World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
Chapter 432 Terungkap Dalang Sebenarnya


__ADS_3

Chapter 432 Terungkap Dalang Sebenarnya.


Di istana kerajaan.


Hari demi hari telah berlalu. Tidak ada sesuatu yang berubah sejak hari penangkapan dirinya. Yah, hingga saat ini Lyon masih mendekam di penjara. Entah sudah berapa hari dia berada di dalam game, akan tetapi hal ini sudah membuat dia kelelahan, baik itu fisik maupun mental. Dia sangat ingin keluar dari permainan. Kebosanan di dalam penjara gelap tanpa adanya cahaya penerangan sangat menyakitkan. Perasaannya kini seperti dibunuh secara perlahan.



Rasa lapar juga menggerogoti pikiran dan perutnya dan berujung kepada fisiknya yang sudah mulai susah untuk digerakkan. Dia memilih untuk tidur saja, demi bisa menghemat energinya agar tidak terkuras lebih lanjut.



Sewaktu-waktu juga dia pergi memantau suatu tempat di luar penjara. Itu adalah pintu masuk. Dia berharap jika ada seseorang yang datang dan membuka pintu. Sudah sejak kunjungan Gordon pada waktu itu, tidak ada orang yang datang kemari. Dia seakan dibiarkan sendirian, mendekam di gelapnya penjara ini.



Selama dia melakukan hal itu, tidak ada orang yang datang. Semua itu tidak sesuai dengan harapannya. Dia pun kembali membentangkan badannya dan melihat langit-langit penjara, memasang wajah penuh lesuh.



"Sialan ... kenapa aku bisa terjebak di dalam penyiksaan seperti ini. Apakah mereka tidak mempunyai hati membuat Quest yang segila ini? Apa yang sebenarnya mereka pikirkan??"



Sekarang Lyon hanya menggerutu dengan penuh penyesalan dan kekesalan. Quest ini sungguh gila, menjebak seseorang di dalam game, dan lagi tanpa diberikan kebebasan sedikitpun. Berbeda dengan di novel-novel, yang dimana mereka yang terjebak di suatu permainan karena ada suatu kejadian, tapi mereka masih bebas berkeliaran di sana. Yah, seakan jiwa mereka terpisah secara penuh ke dalam permainan tersebut dan menganggap itu adalah dunia baru bagi mereka. Bagi Lyon yang jiwanya dan tubuhnya masih berada di dunia luar, ini adalah sebuah penyiksaan.



Kemudian dia kembali memikirkan sesuatu. Itu mengenai Kelas rahasianya. Apakah aku akan mengganti kelasku saja ...? Karena pikirannya sudah kacau, dia bahkan sampai kepikiran untuk menggantikan kelasnya. Tapi itu malah membuatnya semakin galau. Jika dia menggantinya maka semua usahanya selama ini akan sia-sia dan kalau dia masih mempertahankannya, maka kejadian seperti ini masih akan terjadi.



Ketika Lyon sibuk memikirkan hal itu, Tiba-tiba terdengar suara gesekan pintu yang cukup memekakkan telinga. Itu adalah suara pintu yang berasal dari ujung penjara. Ada seseorang yang masuk. Lyon yang menyadari hal itu, segera berbalik dan merangkak cepat ke sel penjara, mengintip orang yang masuk.



Ada bayangan hitam yang berjalan ke dalam penjara. Dia menutup pintu itu dan lanjut berjalan ke tempat Lyon berada. Lyon terus menatap orang itu, kemudian berkata, "Anu ... Tuan prajurit, apakah saya dapat bebas?"



Awalnya Lyon berpikir jika orang yang datang ini adalah seorang prajurit. Karena ruangan yang gelap dan sedikitnya sumber penerangan membuat dia tidak bisa melihat dengan pasti. Orang yang datang tidak terlihat jelas, mirip seperti siluet bayangan hitam.



Tapi, sebentar lagi identitas orang itu akan terungkap ketika dia sudah berada di hadapan Lyon. Yah, setelah pertanyaan yang Lyon tanyakan kepadanya, dia tidak memberikan respon dan terus berjalan. Namun nampaknya dia tersenyum menyeringai, tapi senyum tersebut tidak disadari Lyon.



Perlahan dan akhirnya orang itu pun telah sampai di depan penjara. Senyum yang tadi dia sembunyikan, kemudian diperlihatkan sembari menunjukkan tawaan yang terdengar luas mengisi seluruh ruangan ini.



"Hahahaha, membebaskan Anda? Apakah Anda bercanda??"


