World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
Chapter 393 Dataran Es Yang Mengejutkan Semua Orang


__ADS_3

Chapter 393. Dataran Es Yang Mengejutkan Semua Orang


Bottlomless Gap.


Di tengah-tengah medan peperangan yang awalnya masih diisi dengan berbagai suara yang begitu nyaring, kini suara-suara itu telah menghilang diganti oleh munculnya pegunungan es yang begitu besar. Ya, sekumpulan es-es yang membentuk sebuah pegunungan, tebing dan lain sebagainya  membentang luas ke sekeliling tempat. Bisa dibilang area itu sudah berubah menjadi area yang dipenuhi es. Saat es-es itu bermunculan, suhu yang ada di sana berubah drastis. Udara dingin dan sejuk mewakili tempat itu.



Baik itu para pemain maupun NPC, mereka semua dapat melihat gunung tersebut dari berbagai sisi. Mereka tidak tahu harus berkata apalagi soal kejadian aneh ini. Hal itu juga membuat pertarungan yang terjadi di antara mereka terhentikan sejenak.



Tidak luput juga dengan pemain-pemain yang saat ini sedang bergerak mendekati  tempat Lyon dan lainnya. Saat melihat pegunungan es yang secara mendadak, mereka tidak lagi bergerak.



Di kelompok Viergo. Saat ini mereka tengah menembus banyaknya barisan Undead-Undead. Susah sekitar 10 menit berlalu sejak perintah yang dia terima. Mungkin bagi orang umum itu adalah waktu yang singkat, tetapi berbeda dengan mereka. Di dalam medan pertempuran waktu adalah hal yang terpenting. Lambat sedikit saja, bisa menyebabkan kesalahan yang berujung pada kekacauan yang akan merugikan mereka.



Di saat mereka sedang sibuk-sibuknya menekan para Undead, tidak jauh di depan mereka semua, tercipta sebuah pegunungan es yang amat besar. Mereka dapat melihat es terebut dari tempat mereka berada, termasuk juga Viergo yang berada di sana. 



"Oi, oi, oi ... apa-apaan dengan es itu!? mengapa mereka tiba-tiba muncul di sana??"


"Besarnya ...."


"Woi, apalah kalian lihat itu. Pegunungan es ... itu adalah pegunungan es, kan??"


"Iya, kami melihatnya, tetapi siapa yang menciptakan es sebesar itu??"


"Saya juga tidak tahu, tetapi yang jelas, ini bukanlah perbuatan dari seorang Pemain. Tidak mungkin ada seorang pemain yang menciptakan es sebesar itu."


"Kalau itu sih, saya juga tahu. Hanya antara NPC dari pihak Undead atau dari pasukan kerajaan saja yang bisa pastinya membuat ini."


"Semoga saja ini dari pihak NPC ... kalau dari Para Undead, ini akan sangat gawat."


"Iya, kamu benar."



Di antara mereka semua yang sedang berbincang-bincang, terdapat juga Viergo yang memimpin mereka. Dia berdiri di barisan terdepan dan memandangi pegunungan es yang begitu besar, dengan memasang ekspresi wajah yang tidak baik. Tepat di hadapannya ada sebuah panel layar yang di dalamnya tergambar peta.



"Bukankah itu adalah tempat yang sama dengan lokasi koordinat, tempat Tuan Lyon berada ...? Apakah memang ada sesuatu yang sedang terjadi di sana?"



Viergo mulai tahu mengapa Lyon ingin mengarahkan mereka ke tempat yang sudah diberikan. Dia memperkirakan jika Lyon sedang membutuhkan bantuan. Itu berarti saat ini Lyon sedang bertarung dengan lawan yang kuat. Buktinya adalah pegunungan es yang tiba-tiba saja muncul dan itu tepat dengan arah dari titik koordinatnya.



"Kita harus bergerak lebih cepat. Tuan Lyon pasti lagi kesusahan di sana."



Ya, dia terlambat untuk memberikan bantuan. Dengan munculnya es-es itu, keadaan dari Lyon akan semakin buruk. Mereka harus bergerak dengan lebih cepat sebelum sesuatu yang buruk terjadi kepada Lyon. Viergo pun segera berbalik dan mengatur para pemain lagi, ternyata yang masih berkumpul dan berbincang-bincang mengenai es itu.



"Semuanya, sudah cukup berbincang-bincangnya. Saat ini waktu kita sangat tipis. Kita akan bergerak lebih  cepat ke pegunungan es yang ada di sana. Persiapkan diri kalian dengan perlengkapan yang memiliki atribut resistensi terhadap hawa dingin. Itu bagi yang ada."

__ADS_1



Mendengar perintah yang barusan mereka dengar, para pemain kembali dibuat kebingungan.



"Pemimpin, apakah kita benar-benar pergi ke tempat es itu? Kelihatannya tempat itu sangat berbahaya."


""Em, em""


Para pemain lain juga menganggukkan kepala mereka, setuju dengan apa yang dipertanyakan oleh pemain tadi.



Viergo menjawabnya sembari berbalik. "Itu benar. Tujuan kita dari awal adalah pergi ke sana karena pekerjaan kita baru di mulai di sana, jadi tidak usah bertanya lebih lanjut, kita harus menghemat waktu sebanyak mungkin dan sampai di sana."



