World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
Chapter 437 Perlawanan Helias dan Isabella


__ADS_3

Road Valley Ruins


...Cursed Blood Bond Lv 1...


...[Penjara darah yang berlapiskan sihir darah dari vampir yang bergelar seorang ratu. Menjebak seseorang di dalam dengan menerima kutukan pengurangan status hingga 60%, pengurangan segala jenis regenerasi sebesar 40%, serta pendinginan sebesar 50%]...


...[Penjara dapat dihancurkan melalui dalam ataupun luar. Akan tetapi kutukan akan terus meningkat seiring pertahanan penjara yang semakin rendah.]...


...[Pertahanan penjara : 200.000.000 poin.]...


Eh, apa ini?


Lyon heran melihat status yang dia terima tentang penjara ini. Ini penjara yang mengerikan. Semua statusnya langsung berkurang drastis karenanya.


Cih, semua status ku berkurang drastis karena penjara ini. Sekarang aku harus bagaimana, aku dapat menghancurkan penjara ini, tapi pasti itu membutuhkan waktu yang lama. Aku pasti tidak sempat untuk menyelamatkan mereka.


Bar pertahanan penjara ini sebesar 200 juta poin. Itu bukanlah jumlah yang sedikit, apalagi dengan pengurangan seluruh statusnya. Pasti akan butuh waktu lama baginya untuk menghancurkannya. Dia tidak akan bisa menyelamatkan Isabella dan Helias jika seperti ini.


Lyon terus berpikir. Dia pun melihat list dari semua skillnya. Sekiranya dia dapat menghasilkan sekitar 3-5 juta kerusakan dari total semua skillnya. Tapi masalah kutukan itu akan menghambatnya.


Tiba-tiba ada ide gila yang terlintas di atas kepalanya. Tunggu dulu ... apakah mungkin aku bisa menggunakan keterampilan ini? Ketika dia terus melihat keterampilannya, ada salah satu dari mereka yang menarik perhatiannya. Jadi dia mencoba berpikir apakah dia dapat menggunakan keterampilan ini atau tidak.


"Baiklah, sudah aku putuskan. Lebih baik mencoba atau tidak sama sekali."


Lyon telah memutuskan untuk menggunakan rencana itu. Bisa atau tidaknya itu belakangan, yang terpenting dia sudah mencoba. Tapi, sebelum itu ada yang harus dia lakukan.


"Sebelum aku melakukannya, aku harus menghubungi mereka. Tidak mungkin aku bisa melawan dua monster itu sendirian."


Lyon pun membuka panel layar kemudian membuka pesan. Dia mengirimkan pesan tersebut kepada orang-orang di Guild-nya.


Semoga kalian cepat menanggapinya.


**


Sementara itu di tempat lain di Road Valley Ruins


Helias yang saat ini kewalahan menghadapi Emertas. Dia menghalau segala serangan yang datang. Tapi Emertas kelihatan begitu santai. Itu sudah cukup membuktikan jika perbedaan kekuatan mereka sangat jauh.


"Dia terlalu kuat. Kalau begini aku tidak bisa bertahan lagi."

__ADS_1


Namun, tiba-tiba datang sebuah tombak yang langsung mengarah ke arah Emertas. Tapi hal itu disadari olehnya. Emertas pun dengan santainya menghindari serangan itu dan mundur beberapa langkah dari Helias. Rupanya serangan tombak itu berasal dari Isabella.


Helias terkejut dengan kemunculan Isabella dan segera bertanya kepada dia. "Tuan Putri, apa yang sedang Anda lakukan. Kan sudah saya katakan kalau Anda harus lari dari sini!?"


Namun, Isabella menolak. "Tidak, aku tidak akan pergi dari sini. Sebelum aku mendapatkan jawaban yang aku mau, aku tidak akan pergi. Sekarang ..." Dia menatap tajam Emertas, kemudian bertanya, "sekali lagi aku bertanya, dimana kedua orang tua ku!?"


Emertas terkikih-kikih ketika mendengarkan pertanyaan Isabella. "Kan kami ini adalah orang tuamu."


Isabella langsung bergerak maju dengan kecepatan yang tinggi dan memberikan serangan kepada Emertas. Tombaknya dia ayunkan secara vertikal dan menabrak tanah dengan keras. Hempasan kuat tercipta.


"Bam!!"


Serangan Isabella tidak berguna. Sebelum ujung tombaknya mengenai tanah, Emertas sudah berpindah tempat. Dia pun berdiri di samping Isabella.


"Oi, oi, oi, kenapa kamu memberikan serangan tiba-tiba seperti itu."


Saat dia bertanya, tangannya telah siapa untuk menyerang. Dia meluruskan jarinya. Kumpulan kuku tajam berbaris rapi menjadi satu. Dan beberapa sekian milidetik tangannya melesat.


"Tang!!"


Serangannya ditangkis oleh Helias. Kayaknya langsung muncul disamping Isabella dan melindunginya. Ketika percikan itu berakhir. Isabella segera memutar tombaknya dengan cepat, kemudian memberikan tusukan kuat kepada Emertas.


Tapi, Emertas sekali lagi dapat menghindar. Dia membengkokkan dirinya dan membiarkan ujung tombak itu lewat di atas kepalanya.


Lalu, salah satu kapak Helias datang mengincar lehernya. Itu adalah serangan mutlak yang tidak dapat dihindari.


"Eits."


Emertas menahan kapaknya menggunakan ujung jarinya. Hal itu mengejutkan Helias. Pasalnya saat ini posisinya berada di titik buta, seharusnya serangan itu mengenainya.


