World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
Chapter 429 Penyusupan Ke Istana


__ADS_3

Chapter 429 Penyusupan Ke Istana.


Di rumah Ganta.


Tidak berapa lama setelah mereka berbincang, kedua orang tua Desi muncul dan menyapa mereka. Andreas dan Felia dipaksa untuk makan dan bertamu lebih lama lagi di rumah mereka. Andreas mencoba menolak secara halus, namun nampaknya itu tidak berguna. Mereka pun terpaksa harus menuruti apa yang tuan rumah minta.



Selama itu juga, Felia atau yang biasa dikenal sebagai Silvana, hanya berada di samping Andreas. Dia hanya diam tidak berbicara, melirik-lirik ke sekeliling ruangan. Kadang-kadang dia juga Berbisik-bisik dengan Andreas, membicarakan suatu hal. Kelakuannya hanya membuat Desi dan Aisley keheranan. Sikap Felia sangat berbanding terbalik dengan avatar Silvana yang berada di World Online. Mereka masih tetap tidak percaya jika Felia itu adalah Silvana yang dimaksud-maksud.



Hingga pada akhirnya satu jam berlalu. Sekarang waktu telah menunjukkan pukul delapan lebih beberapa menit. Andreas izin pamit untuk pergi pulang. Mereka berdua mengendarai sepeda motor, lalu pergi dari sana. Sebelum dia pergi, Andreas mengingatkan kepada mereka, misal Ganta sudah keluar dari permainan, Desi harus mengorek informasi sebanyak mungkin agar bisa berguna bagi mereka yang berada di dalam sana nanti. Hal itu pun di iyakan saja oleh Desi.



Waktu terus berlalu. Malam yang dingin sekarang berubah menjadi pagi. Matahari mulai terbit dari arah timur, menyinari seluruh tempat.


Di kamar salah satu di rumah Ganta di lantai dua, yaitu kamar milik Desi. Tempat itu ditinggali oleh Desi dan Aisley. Sudah biasa bagi mereka untuk berbagi kamar.


Desi yang mulai duluan bangun dari tidur. Dengan wajah bengong dia melihat ke sekeliling ruangan. Dia melihat ada pancaran sinar terang yang muncul di sela-sela tirai kamarnya. Lalu, dia melihat jam yang berada di sampingnya. Waktu telah menunjukan pukul setengah tujuh.


"Oh, ternyata sudah pagi."


Tiba-tiba dia merasa ada sesuatu yang aneh yang ternyata alasan yang membuat dia terbangun. "Ah, harus ke kamar mandi." Desi ternyata kebelet pipis. Dia pun segera bangkit dari tidurnya kemudian segera bergegas pergi ke kamar mandi yang berada di lantai bawah.



Setelah melakukan serangkaian kegiatan pagi di kamar mandi, Desi pun selesai. Dia keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah terlihat asri dan sudah sadar sepenuhnya. Dia lanjut berjalan kembali ke kamarnya, berniat untuk membangunkan Aisley yang tadi masih terlelap. Tapi, ketika dia mencoba untuk menaiki anak tangga, secara tidak sengaja arah pandangannya terarah ke ruangan yang merupakan ruangan permainan. Dia teringat dengan pembicaraan yang mereka lakukan soal Ganta.


"Hm, lebih baik aku periksa dulu. Apakah Kakak sudah keluar."



Desi tidak berniat untuk membangunkan Aisley dan memilih untuk memeriksa keadaan Ganta yang sudah keluar dari permainan atau tidak. Desi sudah berada di dalam ruangan permainan. Dia masih melihat bahwa kapsul game itu menyala. Ketika dia sudah cukup dekat dengan kapsul game tersebut, dia melihat durasi aktifnya. Terlihat kalau sudah sekitar 19 jam lebih kapsul itu aktif. Tidak ada tanda-tanda kalau waktu durasi itu tereset. Durasi ini sudah cukup lama dan termasuk dari bagian Ganta untuk beristirahat. Desi semakin heran dengan hal ini.



"Kakak masih belum keluar juga? Sampai kapan dia berada di dalam game terus??" ucapnya dengan heran.


Tidak berapa lama setelah itu, Desi pun pergi keluar, kembali ke tujuannya semula, yaitu membangunkan Aisley.



**



Dua jam berlalu ...