Orang itu malah menertawakan Lyon. Tidak berapa lama, wajahnya mulai terlihat diikuti dengan wujud seluruh tubuhnya. Berapa terkejutnya Lyon ketika melihat orang yang berdiri dihadapannya. Keringat dingin muncul di dahinya dan semakin banyak. Wajah yang lemas tadi, sekarang sudah kembali segar karena keterkejutan yang menyerang otaknya. Secara refleks mulutnya bergumam soal orang yang ada di depannya saat ini.



"R-ra-raja ...."



**



Masih berlanjut di penjara istana.


Lyon tidak mempercayai apa yang dia lihat saat ini. Raja sendiri yang datang menemuinya. Yah, sewaktu dulu, dia juga yang malah menuduhnya sebagai penjahat perang dan memerintahkan bawahannya untuk menjebloskan dia ke penjara, dan sekarang orang yang sama datang ke penjara ini untuk mengunjungi dia. Ada sedikit perasaan kesal yang dirasakan oleh Lyon sebab orang inilah yang menyebabkan dia terjebak di permainan ini, namun masih dia sembunyikan.



Si Raja kembali berkata, "Bagaimana Lyon, rasanya tinggal di sini. Pasti kamu sangat senang 'kan? Saya sudah menyiapkan tengkorak di sana agar kamu tidak kesepian." Lalu wajahnya berubah dingin. "Kamu harus membayar atas apa yang kamu lakukan sebelumnya."

__ADS_1



Dia malah bertanya seakan memberikan penghinaan kepadanya. Dari ucapan itu sudah menunjukkan kalau memang ada yang aneh pada Raja. Lyon sudah membulatkan keputusannya.


"Raja, apakah kamu adalah orang yang merupakan dalang dibalik bangkitnya Lich itu?" Lyon langsung bertanya kepada dia soal kebangkitan si Lich karena dia sudah mencurigai kalau dia adalah dalangnya.


Ekspresi si Raja kembali berubah menunjukkan senyuman kecil, lalu mengambil sesuatu dari kantongnya. Itu adalah kepala tengkorak dari Lich yang sewaktu itu disita oleh para penjaga ketika dia dituduh sebagai penjahat perang. Lyon terkejut ketika mengetahui jika kepala itu ada bersamanya.


"I-itu?!"



Raja pun memperlihatkan Lyon lebih jelas tengkorak itu. "Maksud Anda ini? Yah, itu memang benar. Saya lah dalang dibalik bangkitnya monster ini. Untuk membangkitkan monster ini juga cukup sulit. Setidaknya saya harus mengumpulkan ribuan mayat manusia untuk dipersembahkan kepada dia di jurang Bottlomless Gap agar dia dapat mengembalikan tubuhnya secara prima. Setidaknya banyak mayat dari luar kerajaan yang dikumpulkan supaya bisa mengurangi kecurigaan mereka, dan untungnya kami mendapatkan bala bantuan orang-orang dari Under Heaven yang merupakan organisasi Dark Cruels, orang-orang yang telah Anda kalahkan sewaktu perang itu, berkat Anda juga kami bisa mempercepat kebangkitannya."



"Namun sungguh sialnya, dia ternyata tidak berguna dan malah kalah dari Anda. Itu mengacaukan seluruh rencana ku. Tapi, untung saja kekacauan ini tidak sampai membocorkan niat jahat saya. Berkat Anda yang membawa benda ini ke sini, saya jadi bisa menggunakan Anda sebagai tumbal untuk menutupi rencana jahat saya dan sekalian menjebloskan Anda ke penjara. Sekarang saya harus mengatur ulang rencana.Huhh, ini pasti akan merepotkan."



Akhirnya semuanya telah terungkap. Dalang dibalik kebangkitan Lich adalah Raja sendiri. Dia terus mempersembahkan mayat manusia di jurang Bottlomless Gap hanya untuk membangkitkan monster ini. Sungguh perbuatan yang keji. Lyon pun menjadi emosi. Amarahnya naik dan meluap-luap.



"Kamu ... Raja bedebah sialan!!!!"



Lyon langsung menabrakkan dirinya di depan sel. Hal itu menciptakan suara yang nyaring. Dia menunjukkan ekspresi wajah marahnya dan menatap si Raja dengan penuh ancaman. "Kamu adalah Raja yang keji. Tega sekali kamu memperlakukan rakyatmu seperti itu, menjadikan mereka sebagai tumbalmu, apakah kamu tidak mempunyai hati!?"



Tapi, Lyon hanya menerima tawaran sebagai tanda respon dari ucapannya. "Pfft, aku tidak peduli akan mereka. Semua orang di seluruh kerajaan ini hanyalah sebuah alat demi bisa mencapai tujuan saya. Jadi, saya tidak memedulikan bagaimana nasib mereka," ucapnya dengan tersenyum-senyum.