Sesudah itu Emertas menghilang dari sana. Disaat itu juga Helias dan Isabella merasa jika ada sesuatu mengelilingi mereka. Hanya dalam beberapa detik saja, mereka berdua telah terlempar ke sisi yang berlawanan.


Emertas pun kembali muncul dan dia berdiri di tengah-tengah. Dia kemudian berjalan ke arah Isabella. Pada saat melihat hal itu, Helias mencoba untuk bangkit.


Tuan Putri, aku harus melindunginya!


Tapi, baru saja dia mencoba untuk duduk, muncul sesosok lain yang menghadang jalannya. Orang itu adalah Selestical.


"Oh, coba aku tebak, kamu pasti mau pergi untuk melindungi gadis itu. Pfft, itu tidak ada gunanya. Dia pasti akan segera mati, begitu juga denganmu, jadi menyerahlah dan serahkan nyawamu kepadaku."

__ADS_1


Selestical memberikan tatapan yang sangat meremehkan. Dia sedang merendahkan Helias dan mematahkan mentalnya. Di sisi lain, Helias merasakan tekanan yang besar dari sosok ini. Dia bahkan tidak bisa berbicara karena hal itu.


Sepertinya keadaan mereka tidak sedang baik-baik saja. Mereka berdua tanyalah seorang manusia biasa yang sedang melawan sepasang raja dan ratu vampire. Perbedaan yang jauh. Apakah mereka masih bisa bertahan sebelum Lyon datang menyelamatkan mereka ataukah tidak.


**


Di kerajaan Heaven, Markas Guild Soul Wings.


Sinon kini tengah menggantikan tugas Lyon, mengurusi berkas-berkas Guild. Sejak keberadaan Lyon yang tidak jelas, sekarang dia lah yang harus menggantikan tugasnya. Sebenarnya tugas ini akan dialihkan oleh DeathNight selaku wakil pemimpin. Tapi, DeathNight sudah mempunyai tugas di Desa Graves dan di kerajaan Reihant. Jadi Sinon lah yang mengambil alih tugas di kerajaan Heaven.


Operasi menyelinap masuk ke kerajaan harus mereka hentikan sebab ada musuh yang tidak dikenal. Setiap kali mereka mengirimkan orang, pasti selalu saja mereka semua mati. Oleh sebab itu, operasi ini harus dibatalkan.


"Ah, akhirnya ini yang terakhir. Setelah ini aku dapat bersantai-santai."


Sinon sudah berada dipenghujung akhir dari pekerjaannya. Dia mulai membaca dokumen tersebut. Sewaktu dia sibuk membaca, ada sebuah pesan yang masuk dan muncul dihadapannya. Matanya yang berat melirik sekilas ke pemberitahuan itu untuk membaca siapa pengirimannya. Ketika dia membacanya, orang yang mengirim pesan tersebut adalah Lyon.


"Oh, Pemimpin yah. Kenapa dia mengirimkan pesan kepadaku, padahal kan aku sedang sibuk mengerjakan tugasnya."


Sinon pun lanjut membaca dokumen tanpa menghiraukan pesan itu. Tetapi, ada suatu hal yang mengganjal pikirannya. Eh, tunggu dulu .... Dia mencoba mengingat lagi siapa pengiriman pesan tersebut dan namanya adalah Lyon.


"Pemimpin?!"


Sinon seketika berteriak kencang. Akhirnya dia sudah sadar. Segera dia membuka pesan itu. Di sana tertulis sebuah koordinat suatu tempat. "Koordinat?" Ketika Sinon mencari tahu, koordinat itu mengarah ke Road Valley Ruins. Lalu dia pun membaca pesan yang ada di bawahnya.


...[Sinon, segera kumpulkan seluruh orang di Guild kita, kalau perlu ajak juga Armegon, Viergo, dan si gadis menyeramkan itu ke koordinat yang kuberikan. Cepat lakukan karena nasib kerajaan Heaven sudah diambang batas.]...


"Hah? Nasib kerajaan Heaven diambang batas?"


Itu adalah tanda sebuah penghancuran. Pesan yang dikirim oleh Lyon yang selama beberapa hari ini tidak ada, dan pesan itu tertuju ke tempat jauh di Road Valley Ruins dengan perkataan bahwa nasib kerajaan akan segera berakhir.


"Aku harus memberitahu mereka semua tentang hal ini!"


Sinon. langsung bergegas dari tempat duduknya, pergi meninggalkan ruangan beserta dengan tugasnya. Selama di perjalanan, dia juga memikirkan apa yang selama ini Lyon buat.


"Apa yang selama ini Pemimpin buat hingga dia berada di posisi mengerikan itu, heh, aku sangat heran."


**


Yah, lama tidak berjumpa. Mungkin sudah sekitar dua bulan saya hiatus dari novel ini, dan tanpa pemberitahuan langsung update saja. Mungkin ada beberapa orang yang melupakan novel ini dan ada juga yang tidak. Sudah wajar sih untuk orang pemalas seperti saya yang harus dilupakan, dan untung saja judul novel ini relevan seperti saya yang si legenda yang dilupakan, hehe.

__ADS_1


Selain itu saya lagi mengerjakan satu novel baru yang sekarang sudah rampung 40 eps dan sudah update sebagai kecil di sini. Kalian tidak akan bisa cari dari profilku. Cari aja sendiri.


Jadi, entah kapan lagi saya akan update soalnya idenya mentok terus. Bye-Bye 👋👋


__ADS_2