Kedua orang tua Ganta pergi meninggalkan rumah, pergi bekerja di toko mereka. Desi juga sudah bersiap-siap untuk pergi ke kampus, karena dia mempunyai kelas yang harus dihadiri. Sedangkan Aisley tetap berada di rumah mereka, tidak ikut bersama Desi karena dia tidak memiliki jadwal di hari ini.


"Baiklah Aisley, aku pergi dulu. Kamu duluan yah masuk ke permainan. Nanti aku akan menyusul setelah kelas ku selesai."


"Baik."


Setelah berpamitan, Desi pergi dan hanya menyisakan Aisley sendiri. Pada saat melihat kepergian Desi, Aisley segera menutup pintu rumah dan bersiap-siap untuk bermain World Online. Tapi, sebelum dia memasuki permainan, dia melihat sekilas kapsul game yang digunakan oleh Ganta. Ada rasa kekhawatiran dalam hatinya ketika melihat keanehan dari Ganta yang masih belum keluar dari permainan.



"Ku harap Ganta baik-baik saja," gumamnya pelan. Aisley segera menutup kapsul game nya dan mulai memasuki permainan.



**


__ADS_1


Di Istana kerajaan, beberapa waktu sebelumnya.


Ada segerombolan orang yang pergi menyelinap ke dalam istana kerajaan. Total dari mereka ada sekitar lima orang. Dua di antara mereka teridentifikasi dengan nama Asgur dan Delta. Saat ini mereka telah berhasil memasuki istana dan tengah berkumpul di sudut ruangan yang gelap, jauh dari penjagaan.



Orang yang bernama Asgur memulai pembicaraan, "Baiklah, sekarang kita sudah berada di dalam istana. Secara otomatis penjagaan di sini semakin ketat, kita harus berhati-hati. Langsung saja ke intinya. Kita akan berpencar ke sepenjuru istana untuk mencari keberadaan Isabella. Periksa setiap ruangan yang kemungkinan ruang milik putri Isabella. Batas waktu kita adalah 6 jam sebelum matahari terbit. Jadi segera bergerak."



""Baik!""


Tiga dari mereka menghilang di tempat bagaikan sebuah bayangan yang berpindah tempat dengan cepat. Sekarang hanya ada Asgur dan Delta di sana. Sebelum mereka berpencar, Delta sempat membicarakan suatu hal dengan Asgur.


"Kuharap misi gabungan kali ini kita dapat menyelesaikannya dengan baik," ucap Delta.


Asgur membalasnya, "tentu saja. Aku tidak akan membuatmu Pemimpin ku kecewa. Aku harus memastikan kalau misi ini berhasil."


"Mulai dari sini kita akan berpisah."


"Mm,"


Mereka pun segera berpencar. Untuk penjelasan siapa mereka. Yah mereka adalah para pemain. Mereka semua adalah pemain dengan kelas Assassin yang merupakan pemain-pemain gabungan dari Soul Wings dan Sun and Moon. Delta dengan dua orang lainnya berada di sisi Sun and Moon, sementara itu Asgur dan satu orang lagi berasal dari Soul Wings.



Ini semua adalah bagian dari rencana yang diajukan oleh Armegon sewaktu di akhir rapat soal penyelamatan Lyon. Dia menyarankan untuk pergi menyelinap ke dalam istana untuk menemukan Isabella guna mendapatkan informasi darinya. Ini adalah rencana lain yang digunakan untuk berjaga-jaga jika ada masalah pada rencana sebelumnya. Mereka telah menyiapkan antisipasinya.



Namun, rencana ini cukup berisiko sebab jika mereka ketahuan menyelinap ke dalam istana. Pasti mereka akan di cap sebagai seorang penjahat dan hal itu menjerumus kepada dua Guild ikut serta yang tidak lain adalah Sun and Moon dan Soul Wings. Hal terburuk yang mungkin saja terjadi kedua Guild tersebut akan di keluarkan dari Kerajaan ini dan tidak akan bisa masuk lagi hingga batas waktu tertentu.



Tapi, tidak ada cara lain lagi yang lebih cepat selain ini. Mereka menggunakan pemain kelas Assassin terbaik di masing-masing Guild untuk menyelinap ke istana. Para Assassin di kenal sebagai orang yang mahir melakukan tugas ini, pergi menyelinap, menyembunyikan keberadaan mereka. Resiko untuk ketahuan bakal lebih rendah.




**



Di dalam istana.