Lalu, Raja pun mendekatkan kepalanya hingga cukup dekat dengan kepala Lyon yang berada di penjara. Seketika wajahnya berubah menjadi serius dan matanya berubah menjadi merah. Di sekitar tubuhnya juga mengeluarkan aura hitam yang kuat. Bahkan Lyon dapat merasakannya. Aura itu sungguh kuat.




Untung saja Lyon tidak gentar. Dia dengan berani bertanya kepada si Raja. "Apa sebenarnya tujuanmu melakukan hal itu?" Dari tingkah aneh dan kenyataan yang begitu kejam, pasti terselip sebuah tujuan yang menjadi landasan dia untuk melakukan semua ini, dan Lyon penasaran apa tujuan dari Raja ini hingga sampai dia harus mengorbankan nyawa dari seorang manusia.



Tanpa diduga Raja malah membalasnya. "Tujuanku? Tentu saja untuk menghancurkan kerajaan ini dan memperluas kekuasaanku?" Dan Raja pun kembali berdiri ke tempatnya semula, lalu pergi. "Kurasa kamu sudah cukup tau banyak. Tidak baik untuk memberitahumu lebih banyak lagi karena ada banyak hal yang tidak seharusnya kamu tahu."



Pada saat dia pergi, Lyon kembali memanggilnya dan berteriak dibalik jeruji. "Hoi, berhenti! Aku belum selesai bertanya. Apa maksudnya dengan 'memperluas kekuasaan' Aku masih belum mengerti."



Si Raja hanya sekilas berbalik dan berkata, "Nanti akan saya beritahu ketika hari kematianmu telah ditentukan, jadi bersabarlah menunggunya." Lalu, dia mengganti topik pembicaraan. "Oh yah! Beberapa hari yang lalu ada para penyusup yang memasuki istana. Saya rasa mereka adalah bagian dari mu yang berniat untuk menyelamatkanmu. Tapi, sayang sekali, mereka semua mati dengan konyol." Setelah itu, dia terus berjalan hingga akhirnya meninggalkan penjara.



Lyon yang berada di sana, kembali terdiam ketika mendengarkan ucapan Si Raja. Dia pun bergumam sedikit. "Mereka datang untuk menyelamatkan ku?" Yang Lyon pikirkan dari ucapan si Raja adalah para pemain yang kemungkinan dari Guild nya menyusup ke istana berniat untuk menyelamatkannya. Namun, yang dia dengar bahwa mereka semua telah mati. Itu berarti semuanya sia-sia. Kemudian dia kembali kepikiran sesuatu.



"Menyusup? Tunggu dulu. Untuk apa mereka sampai menyusup, kan aku sudah beritahu kalau mereka harus menemui Isabella?" Pertanyaan itu berhasil dia jawab sendiri setelah mengetahui sifat Raja yang sebenarnya. "Apa jangan-jangan dia menutup


akses masuk ke istana sehingga tidak ada dari mereka yang bisa masuk, walaupun sudah menggunakan lencana itu? Cih! Ternyata dia sudah mengantisipasinya yah!"



Dia tidak memiliki solusi lagi padahal dia sudah tahu niat busuk dari si Raja ini, namun tidak dapat membagikan informasi ini kepada mereka yang berada di luar sana. Dia juga tidak tahu apakah mereka sudah tahu ataukah tidak soal hal ini. Satu satunya harapan ialah menunggu sampai hari kematian yang dimaksud.



Di tengah kesendiriannya, Lyon kembali kepikiran soal 'perluasan kekuasaan' yang sebelumnya dia maksudnya. "Hm, tapi aku masih bingung kenapa Raja bilang dia ingin memperluas kekuasaannya yah? Padahal dia 'kan Raja di sini yang mempunyai otoritas kekuasaan atas kerajaan ini. Dan cara memperluas kekuasaan juga terbilang aneh. Dia ingin menghancurkan kerajaannya sendiri. Menghancurkan kerajaan sendiri demi memperluas kekuasaannya ...? Argh, aku tidak bisa berpikir dengan jernih. Coba berikan sekali kesempatan agar aku bisa keluar dari permainan. Aku ingin beristirahat sebentar dan memulihkan kondisiku."

__ADS_1



Karena dirinya terjebak di tempat ini dalam waktu yang cukup lama membuat kepalanya susah untuk berpikir dengan jernih. Dia membutuhkan istirahat di luar sana dan memulihkan lagi tubuh serta mentalnya. Sesudah cukup mengeluhnya dan tidak dapat berbuat lebih banyak, Lyon melanjutkan kegiatan biasanya, yaitu rebahan di dalam penjara lagi, menunggu keajaiban baru datang.