Dan kemudian Viergo mengangkat pedangnya ke atas langit diikuti dengan teriakan lantangnya,


"Semuanya, mulai bergerak!"



Mau tidak mau mereka harus bergerak ke sana mengikuti Viergo, pemimpin mereka, walaupun mereka tidak yakin jika mereka dapat bertahan di sana. Akan tetapi apa boleh buat, ini sudah menjadi kewajiban sebagai anggota Guild.



Rombongan Viergo beserta pasukan kerajaan kembali bergerak maju mendekati area es terebut.



**




Akan tetapi, baru saja mereka ingin mengatur pasukan, secara tiba-tiba pegunungan es muncul dari kejauhan. Getaran akibat munculnya es tersebut membuat mereka terkejut. Baik itu Madsword dan Laxur, serta para pemain lainnya merasa terkejut akan hal itu. Pandangan mereka secara bersamaan tertuju ke tempat pegunungan es.



Sama seperti sebelumnya, para pemain dan NPC memberikan reaksi yang sama ketika melihat pegunungan es yang muncul, yaitu bertanya-tanya, itu juga termasuk bagi Madsword dan Laxur.



Laxur yang berada di sebelah Madsword, mulai bertanya, "Madsword, apakah kamu tidak salah perkiraan kalau kita akan pergi ke tempat es itu berada?"



"Ee ..." Madsword membuka panel layarnya, kemudian melihat peta. "Sepertinya saya tidak salah. Arah dari titik Koordinat ini tepat ke arah sana."



"Firasatku memang benar. Pasti ada suatu hal hingga DeathNight menyuruh kita untuk pergi ke sana," ucap Laxur yang menatap tajam ke depan.



Kalau begitu, berarti bantuan kita akan sangat diperlukan di sana. Jadi tunggu apalagi, kita harus mengatur pasukan secepatnya dan bergerak.



"Hm, benar. Kita harus bergerak."

__ADS_1



Madsword pun sekali lagi mengatur pasukan dan mengumpulkan mereka dalam satu tempat. Setelah itu, ketika semuanya sudah lengkap, mereka pun bergerak maju, menuju ke lokasi tujuan mereka.



**



Sementara itu, tempat DeathNight berada. Pertarungan antara kelompok DeathNight dan Soul Curser sudah terjadi beberapa saat berlalu. Di saat itu juga DeathNight memanfaatkan waktunya untuk mengirimkan pesan kepada Madsword untuk menggantikan tugasnya, maju membantu Lyon. Kalau dia yang pergi, mungkin akan butuh beberapa waktu lagi soalnya sampai saat ini, pemenang dari pertempuran ini belum terlihat. Soul Curser sangat keras kelapa untuk kalah.



Akan tetapi, baru saja dia selesai mengirimkan pesan, tiba-tiba muncul pegunungan es dalam jumlah besar. Hal itu sekali lagi mengejutkan mereka semua.



Eh, mengapa tiba-tiba ada pegunungan es di sana?! batin DeathNight yang merasa terkejut.



Di sisi lain, Vincle yang tengah berhadapan langsung dengan Soul Curser, tidak melanjutkan pertarungannya dan memalingkan pandangannya ke area es yang muncul.



"Siapa yang menciptakan semua es itu ...?"


"Hahahaha!"


Tiba-tiba Soul Curser tertawa dengan begitu lantang dan dalam waktu yang lumayan lama. Sesudah itu, dia kembali melihat Vincle. "Sepertinya tuan ku sudah mulai bergerak. Itu berarti, waktu kalian sudah habis." Kemudian memberikan tatapan tajam ke arahnya.



Vincle mengerutkan dahinya pada saat mendengarkan ucapannya. Itu jelas adalah sebuah kabar yang buruk.



"Jadi, semua es-es itu adalah ciptaan tuan mu, ya kan?" tanyanya.



"Iya, saya sudah bisa merasakan. Semua itu adalah ciptaannya. Tuan ku sudah bergerak dan seperti yang saya katakan tadi, waktu kalian sudah habis. Kalian semua akan binasa dan berakhir menjadi bawahan tuan saya."



Vincle pun segera memegang perisainya dengan lebih kuat lagi. Ekspresi wajahnya juga berubah menjadi lebih serius. "Sepertinya kami terlalu lama berdiam di sini ... kali ini saya akan lebih serius dan segera membunuhmu, dan selanjutnya membunuh tuan mu!"



"Hahaha, silakan saja. Lakukan apa yang kamu mau ... tetapi apapun itu, semuanya akan sia-sia. Pada akhirnya kalian akan mati."



Vincle membalasnya dengan nada dingin, "Mari kita lihat saja nanti."



***Jangan lupa berikan like, komen, vote berupa gift dan karcis vote.


Note : Gak ada ide buat bikin judul bab. Saya harap ada di antara pembaca budiman di sini yang berbaik hati ingin menuangkan idenya memberikan judul ke bab ini dan juga di bab-ba yang akan mendatang. Nanti saya akan pilah di antara saran-saran dan memilih terbaik di antaranya, kemudian diangkat menjadi judul. Tidak lupa juga memasukkan nama kalian sebagai orang yang memberikan judulnya.


‎***

__ADS_1


__ADS_2