Saat ini Asgur sedang berlari lari kecil disetiap sudut istana, menghindari para penjaga yang sedang berpatroli. Dengan kemampuan dari keterampilan pasif Stealth, yang sudah berada di level 8 Master, membuat hawa keberadaannya menghilang. Dia seakan menyatu dengan alam. Akan tetapi, dia tidak boleh lengah. Kemampuan ini lebih efektif jika dia waspada. Selama tubuhnya tidak terlihat, maka keterampilan ini akan berguna. Selain itu orang-orang tertentu yang memiliki level yang lebih tinggi darinya dapat mencurigainya, dan dia berada di dalam istana yang pastinya berisi orang-orang kuat.



Asgur juga telah diperlengkapi dengan keterampilan pasif lainnya, yaitu Sense Area. Ini adalah kemampuan untuk mendeteksi tanda-tanda kehidupan yang berada di sekitarnya. Jadi, dia dapat mendeteksi siapa saja yang akan mendekat. Kemampuan ini sungguh berguna bagi orang seperti dirinya. Sekarang kemampuan Sense Area miliknya sudah berada di level 9 Master.



Beberapa saat setelah cukup menyusuri tempat, Asgur tiba-tiba berhenti ketika pandangannya telah melihat sebuah pohon rimbun di ujung jalan dari lorong. Dia merasa penasaran dan mencoba berjalan ke sana. Dia juga tidak mendeteksi melalui Sense Area kalau tidak ada orang yang di sepanjang lorong.



Ketika dia berjalan beberapa langkah, tiba-tiba saja panel layarnya muncul begitu saja. Hal itu sempat mengejutkan Asgur dan membuat dia terdiam. "Kenapa panel ini tiba-tiba muncul??" ucapnya dengan bingung dan mencoba untuk menenangkan dirinya kembali. Asgur pun melihat panel itu lebih lanjut. Betapa terkejutnya dia ketika melihat isi dari panel tersebut. Itu adalah panel yang bersisi tentang party yang sedang mereka buat. Tapi, hal yang membuat dia terkejut ialah salah satu dari mereka, pemain yang bernama Degra, orang dari Guild yang sama dengannya, berstatus 'mati'.



"Bagaimana bisa Degra mati?!"



Tidak berapa lama, pesan Party mulai muncul satu persatu. Ternyata bukan hanya dia yang menyadarinya, melainkan semua orang yang berada di satu Party. Mereka membahas apa yang terjadi? Kenapa bisa Degra mati? Padahal baru saja mereka memulai misi tapi salah satu dari mereka mati secara misterius. Jadi, Asgur memperingatkan agar mereka berhati-hati dan mulai membentuk dua kelompok agar mereka bisa saling menjaga. Satu lagi, Asgur mengingatkan kalah mereka menemukan sesuatu yang aneh, segera laporkan. Mereka mulai memberikan koordinat masing-masing agar dapat diketahui keberadaan mereka. Setelah itu, pesan di grup pun berakhir.

__ADS_1



Asgur kembali berjalan menuju ke tempat yang dia ingin datangi tadi, dan sekarang sembari memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.


"Hm, ini sangat aneh. Bukannya ada tanda peringatan penyusup yang datang, tapi salah satu dari kami mati dengan misterius. Seharusnya kan mereka menangkap Degra hidup-hidup supaya dia bisa diinterogasi, tapi dengan kejamnya dia langsung di bunuh saja."


"Aku merasa jika pelaku ini bukan disebabkan oleh orang-orang istana. Ada orang luar yang membunuhnya."


Yang Asgar percayai, pelaku dari kejadian ini bukanlah dari orang dari istana ini. Menurutnya jika itu mereka, sudah pasti Degra akan ditangkap hidup-hidup dan akan diinterogasi agar bisa mengorek informasi. Dan setelah itu hukuman akan ditentukan. Tapi, ini tidak. Degra langsung dibunuh begitu saja.



Tiba-tiba kemampuan dari Sense Area mendeteksi keberadaan yang muncul begitu saja. Itu adalah tanda merah. Kemampuan Sense Area nya dapat mendeteksi orang atau makhluk hidup lainnya dan juga tingkat kekuatannya. Ada tiga tanda yang akan ditunjukkan. Pertama adalah hijau. Warna ini menunjukkan kalau itu adalah makhluk yang bersifat netral dan aman. Yang kedua adalah kuning. Ini sudah menunjukkan kalau ini adalah musuh, misal monster, orang jahat dan lain sebagainya yang dapat mengancam nyawa penggunanya. Dan yang terakhir adalah merah. Ini menunjukkan bahwa keberadaan itu adalah keberadaan yang sangat berbahaya dan disarankan untuk tidak menghadapinya sendiri.