**



Di dunia nyata.


Dj sebuah bangunan tinggi pencakar langit di tengah perkotaan, yang merupakan salah satu bangunan terkenal di sana. Di dalam. sana, tepatnya di salah satu ruangan yang berisi komputer, kabel-kabel yang menjadi hiasan di sana.


Ada seseorang yang sedang duduk di sana, memandangi komputer yang berada didepannya. Orang itu berusia sekitar 50-an. Rambutnya yang berwarna putih dan tumbuh di samping saja. Wajah yang sudah mulai mengkerut karena termakan oleh usia dan mengenakan setelah jas putih dan mengenakan kacamata.


Dari pandangannya, dia melihat ke arah komputer itu sebuah video seseorang yang dalam bentuk 2D sedang tidur-tiduran di dalam sebuah sel jeruji yang gelap. sepertinya itu adalah siaran langsung. Dia pun tersenyum dan bergumam sendiri. "Hehe, sedikit lagi dan dia akan mencapai puncaknya yah. Aku tidak sabar lagi melihat langkah apa yang akan dia ambil."


Lalu, ada orang yang mengetok pintu ruangannya. "Iya, masuklah." Orang itu pun mengizinkan dia untuk masuk. Dan muncullah seorang pria muda berkacamata mengenakan setelan kemeja rapi dan mendekati tempatnya.


"Permisi Professor Octa, Saya ingin menyampaikan pesan kalau sebentar lagi rapat akan segera di mulai. Anda harus hadir di dalam rapat itu."


Orang yang disebutkan sebagai 'Professor Octa' tidak merespon dan sibuk dengan komputernya. Jadi, pria itu kembali menyebutkan namanya beberapa kali hingga dia sadar. Yah, setelah kesekian kalinya dia pun menjawab.


"Iya, iya, aku tahu itu, Daniel. Nanti aku juga akan hadir di rapat itu. Rapatnya jam dua siang kan?" jawabnya yang tanpa menolehkan pandangannya ke arah komputer.


Pria yang disebutkan sebagai Daniel pun merasa penasaran dengan apa yang sedang dilihat oleh Octa. Dia pun segera berdiri di belakangnya dan ikut melihat. Sesaat dia pun bertanya-tanya, "Professor Octa, siapa orang yang sedang Anda awasi ini?"


Octa pun membalas, "Dia adalah orang yang akan mewujudkan ambisiku. Sekarang aku sedang melihat perkembangannya."


Daniel mengerti apa yang dia bicarakan. "Oh, dia yah. Sekarang, sejauh mana sudah perkembangannya?" tanyanya.


"Hm, dia sudah sebentar lagi akan mengakhiri QSC-8272, dan sekarang dia sedang terjebak di dalam permainan hampir tiga hari. Tapi aku terkesan dia masih bisa bertahan dengan baik. Memang tidak salah kalau dia menerima ambisiku."


Dan sesaat Octa berbalik melihat ke arah Daniel. Namun, dia mendapati bahwa Daniel sangat terkejut seakan dia kaget dengan ucapannya. "Kamu kenapa, Daniel?" tanyanya.


Daniel langsung berkata kepadanya, "Professor, dia terjebak di sana hampir 3 hari 'kan? Itu sangatlah tidak wajar. Kita harus mengamankan orang itu atau tidak nyawanya akan dalam bahaya!"


Octa pun langsung menenangkan dia. "Santai Daniel, santai .... Aku tahu juga soal hal itu. Tapi, jangan pernah meremehkan aku. Aku tahu kapan waktu itu akan datang dengan melihat kondisinya saat ini. Nanti juga ada waktunya untuk membawa tim ke sana."


Daniel pun menyela ucapannya. "Tapi Prof, bisa saja perhitungan Anda salah dan nyawanya melayang. Kita akan mendapatkan masalah besar nantinya. Ada baiknya kalau kita mengantisipasinya mulai sekarang. Jadi, aku akan segera memanggilkan tim khusus untuk segera pergi ke sana dan memastikan kalau orang itu baik-baik saja."


Daniel pun langsung pergi dari sana. Octa kembali memanggilnya, tapi tidak berguna. Daniel tidak memedulikannya. Dia hanya bisa menghela nafas dan kembali duduk. "Heh, dasar keras kepala. Dia selalu saja seenaknya melakukan sesuatu."
















Makin menegangkan.

__ADS_1




__ADS_2