World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!
Chapter 405 Kegagalan


__ADS_3

Chapter 405 Kegagalan.


Bottlomless Gap.


Setelah melakukan serangkaian serangan yang dilakukan oleh kelompok Armegon, sekarang bar kesehatan dari Elicpcatus berada di angka 29 juta. Sudah sekitar 60% bar yang telah mereka kuras. Itu cukup banyak. Namun, hal itu tidak membuat suatu perubahan besar. Di sisi Armegon. Hampir semua pemain kelas tanker musnah karena pengalihan itu. Monster ini begitu ganas.



Sekarang hanya tersisa kurang dari 400 pemain, dan kali ini Armegon yang memimpin mereka.


"Semuanya, kita akan mengalihkan perhatiannya sekali lagi," ucapnya yang memberikan perintah sembari mengangkat pedangnya.



Armegon pun langsung melesat maju beserta dengan seluruh orang yang tersisa. Mereka akan melakukan penyerangan 2 atau 3 kali lagi sebelum kelabang itu kalah sepenuhnya. Dia juga berharap jika sisa pasukan ini masih bisa bertahan selama 2, 3 kali itu atau tidak terpaksa dia menurunkan pemain penyerang jarak jauh.



Beberapa saat setelah itu, mereka kembali melihat Elicpcatus dari seberang sana. Mereka mempercepat langkah larinya. Pada saat jarak mereka sudah sampai pada saat tertentu, semua pemain langsung mengaktifkan keterampilan mereka. Itu adalah keterampilan-keterampilan untuk menarik perhatian suatu monster. Dan secara bersamaan, semua efek dari keterampilan itu mengarah secara langsung ke Elicpcatus sehingga pandangannya teralihkan kepada mereka.



Dengan cepat Elicpcatus merayap dan segera menghampiri mereka. Saat ini dia telah teralihkan. Armegon yang melihatnya, menoleh ke belakang dan berkata,


"Semuanya, persiapkan diri kalian. Kita akan melewati monster itu."


""Baik!""



Elicpcatus dan kelompok Armegon sudah semakin dekat. Di saat bersamaan juga, para pemain yang ada di pinggir, sekali lagi mendekat dengan Silvana dan Astal yang memimpin di masing-masing sisi. Mereka langsung bergerak dengan ribuan pemain dan mulai melancarkan serangan. Anak panah dan segala jenis sihir beterbangan di atas langit seketika berjatuhan di sepanjang tubuh Elicpcatus. Serangan itu menciptakan hujan kerusakan. Semua serangan itu tidak dipedulikan oleh monster itu karena saat ini ditengah berfoku dengan mangsa yang ada di hadapannya saat ini.



"Sekarang saatnya!"



Armegon mengeluarkan perintahnya lagi. Semua pemain yang ada seketika mulai membubarkan diri, dan membelah pasukan menjadi dua bagian ketika si Elicpcatus sudah berada beberapa meter dari mereka. Hasilnya, tabrakan antara mereka tercipta. Elicpcatus melesat melewati mereka dengan ganasnya, tapi untung saja dengan perintah yang sigap mereka mampu menghindarinya di saat yang tepat.


"Baiklah, sebelum dia pergi, mari kita serang tubuhnya sebisa mungkin!"


Armegon mengangkat pedangnya dan kemudian mengayunkannya, menebas salah satu kakinya. Dan setelah itu, pemain-pemain lain juga ikut menyerangnya.


Sekali serangan ini, akhirnya menguras 8 juta kesehatan. Elicpcatus meraung kesakitan, lalu dengan cepat memutar badannya, kembali menggeliat di atas tanah. Monster itu kembali melesat menghampiri sisa kelompok Armegon.



"Ark!!"



Elicpcatus pun merayap maju dan kemudian menaikkan badannya ke atas langit sehingga dia dapat melihat mereka semua. Setelah itu, dengan cepat dia melesat turun dengan begitu tajam hingga akhirnya kepalanya menghantam tanah.



"Bamm!!"



Itu adalah serangan yang mengerikan. Para pemain berpijak di target sasaran dari Elicpcatus terhempas ke segala sisi. Tapi itu bukanlah tempat yang dipihak oleh Armegon. Tidak lama kemudian, ribuan bola sihir beterbangan di atas langit. Semua bola sihir-sihir itu kembali mengenai tubuh Kelabang tersebut. Berbagai jenis ledakan tercipta di sana.



Bar-nya terus terusan menurun karenanya. Di sisi lain pasukan Armegon juga ikut berkurang. Namun, ini tidak dapat dihindari lagi. Namanya juga medan pertempuran, pasti ada di anatara mereka yang akan mati.

__ADS_1



Bagus, terus begini dan dia pasti akan mati.



Armegon sudah mempunyai perasaan baik tentang hal ini, yaitu kemenangan. Jika ini terus berlanjut, maka kelabang raksasa ini tidak akan bisa bertahan dan pada akhirnya mati.


Akan tetapi ada sesuatu yang aneh. Setelah serangan sihir itu berlalu, Elicpcatus dengan cepat mengangkat kepalanya ke atas langit dan berbalik kemudian mengharamkan kembali kepalanya di sisi lain yang tidak ada orangnya. Perasaan baik itu hanya berlangsung sesaat. Armegon mulai menyadari hal aneh tersebut.