Saat ini dia melihat satu tanda merah yang sudah berada tidak jauh dari tempatnya. Keringat dingin mengalir dengan deras, membanjiri kening dan punggungnya. Asgur langsung melompat dan bersembunyi di balik bayangan tiang.



Apakah Sense Area ku tidak salah mendeteksi orang? Ini kan tanda monster berbahaya. Bagaimana dia bisa memasuki istana dengan mudah dan tenang begini?!


Lalu, tidak lama kemudian, satu dari rekannya telah mati. Panel layarnya telah memberitahukannya. Asgur kembali terkejut. Sial, bagaimana bisa satu orang lagi mati?! Sekarang dia semakin panik. Bagaimana tidak, saat ini dua orang telah mati secara misterius. Yang anehnya lagi, ini bukan ulah dari tanda merah yang dia lihat saat ini soalnya orang ini mati agak jauh dari sini.



"Aku harus memastikan siapa sebenarnya tanda merah ini!"


Asgur merasa penasaran mengenai tanda merah yang dia lihat saat ini. Jadi dia ingin mengintipnya. Tapi sebelum itu dia menerima panggilan dari Delta. Asgur pun langsung mengangkat panggilan itu. Dia memiliki firasat kalau panggilan ini sangat penting. Ketika mereka sudah terhubung, terdengar suara terengah-engah yang berasal dari nafas Delta. Dia saat ini sedang berlari, dikejar oleh sesuatu. Tidak lama kemudian Delta berbicara.



"Asgur, Berhati-hatilah! Ada musuh yang sangat kuat di istana ini. Aku tadi telah melihat Seprada dibunuh secara instan tanpa perlawanan oleh sesosok bayangan hitam misterius. Kurasa dia hanya ada satu di sini dan sedang mengincarku. Selagi aku mengulur waktu, kamu dan Zexie, gunakanlah kesempatan ini untuk menemukan tuan putri."



Sebelum membalas, panggilan itu langsung ditutup. Sekarang suasana di sana menjadi sunyi. Asgur hanya terdiam di sana, memikirkan perkataan Delta barusan, perkataan yang aneh. Sesat dia bergumam, "Apa yang sebenarnya dia katakan. Hanya ada satu musuh?" Lalu melirik ke peta yang memiliki satu tanda merah. "Terus, yang ini apa!?"



**



Beberapa saat di istana kerajaan, di sebuah tempat.


Ada satu sosok siluet yang kini berdiri mengangkat seorang pemain yang saat ini sedang sekarat. Dia mengangkatnya dengan sangat tidak wajar. Tangannya melubangi dadanya dan membuatnya tergantung di udara. Pemain yang sekarat itu ternyata adalah Delta. Entah kapan dia sudah di tangkap dan sekarat dibuat oleh sosok misterius ini.


Delta yang masih sadar, menatap siluet hitam itu. Dia tidak dapat melihat dengan jelas sebab aura sihir hitam mengelilinginya dan menutup wajahnya. Hanya terlihat cahaya dari kedua bola mata berwarna merah, yang bersinar terang. Sesaat, Delta mencoba untuk berbicara,


"Siapa sebenarnya kamu ....?"


Sosok misterius itu mengangkat Delta lebih tinggi dan membalas perkataannya. "Untuk apa saya harus memberitahukan identitas saya kepada orang yang sebentar lagi mati." Lalu dalam waktu singkat tubuh Delta terbelah menjadi dua bagian dan menghilang menjadi butiran cahaya. Sosok tersebut melihat tangan yang dipakai untuk membunuh Delta yang saat ini penuh dengan darah. "Mereka saja tidak bisa memberikan kepuasan untukku. Seharusnya mereka membawa lebih banyak orang ke sini."







Niat menyusup ke istana untuk mencari Isabella, malah dibuat ketar-ketir sama musuh yang tidak dikenal. kena Instan kill lagi.


Oh yah! Bentar lagi World Online akan memasuki 100k popularitas. Jadi bagi yang belum like, silakan di like dulu biar semakin cepat menuju ke 100k.

__ADS_1


__ADS_2