serta ukuran yang bertumpuk dan terus bertumpuk. Mereka semua semakin membeludak hebat. Semua tulang-tulang itu pergi ke tempat Lyon berada. Rasanya mereka sedang mengincar Lyon untuk segera dikuburkan. Mereka bertambah semakin tinggi menyerupai ombak raksasa.



Lyon hanya terpaku melihat banyak tulang yang akan menimpanya. Saat ini saja bayangannya telah ditelan oleh bayangan dari semua kumpulan tulang-tulang itu. Ada rasa takjub ketika melihat besarnya tulang ombak yang akan datang menerpanya.


Whao ... besarnya ..... Lyon tiba-tiba menyadari sesuatu. Eh, ini bukan saatnya untuk kagum! Kalau sampai aku terkena serangan itu, mungkin saja aku langsung sekarat dibuatnya, belum lagi untuk keluar dari sana nanti. Huh, Ini tidak boleh dibiarkan. Aku harus kembali fokus!



Dia mengangkat kedua tangannya dan dilebarkan selebar-lebarnya. "Hahahaha, ini adalah kemenanganku! Kamu pasti ketakutan akan kekuatan yang ditunjukkan hingga sampai kamu tidak bisa bergerak dari sana, kan? Ini sudah menjadi takdirmu untuk mati!"



Suara teriakan Lich tidak didengar oleh Lyon, sebab suara bising dari gesekan ribuan tulang belulang memenuhi gendang telinganya. Dia hanya fokus dan mencoba untuk lebih tenang. Pada saat dimomen tertentu, jarak dari ombak tulang semakin mendekat, Lyon memulai pergerakannya. Dia membuka matanya secara bersamaan sembari menyebutkan keterampilannya,



"Straight of Judgemenet!"



Seluruh tubuh Lyon mulai tertutupi oleh cahaya dan semakin bersinar terang. Dalam waktu singkat dia pun menghilang dari sana. Hanya berselang dua detik setelah menghilangnya Lyon, ombak itu pun segera menenggelamkan tempatnya berpijaknya tadi. Kemampuan dari keterampian Straight of Judgemenet dapat memindahkan penggunaan dalam waktu singkat menuju ke arah target yang dituju bagaikan sebuah teleportasi. Dan pasti sudah dapat diketahui kemana berpindahnya Lyon saat ini.



Jauh, dibalik ribuan tulang yang menjadi ombak, membentang di seluruh area, yang Lich menjadi titik pusatnya, secara tiba-tiba muncul sebuah percikan cahaya. Cahaya itu pun membesar dan membentuk seseorang. Dia adalah Lyon. Kemunculan dia mengejutkan Lich. Tapi, dia tidak sempat bereaksi terhadap hal itu, sebab pergerakan Lyon lebih cepat. Pedangnya langsung menancap tepat di dadanya, dan tembus ke belakang.



"Arghhh! Sakitnya!!"



Lich mengerang dengan begitu kesakitan saat merasakan bilah tajam dari pedang milik Lyon telah menancap di dadanya. Dia tidak sempat menghindar sebab kemunculan Lyon yang tiba-tiba itu. Lucu lupa mengenai tidak sempat sadar akan kemampuan ini, apalagi dia tidak sempat membuat persiapan karena kesenangannya akan kemenangan yang telah sirna. Bar-nya merosot dengan hebat menuju batas, diikuti dengan pendarahan yang kembali terjadi. Itu adalah penurunan yang ekstrem.



Lyon yang kini sudah menusuk Lich, kemudian melepaskan genggaman pedangnya. Dia senjaga membiarkan pedangnya menancap di tubuh Lich. Dengan sigap, dia kembali membentuk sikap kuda-kuda, lalu merentangkan tangannya di kedua sisi, membuka hari-hari selebar mungkin. Di saat bersamaan, dia juga beretika, menyebutkan keterampilan yang akan diaktifkan.



"Dual Spirit Sword!"


__ADS_1


Seluruh pedang yang melayang di atas langsung menukik tajam, turun ke bawah mendatangi Lyon. Mereka kemudian membagi kelompok menjadi dua bagian, pergi ke sisi kiri dan kanannya. Dalam waktu singkat, mereka berubah menjadi cahaya, lalu bersatu menjadi sepasang pedang. Lyon langsung menyilangkan kedua tangannya, merubah tempat pedangnya di arah yang berlawanan. Sesaat, dia mengaktifkan keterampilan lainnya.



