
Chapter 423 Keluar Dari Gua.
Bottlomless Gap.
Beberapa saat setelah Lyon selesai mengatur semua keterampilannya, sekarang dia sudah mendapatkan hasilnya. Dia pun segera bergegas menuju ke lokasi Vincle, pergi menyusulnya. Tidak menunggu lama, akhirnya mereka berdua telah bertemu. Lyon pun melanjutkan sandiwaranya mengenai ucapan sebelumnya mengenai hal aneh yang dia rasakan. Vincle memberi laporan kalau tidak ada yang aneh pada gua ini. Semuanya terasa biasa saja baginya. Lyon pun mulai mencari-cari kalau itu mungkin adalah perasaannya sewaktu pingsan. Vincle hanya membenarkan ucapan Lyon karena dia percaya kepadanya.
Jadi, setelah itu, mereka berdua lanjut menambang gua ini sampai mereka mendapatkan hasil. Ada sekitar 15 menit mereka habiskan di dalam sana, menambang setiap kristal yang ada. Di dalam tas Lyon sudah hampir seratus material kristal. Dia merasa jika ini akan cukup baginya. Jika nanti, hasil yang diperoleh Kristal ini berdampak positif baginya, maka dia akan terus melanjutkan rencananya, dan menyulap gua ini menjadi tambangnya.
“Huff, aku rasa ini semua udah cukup untuk dijadikan sampel. Sekarang aku berharap banyak kepada kalian. Semoga kalian bisa menjadi uang bagiku.” Lalu Lyon melirik ke arah Vincle yang berada tidak jauh darinya. “Pasti tuan Vincle juga sudah mengumpulkan cukup banyak.” Lyon pun datang menghampirinya dan memanggil dia. “Tuan Vincle, sepertinya kita sudah cukup menambangnya. Mari kita kembali keluar. Mereka semua pasti sedang menunggu kita.”
Vincle pun berhenti menambang kristal, dan menatap Lyon. “Oh, begitu kah. Baiklah, mari kita pergi saja.”
Lyon dan Vincle bergegas berjalan kembali ke tempat awal mereka masuk, menuju ke luar gua. Sudah saatnya mereka untuk yang kembali. Pasti semua orang di luar sana Sudah menunggu mereka dengan lama.
**
Setelah menempuh perjalanan yang berjarak kurang dari 50 meter, Lyon mulai melihat setitik cahaya dari ujung gua. Mereka terus berjalan ke sana. Cahaya itu semakin membesar dan bersinar terang sampai pada akhirnya mereka pun telah berada di sana. Pemandangan seketika berubah. Ada begitu banyak orang yang berdiri menatap mereka berdua. Saat ini Lyon dan Vincle telah berada di luar gua.
“Ah, mereka sudah kembali?!”
“Lyon telah kembali, semuanya lihat di sana!”
“Pemimpin telah kembali!!”
“Iya, Pemimpin sudah kembali.”
“Pemimpin, Pemimpin, bagaimana di dalam sana? Apakah Anda telah menemukan Monumen itu.”
“Iya, itu benar! Apakah Anda telah menemukan Monumen itu. Kami ingin melihatnya juga.”
“Tunggu, tunggu, tunggu, aku juga ingin menanyakan ini kepada Pemimpin!”
“Hei kalian! Jangan berdesakan. Berbaris secara teratur!”
Suasana seketika menjadi sangat ricuh karena kemunculan Lyon. Tentunya mereka semua sangat penasaran dengan Monumen yang membuat peraturan ribu orang harus pergi mencarinya. Ini pasti sesuatu yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Mereka berharap jika mereka dapat melihat jika memang benar Monumen itu ada di dalam gua tersebut. Di sisi lain, Lyon menjadi kewalahan menghadapi gelombang manusia yang siap menenggelamkannya. Padahal dia baru saja keluar dari gua dengan badan pegal sehabis menambang kristal, tiba-tiba dihadapkan oleh sesuatu yang semengerikan ini.
“Kalian semua, tenanglah ... bicara satu persatu!” Lyon berteriak kepada mereka agar membuat suasana di sana kembali kondusif agar dia dapat menyampaikan semua pertanyaan mereka. Akan tetapi, rasanya itu sia-sia. Suaranya tidak dapat menandingi ribuan suara yang dilontarkan oleh para pemain ini. Lyon semakin terdesak. Tapi, ditengah kerusuhan itu, dia melihat Ardes yang masih dalam mode monsternya, berdiri tidak jauh dari gerombolan pemain ini. Lyon mendapatkan sebuah ide. Dia pun segera memanggil Ardes. “Tuan Ardes, cepat ke sini dan selamatkan saya!!”