"Jangan-jangan, dia!"



Yang Armegon lihat saat ini bahwa Elicpcatus sedang mencoba menggali tanah. Terlihat begitu jelas dengan sepanjang tubuhnya yang terus bergerak masuk ke dalam tanah dan itu secara terus menerus. Jika dihubungkan dengan bar kesehatannya yang kini tengah sekarat dan kelakuan anehnya, hanya satu jawaban yang ada, yaitu 'melarikan diri'.



Armegon dengan cepat berteriak, memberikan perintah. "Semuanya, serang lagi dia! Monster itu mau melarikan diri!!"


Para pemain yang ada di sekitarnya terkejut dengan jawaban itu.


"Ah, dia ingin melarikan diri?!"


Oi, jangan biarkan dia melarikan diri atau usaha kita akan sia-sia!"


"Cepat hubungi lagi para penyerang jarak jauh agar terus menyerang!"


"Semuanya, ikuti aku, kita akan menyerangnya langsung!"


Para pemain-pemain itu pun langsung bergegas mendekati monster itu, tidak luput juga Armegon. Dia segera menciptakan Miniatur Matahari dari balik tangannya.




Armegon melemparkan bola matahari nya ke arah Elicpcatus dan itu dilakukan hingga 3 kali. Semua bola-bola itu tepat mengenai tubuhnya. Lekdakan diiringi kobaran api yang membara, terbakar di sekitar tempat itu. Tapi itu masih belum cukup untuk menghentikan pergerakannya.



Sementara itu, di tempat Silvana berada, dia mendapatkan pesan yang berisi bahwa Elicpcatus, monster yang saat ini mereka lawan, akan kabur. Meminta untuk terus melakukan serangan lanjutan.



Silvana pun segera memerintahkan kepada pemain lainnya untuk melanjutkan penyerangan. Dalam waktu yang singkat, ribuan pola sihir tergambar jelas di atas pemain-pemain. Pola tersebut kemurnian diisi oleh sihir-sihir dengan berbagai warna. Dan ada juga di antara mereka yang telah siap untuk memanah, tentunya dengan keterampilan yang tertanam pada anak panah terebut. Sesaat, mereka pun mengarahkan masing-masing kekuatan sihir tersebut ke arah Elicpcatus yang berada di seberang sana.



"Semuanya, tembak!!" teriak Silvana sembari mengarahkan tangannya. Tidak lama kemudian, Miniatur bulannya juga bercahaya kemudian mengeluarkan bola-bola putih, dan melesat ke depan.



"Bam!!"


Bam!!"


"Bam!!"


....


Ledakan dan ledakan terus terjadi di sana. Seluruh tempat itu pun seketika tertutupi oleh kabut yang menebal. Namun, dari semua serangan itu, tetap saja masih belum bisa menjatuhkan monster itu. Bar kesehatannya masih terlihat.


__ADS_1


Armegon beserta anggota lainnya segera pergi memberikan serangan di sekitar tubuh dari monster itu. Sementara itu, kelompok Silvana, mempersiapkan serangan selanjutnya.


Mereka terus menyerang hingga mereka tidak menyadari jika hampir seluruh tubuh dari Elicpcatus sudah masuk ke dalam tanah.



"Tidak mungkin!!"



Armegon mempercepat lagi ayunan pedangnya, menyerang ke segala sisi sebisa mungkin mencoba untuk membuat kerusakan sebanyak mungkin dengan harapan semoga dari salah satu serangannya dapat mengakhiri semua ini.



Namun apa daya, pada saat dia melupakan serangan kesekian kalinya, dia melesat. Pedangnya hanya menebas tanpa bertabrakan dengan sesuatu. Seluruh tubuh dari Elicpcatus telah menghilang dan hanya meninggalkan lubang besar yang begitu gelap. Sesaat, mereka merasakan getaran dari balik tanah, dan kemudian kembali tenang.



Armegon dan lainnya hanya berdiri di sana, memasang pandangan kosong. Kemudian, satu persatu dari mereka terduduk, begitu juga dengan Armegon yang ikutan terduduk. Suasana di sana seketika berubah menjadi sunyi.



"Eh, dia pergi ...."


"Apakah kita gagal mengalahkannya ...."


"Ini tidak mungkin. Padahal kita telah berusaha sebisa mungkin, t-tapi ...."


"Usaha kita selama ini, sia-sia ...."



Hasil dari penyerangan itu telah diberitahukan oleh mulut-mulut mereka, yaitu 'kegagalan'. Armegon yang merupakan pemimpin dari mereka juga ikut merasa terpukul karenanya.


"Sial, kenapa begini, kenapa dia harus melarikan diri!!" ucapnya kesal kemudian memukul tanah dengan keras beberapa kali sembari memasang wajah yang begitu buruk.



Operasi untuk mengalahkan Giant Bone Centipede telah gagal. Padahal kesehatan dari monster itu hanya tersisa sedikit lagi, tapi dia yang kabur. Sudah berapa.orang yang telah dia dikorbankan dalam operasi ini dengan harapan mereka bisa mengalahkannya. Semua itu seketika menjadi hal yang sia-sia. Ini akan menjadi kekalahan yang buruk bagi mereka.














__ADS_1



-Sudah Lyon yang sial, kini Armegon yang sial. Baiklah siapa lagi harus ku buat sial.


__ADS_2