"Revenge of Aurora! Cutter Sword!"



Kedua pedang tersebut mengeluarkan aura hijau yang amat hebat. Aura itu sampai menghempaskan debu serta udara yang berterbangan di sekitarnya mereka. Sementera itu, Lich yang masih merasakan sakit yang amat luar biasa tadi, sekarang merasa suatu ancaman yang amat berbahaya. Dirinya akan mati.



Manusia ini ... Dia akan membunuhku kalau aku tidak segera berbuat sesuatu.



Tapi, sebelum dia bertindak, dia sudah terlambat. Lyon bersiap untuk bergerak. Dia pun mulai berbicara, "Sudah terlambat bagimu untuk pergi membalas. Sekarang, aku akan mengakhiri hidupmu dengan serangan terakhirku!"



Aura dari kedua pedang milik Lyon semakin membara layaknya api yang terus berkobar tiada henti. Sesaat, satu langkah tercipta. Sebuah langkah yang kuat dengan tekanan yang tinggi. Langkah itu menjadi tumpuan kuat baginya karena setelahnya dia langsung melesat. Lyon pun pergi melesat dengan sangat cepat dan melepaskan dua pedangnya, membuat tebasan secara menyilang.



..."SLASHH!!"...


...-2.783.372 Kritis!!...


...[Efek dari Revenge of Aurora meningkatan serangan sebesar 1.200%]...


...[Serangan Anda yang terlalu kuat, membuat tubuh target terbelah mejadi dua bagian.]...


Satu serangan yang berkekuatan besar telah tercipta. Lyon telah berhasil melewati Lich sembari mengeluarkan serangan terbaiknya. Serangan yang memiliki efek yang sangat mengerikan. Aura dari bayangan tebasannya, membelah udara yang terbang di sekitar mereka.



Selain serangan yang mengerikan, ada suatu hal yang tidak terduga terjadi. Saat ini Lich terpisah menjadi dua bagian. Sepertinya efek dari serangan itu membuatnya terbelah. Lich bahkan sempat ikut terkejut pada saat dia melihat dirinya yang sudah terpisah. Namun, dia tidak sempat bereaksi lebih karena bar-nya telah jauh melewati batasannya. Sepasang mata merahnya ,mulai meredup dan akhirnya mati. Tubuh atasnya yang tadinya melayang sekarang telah terjatuh di atas tanah, begitu juga dengan tubuh satunya lagi.



Lyon yang terengah-engah, perlahan mengatur ulang nafasnya dan melihat Lich yang sudah terpapar di atas tanah. Tiba-tiba sebuah pemberitahuan masuk ke panel layarnya, dan muncul di hadapannya.



...[Sistem : Anda telah berhasil mengalahkan Gluch yang merupakan Sesosok Lich legendaris yang telah hilang, kembali bangkit dari jurang kegelapan. Menghadiahkan 65.272.550 poin pengalaman +19.851.765 poin pengalaman pribadi dan 15.000 poin Reputasi Seluruh Benua. Pencapaian anda akan tercatat di dalam sejarah!]...


.........


.........



Satu pemberitahuan yang diikuti dengan pemberitahuan lain yang membanjiri panel layarnya. Pada saat Lyon mendengar dan melihat teks yang terus bermunculan, dia tidak dapat menahan ekspresi wajahnya. Senyum yang coba dia tahan, tidak dapat ditahan lagi. Rasa di dalam dirinya ingin meluap dan segera meledak. Lyon mulai menunduk dan menutup dirinya, dan sesaat dia langsung berdiri dan melentangkan kedua tangannya lebar-lebar ke atas langit, lalu berteriak dengan begitu keras.



"AKU MENANG!!!"


Teriakan seorang pria sejati yang telah merasakan arti dari kemenangan yang sesungguhnya, menggema luas di seluruh dataran es. Hari ini, hari ke-lima sejak pertempuran antara manusia dan Undead, Lyon telah berhasil mengalahkan pemimpin dari Pada Undead, si Lich legendaris, Gluch. Perlahan, kabar ini akan terdengar oleh seluruh orang yang ada di tanah tandus ini.










__ADS_1


__ADS_2