Suara pemerintah telah diberikan. Ardes yang mendengar itu dengan sigap berdiri dari tempatnya, lalu berjalan ke arah pemain-pemain itu. Secara otomatis para pemain segera menjauh setelah tahu kalau Ardes akan lewat di jalur mereka. Akhirnya, Ardes sudah berada di hadapan Lyon. Dia segera melentangkan tangannya selebar mungkin, dan berkata, “Kalian semua menjauhlah! Beri ruang kepada Tuan Lyon.” Hal itu membuat seluruh orang secara serentak melangkah mundur, membuat ruang bagi mereka. Lyon merasa sedikit lega jika idenya ternyata berhasil. Lyon pun berterimakasih kepada Ardes, “Terima kasih, Tuan Ardes.” Ucapan itu dibalas dengan senyuman serta anggukan bahwa dia telah menerima ucapan ‘terima kasih’ dari Lyon.
Lalu tidak berapa lama, datanglah beberapa orang yang diperlihatkan tidak asing bagi Lyon. Mereka adalah Ruby dan kawan-kawan. Rupanya seluruh pemain dan NPC telah berkumpul di sini, terlihat dari semua perwakilan dari orang yang dia kenal telah berada di satu tempat.
Ruby pun pergi berlari mendekati Lyon, kemudian bertanya dengan spontan, “Kak, kak, kak ...! Bagaimana di dalam sana? Apakah kakak sudah menemukan Monumen itu?? Dan juga apakah kakak telah mengalahkan monster yang berada di dalam sana??”
__ADS_1
Lyon menatap heran kepada Ruby ketika dia mendengar ucapan tentang mengalahkan monster. Dia tidak pernah menghunuskan pedangnya untuk mengalahkan monster di dalam gua, terlebih di gua itu tidak ada monsternya. “Ee ... Ruby, apa aku tidak salah dengar tadi? Apa maksudnya soal mengalahkan monster?” tanyanya.
“Iya itu benar,” ucap Ruby dengan muka polosnya. Dia tidak sedang berbohong. “Bukannya itu maksud dari pesan yang kakak kirim kepada kami untuk tidak memasuki gua itu karena ada masalah di sana. Pastinya masalah itu berhubungan dengan monster, aku benar kan??”
“Pesan?” Lyon agak bingung. Tapi itu tidak lama. Hanya dalam hitungan detik dia kembali ingat soal pesan yang dia kirimkan beberapa waktu lalu, ketika dia menemukan lokasi kristal dan Minuman itu, dia sempat mengirimkan pesan kepada mereka berdua agar menyuruh para pemain untuk tidak masuk ke dalam gua karena disebabkan ada monster kuat di dalam gua itu. Yah, itu sebenarnya adalah akal-akalannya saja. “Monster itu sudah aku kalahkan. Yah, memang benar kalau monster itu sangat kuat. Kalau tadi kita membawa banyak orang untuk masuk ke dalam sana, pasti banyak korban yang akan berjatuhan. Untung saja keputusanku adalah keputusan yang tepat.” Lyon tetap melanjutkan akal-akalannya itu dengan bersandiwara kepada mereka.
Tapi, Vincle yang mendengar pembicaraan mereka, juga mulai merasa ada yang aneh, apalagi dengan ucapan Lyon karena tidak nyambung dengan kejadian mereka. “Tuan Lyon, bukannya di dalam sana kita hanya sebatas menemukan sebuah tam-!” Namun, Lyon dengan cepat menyumpal mulut Vincle dengan tangannya. Setelah itu, dia berkata, “Tuan Vincle, Anda tidak perlu berbicara lebih banyak, cukup dengarkan saja dan ikuti alurnya.” Dengan wajah yang cukup panik dan keringat dingin yang muncul di dahinya.
Saat ini Lyon sedang panik. Huf ... yang itu hampir saja. Kenapa aku tidak sadar kalau ada Vincle di sini. Semoga saja mereka tidak mencurigai ucapannya tadi .... Lalu, Lyon menoleh ke arah mereka berdua. Ketika dia melihat, Ruby dan Snowly nampaknya bingung dan terlihat tidak curiga atas ucapan Vincle tadi. Lyon dapat sedikit merasa lega.
Tidak lama setelah itu, Snowly yang berada di sana, muali berjalan ke depan dan mendekati Lyon. “Lyon, aku merasa kamu telah berubah menjadi lebih baik. Sudah mulai memedulikan orang lain, sampai-sampai tidak mau membuat orang lain terlibat dengan masalahmu dan kamu yang menanggungnya. Aku sangat senang melihat perubahan itu.” Sungguh perkataan yang indah yang sebenarnya itu adalah ditujukan.
Heh ... kurasa aku terlalu berlebihan. Dan apakah aku memang sejagat itu sampai-sampai Snowly menganggapku telah berubah menjadi jadi baik. Padahal aku kan tidak pernah berbuat jahat, pikirnya yang kebingungan. Lyon sebenarnya tidak sadar akan kejahatan yang dia buat. Tapi, Lyon segera berhenti memikirkan hal itu dan mengakhiri pembicaraan mereka.
“Yah, yah, Sudahlah. Sekarang semuanya sudah jelas. Kalian mengerti kan?”
“Hm, hm!”
Kemudian setelah itu, orang lain yang ikut bersamaan Ruby sudah berada di hadapan Lyon. Mereka adalah Armegon, Silvana, Liseas, Gordon, Heraces, DeathNight, dan Viergo.
Lyon mengangguk, lalu menjawab, “Iya, Monumen itu memang berada di dalam sana.”
“Oh yah!” Armegon kembali bertanya, “Apakah Kamu dapat melihat Monumen itu? Kami penasaran dengan Monumen yang kamu cari-cari itu?”
Armegon merasa penasaran dengan Monumen yang mereka cari. Ada baiknya jika mereka juga ingin melihat bagaimana bentuk dari Monumen itu agar bisa memuaskan dahaga mereka. Tapi, belum itu mereka harus meminta izin untuk melihatnya dari orang yang bersangkutan, yaitu Lyon. Di sisi lain, Lyon memasang wajah jeleknya. Dia sudah tahu jika momen itu akan segera datang. Jika saja mereka masuk ke dalam gua ini dan melihat rambang kristal yang berada di dekat Monumen itu, sudah pasti mereka akan mencoba untuk merebutnya. Ini tidak boleh dibiarkan. Tambang itu harus menjadi miliknya. Dia harus mencari alasan lain agar mereka tidak bisa masuk ke dalam sana.
“Hmm, bagaimana yah. Masih ada sesuatu dari Monumen itu yang harus diselidiki. Jadi, aku harus menutup dulu tempat ini dan melarang orang luar untuk masuk. Tapi, tenang saja, nanti setelah semuanya sudah beres, aku akan membawa kalian masuk dan memperlihatkan kalian kepada Monumen itu.”
“Hehh, begitu yah ... Padahal aku ingin melihatnya.” Armegon merasa kecewa dengan jawaban Lyon. Tapi, dengan cepat kekecewaan itu berubah menjadi semangat. Armegon langsung memegang kedua pundak Lyon dengan kuat. “Kalau begitu, kamu janji untuk membawa kami ke dalam sana?”
Lyon memalingkan wajahnya dari Armegon dan berkata, “Iya, iya, iya ... Aku janji ....” Dia pun tidak tahu sampai kapan nanti dia akan selesai mengurus tambang itu.
Gordon pun datang dan merangkul Armegon. “Tuan Armegon, santai saja. Pasti suatu hari nanti kita dapat melihat Monumen itu. Yah, saya juga penasaran dengan Monumen itu, tapi apa boleh buat, Tuan Lyon yang membuat keputusan karena itu adalah haknya.”
Kemudian, datang Heraces dan Liseas mulai berbincang.
“Sepertinya tugas kita telah selesai sepenuhnya. Kita dapat kembali ke kerajaan dan mengabarkan tentang kemenangan kita di sini,” ucap Heraces yang kemudian memandangi semua orang yang ada di sini.
Liseas pun bertanya, “Apakah pihak kerajaan akan membuat pesta perjamuan secara besar-besaran untuk merayakan kemenangan ini??”
“Hmm, saya rasa begitu. Sudah menjadi kewajiban bagi kerajaan untuk membuat perjamuan ketika berhasil melewati hal-hal sulit. Tapi, untuk apa kamu menanyakan hal itu, Liseas??”
__ADS_1
“Tidak apa-apa, hanya saja pesta seperti itu sudah lama tidak terjadi. Berarti, ini akan menjadi pesta besar setelah sekian lama kesunyian melanda kerajaan.”
“Yah, kamu benar juga ....”
Jadi, setelah semua itu selesai, Lyon segera pergi menaiki Ardes, lalu diikuti dengan tiga jendral besar yang juga ikut bersama dengannya. Tidak lama, mereka pun berdiri di atas kepala Ardes. Lyon melihat sebuah mata memandang, para pemain dan NPC bertebaran di mana-mana, begitu juga dengan mereka lainnya. Heraces berjalan melewati mereka semua sekaligus yang lainnya. Heraces pun menarik nafas. Sesaat, dia membuka mulutnya dan mulai berkata,
“Kepada seluruh para prajurit kerajaan Heaven dan para petualangan-petualangan yang berada di sini, pada hari ini kita telah memenangkan perang melawan Lich yang baru saja kembali bangkit beserta para pengikutnya. Selama lima hari penuh kita berjuang dengan sekuat tenaga, mengorbankan nyawa untuk melindungi kerajaan tercinta kita. Usaha itu telah membuahkan hasil dengan kemenangan yang kita raih pada saat ini. Sekarang, kerajaan Heaven akan menjadi kerajaan yang damai, tanpa ada lagi hal yang mengancam kerajaan ini. Dan semoga saja, arwah para prajjtiru dan petualang yang gugur di dalam perang serta mereka yang pernah menghadapi Lich di masa lalu, dapat tenang di alam sana. Sekarang, mari kita kembali dengan kebanggan kita, menyiarkan kemenangan ini kepada seluruh orang yang ada!”
““Oo!!””
Seruan penuh semangat dikumandangkan oleh seluruh orang di dataran itu. Suara itu menggema hingga memenuhi seluruh tempat. Sebelum mereka pergi untuk kembali ke kerajaan Heaven, Heraces ingin memberikan beberapa pidato untuk mengakhiri hari ini. Pada saat itu mereka sempat berbincang kalau Lyon lah yang harus memberikan pidato itu karena dia adalah pahlawan yang telah memenangkan perang ini. Akan tetapi, Lyon menolaknya dengan mentah-mentah. Lyon tidak mau memberikan pidato semacam itu karena kemalasannya. Jadi dia pun mengusulkan agar Heraces yang memberikan pidato secara dia adalah orang yang paling tinggi pangkatnya diantara tiga jendral lainnya. Pada akhirnya, pidato itu pun berakhir, dan tentunya kobaran semangat terus menggelora di sana, dan setelah itu, mereka pun segera melanjutkan perjalanan keluar dari wilayah selatan Bottlomless Gap, dan segera pergi kembali ke kerajaan Heaven.
Di malam hari, beribu bintang bersinar terang di langit Bottlomless Gap, di tengah perjalanan mereka menuju ke Kerajaan Heaven, Lyon yang saat ini berada di punggung Ardes, kembali memantau panel layarnya. Itu adalah panel yang berisi Quest kelasnya yang akan dia kerjakan. “Hm, karena Quest untuk menyelidiki tempat ini sudah selesai. Ah, sungguh Quest yang sangat panjang, sangat berbeda dengan Quest pertama yang cukup singkat. Sekarang, hanya tinggal Quest menyelidiki raja dan ratu Heaven.” Sesaat, Lyon kepikiran sesuatu. “Eh, tunggu dulu ... untuk apa coba aku menyelidiki mereka berdua??
Karena tidak terlintas di otaknya tentang raja dan ratu Heaven serta tidak ada petunjuk soal keanehan mereka, membuat dia bingung. Dia saja baru kepikiran soal ini karena terlalu fokus dengan dua Quest lainnya. “Apakah aku harus bolak balik ke dalam istana hanya untuk mencari Quest itu? Heh, ini akan merepotkan ....” Tempat tinggal raja dan ratu adalah istana yang berarti dia harus berbolak-balik ke istana untuk menemui mereka.
Lyon pun teringat akan lencana yang diberikan oleh Isabella kepadanya. “Aku mempunyai lencana yang diberikan Isabella, jadi aku dapat dengan mudah untuk keluar masuk istana, tetapi tetap saja itu merepotkan ....” Yah, walaupun dia sudah menemukan kemudahan, tapi tetap saja itu akan merepotkannya. Memang sudah sifat Lyon yang seperti ini.
Tapi, Lyon tidak tahu jika ada sesuatu yang sudah menyambutnya, dia tidak menyadari jika salah satu kejadian terburuk akan segera menimpanya nanti.
__ADS_1